
Pagi ini, Angel telah bersiap dengan seragam sekolah yang rapih. Seperti yang direncanakan sebelumnya hari ini dan seterusnya dia akan kembali belajar di sekolah. Pagi sekali, Bestie dan Noval sudah sampai di rumah Angel untuk menjemput gadis itu. Dan sekarang mereka sedang berada di meja makan untuk sarapan. Di sana juga telah ada 3 kotak bekal untuk mereka bawa ke sekolah yang disiapkan mama Vita.
"Jangan lupa minum obat" peringat mama vita pada putrinya.
"Iya mama"
"Hari ini, cukup di coba dulu saja, kalau belum nyaman ketemu teman-teman di sekolah, jangan memaksa diri, nanti kita coba berdiskusi lagi dengan pihak sekolah " ujar Noval di sela kunyahannya. Di antara ketiganya memang dia yang paling bijak, meski kadang dia suka Tengil, jahil dan selalu berdebat dengan Bestie namun soal memutuskan sesuatu, dia tidak main-main.
"Betul, nanti kalau kamu belum berani belajar bersama di kelas, mungkin kamu bisa mengambil kelas di perpustakaan atau di ruang yang direkomendasikan guru" timpal bestie.
"Aku sudah siap menghadapi segalanya" tidak usah khawatir" jawab Angel dengan senyum penuh keyakinan. Setelah selesai makan kini mereka berada di teras rumah untuk berangkat ke sekolah.
"Ma kita berangkat ke sekolah ya" Pamit Angel lalu mencium tangan mama vita. Mama vita mengelus rambut putrinya dengan sayang dan terselip perasaan cemas sekaligus khawatir anaknya tiba-tiba down . Angel memahami perasaan sang mama lalu memberi senyum penuh semangat sebagai tanda bahwa dia tidak ragu.
"Ingat, jangan memaksa diri ya nak. Segera pulang kalau merasa tidak mampu" balas mama vita dengan mata berkaca-kaca. Angel mengangguk sebagai tanda setuju.
"Nak bestie, Noval, tante titip Angel. Tolong diperhatikan ya di sekolah"
"Jangan Khawatir tan, kayak sama siapa saja. Pokoknya aman" timpal Bestie. setelahnya Dia dan Noval ikut pamit dan mencium tangan mama Vita. mereka berangkat menggunakan mobil Noval supaya jika terjadi sesuatu akan gampang diurus kalau satu jalan.
Kehadiran Angel di sekolah rupanya menjadi berita yang menghebohkan sesisi sekolah. Bayangkan saja sejak dari Parkiran hingga menuju kelas semua siswa menperhatikannya, tidak hanya itu bahkan ada yang menghampiri dia untuk memberi semangat, ada yang mengatakan rindu, bahkan memeluknya. Awalnya dia risih namun dia kembali lagi menyadari bahwa, ini mungkin sesuatu yang wajar terjadi bagi mereka yang mengalami musibah, dia mencoba berpikir rasional.
Saat pelajaran di mulai hingga jam makan siang, semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Noval dan Bestie selalu memantau keadaan Angel dan setiap 30 menit sekali, selalu melaporkan ke mama vita melalui pesan singkat. Dari Jauh nampak sseeorang juga melakukan hal yang sama, memperhatikan gadisnya dan memastikan bahwa semuanya aman dan tidak mengganggu kenyamanannya. Dia adalah Matthew yang sedari tadi memperhatikan Angel dan kedua sahabatnya menikmati bekal makan siang di kantin sekolah. Matthew tidak sendiri, di sana juga ada Melvin, Martin dan Laras. Sejak tadi, Laras terus mengoceh, menurutnya para siswa terlalu berlebihan dalam menyambut dan memperlakukan Angel. Melvin yang mendengar itu menjadi kesal.
"berlebihan sekali, kayak dia siapa saja" Ujar Laras seraya memperhatikan Angel.
__ADS_1
"Kamu pernah merasakannya?" Tanya Melvin dengan sebelah alis terangkat"
"Apa?"
"pelecehan dan kekerasan seksual"
"belum dan tidak akan pernah "
"Kalau begitu diamlah sebelum kau merasakannya" Sarkas Melvin memperingati Laras agar mengkondisikan mulutnya yang selalu mendrama.
"kamu mendoakan aku kena musibah seperti itu" ujar Laras tidak terima. Dia merasa Melvin mendoakan keburukan untuknya.
"Makanya diam dan apa salahnya sedikit saja kau prihatin terhadap keadaannya" ujar Melvin. Laras mendengar itu ingin kembali menjawab namun didahului suara tegas Matthew
"Kalian Bisa diam" kali ini Matthew merasa jengah dengan kelakuan Laras. Martin hanya melirik sekilas lalu kembali fokus ke makannya dan tatapannya lebih banyak tertuju kepada gadis yang saat ini mampu menerbitkan senyum ceriah di wajahnya.
"Hei"
"Ya ampun kak, kaget tahu"
"Boleh minta tolong nggak?"
"Minta tolong apa?"
"Minjem teman kamu 5 menit saja, boleh?" Bestie sepertinya butuh waktu untuk mencerna maksud Matthew 'minjem teman'
__ADS_1
"Hei kok malah bengong, boleh nggak Bentar aja, 5 menit aku butuh bicara sama Angel" belum sempat Bestie menjawab, Angel telah muncul di hadapan mereka.
"ehh, Kak Matt di sini? lagi ngapain?" tanya Angel kaget dengan keberadaan Matthew di depan toilet wanita. Melihat Angel dihadapannya, bukannya menjawab pertanyaan barusan justru dia menarik tangan Angel ke sisi sebelah kanan toilet. Dengan tidak sabar, Matthew memegang kedua pundak Angel lalu bertanya.
"Gimana keadaan kamu, kamu nyaman?"
"Aku baik-baik saja kak. Sejauh ini aku merasa aman dan nyaman" Angel menjawab dengan senyum keyakinan.
"Syukurlah. Maaf ya, dua hari kakak tidak ke rumah juga tidak menghubungi kamu. Kakak sedang ada acara keluarga dan memang mengharuskan kakak untuk ikut. Angel hanya merespon dengan tersenyum dan mengangguk.
"Aku ke kelas dulu ya kak. Kasihan sudah ditunggu Bestie" sebenarnya Matthew masih ingin menahan gadis itu. Rasanya masih rindu walau sudah bertemu.
"Oke, jangan lupa hubungi aku kalau merasa kurang nyaman, hem? ujar Matthew dengan aktivitas tangan yang terus mengelus lembut kepala Angel. Merasakan elusan di kepalanya, Angel menunduk untuk menyembunyikan wajah malu-malunya. Selanjutnya, Angel berlalu dan mengajak Bestie kembali ke kelas.
"Lagi omongan apa barusan?" Kepo Bestie
"tidak ada, kakak Matthew hanya menanyakan kabarku"
"Kalau cuma tanya kabar kenapa harus sembunyi sembunyi. Ku kira kalian lagi saling menuntaskan rasa kangen" Ujar Bestie untuk menggoda dan memancing
"Apaan sih, nggak jelas de". timpal Angel yang mencoba menyembunyikan wajah merahnya.
Pov Matthew
Dua hari belakangan aku sibuk dengan acara keluarga. ini adalah acara tahunan yang biasa dilakukan, yaitu arisan keluarga. Sejak Pagi mom menyuruhku untuk melakukan ini dan itu, ke sana dan ke sini. ini hanya untuk bisa menahanku di rumah supaya tidak kabur. Aku biasanya memilih keluar rumah kalau acara seperti ini. Tapi karena memang acaranya lagi kebetulan di rumah. Mom dan dad sejak awal memperingakan supaya ikut. Aku hanya pasrah walau harus menekan rasa rindu untuk bertemu gadisku. Telepon dari Laras kuabaikan. Dia palingan akan mengajak ketemu di apartemen dan aku tidak akan melakukannya lagi. Rasanya lumayan kesal kalau mengingat bukan hanya aku yang pernah menyentuhnya. Aku memang egois bahkan aku pernah bermalam dengan perempuan di Club, tapi aku tidak menginginkan wanita milikku disentuh orang lain. Akhirnya rinduku terobati setelah melihat dia di sekolah hari ini. Aku melihatnya dari jauh. Memantau kalau mendadak dia down dan merasa tidak nyaman dengan keberadaan orang yang terus menatapnya dengan beragam ekspresi. Namun di luar dugaan. Dia malah menjalani hari pertamanya dengan semangat dan nyaman. Di kantin, saat makan siang aku masih terus melihatnya, dan rasa cemburuku tiba-tiba melambung saat memperhatikan temannya yang bernama Noval membersikan sudut bibirnya yang belopotan. Perdebatan Laras dan Melvin justru membuat aku semakin kesal. Saat mendekati waktu pulang sekolah, Angel keluar kelas bersama Bestie. Karena tidak tahan dengan perasaan rindu, aku menyusul dia yang padahal menuju ke toilet. Bertemu dan berbincang dengannya sebentar, ternyata belum menuntaskan rasa rinduku. Aku tidak mungkin menahannya lebih lama bersamaku. Aku terus memperhatikan langkahnya yang menjauh hingga menghilang di belokan menuju kelasnya. Aku memutuskan tidak kembali ke kelas melainkan ke Rooftop. Di sana Aku kembali mengingat awal perjumpaan kami satu tahun lalu. Sebenarnya bukan bertemu melainkan tanpa sengaja bertemu dalam moment yang kalau diingat sedikit lucu. Namun melihat dia yang biasa saja ketika pertama kali bertemu aku di sekolah, rasanya aku mulai berpikir, apakah dia tidak mengingatku? atau dia lupa? Apa perlu aku bertanya dan mengingatkan dia akan pertemuan kami? Hingga waktu pulang sekolah, aku masih mengikutinya dari belakang. Aku memastikan dia tiba dengan selamat di rumah. Aku akan menahan rinduku lagi hingga esok hari.
__ADS_1
Matthew Pov end