Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Berhenti Ikut Campur!!


__ADS_3

Sementara itu di Berlin Jerman, saat ini Morena tengah diliputi kebahagiaan. rencananya untuk bisa bersama Matthew akhirnya terwujud melalui perjodohan yang dilakukan oleh dua pihak keluarga. Bahkan secara langsung Marcel, dad dari Matthew meminta Morena kepada Lucas untuk menjadi menantunya dan meminta maaf atas sikap kurang ajar Matthew meniduri Morena tanpa niat bertanggung jawab.


Bisa dipastikan bagaimana marah, kesal dan dongkol perasaan Matthew atas keputusan orang tuanya. Dia terpaksa mengikuti kemauan itu karena mom Helena hampir memohon dan berlutut di hadapannya.


Flashback on


Saat sampai di Berlin, Orang tua Matthew bergegas menuju apartemennya. Di sana dia diintrogasi oleh Dad marcel. Dia dipaksa oleh Dad Marcel untuk melakukan perjodohan dengan Morena. Dengan alasan bertanggung jawab dan takut morena hamil. Benar-benar alasan klasik pikir Matthew. Bahkan di luar sana orang-orang melakukan hubungan ranjang hanya karena cinta satu malam, Pacaran dengan gaya dewasa, atau hanya sekedar mencari kepuasan. Sementara Matthew dan Morena bahkan tidak melakukan apapun, kalaupun sampai berhubungan ranjang, bukankah itu atas dasar Nafsu sepihak dari Morena.


Melihat Matthew yang kekeuh tidak mau menerima rencana perjodohan itu, mom Helena nampak kecewa dengan putranya yang selalu mempermainkan perasaan perempuan.


"Nak, berhentilah bermain-main. Terima perjodohan ini" Ujar mom Helena


"aku tidak melakukan apapun. Malam itu dia sendiri yang mendatangi ranjangku. dia menelanj*ngi dirinya sendiri, mom. Dia Bahkan dengan tidak tahu malunya membuka pakaian ku"


Jelas Matthew menahan amarah.


"lalu apa ini?"


tanya Mom Helena seraya memberikan ponselnya yang berisi beberapa gambar Morena dan Matthew sedang tidur dan saling berpelukan. Tubuh bagian atas nampak tidak menggunakan apapun sementara bagian bawa tertutup selimut. Matthew mengepalkan tangan. rupanya hal ini sudah direncanakan Morena.


"kamu tidak bisa jawabkan. Nak, cukup Angel saja yang pernah mom harapkan dulu menjadi putri dan menantu di rumah kita yang malah kau sakiti perasaannya. Bahkan mamanya sampai merasa kecewa dan sedih padamu. Berhenti mengarapkan apapun, karena gadis itu tidak akan kau kembali sama kamu. Belajarlah mengakui kesalahan dan bertanggung jawab. Atau perlu mom berlutut untuk memohon sama kamu" Tutur mom Helena dengan mata berkaca-kaca. Nampak wanita hampir setengah abad tersebut hendak berlutut di hadapan Matthew.


"no..no..no mom. apa yang kau lakukan" tegas Matthew tidak ingin kalau sampai Helena bersujud di hadapannya.


"apa mom akan bahagia kalau aku menerima perjodohan ini "


"Iya tentu. Morena gadis yang baik"


'gadis baik yang mau meleparkan diri secara sukarela pada pria, benar-benar murahan' batin Matthew.


"baiklah" dad atur saja pertemuan dengan keluarga uncle Lucas" putus Matthew dan beranjak menuju kamarnya.


"Sayang apa ini keputusan terbaik? Dia sepertinya tertekan" tanya mom Helena pada Suaminya


"ini yang terbaik sayang. aku tidak mau putra kita mengulangi kesalahan ku dimasa lalu"


Ujar Dad Marcel sembari menerawang pada ingatan masa lalu. dimana dirinya yang sering gonta ganti pasangan dan pernah dituduh menghamili seorang gadis. padahal waktu itu dia sedang menuju hari pernikahan dengan Helena. pernikahan itu batal karena pihak keluarga korban meminta Marcel untuk bertanggung jawab. Sampai akhirnya pernikahan di tunda hingga perempuan itu melahirkan. Pihak Keluarga Marcel bersama pengacara mereka melakukan Tes DNA dan terbukti hasilnya bahwa anak tersebut 100% tidak memiliki kecocokan biologis dengannya. Namun saat itu Marcel tidak langsung menikah, karena dia harus berusaha lagi untuk mengembalikan kepercayaan Helena dan Ayahnya. Hingga Hampir setengah tahun setelahnya, barulah pernikahan megah dan bahagia mereka lakukan.


Sekarang dia ingin Matthew serius membangun hubungan dengan seorang gadis bukan malah bermain- main. Dia tidak ingin putranya mengalami hal serupa dengannya.


Flashback Off


Matthew tengaj memijit keningnya yang terasa pening beberapa waktu terakhir. Belum lagi beberapa informasi mengenai dirinya dan Morena yang berseliweran di Berita bisnis. Kalau berita itu ada di Berlin dia mungkin tidak terlalu pusing. Tapi berita ini menjadi berita utama di berita harian bisnis di Indonesia. Sejujurnnya yang paling dia takutkan adalah berita ini sampai dibaca oleh Angel dan membuat perempuan itu semakin membencinya. Dia menerima perjodohan dengan Morena untuk sementara, nanti dia akan mencoba untuk menemukan cara agar tidak melanjutkan perjodohan ini yang membuatnya dongkol dan muak.


"Hai sayang. Makan yuk. Aku bawa bekal buat kamu" ujar Morena begitu masuk ke ruangan Matthew tanpa permisi. Inilah salah satu sifat Morena yang tidak disukai Matthew, gadis itu selalu terlihat semena-mena dan mendominasi.

__ADS_1


"saya kenyang. Makan saja sendiri "


Jawab Matthew datar.


"Tapi aku sudah memasak ini buat kamu lho, sampai tanganku luka begini" Ujar Morena sambil menunjukan jari tangannya yang terpasang pembalut luka.


"saya tidak minta kamu untuk masak"


"kamu kok gitu sih, atau kamu nunggu aku aduhin ke tante Helena baru mau nurut"


Matthew menghampiri Morena dan membuka kotak bekal tersebut. dia memakan isinya hingga tersisa setengah. Morena tersenyum puas melihatnya.


"enak nggak sayang?" tanya morena penuh harap


"biasa saja" jawab Matthew datar


"gitu ya, esok aku akan berusaha untuk masak yang lebih enak lagi de kalau gitu" tutur Morena serius.


"tidak usah, berhentilah membawa bekal. ini yang terakhir. Kamu pikir saya takut kamu aduin ke kom? silakan saja. saya tidak takut. saya hanya menghargai Usaha tante Cindy yang menyiapkan makanan ini"


Sindir Matthew yang mengetahui makanan tersebut bukanlah buatan Morena melainkan buatan Cindy ibu morena dan para pembantu di rumah mereka.


Morena terkejut sekaligus malu mendengar Tuturan Matthew.


"saya sudah selesai, jadi keluarlah dari ruangan ini"


"Tapi aku masih mau di sini"


"Terserah!"


Matthew beranjak dari sofa menuju meja kerjanya, di sana dia akan kembali sibuk dengan beberapa dokumen sebelum berangkat ke kampus untuk jadwal kuliah sore.


Setelah selesai, Matthew merapihkan mejanya dan berjalan menuju pintu


"mau kemana?" Tanya Morena mencegah Matthew hendak keluar


"bukan urusanmu"


"kamu selalu saja bilang bukan urusan kamu kalau aku tanya. ingat Matthew kita sudah dijodohkan jadi aku berhak tahu juga aktivitas kamu"


"oy yeah? bukankah keputusan perjodohan itu atas dasar niat kamu sendiri? ucap Matthew sinis


"tapi ujungnya kamu setuju juga kan" Ucap Morena dengan angkuhnya.


tanpa mau melanjutkan perdebatan itu, Matthew segera keluar dari ruangannya dan menuju parkiran. Morena Mengikuti langkah lebar Matthew dan memegang lengan pria itu dengan mesra di depan karyawan.

__ADS_1


Sesampainya di parkiran Matthew segera menghempaskan tangan Morena dan masuk ke dalam mobil. Dia menyalahkan mesin mobil dan berlalu dari sana. sementara Morena berteriak kesal memangil Matthew.


Malamnya saat Matthew balik dari kampus, dia mendapati Lampu apartemennya menyala. Dia segera menekan beberapa digit angka hingga pintu terbuka. Di dalam sana dia masih terpaku memikirkan siapa yang dengan lancangnya masuk ke apartemen ini.


"Hey sayang, kamu sudah pulang"


Sapa Morena mengagetkan Matthew. Mata pria itu melotot melihat penampilan morena saat ini. Gadis itu memakai gaun yang sangat menampilkan lekuk tubuhnya serta seisi dada hampir tumpah. Pajangan gaun tersebut bahkan hanya satu ruas di bawah Bokongnya.


"Apa yang kau lakukan di sini . Bagaimana kau bisa masuk?" geram Matthew


"aku tanya ke tante Helena Password pintu masuk" Ujar Morena enteng.


Matthew jadi geram melihat tingkah gadis di depannya.


"Keluar" Ujar Matthew dengan nada suara yang masih rendah


bukannya menurut, Morena malah menghampiri Matthew dan dengan lancang memeluk serta menekan tubuhnya agar lebih rapat dengan Matthew


"aku kangen kamu" ujar Morena manja. Matthew terlihat mengepalkan kedua tangannya.


"lepas Morena"


"Nggak mau, yuk kita habiskan malam ini bersama ya sayang"


dengan kasar Matthew melepaskan pelukan Morena dan mendorong gadis itu hingga mundur beberapa langkah. Mata Matthew memerah menahan amarah.


"kamu tahu, sikap kamu tadi mirip sekali dengan perempuan murahan di luar sana, yang mau meleparkan dirinya secara suka rela pada laki-laki " sindir Matthew yang membuat Morena Sakit Hati.


"Kamu bilang aku murahan? Bukankah kamu ikut menikmati juga tidur dengan gadis murahan seperti ku"


suara morena bergetar. Gadis itu terlihat menahan tangisnya. Hanya karena rasa sukanya pada Matthew dia menjadi gadis murahan. Padahal sebelumnya dia tidak mendominasi seperti ini. Kalau soal ****, Morena memang sudah sangat berpengalaman, karena setiap berpacaran dengan beberapa pria, Aktivitas ranjang menjadi salah satu yang mereka lakukan. Meski begitu dia tidak menjual dirinya secara sembarangan ke pria lain selain kekasihnya.


"Kamu terlalu pasaran untuk bisa saya nikmati. Saya lebih baik menyewa jal*ng di luar sana dari pada melakukannya sama kamu"


Sindir Matthew semakin membuat Morena sakit hati dan marah. dia jadi bertekad akan benar-benar menjebak Matthew untuk tidur dengannya.


"Pergi dari sini dan berhenti ikut campur dengan semua urusan saya!" tegas Matthew dan berlalu ke kamarnya.


brakkk


Suara pintu yang ditutup dengan sangat kuat oleh Matthew hingga membuat Morena bertjingkat kaget.


Gadis itu terlihat menahan Marah


"ini semua gara-gara gadis yang bernama Angel. Lihat saja nanti, Matthew hanya akan menjadi milikku" gumam Morena geram. dia ingat bahwa Matthew mencintai seorang gadis yang bernama Angel. Bahkan Foto gadis itu hampir memenuhi dinding kamar Matthew. Angel tidak ada di dekat Matthew tapi pria itu benar-benar menjaga hatinya. Morena jadi semakin terobsesi memiliki Matthew.

__ADS_1


__ADS_2