
Di tengah suasana hangat, haru dan bahagia yang dirasakan Angel dan Matthew beserta keluarga mereka, ada satu yang sekarang sedang mengamuk dan marah-marah menghamburkkan semua isi apartemennya. Siapa lagi kalau bukan morena. Dia baru saja melihat postingan di akun sosial media milik Martin dan Melvin yang kompak memberikan selamat atas berhasilnya lamaran sahabat mereka, Matthew.
tentu saja dia sangat tidak terima. apalagi malu yang akan dia tanggung sebentar lagi. karena selama ini dia begitu percaya diri mengakui Matthew sebagai calon suaminya seperti yang diberitakan oleh media.
"Dasar ja*lang sialann. tunggu saja. aku akan memberimu pelajaran. Matthew hanya milikku"
geram morena dengan mengepalkan kedua tangannya. mukanya saat ini merah padam akibat kemarahan yang mencapai ubun-ubun.
Tidak beda jauh dari morena, di belahan bumi lainnya, seorang wanita yang telah selesai melakukan pemotretan juga menggeram marah. Rupanya dendam yang dia simpan beberapa tahun ini tidak surut dan malah semakin Membesar melihat senyum bahagia Angel. dia merasa kalah saing. padahal dulu dia adalah wanita yang sangat dibanggakan Matthew.
sekarang dia tidak hanya kehilangan Matthew sebagai kekasih tapi juga kehilangan para sahabatnya 3M sekawan. Laura tidak menerima kekalahan ini.
"Jangan terlalu bahagia, aku akan membalas setiap rasa sakit dan malu yang telah aku terima. lihat saja nanti"
Dia memasang senyum smirk seolah dendamnya akan segera terbalas.
Kini sehari berlalu, Angel, Matthew dan segenap keluarga dan sahabat kembali ke kota. liburan telah berakhir dengan adanya keputusan kedua keluarga, Angel dan Matthew akan menikah 3 bulan lagi. Awalnya Matthew merasa keberatan. baginya kalau lamaran sudah diterima, maka menikah tidak perlu menunggu waktu yang lama. Dia ingin menikahi Angel tiga minggu lagi. Sungguh Matthew yang kebelet kawin. Namun Mom Helena ingin pernikahan putranya akan berlangsung meriah walau tidak mewah. Harus dengan persiapan yang matang dan tidak buru-buru. supaya pengantin dan keluarga tidak kelelahan saat melaksanakan hari H nanti.
"Sayang, kok lama banget sih nunggunya" ungkap Matthew masih belum setuju.
kini mereka dalam perjalanan pulang
"lama apa kak?" tanya Angel tidak mengerti
"pernikahan kita. Tiga bulan itu lama lho sayang. Esok saja gimana?"
Angel yang mendengar perkataan Matthew tersenyum lucu. Matthew sungguh tidak sabaran.
" kakk. ini bukan hanya soal kebahagiaan kita, tapi juga keluarga dan sahabat. mereka juga antusias mempersiapkan pernikahan kita. aku rasa tidak ada salahnya menunggu tiga bulan lagi. supaya kita leluasa mempersiapkan segalanya kak.
"tapi aku tidak tahan sayang"
"tidak tahan apa?"
"kebelet "
"kebelet?"
__ADS_1
"Iya sayang. kebelet kawin sama kamu" ujar Matthew frontal yang membuat Angel menganga tidak percaya sekaligus tersipu.
"ihh kak, mesum banget deh. masa ngomongnya kayak gitu" ujar Angel masih tersipu. mukanya bahkan semerah Tomat cerry sekarang.
"aku ini jujur lho sayang. aku pria normal, selalu dekat dengan perempuan yang aku cintai pasti ada hasrat yang menyertai. kamu tahu nggak, setiap kali dekat dengan kamu, aku selalu ingin memiliki kamu seutuhnya saat itu juga. menunggu lama lagi, takutnya aku khilaf, sayang" Jujur Matthew yang membuat Angel merasa was-was. dia menoleh ke arah Matthew. mengamati pria itu dengan seksama. kali saja sekarang Matthew sedang mode on.
"kenapa lihatnya seperti itu" tanya Matthew merasa lucu Angel melihatnya dengan tatapan aneh.
"a-apa sekarang kakak juga merasakannya?" Angel merasa gugup saat menanyakan hal itu.
"merasakan apa sayang?" goda Matthew pura-pura tidak tahu. membuat Angel mendengus kesal. Tampang sok lugu Matthew sangat tidak sejalan dengan mulutnya yang frontal dan pikirannya yang mesum.
"tadi kakak bilang selalu berhasrat saat dekat dengan ku. apakah sekarang juga begitu?" Angel memperjelas maksudnya.
"tidak begitu juga sayang. maksudku saat kita berciuman, berpelukan, bertatapan, saat kamu dalam balutan pakaian yang seksi. iya, memang tidak menutup kemungkinan saat-saat seperti ini juga. apalagi saat aku rindu sama kamu. pengennya kalau ketemu langsung bergelut"
Hawa dalam mobil tiba-tiba panas. khususnya tubuh Angel yang langsung meremang mendengar pengakuan Matthew. Itu memang sebuah kejujuran tapi kok dia merasa Matthew punya pikiran yang sangat mesum. Ya Tuhan apakah kekasihnya itu tidak malu saat mengungkapkan segalanya.
"Kalau begitu kita jangan dekat-dekat dulu sampai hari pernikahan. bila perlu tidak usah ketemu" mendapak Angel membuat keputusan untuk menyelamatkan dirinya dari kemesuman Matthew.
"dari pada kakak khilaf"
"tenang sayang aku akan menahan diri"
"makannya kakak, jangan ingat aku terus, ingat Tuhan juga supaya tidak ingat yang plus plus terus" nasehat Angel seperti emak-emak yang selalu ingatkan anaknya untuk berdoa.
"Iya sayang, nanti aku curhat dengan Tuhan. Semoga mesum ku ditahan dan ditampung untuk direalisasikan saat malam pertama kita nanti"
Ujar Matthew semakin ngawur dan Angel mendadak pening mendengar perkataan kekasihnya itu. Ya Tuhan, Matthew memang tidak terselamatkan kalau soal yang enak-enak.
"huffttt "
desain napas Angel yang terdengar jelas di telinga Matthew.
"hehehehhe.. kenapa sayang?"
"tidak. aku mengantuk kak. aku tidur dulu ya" menurut angel Lebih baik tidur dari pada terus mendengar Matthew yang bicara ngawur yang ada dia makin malu.
__ADS_1
"tidurlah sayang. nanti aku bangunkan begitu sampai"
rasanya Matthew puas sekali menggoda Angel. yang dia ucapkan memanglah benar. tapi tidak semuanya. dia ingin menggoda kekasihnya dengan bahasan hal yang dewasa. menurutnya perlu membangun rasa percaya diri saat membicarakan hal yang sensitif untuk menghindari kecanggungan setelah menikah bersama pasangan. itu juga yang dia lakukan sekarang. membahas seputaran hubungan suami istri agar Angel tidak kaget melihat dan merasakan bagaimana mesumnya seorang Matthew setelah menikah dengan gadis yang paling dicintainya nanti. sungguh Matthew sangat ganas dan luar biasa gagah.
Jam empat sore, mereka tiba di kediaman Angel. gadis itu rupanya masih tidur. terlihat mama vita sudah menunggu di teras rumah. dia sudah sampai lebih dulu karena tadi berangkatnya lebih cepat dari Matthew dan Angel. mama vita pulang dengan sopirnya.
Setelah memindahkan angel ke kamar, Matthew segera pamit pulang. Rencananya esok pagi dia dan Angel akan bertemu lagi untuk joging bersama.
Dari semenjak berangkat dua ponsel Matthew jarang aktif. dia hanya mengaktifkan ponselnya saat menghubungi keluarga dan sahabatnya tentang kejutan dan rencana lamaran untuk angel. setelahnya dia menonaktifkan kembali ponselnya.
foto-foto mereka juga saat liburan diambil dengan ponsel Angel. Namun dia sudah memindahkan semua foto tersebut ke dalam sebuah folder di laptopnya.
Tiba di rumah, Matthew segera mandi. dia ingin beristirahat sebentar dan malamnya akan menyelesaikan pekerjaan yang dia tinggalkan selama liburan.
Matthew merebahkan diri di atas tempat tidur setelah membersihkan diri. Namun dia ingat dua ponselnya belum dia aktifkan. akhirnya Matthew mengaktifkan kedua benda pintar tersebut. Pertama kali yang duw lihat saat salah satu ponselnya aktif adalah beberapa email masuk dari Leo tentang pekerjaan. Pria itu juga mengirim pesan ucapan selamat atas lancar dan berhasilnya lamaran Matthew dan Angel. dia meminta maaf tidak bisa gabung dalam suasana kebahagiaan lamaran Matthew karena sedang menjaga ayahnya yang sedang terbaring di rumah sakit. Matthew berdecak melihat banyaknya email pekerjaan yang harus segera dia selesaikan.
Kemudian saat melihat ponsel yang lain, yang selalu dia gunakan untuk berkomunikasi dengan keluarga, sahabat dan kerabatnya. Matthew dibuat melongo dengan ratusan pesan serta panggilan masuk tidak terjawab dari Morena. Sudah pasti semua pesan itu tentang luapan perasaan, kesal, sakit hati dan tidka terima gadis itu atas perbuatan Matthew.
"Matthew kenapa kau tega"
"apa salahku"
"kau jahat sekali"
"padahal aku mencintaimu"
"apa lebihnya ******* kecil itu"
"apakah dia memuaskan kamu di ranjang. Jangan terlalu percaya pada wajah polosnya. dia itu wanita munafik. setelah bosan dia akan membuang kamu seperti yang dia lakukan pada exel dan teman dosennya Lauro"
"Matthew segera balas chatku. jika tidak aku akan mengirim foto mesra kita ke media"
"Matthew kenapa kau tidak mengaktifkan ponselmu"
dan masih banyak lagi, pesan dari wanita itu. Fokus Matthew adalah pada pesan yang berisi hinaan terhadap angel. jelas saja dia marah dan tidak terima. karena Angel-nya tidak seperti itu.
Morena selalu saja menggunakan ancaman menyebarkan foto ke media. dia tidak tahu saja bukti kelakuannya yang liar sudah Matthew pegang. tinggal menunggu waktu apabila dia wanita itu berulah akan Matthew balas juga sebagai ancaman. Sungguh sangat gila. Matthew merasa awal-awal berkenalan dengan morena, wanita itu tidak selicik dan seliar sekarang. Sungguh obsesi yang membuang waktu, tenaga dan pikiran menurut Matthew.
__ADS_1