
Malam menjelang. Angel sedang mematut dirinya di depan meja rias. Sore tadi, Setelah sampai di Villa Matthew menyerahkan dua paperbag padanya. pria itu bahkan menyuruhnya untuk bersiap-siap dan menggunakan barang yang diserahkan tersebut. Sebuah gaun putih sepanjang mata kaki dan high-heels berwarna hitam. entah apa maksud dari pria itu. meski Bertanya-tanya, Angel tetap bersiap-siap. karena Jam setengah delapan nanti Matthew akan menjemputnya di kamar tersebut.
Setelah memastikan tidak ada yang berlebihan pada polesan makeup, terakhir Angel menambahkan semprotan parfum pada beberapa bagian tubuhnya.
"cantik sekali" Angel tersentak saat sebuah lengan memeluknya dari belakang ditambah sentuhan basah di tengkuknya.
"Sayang, aku hampir tidak mengenali kamu. tadi ku kira yang sedang ku peluk ini bidadari. eeehh ternyata memang betul, bidadari ini adalah Angel-ku"
Matthew mengungkapkan betapa dia terpesona dengan kekasihnya malam ini. sangat cantik dan mempesona. Melihatnya dia sungguh tidak ingin berbagi dengan orang lain. dia tidak ingin pesona Angel membius orang lain juga. walau pun itu seorang wanita. Sayangnya di Villa ini lebih banyak pria ketimbang wanita. menyadari itu Matthew semakin tidak rela.
sementara angel mendengar pujian Matthew justru semakin tersipu. bahkan dia terus menunduk menghindari tatapan Matthew.
"kakak juga tampan" mendengar ungkapan lirih gadisnya, Matthew tersenyum. Angel juga menyadari penampilan Matthew malam ini sungguh membiusnya. tampan dan gagah.
"sudah siap sayang?"
"eemm, sudah kak"
"yukk"
Matthew menggandeng tangan Angel menuju bagian belakang Villa yang sudah di sulap menjadi tempat dinner romantis. Angel terkejut dan bahkan terpanah melihatnya. entah kapan tempat ini disulap menjadi sedemikian cantik.
"kamu suka, sayang"
"suka kak, sangat suka. Kapan ini dipersiapkan?" tanya Angel masih merasa kagum.
"tadi saat kita keluar, orang-orang di sini menyiapkan ini"
Angel mengangguk paham. Matthew menarik salah satu kursi dan mempersilahkan Angel untuk duduk.
beberapa hidangan telah tersaji di atas meja. akhirnya dinner romantis itupun di mulai. sesekali mereka berbincang sambil menikmati makanan. Matthew pun beberapa kali membersihkan sudut bibir angel yang balepotan saus. gadisnya itu sungguh menggemaskan saat makan. Kunyah dengan mulut penuh namun tidak berhenti menyedok makanan ke mulut. setelah selesai, Matthew memanggil seorang pelayan di villa untuk menyajikan wine sebagai minuman penutup.
Angel nampak ragu untuk meneguk minuman tersebut.
"jangan khawatir, ini free alcohol sayang" Matthew memahami arti tatapan Angel. dia tahu gadisnya itu sangat sensitif pada minuman beralkohol. Angel yang percaya akhirnya perlahan meneguk sedikit demi sedikit wine tersebut hingga tandas. Baru saja Angel meletakkan gelas di atas meja, tiba-tiba terdengar sebuah musik romantis yang mengalun indah. Dia melihat Matthew berdiri dan menghampirinya.
"ingin berdansa dengan ku, tuan putri" Ajak Matthew dan berjongkok ala pangeran di depan Angel. Tidak menolak, Angel segera menyambut uluran tangan Matthew.
mereka berdansa mengikuti iringan musik. saling menatap penuh cinta dan sesekali saling melempar senyum.
setelah musik selesai, rupanya kejutan Matthew tidak berhenti sampai di situ. Entah sejak kapan, sebuah gitar kini berada di samping kursi duduk Matthew. pria itu mengambilnya dan segera mulai memetik nada lagu 'Kisah Romantis' dari Glenn Fredly
Dengan penuh perasaan Matthew menyanyikan setiap lirik lagu tersebut seolah mengatakan setiap harapan dan keinginannya pada kekasihnya Angela Abichail.
🎶 🎶
Mengejar dirimu
Takkan ada habisnya
Membuat diriku menggila
Bila hati ini
Menjatuhkan pilihan
Apapun akan kulewati
Hari ini sayang
__ADS_1
Sangat penting bagiku
Kau jawaban yang aku cari
Kisah hari ini kan kubagi denganmu
Dengarlah sayang kali ini
Permintaanku padamu
Dan dengarlah sayangku
Aku mohon kau menikah denganku
hiduplah denganku
berbagi kisah hidup berdua
Cincin ini sayang
Terukirkan namamu
Begitu juga di hatiku.
Hujan warna-warni
Kata orang tak mungkin
Namun itu mungkin bagiku
Sebuah tanda cintaku.
Dan dengarlah sayangku
Aku mohon kau menikah denganku
Berbagi kisah hidup berdua
Dengarlah sayangku
(Aku mohon kau menikah denganku) Aku mohon menikahlah denganku
(Ya hiduplah denganku) Hiduplah bersamaku
Berbagi kisah hidup
Habiskan sisa hidup
Menikahlah denganku
Sayangku
Uu-yeah
Sepertinya Angel terbuai dengan suara merdu dan iringan petikan gitar Matthew. dia sungguh merasakan bagaimana besarnya keingina Matthew untuk bersanding dengannya, pun dia begitu juga. Dia ingin bersama pria itu tanpa batasan waktu. Air mata haru tidak dapat dia hindari. hingga akhir lagu dia masih menyeka air matanya.
Setelah lagu selesai Matthew berdiri menghampiri Angel. Dengan langkah tegas penuh keyakinan pria itu sampai di depan gadisnya. Dada Angel pun bergemuruh hebat, dia seperti menantikan akan ada apa lagi yang ditunjukan kekasihnya setelah ini.
Matthew yang kini telah berdiri di depan Angel, langsung menekuk salah satu kaki dan mengambil sesuatu dari balik saku jasnya. Matthew membuka kotak beludru merah dan mengarahkannya kepada Angel. setelahnya dia mendongak memandang wajah Angel dengan tatapan yang begitu dalam. Angel pun tidak karuan. detak jantungnya menggila dan gugup melihat Matthew saat ini.
__ADS_1
"Sayang, aku tahu, aku bukan pria sempurna, bukan pria yang baik, bukan pria romantis. namun semenjak bertemu kamu delapan tahun lalu hingga kini, setiap hembusan nafas dan detak jantungku hanya memangil nama mu. Aku ingin menyempurnakan hidupku bersama mu, melewati suka duka kehidupan ini ke depannya juga bersama dengan mu, hingga menua bersama sampai akhir hayat. mencintai dan menyayangimu mu hingga tanpa ada kata akhir. Angela Abichail, Will You Marry Me?"
Oh Tuhan, Angel seolah kehilangan pasokan oksigen. Dia sangat terkejut. Matthew melamarnya, sungguh? secepat ini? dia bahagia, gugup juga tidak menyangka. namun satu yang pasti. dia pun tidak mampu menolak kehadiran pria itu untuk menjadi teman hidup hingga akhir hayatnya. maka dengan deraian air mata bahagia, Angel mengangguk berkali-kali kali sambil mengucap
"Yes I will "
mendengar itu matthew juga ikut menagis bahagia. akhirnya lamaran yang tadinya dia sempat ragukan, kini berhasil dengan jawaban yang pasti tanpa ragu dari gadisnya.
Dengan isak bahagia Matthew menyematkan Cincin ke jari manis Angel. kemudian segera berdiri dan menggapai wajah Angel, membelainya dengan lembut. keduanya saling menatap diiringi isak bahagia.
"terima kasih sayang. aku mencintaimu, sangat mencintaimu " ungkap Matthew dengan sungguh-sungguh.
"aku juga sangat mencintaimu kak" ballas Angel dengan anggukan pasti.
Dengan segera, Matthew menyatukan bibir mereka. me*ncium gadisnya dengan begitu lembut dan menggebu. luapan bahagia dan perasaan haru, dia sempurnakan melalui ciuman itu. Kul*uman bibir keduanya terus berlanjut walau pasokan oksigen mulai menipis. berhenti sebentar lalu memulai lagi. hingga beberapa saat setelahnya, tautan bibir mereka benar-benar berakhir saat Matthew merasa puas menyalurkan rasa bahagianya.
Masih dalam kondisi napas terengah, Matthew menyatukan dahi mereka. mata keduanya pun kini masih menutup, masih mencoba menetralkan debaran jantung yang menggila.
duar..duar..duar..
Angel mendadak kaget setelah mendengar letusan kembang api yang begitu. Dia melihat ke arah langit, bunga-bunga kembang api nampak menghiasi langit di sekitar villa. tidak terhitung berapa jumlah kembang api yang meletus, dia hanya bisa melihatnya dengan tangis bahagia.
belum sampai di situ, tiba-tiba perhatiannya teralihkan dengan suara tepuk tangan yang begitu riuh di sekitarnya di susul ucapan selamat.
prokk.. prokkk....prokkkk
"Selamat..."
"selamat ya"
"selamat nak"
"wah..akhirnya. berhasil juga. selamat Brother "
Angel menutup mulutnya tidak percaya, melihat orang-orang yang sangat dia kenal ada di sana. mama vita, Kedua sahabatnya noval dan bestie, Kedua orang tua Matthew, Melvin dan istrinya Diana, serta Martin, tidak lupa juga sahabatnya Si exel bersama Cristy.
"kakkk, merekaa?"
Angel tidak mampu melanjutkan ucapannya, karena tangis bahagianya kini mendominasi. rupanya rasa bahagia itu tidak dia nikmati sendiri melainkan semua orang-orang terdekatnya ikut memberikan kejutan untuknya.
"Iya sayang, kakak yang mengundang mereka ke sini. semalam saat kamu tidur. kakak menghubungi mereka untuk ke sini. mereka juga ikut mempersiapkan ini semua" Jelas Matthew dengan membelai lembut seraya menghapus air mata Angel yang tidak berhenti mengalir.
"terima kasih kak, aku bahagia " ungkap Angel tulus yang dibalas anggukan halus oleh Matthew.
"nak"
mendengar sapaan itu, angel menoleh. seketika air matanya kembali menetes. mama vita sekarang ada di hadapannya dengan air mata bahagia pula.
"selamat nak, mama turut bahagia dengan yang kamu rasa sekarang " ucap mama vita tulus dan memeluk putri semata wayangnya tersebut.
"terima kasih ma. terima kasih" hanya kata itu yang mampu Angel ucap. dia bahagia, sangat bahagia mendapat respon baik mamanya. dengan begitu, dia telah mengantongi restu.
Setelahnya mom Helena dan dad Marcel ikut memberikan selamat dan menyambut calon menantu mereka dengan suka cita.
para sahabatnya juga serta kedua sahabat Matthew.
mereka mengambil foto bersama sebagai kenangan dari moment spesial tersebut.
karena mereka datang kesana dalam kondisi perut belum terisi akhirnya, para pelayan di villa segera menghidangkan makanan yang memang sudah dipersiapkan sebelumnya.
__ADS_1
Angel dan Matthew pun kembali ikut makan bersama. Suasana bahagia itu nampak membuat mereka saling mengakrabkan diri satu sama lain.