Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Lama Tidak Bertemu


__ADS_3

Mama vita menatap dengan seksama pria di depannya. Dia mencoba mengingat, dalam pikirannya sebenarnya dia membayangkan seseorang tetapi pria di depannya lebih dewasa, lebih tinggi dan banyak sekali perubahannya. Akhirnya yakin dan tidka yakin dia menyebut satu nama.


"Nak Matthew?" sapa mama vita tidak yakin


" Iya tan, saya Matthew" Jawab Matthew tersenyum hangat.


mama vita mengulas senyum. "Ayo nak, silahkan duduk"


"terima kasih tan"


"Lama tidak bertemu, kamu apa kabar? Tante hampir tidak mengenali kamu tadi"


mama vita berbicara tanpa beban. dia melupakan segala yang sudah berlalu. baginya sekarang melihat Angel bahagia sudah lebih dari cukup.


"Puji Tuhan, kabar saya baik tan. Tante apa kabar?


"seperti yang kamu lihat. Tante sehat"


"oh iya, ini ada sedikit ole-ole untuk tante"


ole-ole yang dimaksud Matthew adalah puding mangga kesukaan mama vita. puding itu dibuat langsung oleh Mom helena atas desakan dadakan Matthew subuh tadi. Walau terheran dengan permintaan putranya mom Helena tetap membuat puding tersebut.


"waw, terima kasih. tante sudah lama tidak makan puding"


"Syukurlah kalau tante suka"


Akhirnya mengalirlah Obrolan di antara keduanya. termasuk tentang Angel.


"Nak, saya harap kamu jangan memaksa kehendak. Biarkan putriku yang menentukan apa yang dia mau dan juga tentang masa depannya"


Jawaban mama vita seakan menohok Matthew. Rupanya wanita hampir setengah abad di depannya tidak selunak dulu. Dia seakan memasang tembok penghalang untuk dirinya bisa mengembalikan kepercayaan Angel dan menumbuhkan kembali rasa cinta di hati gadis itu.


"Iya tan. Saya hanya ingin mengobrol dengannya tan. termasuk menuntaskan semua yang terjadi di masa lalu"


Lama asik mengobrol, Matthew segera pamit dan menuju perusahaan. Hari ini dia akan meninjau terlebih dahulu seisi kantor, sebelum nantinya mulai bekerja sebagai wakil direktur tiga hari mendatang.


Kedatangan Matthew di kantor menghebohkan para karyawan. termasuk para wanita yang masih single. Rumor tentang anak Pemilik perusahaan yang akan menjadi pemimpin mereka juga di sana, kini terbukti dengan hadirnya seorang pria gagah, tampan dan tatapan setajam elang. Benar-benar membuat para wanita rela melempar diri untuk dia tiduri. Aura Matthew sungguh mempesona dan terkesan sedikit nakal apabila dia mulai memasang senyum smirk andalannya. Pesonanya menjadi berlimpat ganda.


Dua resepsionis yang dia sapa, masih mengaga tidak percaya melihat Kedatangan pria tampan anak Pemilik perusahaan. Mereka seolah terhipnotis dengan kedatangan Matthew.


drttt


drtt


drt


di dalam lift menuju puncak gedung perusahaan, Ponsel Matthew bergetar. Setelah dia cek, Ternyata Melvin menelepon


"ada apa?" Tanya Matthew


"....."


"menikah?"


"...."

__ADS_1


"Yakin? secepat itu"


"....."


"Apa, hamillllll?


"...."


"Baiklah, aku turut bahagia brother. Katakan saja apa yang kau butuhkan. Akan aku bantu sebisa mungkin"


klik


panggilan berakhir


Rupanya Melvin menelepon Matthew untuk memberi tahu pria itu, bahwa dia akan menikahi kekasihnya Diana, yang sudah dia pacari sejak empat tahun lalu, tepatnya sejak masih kuliah. Dikabarkan kekasihnya tengah mengandung, maka kedua keluarga meminta untuk segera menikah sebelum perut Diana Membesar. Matthew awalnya kaget, namun mendengar nada bicara Melvin yang begitu antusias, Matthew merasa Saudara sekaligus sahabatnya itu sangat bahagia. maka tidak ada alasan baginya untuk tidak turut bahagia.


Matthew keluar dari lift dan melangkahmenuju meja seorang wanita di dekat pintu ruangan utama.


"Apakah dad, ada di dalam?"


Tanya Matthew begitu sampai di depan meja sekertaris ayahnya yang merupakan seorang wanita muda dan cantik. Di lihat dari papan namanya, Matthew dapat mengetahui nama gadis di depannya adalah Margaret.


"ada Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" Tuturnya lembut seperti dibuat-buat.


"saya mau ketemu beliau"


"biar saya hubungi Tuan Marcel dulu tuan"


"tidak usah, saya langsung masuk saja. Dad tahu saya akan datang hari ini"


Matthew merasa risih dengan tatapan dan nada bicara Margaret . Tampilannya seperti wanita yang mau ke tempat hiburan malam. rok mini di atas lutut, blazer dengan belahan dada rendah. Sungguh seperti wanita penggoda.


seandainya mom Helena tahu, sudah pasti nasib wanita di depannya sudah di depak dari perusahaan. Apa yang dilihat Dad marcel sehingga mempertahankan wanita itu tetap berada di perusahan. Apakah dia berkompeten?


setelahnya dia berlalu dan langsung masuk ke ruangan CEO yang merupakan ruangan dad Marcel. Dia sambut hangat ole dadnya. Di dalam sana mereka mulai membahas beberapa hal yang perlu di persiapkan Matthew sebelum resmi menduduki kursi wakil direktur.


Sementara wanita tadi, masih saja mengaga karena terpesona oleh visual Matthew.


"Ya Tuhan tampan sekali" jeritnya Histeris tanpa sadar.


"Kalau tuan Marcel tidak mempan dengan godaanku. sepertinya putranya pun boleh juga" batin Margaret dengan senyum liciknya. Sepertinya predikat wanita penggoda memang layak untuk si Margaret ini.


Sementara siang ini di resto dekat kampus, Angel, Noval dan Bestie tengah makan siang bersama. Mereka bertemu atas dasar permintaan Angel menagih janji penjelasan Noval.


"katakan" ujar Angel datar


"apanya" Tanya Noval dan pura-pura tidak tahu


"kamu tidak sedang pura-pura bodohkan, nov?" sindir Angel


"baiklah, baiklah. Jangan judes begitu. kamu sangat tidak cocok membawa peran antagonis. kamu tidak pandai untuk marah little rabit" tutur Noval dan masih sempat memberi guyonan pada Angel. mendengarnya Angel mendengus sebal.


"jadi begini" Noval mulai bercerita tentang pertemanan dengan Matthew di Singapura.


Flashback on

__ADS_1


tepatnya dua tahun lalu, Matthew dan Noval bertemu di Singapura dalam suatu acara bisnis. Saat itu Noval mewakili ayahnya begitu pun dengan Matthew mewakili Perusahaan dan dad Marcel untuk mengikuti acara peresmian sebuah cabang usaha dari rekan bisnis mereka.


Saat itu, Matthew melihat Noval dan langsung menyapanya. Noval yang masih marah dan kesal atas kejadian yang menimpa sahabatnya Angel, tidak menanggapi Matthew sama sekali. bahkan dia terlihat cuek dan berlalu dari hadapan pria itu.


Matthew terus mengikuti Noval hingga Noval jengah dan memilih mendengar Matthew.


saat itu Matthew bertanya banyak hal tentang Angel, mulai dari kabar, nomor ponsel dan sosial media. hanya kabar yang diberitahu Noval. sementara yang lain dia merasa tidak punya hak untuk memberi.


Matthew melakukan itu karena Akses dia untuk mendapatkan semua info tentang Angel di halangi dad Marcel dan bahkan kedua sahabatnya juga dimarahi apabila membantu dirinya.


Matthew bercerita banyak tentang apa yang terjadi tentang taruhan 3M sekawan. Mendengar itu, ada sisi lain yang dipetik oleh Noval bahwa terkadang ego untuk memiliki membuat seseorang terkadang mengambil jalan apapun untuk mendapatkan apa yang diinginkan dan itu yang tengah dilakukan oleh Matthew saat itu. Matthew mengaku hanya ingin memberikan penjelasan dan meminta maaf pada Angel. Dan noval merasa tidak punya hak juga untuk menghalangi biarlah itu menjadi urusan Angel, pikirannya.


Di sana juga dia bertemu Morena yang mengikuti Matthew dalam perjalanan bisnis. Gadis itu memperkenalkan diri sebagai kekasih sekagus calon istri Matthew.


Noval semakin yakin bahwa Matthew tidak punya niat untuk memulai kembali dengan Angel tapi Hanya untuk menyelesaikan semua hal yang belum tuntas sebelumnya.


selama berada di Singapura, Noval sering berkumpul bersama Matthew dan Morena juga Melvin dan Martin yang kebetulan berlibur di sana. dari pandangan Noval, dia melihat Morena yang begitu agresif dan Matthew tidak menyukai sikap dan keberadaan gadis itu.


Saat tiba di Indonesia Matthew kembali bertemu Noval dan berharap bisa bertemu Angel melalui Noval, akhirnya noval memberi tahu tentang rencana kejutan dan lamaran untuk Bestie yang melibatkan Angel sebagai orang yang membantu dalam mempersiapkan segalanya. Noval meminta Matthew untuk hadir di sana dan mungkin punya kesempatan untuk berbicara dengan Angel. Hingga terjadilah pertemuan mereka malam itu, yang terkesan membuat keduanya terkejut.


Flashback off


"jadi seperti itu ceritanya. kamu marah?" tanya Noval setelah menceritakan segalanya.


Angel menggeleng kaku kepalanya. Dia bahkan bingung mau berekspresi seperti apa.


"sekarang aku mau tanya sama kamu beb" bestie yang diam sedari tadi kini membuka mulutnya.


"tanya apa?" Tanya Angel


"kamu sebenarnya sudah move on atau masih memikirkan kak Matthew? Terus bagaimana perasaan kamu terhadap Exel?


"kok jadi bahas mereka si bes. Topik yang lain saja deh"


"tidak beb. kamu harus jawab. kamu harus kasih ketegasan sama diri kamu khususnya kasih kepastian buat exel. kamu pasti paham maksud ku. dia teman kita, aku melihat dia pria yang baik. Dia sudah lama menunggu kamu bahkan sampai 6 tahun. Kalau kamu sejauh ini masih memikirkan kak Matthew. Perjelas semuanya. Biar kamu juga plong, nggak bingung lagi."


tegas Bestie yang merasa Angel perlu memberi ketegasan dan kepastian baik untuk dirinya maupun pada pria yang selama ini setia berada di sampingnya yaitu exel.


Angel terdiam merenungi perkataan Bestie. Dia merasa sahabatnya itu ada benarnya. Dia memang harus mengambil keputusan. Apakah memang betul dihatinya masih menyimpan sebuah nama milik cinta pertamanya yaitu Matthew atau dia belajar membuka hati untuk menerima kehadiran Exel sebagai wanita yang mencintai kekasihnya.


"huffttt... baiklah aku akan memikirkannya" Putus Angel pasrah


"nah gitu dong. Lagian kamu mesti mikir beb, kamu nggak mungkin terus-terusan seperti ini. kamu juga suatu saat akan menikah. jangan di bayang-bayangi masa lalu terus" Nasihat Bestie sekali lagi.


melihat bagaimana besarnya perubahan bestie yang jauh lebih dewasa saat ini, Noval diliputi perasaan bahagia yang membuncah. Dia begitu jatuh cinta pada kekasih sekaligus calon istrinya itu.


"Sayang, kamu membuat ku terpesona " Ujar noval penuh cinta pada bestie.


"apa sih" ucap Bestie malu-malu


"Aku gigit ya, gemas banget sih calon istriku " ujar Noval lagi dan mencubit dua pipi Bestie yang nampak chubby.


"ehemm, aku masih di sini. kalau mau pacaran aku pulang saja kalau gitu"


Angel cemberut karena mendadak di abaikan kedua sahabatnya. Dia tidak iri, melainkan turut bahagia atas kebersamaan kedua sahabat yang sudah seperti saudara untuknya.

__ADS_1


"makannya cari pacar sana" cibir Bestie


Angel semakin cemberut saja mendengarnya.


__ADS_2