
Satu detik, dua detik, tiga detik hingga sepuluh detik berlalu Bestie tidak memberi jawaban apapun. Dia justru menatap Noval datar.
Melihat Itu ada tatapan sendu dari sorot mata noval. sepertinya Bestie menolak lamarannya. Pikir Noval. Dia menunduk seolah mengakui kegagalannya.
"mana cincinnya? Masa kamu melamar hanya dengan kata-kata saja. Nggak romantis banget, masa nggak ada cincin" ujar Bestie cemberut dan kini bersedekap.
"hahhhh" Noval kaget dan gelapan setelah menyadari kesalahannya. Dia melamar namun lupa kalau cincin masih berada di saku jasnya.
dengan cengiran dan gerakan salah tingkah dia merogoh saku jas dan mengeluarkan sebuah kotak beludru biru dongker.
"ulangi!" Perintah Bestie
"apanya?" tanya Noval Bingung
"ishhh, tidak peka. tadi kau melamar ku bukan?"
"Iya sayang"
"kalau begitu ulangi"
"ahhh.. iya baiklah" Noval bagai kerbau dicucuk hidungnya mengikuti perintah Bestie.
moment ini justru membuat orang yang menyaksikan lewat layar di luar ruangan menjadi ngakak. Angel, Exel, keluarga Noval dan Keluarga bestie tertawa melihat apa yang terjadi di dalam melalui video rekaman langsung dari sebuah kamera yang tersambung ke layar TV.
Ya Tuhan bisa-bisanya si Noval ingin melamar dengan tangan kosong malah lupa sama cincinnya yang sudah dia persiapkan khusus dari Singapura.
"ehemm.. ehemmm"
Noval berdehem mencoba meredam kegugupannya. Sekali lagi dia akan mengulangi lamarannya. dengan posisi yang masih menekuk satu kaki, Noval dengan suara tegas kembali melamar Bestie.
"Celesta Bestie, gadis yang paling kucintai, bersedia dan maukah engkau menjadi teman, sahabat, kekasih juga kelak menjadi istri dan ibu dari anak-anak kita"
"Celesta Bestie, Will you Marry Me?"
Melihat dan mendengar betapa romantisnya Noval melamar dirinya, ribuan kupu-kupu terasa manari dalam perutnya. Dia sangat bahagia. Dengan malu-malu, Bestie mengangguk kepala.
"Yes I will" jawabnya dengan perasaan penuh kebahagiaan dan pipi yang bersemu.
"yes"
"yes"
" yes"
teriak Noval lantang merasa bahagia atas lamarannya yang sukses.
"Sayang kok kamu cemberut. kamu nggak bahagia atau terpaksa?" tanya Noval cemas melihat Bestie yang masam
"kapan kamu pasang cincinnya. Tadi lupa memberi cincin, sekarang malah lupa masang cincin. kamu niat nggak lamar aku?" tanya Bestie kesal.
"eehhh, oh iya, maaf lupa sayang, aku terlalu bahagia tadi. Hehehehe.." cengir Noval menyadari kecerobohannya yang kedua kali.
"nah sekarang sudah terpasang. sangat cantik seperti orang yang memakainya." ujar noval dan membuat Bestie malu.
"Sayang?" panggil Noval
"iya" Jawab Bestie
"Sayaangggg " ulang noval lagi.
__ADS_1
"Iya Sa..yaa..ngg" Jawab Bestie malu-malu
"I Love you Celesta Bestie" Ungkap Noval
"I Love too" Jawab bestie dengan muka bersemu
"apa sayang? ulangi lagi, hem?
"Aku juga mencintai mu Benedict Novaldy" ungkap Bestie jujur.
tatapan keduanya saling mengunci dengan senyuman bahagia menghiasi wajah keduanya.
perlahan namun pasti, bibir Noval mendarat indah di atas bibir kenyal Bestie. awalnya cuma kecupan kecupan kecil. namun perlahan berubah menjadi ******* dalam dan menggebu. Secara bergantian Noval mengisap bibir atas dan bawah milik bestia. keduanya menutup mata meresapi nikmatnya ciuman pertama keduanya.
Namu ciuman itu mendadak terlepas setelah semua orang yang masuk dengan begitu heboh dan bahagia karena lamarannya sukses.
"happy birthday to you"
"happy birthday to you"
"happy birthday "
"happy birthday "
"Happy birthday Bestie"
Nyanyian happy birthday menggema memenuhi suit room tersebut.
Kebahagiaan Bestie tidak berhenti sampai di situ. Semua orang terkasih padahal sudah berada di sana untuk memberikannya kejutan. Tangisan haru kembali tergambar di wajahnya.
Tak berselang lama, Sebuah kue berukuran besar dengan hiasanya yang begitu cantik di bawa masuk ke ruangan itu. Angka 24 tahun menghiasi puncak atasnya. Kemudian dilanjutkan dengan acara potong kue yang berlangsung meriah dan penuh canda tawa.
"Aku baru sadar, padahal Tom dan Jerry versi nyata bahkan bisa berakhir bahagia seperti ini. Banyak selamat ya. Aku turut bahagia. akhirnya kalian bisa menikmati waktu berdebat berdua setelah ini tanpa membuat kupingku sakit " ucap Angel disertai godaan kepada dua sahabatnya.
"Apaan sih beb. kamu cepat nyusul. Jangan kelamaan sendiri. Tu cowok samping tu masih nunggu" ujar bestie dan melirik ke arah Exel yang saat ini masih setia berdiri berdampingan dengan Angel.
Angel yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.
"Kalau aku siap kapan pun, Bes. Tapi Tuan putri sepertinya masih betah begini saja. Ngomong-Ngomong selamat ya buat kalian berdua. Aku turut bahagia. Nikahnya jangan ditunda lama" Ucap Exel dengan sedikit guyonan.
"thanks Exel"
"thank you bro"
Jawab Noval dan Bestie.
Saat ini, semua orang masih sibuk bercanda dan menikmati hidangan makan malam yang dibuat spesial oleh Chef tampan yaitu exel. Semua orang memberi banyak jempol atas hasil masakannya. Benar-benar Darah bakat turunan Daddy Marco.
Saat Angel sedang asik menikmati puding dan mengobrol santai bersama para sahabatnya. Jantungnya mendadak berpacu, setelah mendengar suara dari pria yang semalam membuatnya kalang kabut.
"Hei, Val. Selamat atas Berhasilnya lamaran kamu" Ucap Matthew yang entah sejak kapan berada di sana. mungkin cuma noval yang mengetahui kehadirannya kalau melihat gelagat keduanya yang saling sapa.
"terima kasih, Matt. dan thank you sudah datang" Jawab noval dengan senyuman. Tidak ada kemarahan, kaget, atau semacamnya di wajah noval, membuat ketiga sahabatnya bertanya-tanya dalam hati sejak kapan Matthew dan noval jadi aku begini.
Khususnya Angel yang sedari tadi membuang pandangan ke arah lain tanpa mau melirik Matthew yang sejak kedatangan pria itu, tidak melepaskan pandangan darinya.
"Hey, apa kabar?" tanya Matthew yang kini berada tepat di depan Angel. Sumpah demi apapun gadis itu sekarang menjadi bisu dan tidak memberi respon apapun.
Entah apa maksud Matthew yang tiba-tiba muncul seperti ini dan sekarang malah menyapa seolah mengajak Angel untuk mengobrol.
__ADS_1
jangan ditanya bagaimana perasaan Angel sekarang. tentunya kelihatan tenang di luar namun berperang batin.di dalam.
"Baik" Jawab Angel singkat dan terdengar dingin
deg
jantung Matthew berdetak kencang mendengar suara Angel. Dia begitu bahagia dan ingin sekali memeluk erat Angel ke dalam dekapannya.
Walau Jawaban itu terdengar dingin, namun dia tetap bahagia, akhirnya dia bisa kembali mendengar suara Angel saat menjawab sapaannya.
"Boleh kita bicara sebentar?" Tanya Matthew hati-hati
"Bukankah Anda sedang berbicara?"
Skakmat
Matthew hampir kehilangan kata-kata namun otak cerdasnya segera menemukan alasan yang tepat untuk menjawab.
"maksudku kita bicara berdua"
"apakah itu penting?"
"Ya penting"
"sepenting apa? saya rasa saya tidak punya urusan apapun dengan anda tuan. Mungkin anda salah orang."
sungguh Matthew sekarang kehilangan kata-kata. Perubahan sikap Angel membuatnya begitu merasa bersalah. dia merasa gadis lembut dan polos di depannya ini kini berubah menjadi minim ekspresi dan dingin. Dia meresa itu karena kesalahannya di masa lalu.
Exel yang sedari tadi memperhatikan situasi, menjadi bisu dan menahan perasaan marah atas kehadiran Matthew. Pria itu merasa Matthew akan menjadi penghalang besar mimpinya bisa bersanding dengan Angel.
Angel menatap Noval tajam seolah mengatakan 'aku butuh penjelasan kamu'
Noval menghela napas dan mengangguk menyetujui dia akan menjelaskannya nanti.
Matthew yang tidak dapat menahan dirinya, dengan gerakan cepat menarik Angel dan membawanya ke sudut ruangan di balik tirai.
"apa yang kau lakukan, lepas" berontak Angel mencoba melepaskan pegangan Matthew.
"aku mohon sebentar saja. Tolong beri aku waktu"
"aku tidak punya waktu untuk berbicara hal yang tidak penting "
"Iya baiklah, anggap saja aku yang memohon sama kamu karena aku merasa ini penting, please " ujar Matthew sendu.
dari jauh, Exel yang melihat itu, ingin menarik tangan Angel namun cepat ditahan Noval.
"biarkan mereka bicara, menyelesaikan segalanya yang belum sempat dibicarakan " Ujar noval seraya menepuk pundak exel.
Sementara saat ini, di tempat Matthew dan Angel.
sedari tadi Matthew belum berbicara namun dia malah menatap dalam wajah Angel. Jujur saja, dia begitu merindukan gadis itu. sangat sangat rindu. hingga rasanya dia ingin memeluknya erat dan meluapkan semua perasaan rindu dihatinya.
"Kamu apa kabar?" akhirnya Matthew mulai bersuara
"Tolong jangan basa basi, langsung saja kalau ada keperluan " Jawab Angel dan dengan berani menatap datar wajah Matthew.
Tatapan itu, wajah itu, bola mata itu, langsung membuat dada Angel bergejolak hingga dengan cepat dia memutuskan pandangannya.
sama halnya dengan Angel, Dada Matthew juga bergemuruh hebat setelah melihat bagaimana tatapan mereka yang saling mengunci sesaat.
__ADS_1
bolehkah dia berkata jujur sekarang bahwa dia sangat merindukan gadis itu.