
Saat ini Angel sedang memindahkan beberapa barang ke gudang. Buku Pelajaran Selama di SMA Jaya besar kemungkinan tidak akan dipakai lagi saat diperguruan tinggi. Jadi dia memindahkan semuanya ke gudang dan akan mengisi rak kayu di kamarnya dengan buku-buku baru yang akan dia pakai saat kuliah. Semua selesai setelah setelah satu jam.
Pandangan Angel mengarah pada dua totebag yang tergantung di trali penyimpanan tas. Angel mengambil keduanya untuk melihat isi di dalamnya. Totebag pertama isinya hanya ada dompet kecil. totebag kedua lumayan berat terlihat seperti terisi banyak barang. yang pertama kali dia lihat adalah sebuah kotak seperti kado. Angel mencoba mengingat darimana dan siapa yang memberikan benda tersebut. akhirnya dia ingat, kotak itu diberikan Martin saat bertemu di supermarket. Angel terlihat seperti melamun pikirannya merawang jauh.
Angel Pov
Saat ini, pikiran ku kembali mengingat potongan-potongan cerita dua tahun lalu. Matthew, nama itu yang sekarang memenuhi pikiran ku dengan segala hal manis yang pernah kami lewati berdua. sebuah kotak kecil yang aku pegang sekarang menjadi pemicunya. beberapa hari lalu bertemu Kak Martin dan memberikan benda ini. Apakah aku harus membukanya atau membiarkan begitu saja karena sudah ada tekad dalam diri untuk tidak menangisi semua yang berlalu. Saat pikiran ku masih kalut, mama datang dan menyapa. Karena melamun sapaannya sama sekali tidak aku dengar. aku tersentak kaget saat mama menyentuh pundakku.
"Kenapa, sedang melamunkan hal apa?" Tanya mama padaku.
"Eh, mama disini. maaf, aku tidak tahu mama masuk" Jawabku dengan suara lirih dan senyum tipis.
"ada yang kau pikirkan nak? terus ini apa? tanya mama dan menunjuk kotak kado yang aku pegang. Aku jadi gelapan dan bingung mau jawab seperti apa.
"ehh, bukan apa-apa kok ma, hanya bingkisan lama yang belum sempat dibuka" Jelasku dan merasa bersalah karena berbohong.
"sungguh?"
"i-ya ma..aa" jawabku gugup.
"baiklah, mama harap kamu tidak memendam sesuatu. istirahatlah ini sudah malam. mama tinggal dulu ya" Pamit mama dan mengecup keningku. aku jadi merasa bersalah karena berbohong. Akhirnya sebelum dia benar-benar beranjak aku menarik kembali tangannya untuk duduk.
"ma, maaf tadi aku bohong. sebenarnya i..ni pemberian Kak Matthew. beberapa hari lalu aku bertemu Kak Martin di supermarket dan dia memberikan ini untukku katanya dari Kak Matthew"
"tunggu sebentar mama ke kamar dulu" aku mengira mama marah karena pergi dengan tatapan datar. apa mungkin aku salah memberi tahu mama? saat masih serius berpikir mama datang lagi dan terlihat dia membawa sebuah kotak kado berwarna Pink sama dengan yang aku pegang saat ini.
"ehemmm.. ehemmm" mama terlihat sedang bedehem seakan bersiap mengatasi sesuatu.
"ini" Ucap mama seraya memberi kotak yang dia bawa tadi padaku.
"ehh, ini apa ma? buat aku?" tanyaku Bingung dan hanya dijawab dengan anggukan oleh mama.
"itu juga dari Matthew yang dia titipkan untuk kamu melalui mama. Sebenarnya dua tahun lalu saat kamu pergi dari restoran Setelah mendengar semuanya, Matthew mencari kamu ke sini dan padahal kamu di rumah Bestie. Jadi dia nitip ini buat kamu.
Maaf nak, mama selama ini sengaja belum memberi ini karena tidak ingin kamu mengingat apapun lagi tentang semua yang sudah terjadi. Namun hari ini mama berubah pikiran. silakan kamu ambil itu. Namun ingat, jangan pernah mengingat apapun lagi. Kamu harus fokus pada belajar kamu. "
__ADS_1
Jelas mama panjang lebar yang membuatku sangat terkejut. Kak Matthew ke rumah saat di mana aku mengetahui segalanya adalah sandiwara dan taruhan semata. mengingat itu, aku menjadi sedih dan sakit hati kembali.
"disimpan saja ma. aku tidak ingin melihat isinya. mungkin kapan-kapan aku akan buka."
ujarku pada mama.
"semua tergantung kamu nak. tapi ingat pesan mama. Belajar adalah yang paling utama dan mama tidak menginginkan kamu untuk mengingatnya lagi"
sepertinya mama masih menyimpan kemarahan dan kekecewaan. sama seperti aku juga yang hingga kini tetap merasa kecewa, sedih dan kesal.
Aku memutuskan untuk tidak membuka isi dua kotak kado tersebut. biarkan saja untuk dilihat nanti-nanti.
Setelah mama kembali ke kamarnya aku segera berbaring di kasur. Hingga malam kian larut aku justru tertidur dengan posisi kaki masih menggantung di tempat tidur. menjelang subuh aku terbangun dan menyadari posisi tidur yang tidak sempurna. tanganku masih memegang dua kotak kado yang semalam aku bahas dengan mama. Kemudian aku menyimpan kembali dua kotak tersebut di dalam laci meja samping tempat tidur. Ritual pagi ini seperti biasa aku awali dengan berpasrah kepada sang pencipta setelahnya aku menuju kamar mandi untuk gosok gigi dan membasuh muka.
Entah kenapa sejak semalam pikiranku menjadi sedikit kacau. Saat melewati ruang tamu aku kembali mengingat di sana aku beberapa kali mengobrol dengan dia si masa laluku. Saat membuka jendela dapur yang terhubung dengan taman belakang rumah, entah kenapa air mataku tumpah. Salah satu kenangan termanis kami yang terakhir terjadi di taman itu. Aku segera menggeleng kepala. menutup mata dan mencoba menghembuskan nafas perlahan. Aku ingin kembali membuang dan mengubur semua ingatan itu. Tidak ingin kembali terjebak manisnya ingatan masa lalu.
Akhirnya aku memutuskan untuk membuat sarapan. Tumis brokoli, telur dadar dan memasak nasi.. Aku mencoba mengalihkan pikiran dengan menyibukkan diri. Setelah semuanya selesai aku ke kamar untuk mandi. Di depan pintu kamar aku berpapasan dengan mama yang terlihat sudah fresh sepertinya sudah mandi.
"pagi sayang" sapa mama
"kamu nyiapin sarapan?
"Iya ma"
"Iya sudah segera mandi. biar nanti sarapan bareng. mama tunggu tadi meja ya" ujar mama dan mencium keningku. Aku mengangguk dengan tersenyum.
selesai mandi aku menuju meja makan di sana aku dan mama memulai sarapan dengan obrolan ringan. setelahnya aku membersihkan peralatan makan sementara mama membuka tablet untuk mengecek perkembangan pembangunan cabang resto.
Hari ini aku akan berada di resto seharian. Karena mama akan mengunjungi lokasi pembangunan cabang baru. karena ini masih pagi sekitar jam 7, aku masih duduk sebentar di rumah dan mama pamit untuk berangkat lebih dulu.
Saat tengah Asik berbalas pesan dengan Bestie aku juga iseng-iseng membuka berita-berita bisnis. Belakangan memang aku sering melakukan ini salah satu alasan terbesarnya adalah aku mengambil jurusan bisnis di perguruan tinggi. Setidaknya berita-berita seperti ini bisa menambah asupan pengetahuan.
Deg
deg
__ADS_1
deg
jantungku tiba-tiba berdecak kencang, saat mataku menemukan salah satu berita bisnis heboh pagi ini.
"Matthew Odilo Dirgantara putra tunggal pemilik dirgantara Grup kumpul keluarga dengan tambatan hatinya, Apakah membuka peluang bisnis baru"
inilah salah satu berita bisnis utama pagi ini. tangan dan badanku bergetar. setelah dua tahun aku kembali melihat dirinya dalam situasinya yang sangat bahagia. Senyuman lepas, tidak ada beban, semakin tampan, tinggi dan menawan. Hatiku mencelos melihat bagaimana seorang gadis cantik menggandeng tangannya dengan mesra, di gambar itu juga nampak ada kedua orang tuanya. Sebuah potret yang begitu manis dengan orang-orang di gambarnya sedang menunjukkan moment kebahagiaan mereka.
tes
tes
tes
Air mataku luruh tanpa permisi, aku merasa seperti sesak napas, hingga berkali-kali aku memukul dadaku mencoba untuk menghilangkan rasa sesaknya.
"Kau bahagia ya kak" gumamku lirih melihat foto dalam berita tersebut.
Drtttt
drttt
Saat masih larut melihat berita, telepon masuk dari bestie membuatku kembali tersadar. Telepon ini seperti penyelemat dari carut marutnya pikiran ku. dengan tergesa-gesa aku menghapus air mata mencoba untuk mengatur napas dan suara agar sahabatku tidak curiga.
"hallo bes"
"...."
"oh sudah sampai ya. sabar aku ke sana. mau ngunci rumah dulu.
"..."
"oke beb"
Padahal bestie sudah sampai di resto. hari ini dia juga mau menghabiskan waktunya di resto katanya mau cuci mata, barangkali ada cowok ganteng. Aku kembali memastikan penampilanku di cermin. Tidak ingin ada jejak air mata yang tertinggal. setelah dilihat, nampaknya masih fresh. hanya mata yang sedikit merah. Tapi tak apa. ini bisa jadi alibi, karena begadang. setelah mengunci pintu rumah, aku bergegas Ke resto. Di sana sudah ada bestie yang menunggu. Nampak juga karyawan mama mulai berdatangan. Akhirnya hari ini aku akan kembali menyibukkan diri hingga tidak ada cela untuk mengingat hal baru yang ku temukan pagi ini.
__ADS_1