
Matthew menghela napas. kemudian memegang kedua tangan angel. dia memutuskan untuk bercerita saja, dari pada nanti menimbulkan perasaan curiga.
"Sayang sebenarnya semalam aku hampir saja meminum wine yqng sudah dicampur obat perangsang. untungnya pengawal kita yang aku tugaskan menyamar sebagai pelayan bertindak cepat"
"obat perangsang? kenapa bisa begitu? siapa pelakunya?" karena kaget Angel menyela pembicaraan Matthew dengan pertanyaan bertubi-tubi.
"dengarkan aku dulu. sebenarnya hampir dua minggu lalu, saat kamu dan enzy masuk rumah sakit, Leon memberi tahu kalau Nyonya desi dan Margaret sempat bertemu dan merencanakan sesuatu kepadaku saat acara ulang tahun Perusahaan tuan Garry. Tidak di sangka Margaret padahal ingin mengelabui ku dengan obat perangsang. dia membayar seorang pelayan untuk menaruh bubuk dengan dosis yang tinggi. tapi sebelum pelayan itu menghantar minuman, pengawal kita yang menyamar tadi segera menukar posisi gelas. dimana wine dengan taburan obat tadi malah diminum oleh Margaret sendiri. karena obat itu, semalam Margaret terjebak dengan seorang pria tua di sebuah kamar hotel. aku rasa pria itu berhasil menghilangkan efek obatnya dengan cara, melakukan hubungan badan"
Matthew menghentikan sejenak penjelasannya, seperti berpikir untuk lanjut atau berhenti. dia tidak memikirkan nasib Margaret yang sudah pasti digarap habis-habisan oleh pria tua gendut semalam. baginya itu setimpal dengan perbuatan wanita penggoda itu. tapi yang dia ragukan adalah sebuah kejadian diluar dugaannya. dan Angel tahu masih ada yang disembunyikan sang suami.
"lalu?" tanya Angel dengan sebelah alis terangkat.
"emmm,,, semalam saat di pesta aku merasa cukup gerah dalam ruangan. akhirnya memutuskan untuk mencari angin segar di luar. tidak sengaja melihat laura. dia sedang mabuk berat. aku tidak bermaksud apapun. hanya ingin menolong. karena dia berjalan tidak jelas dan beberapa kali menabrak tembok. di sana tidak siapapun selain aku. aku hanya ingin mengarahkan dia berjalan. tapi tidak di sangka, dia... dia.."
"dia apa?!!" gertak Angel kesal melihat keraguan Matthew
"dia mabuk dan malah mengecup bibirku, mengira aku adalah kekasihnya. aku membantunya membawa ke kamar hotel, tapi dia kembali menciumku " jelas Matthew merasa bersalah dan takut melihat ekspresi Angel sekarang sangat tidak enak di pandang.
"kenapa kau menolongnya. senang dia mencium kamu? setelah dicium masih mau menolong dia lagi, berharap di cium lagi, seperti itu? dan ternyata benar-benar dicium kembali. kenapa kamu meladeni dia!!
kamu masih memikirkan dia? kamu masih peduli sama dia? bukankah kamu pernah bilang, mendengar namanya saja sudah sangat muak apalagi melihatnya. semalam bahkan kalian bersentuhan dengan mesra. kamu tidak memikirkan perasaanku?"
Angel berteriak marah-marah dan sangat kecewa. bagaimana bisa suaminya semalam dua kali dicium wanita lain. mantan kekasihnya lagi. yang membuat dia kecewa kenapa Matthew masih meladeni Wanita itu.
__ADS_1
"Sayang, dengar, aku minta maaf. aku salah. mohon ampuni aku. aku tidak bermaksud apapun. semalam memang aku tidak ingin menolongnya. tapi dia sangat kacau. aku mendengar dia berbicara frustasi. mamanya, maksud ku tante isabella. meminta bercerai dari om revan, ayahnya laura. tante isabella ingin menikah dengan Tuan robby, karena pria tua itu sudah mengajukan gugatan cerai pada istrinya, nyonya desi. mereka ingin mengakui enzy secara sah sebagai anak. ingin merebut enzy dari mama. dengan mengorbankan keluarga masing-masing. maafkan aku sayang. semalam setelah laura menciumku pertama kali aku marah dan mendorongnya begitu saja. tidak sengaja dia terkena tembok hingga pingsan. makanya aku meminta bantuan Leo memesan satu kamar untuknya. aku sebenarnya ingin menggali informasi lebih banyak tentang rencana tante isabella dan tuan robby. biasanya orang mabuk akan berbicara jujur. dan memang aku mendapat petunjuk lain"
Angel tidak mempedulikan penjelasan Matthew, dia justru berjalan keluar kamar dengan berderai air mata. sambil mengusap perutnya dia bergumam agar anak-anaknya tidak mendengar perdebatannya dengan sang suami.
Matthew berlari kecil menyusul Angel yang kini sudah di bawa turun oleh lift. Matthew kalang kabut sendiri. kemarahan yang paling dia hindari dari istrinya adalah mendiaminya hingga tanpa tahu kapan akhirnya.
Matthew berlari turun dari lantai 3 rumah dengan menggunakan tangga. dia bahkan ngos-ngosan sampai di meja makan. orang tua Matthew yang sedari tadi menunggu mengernyit heran melihat putra dan menantu mereka. Angel muncul dengan mata sembab di susul Matthew yang napas naik turun dan wajahnya dipenuhi keringat.
"kalian kenapa?" tanya mom helena heran.
Angel justru makin terisak. Matthew yang memang merasa bersalah langsung memeluk istrinya erat sambil mengucapkan kata maaf.
"maaf. maaf. maaf sayang. semalam aku bahkan sudah membersihkan mulutku lebih dari 10 kali. lihat bibirku sampai terluka seperti ini"
sayangnya, Angel tidak melihat bibir Matthew. dia masih sibuk menenangkan pikiran dan perasaannya. apalagi kehamilan membuat moodnya mudah sekali terganggu.
"kalian ini sebenarnya kenapa?" akhirnya dad marcel buka suara melihat ada yang janggal pada dua orang di depannya.
"dad... hiksss..hiksss kak Matthew selingkuh" adu Angel dengan air mata yang kembali tumpah ruah.
mendengar pengakuan sang menantu tentu saja mata mom helena dad dad marcel melebar. apalagi Matthew terbelalak kaget. bukan itu yang terjadi, ingin sekali dia berteriak seperti itu.
tentu saja sekarang tatapan kedua orang tuanya begitu menghunus tajam padanya. bagai laser yang mampu membela dirinya.
__ADS_1
"dad, mom. bukan seperti itu aku bisa menjelaskan segalanya" sanggahnya berusaha membela diri.
mom helena akhirnya menarik Angel agar duduk di sampingnya sambil menenangkan perasaan wanita itu.
Matthew pun ikut duduk di kursi biasanya. sambil menatap dengan rasa bersalah pada sang istri.
akhirnya dia menjelaskan semua yang terjadi pada kedua orang tuanya. tentu saja mom helena ikutan kesal pada putranya. walau dia mendapat petunjuk tentang niat isabella dan robby untuk mengambil ahli status anak atas enzy dari mama vita. tetap saja. tindakannya sudah menimbulkan kekacauan dengan sang istri.
"kenapa kau ceroboh sekali" tegur dad marcel
"semuanya di luar dugaanku dad. aku mengaku salah" sesal Matthew sambil terus menatap angel yang sama sekali tidak mau melihatnya.
setelah selesai sarapan bersama, Angel meminta pulang ke rumah. tapi bukan dihantar sang suami melainkan oleh mom helena. tentu wanita parubaya itu tidak menolak.
Matthew hanya bisa terus menghela napas. mepihat mobil mom helena kini meninggalkan halaman rumah. Dia akui semalam lumayan ceroboh. harusnya dia meminta petugas hotel saja yang membantu laura. karena di dera rasa penasaran.
akhirnya setelah leo menemukan dia bersama laura di luar. dia meminta pria itu memesan kamar karena laura sudah pingsan akibat dorongannya tadi. dia dan Leo memutuskan untuk menghantar wanita itu ke kamar. tapi siapa sangka justru dia di cium untuk kedua kalinya. bahkan sebenarnya semalam posisi Leo yang paling dekat dengan laura. leo juga mendapatkan ciuman sekilas dari laura sebelum akhirnya pingsan kembali. saat itu, leo sedang berusaha memaksa wanita itu berbicara jujur tentang rencana ibunya.
tapi kini dia malah bermasalah dengan sang istri. tentu dia menyesali keputusan cerobohnya. otak cerdasnya bahkan tidak mampu berpikir sejauh apa resiko dari tindakan itu. ternyata memang benar, secerdas-cerdasnya seseorang. pasti ada moment dimana dia menjadi orang paling ceroboh. Matthew juga mengalami itu semalam.
dia berharap setelah pulang kerja nanti, perasaan sang istri sudah melunak padanya. karena belum sempat berpamitan secara langsung, dia pun memutuskan mengirim pesan singkat pada wanita kesayangannya itu.
'sayang, aku minta maaf. sungguh aku sangat bersalah. mohon maaf. aku berangkat ke kantor dulu. baik-baik di rumah dengan bayi-bayi kita. hubungi aku kalau terjadi sesuatu. aku sangat menyayangi dan mencintai kamu Sweetheart'
__ADS_1
setelah berhasil terkirim barulah dia berangkat menuju kantor.