Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Terlambat dan Gagal


__ADS_3

setengah jam waktu yang ditempuh Matthew, leo dan beberapa pengawal hingga mendarat sedikit jauh dari lokasi untuk menghindari kebisingan dan kegaduhan.


dengan membawa masing-masing senjata ditangan mereka berlari cepat ke lokasi. mereka tiba di sebuah gedung tua yang teramat gelap. di luar mereka menemukan dua mobil dan tiga motor. satunya adalah taxi, satunya lagi adalah sebuah mobil mewah yang dalam bayangan Matthew dan Leo sangat mengenal fisik mobil itu.


dengan membagi dalam dua tim di pimpin masing-masing olehnya dan Leo, mereka berpencar. sementara dua pengawal masih terjaga di luar menunggu tim darat datang.


menyusuri beberapa lorong sempit sebelum akhirnya sebuah teriakan diiringi suara tawa terdengar. tidak membuang waktu segera mereka telusuri arah suara tadi.


padahal tim Leo juga menuju suara yang sama. mereka bertemu dan memelankan langkah sebab mereka sudah sampai di sebuah ruangan paling dalam dari gedung tersebut. ruangan yang diyakini asal suara tadi. sekarang juga dari luar nampak terlihat ada cahaya juga suara berbeda dari dalam.


melalui celah pintu Matthew mengintip. Matanya langsung melotot tajam, setelah melihat kondisi seorang wanita terkapar tidak berdaya dengan berbagai luka dan yang lebih miris dalam kondisi telanjang. di keliling beberapa preman dan di depannya ada tiga wanita duduk tenang dengan ekspresi bahagia.


orang itu adalah mertuanya. mama dari istrinya. demi apapun Matthew langsung menjatuhkan air mata Leo bahkan sedikit terisak. tidak sanggup melihat mertuanya dalam kondisi di hina seperti itu. apalagi setelah mereka mendengar berbagi cacian, hinaan dari mulut tiga wanita kejam di dalam sana. belum lagi para pria tadi malah bersiap-siap untuk menjamah mama vita.


Matthew terlambat dan gagal. mertuanya sudah menjadi korban kesadisan para preman atas perintah tiga wanita biadab di depannya.


""kau pikir Tuhanmu masih ada dan menolong kamu saat ini. kau bahkan sudah menjadi ****** saat ini. kemana Tuhan mu?" hinaan nyonya desi pada mama vita membakar emosi Matthew di luar sana.


dia tidak tahan lagi. setelah memberi aba-aba. dia melepaskan tiga tembakan pada tiga preman yang posisinya paling dekat dengan mama vita. tepat sekali mengenai paha mereka.


dor


dor


dor


"ada di sini Tuhannya " marah Matthew melangkah masuk.


"arghhhhhhhh...!!!"


teriakan kesakitan menggema dari beberapa orang yang terkena tembakan mendadak juga prema laoin yang dihajar habis-habisan oleh pengawal. dalam kondisi tidak siap mereka kalangan kabut dan tidak berdaya menerima bertubi-tubi serangan di tubuh mereka.


sementara Leo berusaha mencari cela menuju tempat mertuanya. karena di sana ada jovanka sedang mengarahkan pistol pada pelipis mertuanya. dia harus tenang.


di luar sana, tim darat baru tiba. bukan hanya membawa pengawal, melvin juga tadi sengaja menelepon ambulance mengikuti mereka ke lokasi. semua atas permintaan Matthew. pria itu merasa akan ada sesuatu yang buruk di sana. jadi perlu persiapan medis.


tanpa banyak kata, selain tim medis dan lima orang pengawal menunggu di luar. tim darat langsung bergegas menuju ruangan sesuai arahan Leo melalui pesan tadi.


sementara di dalam sana, Nyonya desi dan jovanka nampak tidak terkejut sama sekali. mereka sudah menduga hal ini akan terjadi. tapi mereka berdua punya rencana lain yang tidak di ketahui salah satu rekannya.


Lain halnya dengan Margaret. wanita itu tentu terkejut dan takut. tadinya dia berpikir rencana itu akan berjalan mulus. nyatanya Matthew datang dan sekarang menargetkan dirinya untuk dihabisi dengan kejam.


melihat Matthew dan antek-anteknya berhasil melumpuhkan para preman bayarannya. nyonya segera memasang ekspresi tenang. mau kabur kemana dia saat ini sementara tidak ada celah sedikit pun. sementara Jovanka tanpa suara memberi ancaman dengan seringai licik sambil tangannya bersipa menarik platuk ke kepala mama vita.


"selamat datang, mantan calon menantuku " sapa nyonya desi santai tanpa ada ketakutan sama sekali.


"kau ke sini, ingin menjemput ****** itu" lanjutnya sembari menunjuk pada mama vita yang pingsan dan polos tanpa busana.


sungguh sakit hati Matthew melihatnya. ini adalah penghinaan paling keji, tindakan paling sadis oleh wanita terhadap sesama wanita.


"biadab kau!!!" Teriak Matthew marah dan


dor


dor


dor


tiga tembakan masing-masing mengenai pistol dan dua betis mulus. bukan dari moncong pistol Matthew melainkan Leo yang sedari tadi sudah melangkah pelan mendekati mama vita.

__ADS_1


"arghhhhhhhh sialll sakit" keluh jovanka. pistolnya terjatuh dan langsung diamankan seorang pengawal. mereka juga segera membekukan jovanka dalam kondisi berlutut.


tidak mau kalah, nyonya desi juga ikut mengeluarkan pistol dari balik saku celananya. dia marah melihat putrinya tertembak. dia arahkan tepat ke dada mama vita.


sambil terkekeh sinis dia mengancam Leo yang hampir sampai di sisi mama vita.


"kalau kau mau jemput dia. biar ku bunuh sekalian. supaya nanti kau tinggal prosesi pemakamannya"


" aku peringatkan. turunkan pistol mu!" Perintah Matthew tidak main-main


"kalau aku tidak mau?" Jawab nyonya desi malah bermain-main"


dor


dor


"arghhhhhhhh..."


"maka seperti itulah nasibmu" ucap Matthew setelah melepaskan dua tembakan tepat pada pistol wanita sinting di depannya juga pada lengan kanannya.


tentu saja, nyonya desi langsung berteriak ke sakitan.


"hei kalian, kenapa diam saja. cepat habisi mereka " di tengah kekalutan dan ketakutannya, Margaret memerintahkan preman sewaan yang masih bergerak kesakitan untuk menyerang Matthew dan antek-anteknya.


yang ada justru mereka ketakutan. mana bisa menyerang sementara lawan mereka masing punya senjata api. sekarang saja mereka babak belur.


"ckkk, kau ini mengundang kita ke sini malah menjadi tidak berguna. kau bertindak terlalu cepat Matthew " kesal Melvin begitu tim darat tiba di ruang penyekapan.


"kau lelet" timpal Matthew dan mulai berjalan pelan mengitari ketiga wanita di depannya. melvin hanya bisa mendengus sebal.


sementara Leo di bantu Noval segera membungkus tubuh mama vita dan membawanya keluar dari sana menuju ambulance. mereka akan segera ke rumah sakit untuk melakukan pertolongan pada mertuanya.


karena kondisi mama vita yang tidak memungkinkan untuk dibawa ambulance. maka mereka menggunakan helikopter sambil dibantu beberapa pihak medis yang tadi ikut datang. helikopter yang sama akan kembali menjemput Matthew setelah mengantar mereka.


kembali ruang penyekapan


plak


plak


plak


plak


empat tamparan keras Matthew mendarat di pipi Margaret. wanita itu mendesis sakit sekaligus kepalanya berdengung saking kuatnya tamparan Matthew.


"aku tidak akan mengampuni kalian bertiga. aku akan memberikan kesakitan lebih dalam selama sisa hidup kalian" ucap Matthew berapi-api. dia sangat marah, mertuanya diperlukan hina tanpa perasaan.


"Mat, aku bisa jelaskan. ini semua bukan rencana ku. tapi rencana mereka. mereka yang memaksa aku ikut serta" Margaret mencari alasan dengan menjatuhkan sekutunya.


jovanka dan nyonya desi mendelik kesal dan marah.


"hei kau wanita sialan. bukan ini ide kamu. bukankah kamu ingin bersama Matthew dan membenci istrinya. makanya kamu menyakiti ****** tadi agar putrinya mau berpisah dengan Matthew " balas nyonya desi menuding Margaret.


"omong kosong. Matthew jangan dengarkan wanita tua bodoh itu. percaya padaku. menurutmu apa yang bisa dilakukan wanita hamil seperti ku kalau bukan menyetujui saja. mereka mengancam membunuh bayiku.. hiksss " Margaret mulai mendrama untuk menemukan simpati Matthew.


jovanka juga yang tidak mau disalahkan justru bertindak gegabah di luar rencananya dengan ibunya.


"matt, aku di sini yang jadi korban. selama ini aku di paksa sembunyi. terus kemarin dipaksa lagi untuk melakukan kejahatan ini. percaya padaku"

__ADS_1


nyonya desi mendelik sebal pada anak bodohnya. itu bukanlah rencana mereka berdua. justru plan B mereka adalah mengorbankan Margaret sebagai tumbal. putri bodonya malah berbicara asal.


"berhenti bicara jovanka " bentaknya


"diammmm"


Matthew justru makin geram, jengah juga kesal. ketiga wanita sinting di depannya malah saling tuding.


tanpa ampun dan belas kasih dia menampar pipi ketiganya.


"matt, aku punya ide menarik" sambil bersiul melvin mendekat sekaligus meninju keras pipi para preman yang sudah di bekuk pengawal mereka.


tanpa menjawab Matthew menatap datar sepupunya.


"kalian, ikat mereka bertiga " perintah melvin pada pengawal di sampingnya.


nyonya desi, jovanka dan Margaret mencoba memberontak tapi langsung ditampar keras oleh para pengawal membuat mereka mendesis pusing bahkan ujung bibir mereka semakin robek juga berdarah. saat itulah tangan mereka sudah berhasil diikat.


"lepaskan ikatan para preman itu" perintahnya lagi.


"kalian, masih ingin bermain bukan? kalau pun tidak mau, aku memaksa. kalian diberi waktu menikmati mereka sesuka hati. lakukan sekarang!"


Perintah setan melvin. otak jahatnya lebih berkuasa saat ini. dia tidak ingin Matthew terlibat mengingat Angel sedang mengandung.


para preman yang memang maniak itu tanpa sungkan lagi segera melakukan perintah melvin. Teriakan penuh penolakan dan kesakitan dari tiga wanita memenuhi ruangan itu.


"arghhhhhhhh tidak lepaskan"


"sialan jangan sentuh aku!"


"Matthew tolong. jangan seperti ini. aku sedang hamil!"


Matthew melangkah tidak peduli. melvin menarik Matthew keluar. menyerahkan sepenuhnya tugas di sana pada Leon dan beberapa pengawal. namun sebelum Matthew sempat memerintahkan leon untuk nanti menyeret semua pelaku ke penjara bawah tanah di markas.


hukuman sebenarnya bagi mereka akan didapat di sana. bahkan dia sudah tidak peduli pada kondisi Margaret yang sedang mengandung.


dia akan menyusul ke rumah sakit untuk melihat kondisi mertuanya dan akan segera mengabari semua keluarga.


di ruang penyekapan tadi. Leon yang masih memiliki belas kasih, segera menghentikan kekerasan yang dilakukan pada Margaret. dia punya rencana lain untuk menghukum wanita sinting itu.


sekarang nyonya helena dan Jovanka yang justru tidak berdaya mendapat perlakuan sama seperti yang dirasakan mama vita.


bahkan jauh lebih kejam sebab, para pengawal Matthew akan menampar mereka kalau tidak bersuara merdu saat dihukam para preman.


di sisi lain. Matthew dan melvin tiba di jhonson hospital grup setelah menempuh perjalanan udara.


keduanya berlari menuju ruangan tempat dimana mama vita diperiksa dokter.


nampak Leo dan noval menunggu dengan tidak tenang di sana.


"bagaimana keadaan mama?" tanya Matthew begitu tiba di depan Leo.


"masih diperiksa" responnya dengan suara bergetar menahan tangis.


"matt, apakah perlu sekarang menghubungi keluarga di rumah"


mendengar pertanyaan melvin, Matthew tersentak. dia tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya perasaan sang istri nanti.


sungguh Matthew merasa sangat terlambat dan gagal menyelamatkan mertuanya. Angel pasti akan kecewa dan marah padanya. perasaan wanitanya pasti akan terguncang hebat. lalu gimana dengan bayi-bayi mereka nanti.

__ADS_1


__ADS_2