
Matthew mengepal kedua tangan setelah mendengar penjelasan Leon. Ternyata Margaret punya obsesi yang besar akan dirinya dan berencana untuk melenyapkan sang istri yang tengah mengandung. bersama nyonya desi, keduanya hendak membuat penderitaan dalam hidup wanita yang mereka benci. Nyonya desi dengan kebencian mendarah daging, ingin membalas rasa dendam, iri dan kesalnya pada mama vita melalui kedua putrinya. ternyata wanita tua itu sudah mengetahui rahasia bahwa enzy adalah anak dari suaminya hasil hubungan dengan isabella pada masa lalu yang kini sudah menjadi putri angkat mama vita.
"Margaret dan nyonya desi sudah dua kali bertemu di restoran Seafood tuan. saya sempat mendengar, bahwa Margaret akan melakukan sesuatu kepada anda saat menghadiri ulang tahun Perusahaan milik tuan garry. dari pantauan kami, sepertinya mereka sudah menyadari sedang diintai pengawal kita. apakah perlu membuat rencana baru?"
"ganti dengan pengawal yang baru, tempatkan salah satu orang kita di club malam milik tuan robby yang sering dikunjungi nyonya desi dan Margaret. satu lagi, paksa sopir Margaret untuk mengundurkan diri. ganti dengan orang kita"
"baik tuan. segera saya lakukan. kalau begitu saya permisi "
Matthew menghela napas panjang. dia sebenarnya tidak habis pikir. kenapa selalu saja ada orang yang mengusik ketenangan keluarganya.
dua hari berlalu, Angel dan enzy sudah diizinkan pulang oleh dokter. beberapa hari ini enzy nampak murung. dia seperti tidak semangat. kehilangan buah cintanya dengan Leo membuatnya seperti telah melakukan kesalahan besar.
Untuk menghibur sang kakak, Angel berencana mengajak wanita itu belanja bersama di mall, seminggu setelah mereka beristirahat di rumah. dia juga mengajak sahabatnya bestie. Angel ingin menghabiskan waktu bersama sebagai sesama wanita. tapi nyatanya moment itu tidak dinikmati enzy. dia justru makin sedih. apalagi melihat perut Angel dan bestie sudah makin membesar. dia juga merindukan hal yang sama. andaikan bayinya masih ada dalam perut. pasti dia juga akan menikmati moment itu.
"kak, sudah. jangan terus bersedih. kakak harus fokus untuk benar-benar pulih dan kandungan kakak sudah siap kembali. supaya nanti ponakan ku segera ada di sini" hibur Angel setelah enzy mengutarakan perasaannya.
"betul kak. bukankah kata dokter tidak ada hambatan kalau kakak ingin membuat program kehamilan lagi. untuk tiga bulan ke depan memang harus fokus pemulihan dulu. setelah itu, jangan absen untuk cetak lagi, biar dedek bayinya segera jadi" timpal bestie sedikit absurd dan berhasil membuat senyum enzy terbit walau hanya sekilas.
"Iya, kakak juga berharap seperti itu " enzy merespon dengan senyum di wajahnya walau sedikit kurang semangat.
Hari pun beranjak sore, Ketika Matthew tiba di rumah. dia menemukan sang istri tengah tidur pulas. dia menggeleng kepala merasa gemas. tadi saat main di mall, Angel menolak panggilannya, karena tidak ingin di ganggu. giliran sudah berada di rumah bukannya memberi tahu malah langsung tidur. seharian dia tidak merasa tenang memikirkan orang-orang jahat di sekitar sang istri dan kakak iparnya. walau sudah menempatkan banyak bodyguar di sekitar sang istri tetap saja dia tidak tenang begitu saja.
Matthew mendekat, mengamati wajah Angel yang sama sekali tidak terganggu oleh usapan tangannya. dia bahkan mencium seluruh wajah Angel bertubi-tubi tapi wanita itu hanya sedikit terusik kemudian tidur lagi. karena merasa gemas, Matthew menggigit pipi tembem istrinya. tapi lagi-lagi wanita itu cuma merengek dalam tidurnya.
"aku sangat mencintaimu Sweetheart. cup" setelahnya Matthew masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. malam ini dia akan menghadiri pesta ulang tahun Perusahaan tuan Garry. awalnya dia ingin mengajak Angel namun mengingat apa yang telah dikatakan Leon beberapa hari lalu, dia mengurung kan niatnya. Dia harus waspada, barangkali Margaret akan bertindak sesuatu di luar yang dia duga.
Nantinya, dia akan mengajak sang istri untuk menginap dia rumah mom helena saja. dengan demikian Angel ada yang menemani dan akan punya teman mengobrol selagi dia keluar.
"Hubby" panggil Angel lirih begitu melihat Matthew baru saja keluar dari kamar mandi
"hei sayang, sudah bangun hem?" Matthew menghampiri Angel yang nampak masih mengucek mata dan menguap. terlihat masih sangat mengantuk.
"hubby, kenapa tidak membangunkan aku tadi. lihat sekarang kamu sudah mandi. padahal tadi aku juga mau mandi" rengek Angel tidak terima ditinggal mandi.
"ya sudah, kamu mandi sekarang sayang"
__ADS_1
"tidak mau. tadi aku maunya mandi berdua"
"tapi aku sudah mandi, gimana dong " Matthew garuk-garuk kepala bingung sendiri dengan istrinya. kenapa malah mendadak minta mandi berdua. biasanya kalau dia ajak mandi bareng malah ditolak sang istri dengan sikapnya yang malu-malu meong.
"pokoknya aku mau mandi berdua. ayo hubby. kamu mandi lagi, ya..ya..ya.." kini Angel bergelayut mandi di pundak Matthew bahkan tidak berhenti merengek.
Matthew tersenyum kaku. heran juga lihat sang istri seperti itu. tapi dia tidak sanggup menolak ajakan yang terdengar menggiurkan itu. dalam hati dia sudah bersorak girang. sepertinya cukup kalau melakukan satu ronde di kamar mandi nanti.
"baiklah sayang. ayo!" dengan semangat 45 Matthew segera menggendong istrinya menuju kamar mandi sambil memberi banyak ciuman cinta di seluruh wajah Angel.
mandi yang seharusnya cuma 20 menit malah menjadi lebih lama. Matthew senang karena sang istri tidak protes bahkan menerima semua perlakuan mesum dan romantisnya di kamar mandi.
kini mereka berdua sudah berpakaian lengkap. Matthew dengan setelan pesta, sementara angel hanya berpakaian biasa.
"Sayang, malam ini kita akan menginap di rumah mom. nanti aku akan ke acara milik tuan Garry, tidak lama kok. jadi kau bisa menghabiskan waktu mengobrol bersama mom di rumah, gimana?"
"oke hubby"
jawab Angel menurut dan tersenyum manis. Matthew bersyukur sang istri tidak protes.
tiba di hotel tempat acara berlangsung, Matthew dan Leo segera masuk. rupanya sudah banyak undangan yang hadir. Baru saja mereka hendak menghampiri sang pemilik acara, tiba-tiba seseorang menghalangi.
"hai, Matthew selamat malam" Matthew sedikit tersentak mendengar suara itu. suara khas wanita penggoda yang selalu membuatnya muak.
Leo yang berdiri di samping Matthew menatap datar wanita di depannya. penampilannya sangat terbuka, gaun yang digunakan seolah hanya mampu menutup ujung dada dan bokongnya. apakah wanita itu kekurangan uang hingga tidak mampu membeli pakaian yang lebih sopan.
"nona Margaret, saya harap anda ingat sedang berbicara dengan siapa. bersikaplah sopan" tegur Leo merasa kesal dengan keberadaan Margaret di sana.
Margaret tidak menghiraukan ucapan Leo, wanita itu bahkan bergerak mendekati Matthew seolah merapatkan bagian tubuhnya pada pria incarannya itu.
"malam ini kamu terlihat luar biasa tampan. aku bahkan hampir tidak mengenali kamu tadi"
Margaret berbicara seolah sudah akrab dengan Matthew. bahkan gerak geriknya seperti wanita yang haus belaian. Matthew sangat jijik.
Tanpa menghiraukan keberadaan Margaret, Matthew segera menghampiri tuan Garry untuk mengucapkan selamat atas ulang tahun Perusahaan milik pria itu. begitupun leo. mereka berbincang cukup lama di sana soal bisnis kerja sama. Tetap saja, keberadaan Margaret selalu menempeli Matthew.
__ADS_1
tuan gari sebenarnya merasa tidak enak melihat kerisian Leo dan Matthew atas sikap asistennya itu. wanita itu, seperti tidak punya rasa malu mendekati pria beristri yang sama sekali tidak menghiraukan keberadaannya.
asik berbincang, tidak berselang lama, muncul seorang pelayan pria membawakan beberapa gelas minuman alkohol kadar rendah.
"permisi, silakan minumannya tuan-tuan dan nona" tawar pelayan tersebut sambil memandang lekat wajah Matthew.
satu gelas pertama khusus dia serahkan pada Matthew kemudian kepada Tuan Garry, lalu Leo, sementara yang Margaret dia biarkan mengambil sendiri. wanita itu tidak protes sama sekali justru terbit senyum dari bibirnya. sambil mengedipkan sekilas sebelah matanya pada pelayan tadi seolah mengatakan kerja bagus. pelayan itu mengangguk singkat kemudian pamit undur diri.
waktu semakin malam. Matthew merasa gerah hingga memutuskan untuk berjalan keluar sebentar menghirup udara bebas.
di saat bersamaan, Margaret juga sedang merasa resah. sejak tadi tubuhnya terasa panas dan gairahnya tidak tertahan. dia merasa aneh.
"shitt, kenapa malah aku yang merasakan ini. bukankah seharusnya Matthew"
Margaret merasa geram, sepertinya pelayan tadi mempermainkan dirinya. padahal dia sudah membayar mahal untuk menuangkan serbuk perangsang dalam minuman Matthew. sekarang justru dia yang merasakan gairah memuncak. dia juga sudah tidak melihat keberadaan Matthew di ruang pesta tadi. bagaimana dia bisa memastikan keadaan pria itu. apakah sama sepertinya atau tidak.
"dasar pelayan sialan. apakah dia salah memberikan minuman. bodoh sekali"
sambil berjalan keluar area pesta, margaret mengumpati pelayan penyaji minuman tadi.
karena tidak fokus berjalan, Margaret justru menabrak seseorang yang berjalan dari arah berlawanan.
brugggg
dia meringis karena bokong seksinya malah mencium dinginnya ubin hotel. karena merasa kesal dia ingin memarahi orang yang menabraknya tadi.
"Matthew "
lirih Margaret setelah selihat orang yang berdiri di depannya. Matanya semakin berkabut dan suara pun teramat serak akibat gairahnya semakin tidak terbendung
"Matthew, tolong aku. badanku panas sekali. tolong sentuh aku. puaskan aku malam ini. aku sudah lama mendambakan hari dimana bisa menghabiskan malam panjang bersama mu" suara Margaret mendayu seksi, hingga pria di depannya yang sedari tadi juga kepanasan, meneguk liur melihat penampilan seksi Margaret. dia tidak sanggup menolak.
tanpa mengucapkan apapun, pria itu segera membawa Margaret ke lantai atas hotel. memasuki sebuah kamar suit room. begitu sampai di dalam.dengan tidak sabaran dia mulai melucuti pakaian margaret sambil bibir mereka berpqngutqn dan lidah saling membelit.
"ahh Matthew, aku tidak tahan. sentuh aku" lenguh Margaret merasakan jemari pria itu menyentuhnya dengan lembut. Hingga mereka pun menghabiskan berjam-jam menikmati surga dunia di dalam kamar itu.
__ADS_1
sementara di sisi lain, Angel tidak bisa tidur. perasaannya mendadak resah. Tadi dia menelepon suaminya tapi ponsel pria itu tidak aktif. dia menghubungi Leo menanyakan keberadaan Matthew, justru Leo menjawab dia terpisah dari Matthew beberapa saat lalu. pria itu juga tengah mencari keberadaan Matthew.