Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Tatap Mataku


__ADS_3

Hari ini Laras, Bestie dan Noval akan ke tokoh buku. Seharusnya mereka membeli buku tersebut pada hari sebelumnya, namun karena merasa capek setelah pertandingan futsal, Noval menyarankan untuk ditunda ke hari berikutnya, Bestie dan Angel pun menyetujui.


Setelah menyelesaikan pelajaran terakhir mereka bergegas menuju toko Sinar Baca, tempat penjualan segala jenis buku yang paling populer di kota mereka.


Tadi pagi, mereka berangkat bersama dengan mobil Noval, pria itu dengan sabar menjemput kedua temannya yang tinggal di kompleks berbeda. Mereka memang berencana berangkat bersama supaya lebih mudah akses menuju tokoh buku.


"Mau lanjut nonton nggak setah beli buku. Ada film baru, pemain cowoknya artis favoritku" Tapi aku kesal pemeean ceweknya malah Si Laras yang sok cantik itu" tawar Bestie dengan heboh sekaligus kesal mengingat wajah Laras kekasih Matthew sebagai lawan main artis favoritnya di film terbaru.


"Aku sepertinya tidak bisa Bes, mau bantu mama di warung, siang gini biasanya banyak pembeli" Maaf ya" Jawab Angel dengan sesal. Dia memang jarang main di luar, kecuali kalau urusan sekolah, karena dia lebih memilih membantu mama di Warung.


"Oh gitu ya, oke de nggak apa-apa " Besti memang teman yang naik selalu mengalah meski dia awalnya sangat bersemangat dengan idenya.


"Bagaimana kalau kita ke warung kamu setelah beli buku? Kangen nhi sama masakan tante" Noval memberi usulan barangkali kedua cewek yang berjalan dihadapannya setuju.


"Boleh de, aku sekalian mau pesan soto daging, mau bawa pulang ke rumah, enak tu masakan tante Yovita, mama kamu, Ngel" akhirnya setelah sepakat mereka akan ke warung makan Mama Yovita setelah membeli buku.


Di parkiran mereka bertemu dengan Maryin yang kebetulan juga mau pulang.


"Hai, kalian mau pulang" sapa Martin tetapi pandangannya hanya fokus ke arah Angel padahal yang dia sapa ada tiga orang di sana. Dia seolah menunjukkan ketertarikannya kepada Angel.


"Iya kak, tapi mau ke toko buku dulu" Jawab Noval


"Kita duluan ya kak" pamit Bestie.


"Tunggu" Tahan Martin.


"Angel esok jangan lupa sepulang sekolah kita kumpul di sekertariat sekolah ya. Kita mau membuat edisi mading yang baru, kamu sudah dapat infonya?" tanya Martin lagi, sebenarnya itu hanya siasat untuk mencegah langkah Angel dan teman-teman, entah kenapa dia merasa ingin terus memandang wajah manis Angel.


" Saya sudah tahu kak" Jawab Angel dengan senyum manis hingga membuat Martin malah bengong. Bestie yang gemas dengan ekspresi Martin malah menggoda pria Itu.

__ADS_1


" Kak Martin, kak, kak!!! panggil Noval.


"Eh sorry. tadi ngomong apa?" Tanya Martin gagap karena ketahuan terpesona hanya dengan senyuman Angel.


"Cie, kak Martin terpesona, suka Angel ya kak. Nembak saja kak, saya sebagai teman dengan penuh kerelaan akan setuju" tutur Bestie dengan semangat sambil menatap penuh jahil ke arah Angel yang kini mukanya seperti tomat cery karena malu.


" Iya nhi. Habis teman kamu manis banget, Gimana dong dia mau nggak ya sama saya" Jawab Martin seolah mewakili perasaannya, namun dengan tetap menjalankan misi taruhannya dengan Melvin dan Matthew.


"Jawabannya tentu saja Angel tidak mau, dia nggak cocok dengan cowok perayu seperti kamu. Ayo kita pergi" sekarang malah Noval menjawab sembari menarik kedua tangan gadis tersebut. Dia tidak mau kedua sahabatnya itu berhubungan dengan 3M yang menurutnya suka bermain gila sama perempuan. Dia Harus menjaga kedua gadis itu, apalagi satu di antaranya adalah cinta pertamanya yang sudah dia targetkan untuk menjadi pendamping di masa depan. Namun orangnya masih dia rahasiakan.


"Eh kak, kita duluan ya" Pamit Angel merasa tidak enak karena ditarik Noval tanpa pamitan dengan Martin


"Cie kamu nggak rela ya meninggalkan kak Martin, Bilang saja kalau kamu juga suka dia" ledek Bestie.


"apaan shi kamu, nggaklah" Jawab besti seraya masuk mobil. Mereka melanjutkan perjalanan dengan penuh canda tawa.


Di tokoh buku, Mereka langsung mengambil buku sejarah, kemudian berpencar untuk mencari buku lain sebagai kebutuhan pribadi. Angel saat ini berada di depan Rak Komik dan Novel, dia sangat menyukai segala sesuatu yang berbau sastra. Saat hendak mengambil sebuah novel, ternyata ada tangan lain yang juga ingin mengambil novel yang sama, alhasil tangan mereka justru berpegangan.


"Maaf kak" ucap Angel seraya menunduk.


"Kalau bicara lihat orangnya. Tatap Mataku" Jawab Matthew dengan lembut sampai membuat Angel meremang. Sangat berbeda ketika mereka pernah tidak sengaja bersenggolan di gerbang sekolah beberapa hari yang lalu dimana Matthew membentak dirinya.


"mau ambil ini?" Matthew menyerahkan buku yang tadi sempat ingin diambil Angel.


"Tidak, untuk kakak saja" Angel menjawab dengan tetap menunduk.


"Bukankah sudah kubilang lihat aku kalau bicara" ujar Matthew lagi. Angel perlahan mengangkat wajah dan dengan perasaan dag dig dug menatap Matthew dan seketika itu dia melihat Matthew menampilkan senyum hangat dan Ya Tuhan jantung Angel rasanya menggila melihat senyuman itu. Angel terpaku. Sampai ucapan Matthew menyadarkannya.


"Kenapa terpesona, hem" Tanya Matthew dengan senyum menggoda. Angel segera membuang muka ke arah tumpukan buku di depannya. Bisa dipastikan sekarang wajahnya semerah Tomat Cery. Dia Malu karena tertangkap basah sedang terpesona oleh orang yang dia kagumi. Melihat Wajah malu Angel, entah kenapa membuat Matthew menjadi gemas. Dengan lancang dia mencubit pipi kiri Angel yang membuat yang punya pipi terkejut.

__ADS_1


"ini bukunya, tadi aku cuma lihat-lihat" ungkap Matthew kemudian menarik kedua tangan Angel dan menaruh buku tersebut di atas telapak tangan Angel. Lalu dia keluar dari toko buku dan menyalakan motor sportnya dan melaju meninggalkan tempat itu dengan senyum yang mengembang.


Sementara di dalam toko, Angel baru saja sadar dari keterpakuannya setelah dihampiri Noval dan Bestie. Setelah mendapatkan buku yang dicari, mereka membayar ke kasir dan akhirnya pulang menuju warung makan milik Mamanya Angel.


Kehadiran Matthew di toko buku tadi, bukan tanpa alasan. Saat di parkiran sekolah dia sempat melihat Martin yang sedang mengobrol dengan Angel dan teman-temannya. Kemudian mengikuti mobil yang ditumpangi Angel ke toko buku. Ini adalah bagian dari misi memenangkan taruhan dan juga ada sesuatu yang ingin di ketahui Matthew yang belakangan sering mengusik ketenangannya.


Setibanya di rumah, Matthew langsung masuk dan menyapa orangtuanya yang sedang mengobrol di ruang keluarga.


"Siang dad, mom" salam Matthew seraya mencium tangan kedua orang tuanya. Kalqi melihat dari interaksi ini, bisa dikatakan Matthew adalah anak yang sopan. Karena di rumah Matthew akan berubah menjadi seperti anak kucing yang penurut dan manis.


Dad Marcel dan Mom Helena menyambut salam putra mereka dengan senyum hangat.


"Siang son" Jawab dad Marcel


"Siang sayang" Jawab Mom Helena. "Gimana mau makan, biar mama siapkan" lanjut mama Helena.


"Kenyang ma" Aku ke atas dulu mau siap-siap mau latihan. Nanti kalau Melvin datang suruh naik saja" terang Matthew


"Baiklah nak" Jawab mama Helena. Matthew kemudian bergegas ke lantai 3 dimana kamarnya berada. Hari ini dia dan 3M sekawan akan melakukan latihan Boxing di lantai dua rumahnya. Sementara Laras sering juga ke rumah ini, Namun hari ini dia tidak datang karena sedang promosi film barunya. Rumah mereka terdiri dari 4 Lantai. Di mana Lantai paling atas adalah kamar orang tuanya dan ruang kerja sang Ayah yang memiliki ukuran sangat luas. Sementara di Lantai 3 semuanya berisi 5 kamar, salah satunya kamar Matthew dan yang lain adalah kamar untuk keluarga apabila menginap saat ada acara kumpul keluarga. Lantai dua berisi tempat olahraga, seperti Gim, Ruangan Spa dan yoga untuk mom Helena yang sengaja dibuat oleh Dad Marcel karena tidak mau istrinya berolahraga di luar rumah. Dia sangat cemburu kalau sang istri menjadi pusat perhatian orang. Helena hanya milik Marcel. Begitulah kira-kira bentuk deklarasi perasaan dad Marcel pada istrinya Helena. Selain itu terdapat juga ruangan Santai dan ruangan yang berisi semua fasilitas untuk Matthew.


Sementara untuk lantai satu isinya 5 kamar tidur yang sebagian untuk ART, ruangan makan, ruang tamu, dapur, dan ruang keluarga. di samping rumah ada sebuah kolam renang yang sangat luas kemudian pada bagian belakang terdapat taman dan Gazebo. Rumah ini terbilang wajar untuk keluarga kaya Matthew, rumah teman-teman 3M juga tidak kalah mewah dari ini. Begitu juga dengan Hunian Laras dan orang tuannya.


Di ruang tamu saat orang tua sedang mengobrol, mereka dikagetkan dengan kedatangan Melvin yang dengan sengaja mengagetkan bibi dan pamannya tersebut. Setelahnya dia tertawa terpingkal-pingkal sementara Dad Marcel memasang wajah garang seolah ingin menelan Melvin hidup-hidup. Melihat itu, Melvin langsung lari ke kamar Matthew dengan menggunakan Lift. Mom Helena tertawa ngeliat ekspresi suaminya. Melvin memang suka menjahil dan paling somplak di antara anggota keluarga mereka, dari dulu dia senang sekali menjahili pamannya yang tukang cemburu itu. Bahkan dulu saat kecil saking cemburunya, Dad Marcel tidak mengizinkan mom Helena mengendong Melvin karena takut saingannya bertambah setelah kehadiran putranya Matthew yang banyak merenggut waktu berdua dengan sang istri, dia akhirnya memutuskan untuk tidak memiliki anak lagi selain karena cemburu juga karena merasa kasihan dan tidak tega melihat perjuangan sang istri saat melahirkan.


Sementara itu di Warung Mama Yovita, Noval, Bestie dan Angel tengah membantu menyiapkan pesanan pembeli yang tidak ada habis-habisnya. Sebenarnya mama Vita sudah dibantu oleh dua orang pegawai, satu untuk kasir dan satu untuk pramusaji. Namun saat Sedang ramai begini, terkadang mereka lumayan kewalahan. Setelah pembeli berkurang mereka menikmati es kelapa muda yang dibuat mama vita Sebelum pulang ke rumah, Noval dan Bestie masih menikmati semangkuk soto dayung spesial buatan mama vita, dan juga masih ada yang bungkus untuk dibawa pulang ke rumah.


Saat ini di ruang boxing 3M sekawan serius latihan dengan Adanya adu jotos antara Matthew dan Melvin. Sedang Martin masih memperhatikan dari luar arena latihan. Setelah selesai, kini giliran Martin dan Matthew yang adu kekuatan otot lengan.


"Tadi aku mengobrol sama Angel. Aku akan melakukan pendekatan intens dari sekarang. Kami akan sering ketemu saat kegiatan pembuatan mading baru di sekolah. Menurut kamu, kalau aku segera memacari Angel, Setuju nggak?" Ungkap Martin panjang lebar. Mendengar yang dikatakan Martin, Matthew menjadi kesal dan seketika itu tanpa diduga melayangkan sebuah tinju ke arah pelipis Martin yang membuatnya langsung tersungkur. Melihat itu, Melvin langsung kaget dan segera membantu Martin berdiri.

__ADS_1


"Kamu ini kenapa? Kamu nggak setuju aku bilang kayak tadi? Bukannya kita sudah sepakat bertaruh untuk mendapatkan Angel" Martin ikut emosi menyadari Matthew kesal akan ungkapannya. Sementara melvin merasa Heran melihat kedua temannya tersebut yang kini bertengkar.


__ADS_2