Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Matthew Mulai Mencicil


__ADS_3

saat ini Angel dan Matthew beserta keluarga tidak lagi pulang ke rumah. melainkan langsung ke Hotel tempat resepsi. mereka akan bersiap dari sana mengingat akan membutuhkan banyak waktu kalau berangkat dari rumah. Lagipula sekarang Angel dan Matthew sudah resmi menjadi pasangan suami istri. jadi mereka tidak perlu pisah kamar.


lihat saja, dengan tidak sabar, Matthew menarik Angel ke dalam kamar yang sudah di sulap cantik khas pengantin baru. mereka akan menempati kamar yang sama sejak siang ini.


"ingat Matt, jangan macam-macam dulu. kalian harus banyak istirahat. sebentar malam kalian akan melayani banyak tamu. capek-capeknya setelah resepsi saja ya. ditahan dulu, kalau sudah sangat pengen "


tutur mom Helena yang disambut kekehan mama vita beserta para MUA yang ikut masuk ke kamar pengantin untuk membantu Angel melepas gaun dan membersihkan dandanannya yang cukup rumit.


"aku nggak akan macam-macam mom. cuma satu macam kok" respon Matthew dengan kerlingan nakal menatap istrinya.


ckckckck..


"pokoknya mom tidak mau tahu. jangan sampai menantu mom kau ubah jadi macan tutul ya. hisap menghisapnya nanti malam saja"


mendengar ucapan mom Helena yang terdengar sedikit vulgar Angel pun tersipu malu.


setelah gaun terlepas dan dandanan Angel dibersihkan kini mereka keluar dari kamar menyisahkan pasangan yang baru saja resmi menjadi suami istri. keduanya kini saling memandang penuh cinta.


ketukan pintu kamar hotel memutuskan pandangan Keduanya. ternyata seorang petugas mengantar makan siang keduanya. keluarga ingin mereka makan dikamar saja kemudian lanjut istirahat.


selesai menikmati menu yang disajikan. Matthew tidak melepas lagi genggaman tangan mereka. pria itu menatap lekat paras sang istri. ada pacaran kerinduan dan cinta dari matanya.


"Sayang aku merindukanmu. sangat. kau tahu seminggu kemarin begitu menyiksa ku. tanpa melihat kamu, tanpa mendengar suara kamu. Aku sangat merindukan mu istri ku" ucap Matthew lirih dengan tatapan yang begitu sayu. mendengar itu Angel pun mengungkapkan hal yang sama.


"aku juga sangat merindukan mu hubby "


Hubby, sungguh Angel memanggilnya hubby. entah kenapa panggilan itu sangat menyentuh hingga ke dasar hati Matthew. perlahan wajah keduanya saling mendekat hingga kedua bibir mereka menempel dan mengulum satu sama lain. menyalurkan segenap perasaan rindu dan bahagia. Hisapan dan gigitan Matthew begitu menggebu, Angel dibuat kewalahan mengimbanginya. Matthew perlahan mengiringi langkah Angel menuju kasur. Mejatuhkan tubuh keduanya dengan bibir masih saling mengulum. Matthew tidak ingin berhenti. dia ingin sesuatu yang membuatnya puas. Tangannya dengan nakal meremas sebelah dada sang istri hingga membuat Angel melenguh..


"eemmmm.."


tidak berhenti sampai di situ, rupanya Matthew lupa akan permintaan mom helena tadi. sekarang bibirnya dengan rakus menjilat bahkan mengisap dengan kuat leher istrinya hingga meninggal satu jejak merah keunguan di sana. sekali lagi Angel melenguh nikmat,


"aahhh.. hubby" Angel merasakan sesuatu yang mengelitik seisi perut dan perasaannya melayang. ini pertama kalinya. namun rasanya dia juga tidak ingin berhenti menginginkan sesuatu yang lebih.


mata mereka saling memandang. terlihat aura na*fsu dan hasrat yang begitu besar di sana. Namun Angel segera menyadari bahwa melakukannya sekarang bukan keputusan yang baik. sebentar malam mereka membutuhkan tenaga ekstra untuk menyambut tamu.


"hubby, nanyi dulu ya, sekarang kita istirahat, hmm?" ujar Angel lirih yang juga merasakan hasrat yang sama.


"Tapi aku sudah tidak tahan sayang. coba rasakan ini" dengan nakalnya Matthew membawa tangan Angel menyentuh miliknya yang kini menegang.


"aah sayang.." lenguh Matthew saat tangan Angel menyentuh barang keramat itu walau dari luar boxer.


tentu saja Angel sangat kaget sekaligus panik. Entah kenapa dia merasa posisinya saat ini sedang tidak aman.


"sayaanngg.. kepalaku pening. sakit banget kalau ditahan terus.

__ADS_1


"lalu aku harus bagaimana. apakah ada cara lain selain melakukan itu"


"ada sayang. kamu mau kan membantuku, hmm?"


"Iya hubby. akan aku lakukan asal kepala kamu tidak pening lagi"


"ikuti instruksi ku dan insting kamu sayang"


bibir mereka kembali menyatu. dengan segera Matthew membawa tangan Angel ke dalam boxer menyentuh langsung miliknya yang sudah sangat on. Angel kaget juga takut. ukurannya bahkan melebihi genggaman tangannya.


Matthew menggeram nikmat. merasakan tangan halus Angel menyentuh miliknya.


"eemm, ya seperti itu sayang. tolong teruskan. jangan berhenti.. ahh."


Matthew dengan penuh naf*su menutun tangan angel naik turun di sana. hingga dua puluh menit kemudian lahar putih kental berhasil dimuntahkan. Matthew menarik napas lega sekaligus puas. sementara angel jangan ditanya. dirinya begitu malu. apalagi melihst Matthew membersihkan sisa cairan yang menempel di tanganya, dan juga di miliknya. angel hanya menunduk sambil menutup mata karena tidak mau melihat milik suaminya yang masih menggantung di luar celana.


melihat itu, Matthew terkekeh dan dengan segera menaikkan boxernya. lalu menarik sang istri ke dalam pelukan dan berbaring. Karena masih malu, Angel hanya bisa menenggelamkan wajahnya di dada bidang Matthew.


"kenapa hmm?" tanya Matthew gemas


"aku malu"


"malu kenapa?"


"aku belum pernah melakukan itu, hubby. aku gugup. apakah aku melakukannya dengan benar" Angel dengan berani menatap mata Matthew hingga pandangan Keduanya bertemu.


"tentu, istri ku ini walau masih perdana, sudah bisa membuat aku melayang. kau tahu tadi rasanya sangat nikmat sayang. rasanya mau lagi" bisiknya jujur sekaligus menggoda sang istri.


mendengar itu, angel semakin bersemu dan menyembunyikan wajahnya di dada hangat Matthew.


"stop, hubby. jangan bahas lagi. aku malu" Angel semakin mengeratkan pelukannya. Matthew justru semakin ingin menggoda istri kecilnya.


"nanti malam, siap-siap ya. aku mau servis full. tangan sama yang dibawah dipakai semua" dengan beraninya Matthew menyentuh milik Angel walau dari luar celana namun mampu membuat Angel meremang.


Angel tidak menjawab. Dia rasanya malu membahas dan membayangkan aktivitas intim itu. apalagi sampai melakukannya.


"hubby bobo" Angel mencoba mengalihkan pembicaraan


"ngantuk sayang?"


Angel hanya menggangguk lemah. Matthew kemudian mencium kening Angel berkali-kali sebelum akhirnya sama-sama terlelap. rasanya siang ini mereka tidur nyenyak dan perasaan teramat bahagia. pelukan itu tidak terlepas hingga mereka bangun kembali saat waktu menunjukan pukul setengah empat sore. keduanya pun segera mandi dan bersiap untuk acara resepsi.


Matthew dan Angel bersiap dikamar yang berbeda. saat ini Angel tengah memandang dirinya dicermin dengan perasaan malu. fokusnya pada bagian leher yang sangat jelas ada sebuah warna merah keunguan. tidak lagi kecil melainkan cukup besar. Tentu dia tadi tidak sadar saat mandi, justru ketika hendak di make up dan dia duduk di depan cermin barulah tato buatan suaminya terlihat. pantas saja sejak masuk tadi para MUA terus tersenyum melihatnya. aduhh malunya.


belum lagi saat ini mertuanya bersama sang mama memandangnya geli, terdengar juga sang mertua mengumpati anak prianya.

__ADS_1


"ckckckc.. dasar tidak sabaran sama saja seperti dad nya. Untung saja cuma satu bagaimana kalau penuh leher, dada sampai kaki. kamu benar-benar akan berubah jadi macan tutul " gerutu mon Helena tidak habis pikir dengan Matthew mulai mencicil malam pertama.


semua yang ada di sana terkekeh mendengarnya sementara angel semakin menunduk malu.


untung saja, bekas ciuman itu bisa ditutupi oleh make up. hingga sekarang Angel pun berhasil disulap menjadi pengantin menawan dalam balutan gaun pengantin gaya putri duyung. sungguh memancarkan aura, anggun, seksi sekaligus menawan. Dijamin nantinya Matthew akan terpikat berkali-kali.


"wow cantik sekali menantu mom ini. Terima kasih lho besan sudah melahirkan putri secantik ini hingga bersedia menjadi istri dati putraku yang mesumnya tidak tahu waktu dan tempat, ckckckck.." Puji mom Helena namun masih terselip gerutuan untuk putranya di sana.


"hehehehhe.. putriku ini memang cantik. Terima kasih juga sudah menerimanya menjadi menantu mu besan"


kedua wanita berusia itu saling mengungkapkan rasa syukur dan bahagia mereka. Angel yang melihat itu tentu terharu. Hingga pintu tiba-tiba dibuka dengan sedikit kasar dan membuat mereka di sana menjadi panik.


Brakkkk


"Sayaangggg!!!!" Rupanya itu adalah Matthew yang sudah tidak sabar melihat istrinya. pria itu sudah selesai bersiap dengan tuxedo Hitam dan dalamnya kemeja putih.


tentunya dia sangat tampan dan rupawan.


"Matthew!!" ketus mom Helena karena kaget dengan suara pintu yang kasar


yang dipanggil malah cengegesan tidak jelas tanpa merasa bersalah. fokusnya kini hanya tertuju kepada Angel. dia menatap istrinya tidak berkedip dengan mulut mengaga.


"sayangku.. istriku" panggil Matthew yang kini berdiri didepan Angel.


"Oh Tuhan kau sungguh luar biasa cantik." yang dipuji malah tersipu dan tertunduk.


"kakak juga sangat tampan" respon Angel pelan. untuk sesat dunia terasa milik berdua. mereka mengabaikan tatapan bahkan kekesalan mom Helena saat ini.


"tapi tunggu. hei.. kalian" tegas Matthew sampai menatap tajam para make up artis di sana.


"kenapa mendandani istriku secantik ini. bagaimana kalau ada yang melirik dan suka padanya, hahhh!!!"


"nona angel memang aslinya sudah sangat cantik tuan. kami hanya memolesnya sedikit"


meski kaget dan takut pimpinan MUA itu masih sanggup menjawab


"beraninya sekali kau mengagumi istriku"


Matthew rupanya kesal ada orang yang menganggumi kecantikan sang istri apalagi itu seorang pria walau dia gemulai tetap saja Matthew cemburu.


Para MUA akhirnya memilih diam dari pada cari masalah dengan Tuan muda Dirgantara itu.


mom Helena berdecak kesal putranya itu sungguh tidak sabaran dan selalu semaunya.


"sini kamu, biar mom jewer telinga kamu. keluar dari sini dan tunggu saja di luar"

__ADS_1


mom Helena menarik telinga Matthew hingga keluar kamar dan membiarkan putra tampan nya mengadu kesakitan dan uring-uringan di luar kamar.


__ADS_2