
Matthew akhirnya bisa kembali mendapatkan senyuman dan pelukan hangat sang istri setelah dia tidak berhenti merengek sejam bagai bocah tiga tahun. walau dia mendapat ejekan dari noval namun dia tidak peduli.
"aku baru tahu, seorang Matthew yang berotot malah bertingkah seperti bayi. Tapi kalau ada ingusnya pasti lebih lengkap tingkahnya" ejek Noval dalam sambungan video Call.
mendengar itu, justru Matthew semakin merengek dan malah meminta pembelaan Angel untuk memarahi noval.
"Sayang, marahi temanmu. dia mengejek ku"
tingkah Matthew membuat noval geli. noval lumayan lupa diri. dia bahkan melakukan hal yang sama pada awal kehamilan Bestie. bukannya bestie yang manja justru dia.
"tukang ngadu" kembali noval mengejek suami sahabatnya.
"sayanggggg. Lihat dia mengejek ku" Matthew mengaduhh lagi walau sebenarnya istrinya dan Bestie pun melihat itu.
namun Angel memilih mengakhiri obrolan karena malam makin larut.
panggilan berakhir dengan menyisakan Matthew yang cemberut dan kesal. 'lihat saja nanti akan ku balas kau noval' batinnya dongkol.
malam itu pun berlalu dengan Matthew yang memeluk manja sang istri sepanjang malam. hingga pagi kembali datang. Matthew setia menemani Angel muntah-muntah di kamar mandi. perutnya kembali bergejolak, setelah tadi dia tidak mendapati Matthew di sampingnya. Pagi-pagi begini, beberapa waktu belakangan dia suka memeluk Matthew untuk menghirup aroma suaminya yang mampu menghilangkan rasa mual yang bergejolak.
"Sayang, maaf. tadi aku sedang sakit perut" sesal Matthew karena dia lama di kamar mandi. Angel tidak mampu membendung rasa mualnya.
"tolong bantu bawa aku ke kasur, by" Angel merasa begitu lemas. walau sudah mendapat pelukan yang dia inginkan dari sang suami. tetap saja gejolak mualnya lebih dulu menguasai.
"hubby, aku mau sarapan roti panggang selai coklat sampur selai strowbery, sepertinya enak " begitu rebahan, tiba-tiba dia sangat ingin sarapan roti panggang dengan campuran selai di atasnya.
"oke, siap nyonya. silakan ditunggu pesannya " Jawab Matthew semangat dengan gaya ala waiter. Angel hanya bisa terkekeh senang melihatnya.
setelah menunggu hampir lima belas menit, Matthew gembali dengan nampan yang berisi Enam lembar roti panggang lengkap dengan campuran selai, ada susu kehamilan buat sang istri, juga secangkir kopi untuk dirinya. rupanya Matthew ingin mereka sarapan bersama di kamar pagi ini.
"enak"
ujar Angel seraya memakan roti panggang itu dengan lahap. Matthew pun senang, karena sejak hamil, Angel ingin makan apapun yang dia masak.
"pelan-pelan Sweetheart. ini masih banyak" Matthew takut Angel tersedak karena terus mengunyah dengan lahap.
"jangan lupa susunya" lanjutnya lagi dan diangguki oleh wanita kesayangannya itu.
beberapa saat berlalu. kini Angel sedang membantu Matthew bersiap-siap. Hari ini Matthew akan ada meeting lanjutan dengan investor asing. maka dia harus berangkat pagi.
"Hubby, hari ini jam sepuluh pagi, aku izin bertemu bestie ya?"
Angel meminta Izin meski semalam Matthew sudah mendengar percakapannya dengan bestie kalau akan bertemu hari ini.
"oke sayang. Leon akan mengantar kamu nanti. ingat jangan terlalu capek di luar. sekarang kamu lagi mengandung. segera hubungi aku kalau ada apa-apa. hati-hati, jangan terlalu aktif bergerak"
nasehat Matthew. dia bagai seorang ibu yang sedang memberi wejangan pada anak lima tahun saat akan bermain di luar rumah. bukan apa-apa. ini adalah bentuk perhatian dan rasa khawatir pada sang istri.
__ADS_1
"Iya hubby. kamu juga semangat kerja untuk hari ini. Cup
Matthew juga membalas ciuman sang istri dengan banyak kecupan di puncak kepala wanita itu kemudian berpamitan pada buah hati mereka.
"hai...bayi-bayi daddy. hari ini kalian akan main sama mommy di luar. Ingat jangan buat momy kesulitan ya. Kalau ada apa-apa, kasih kode mommy untuk hubungi daddy. daddy sayang kalian. cuppp"
"Iya daddy, kita juga sayang daddy"
Angel menjawab dengan meniru suara anak kecil yang membuat Matthew gemas.
Matthew pun segera berangkat karena sejak tadi ditunggu Leo hingga kaki pria itu kesemutan saking lamanya berdiri. belum lagi dia melihat adegan mesra Matthew dan Angel yang membuatnya merindukan sosok gadis yang akhir-akhir ini mencuri perhatiannya hingga dia kurang fokus saat bekerja.
Tepat pukul delapan pagi, Angel juga berangkat menuju restoran pusat Selera Kita.
di sana padahal ada mama vita dan mom Helena yang sedang asik berbincang. Angel pun ikut bergabung. padahal kedua calon nenek itu sedang antusiasnya memilih berbagai dekorasi kamar bayi dan contoh pakaian untuk cucu-cucu mereka. Angel bahagia. Rupanya kelahiran bayi-bayi yang ia kandung sangat dinantikan semua keluarga. abrolan itu terus berlanjut lama, namun sebelum jam sepuluh pagi, Angel pamit lebih dulu untuk bertemu bestie di mall XY. Leon yang ditugaskan Matthew mengantar Angel segera melajukan roda empatnya menuju tempat tujuan.
di mall, Angel dan bestie banyak bertukar cerita mengenai kehamilan. mereka juga sempat masuk beberapa toko baju untuk membeli beberapa pakaian. Angel pun tidak melupakan bagian untuk sang suami. dia membeli dua buah dasi berwarna biru dongker dan hitam dengan pola garis. setelah selesai, selanjutnya mereka akan lunch bersama.
"Aduhh, beb. noval mendadak ngajak aku makan siang bareng nhi. gimana dong. aduh kayaknya kumat lagi manjanya ini" bestie merasa tidak enak karena baru saja mereka akan memesan makanan.
memang semenjak Bestie hamil, justru noval yang lebih banyak mengidam dan manjanya minta ampun.
"tidak apa-apa. lebih baik sekarang temui dia sebelum ngambek" Angel tertawa pelan melihat ekpresi sahabatnya yang antara ingin tinggal atau pergi menemui suaminya.
"baiklah, lain kali kita makan berdua ya" bestie pamit dan segera menuju kantor noval.
Sementara Angel saat ini, bingung mau ngapain. niat makan pun jadi hilang. namun tiba-tiba ia ingin makan siang bersama Matthew. dia pun memesan beberapa makanan untuk di bungkus. kemudian menghubungi Leon untuk mengantarnya menuju perusahaan Dirgantara. niatnya dia akan memberi kejutan untuk sang suami.
Angel menaiki Lift dengan tujuan lantai paling atas gedung itu yaitu lantai 30.
ting
litf terbuka, Angel pun segera keluar. namun saat akan melangkah, dia melihat seorang wanita yang sedang berusaha memperbaiki penampilannya tidak jauh dari pintu ruangan Matthew. sejenak Angel berpikir, 'siapa wanita itu? dan tujuannya datang ke sini untuk apa? pakaiannya sangat seksi juga terkesan terbuka' batinnya bertanya-tanya.
tidak lama setelahnya dia melihat wanita itu berjalan lenggak-lenggok menuju ruangan sang suami. dia perlahan mengikuti. entah kenapa saat ini dia bagai penguntit. itu karena dia sangat penasaran.
dia melihat wanita itu mengetuk pintu, dia juga mendengar respon seseorang yang menyuruh masuk. dia pun melebarkan langkah menuju pintu. entah karena lupa atau sengaja wanita tadi justru tidak menutup pintunya. dia sekedar mendorongnya pelan.
sebenarnya perasaan angel saat ini sedang bergejolak. apakah wanita tadi memiliki kedekatan dengan sang suami. apakah Matthew berselingkuh. angel tidak tenang dan rasanya ingin menangis
apalagi dia melihat gerak-gerik wanita tadi begitu punya persiapan dan niat menemui suaminya.
dari cela pintu dia bisa melihat jelas. bagaimana gaya berjalan wanita itu begitu menggoda ke hadapan Matthew. walau sang suami masih serius membaca membaca dokumen hingga tidak menyadari siapa yang datang. Angel memasang kuping untuk mulai mendengar.
"Hai matt" sapa wanita itu dengan suara yang anggun dan mendayuh.
"ada apa kamu ke sini?" respon Matthew begitu melihat siapa yang datang. suara Matthew begitu dingin tanpa punya niat menjawab sapaan wanita tadi.
__ADS_1
"aku mau ngajak kamu makan siang bareng. sekarang sudah jamnya. kita lunch di luar yuk" tanpa basa basi wanita itu mengajak Matthew makan siang bareng.
"saya sibuk. Kalau kamu tidak ada kepentingan pekerjaan di sini, segera keluar. saya akan makan sendiri" perintah Matthew datar
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita makan siang bersama di sini saja. biar aku order" entah bagaimana wanita itu begitu berusaha untuk makan siang bersama Matthew. melihat itu Angel tidak tahan lagi.
tidak bisa dia biarkan. ini adalah salah satu contoh sikap calon pelakor baru yang akan menggoda suaminya. Dia tidak akan biarkan itu. dia pun segera mendorong pintu di depannya dengan kasar dan masuk mengagetkan dua orang di dalam.
"tidak perlu! saya sudah membawakan suami saya bekal. lagian, hanya saya wanita yang boleh menemaninya makan" tegas Angel dengan tatapan horornya.
Matthew dan wanita tadi segera menoleh dan kaget melihat siapa yang datang. kini Angel dapat melihat dengan jelas, wajah wanita tersebut. dia ingat, wanita di depannya adalah Jovanka, anak dari Tuan robby. orang yang dia temui di acara rekan bisnis Matthew beberapa waktu lalu.
"Sayang kamu ke sini?" Matthew kaget sekaligus senang angel datang. tapi dia takut Angel salah paham.
"Iya hubby. aku bawain makan siang untuk kamu. kita makan bareng ya" Angel mengangkat kantung makanan yang dia bawa.
"baiklah sayang. duduklah di sofa sana. jangan lama berdiri"
mereka berdua berbincang begitu mesra tanpa mempedulikan kehadiran jovanka di situ. wanita itupun memandang keduanya kesal. dia merasa Angel sengaja memamerkan kemesraan bersama Matthew.
"Jovanka, saya harap kamu sekarang keluar dari ruangan saya"! tegas Matthew tanpa ingin dibantah. akhirnya dengan perasaan kesal, marah, juga sedikit malu Jovanka keluar dan merasa gagal mendekati Matthew hari ini.
"lihat saja nanti. kalau Matthew bosan, pasti dia akan menendang kamu dari sisinya " sinisnya seraya mengepal kuat tangannya
setelah memastikan Jovanka keluar. kini Angel menatap tajam Matthew dan membuat pria itu meneguk salivanya kasar. Entah kenapa dia merasa takut melihat tatapan sang istri.
"hubby, cepat cuci muka kamu lima kali!" Perintah Angel tegas.
Matthew kaget dan bingung. kenapa malah disuruh cuci muka. apakah ada kotoran di wajahnya. tapi setelah diraba malah seperti biasanya.
"eh, tapi kenapa sayang? aku tidak merasa ngantuk dan muka ku masih segar tidak berminyak" heran Matthew mendengar perintah Angel.
"tidak usah membantah. mata kamu sudah terkontaminasi virus wanita pelakor tadi" Angel berkacak pinggang dan menatap horor suaminya.
melihat Matthew yang diam saja dan bengong. Angel menjadi semakin kesal dan dongkol.
"kenapa diam saja. oh atau kamu senang melihat wanita seksi tadi. Senang melihat tubuh tereksposnya"
"ehh, bukan..bukan. bukan begitu sayang. sama sekali tidak begitu. baiklah aku cuci muka sekarang"
"ingat lima kali. jangan kurang. bila perlu lebih!"
melihat tatapan tegas dan tajam Angel sebenarnya Matthew merasa gemas dan ingin sekali menggigit nya. dia tahu sang istri cemburu. justru ekspresi marah angel malah terlihat lucu dimata Matthew. mencoba galak justru lucu. wajahnya yang baby face malah terlihat seperti bayi yang mengamuk.
"istri ku mulai galak. sepertinya anak-anak ku tidak menyukai aku didekati wanita lain" gumah Matthew pelan menuju westafel di ruang pribadinya. namun suara itu masih terdengar oleh Angel.
"itu sudah tahu. pokoknya jangan genit lihat cewek lain. atau nanti anak kamu marah dan ngambek, tidak mau dekat-dekat sama daddy mereka"
__ADS_1
Jawaban Angel membuat Matthew kembali terkekeh lucu.
"cie istriku cemburu. yang ngambek anak kita atau kamu sayang " godanya yang membuat Angel tersipu karena ketahuan cemburu.