Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Waktu Berlalu


__ADS_3

5 Tahun Berlalu....


Waktu demi waktu terus bergulir. Tidak terasa lima tahun berlalu. kehidupan rumah tangga angel dan Matthew berjalan seperti keluarga pada umumnya. ada kesedihan, kebahagiaan, haru dan juga kesakitan. namun mereka lalui dengan saling menguatkan dan mengasihi satu sama lain. lalu bagaimana dengan kedua bayi kembar mereka?


kini baby Kaelo dan baby kendrick tumbuh menjadi anak yang manis dan super tampan dan cerdas. usia mereka sudah hampir lima tahun. sekarang mereka sudah mulai belajar sebagai murid disebuah Taman kanak-kanak. di sekolah mereka populer dan digemari banyak orang.


keduanya selalu menjadi penurut saat bersama sang mama namun menjadi sangat menyebalkan ketika bersama sang papa.


seperti saat ini, mereka tengah duduk menanti sarapan bersama malah sambil berdebat memperebutkan siapa yang akan dilayani pertama oleh sang mama.


"ma, aku sudah sangat lapar. tolong ambilkan nasi untukku ya?" mohon Kaelo dengan jurus andalannya mata kucing yang menggemaskan.


"baiklah sayang akan mama ambil" Jawab Angel dengan senang hati.


"no ma, aku dulu. dari tadi perutku melilit karena angin masuk duluan. piring ku diisi dulu saja. Kaelo harus mengalah, dia kan abang. kata papa dia yang keluar duluan dari perut mama. seharusnya abang mengala sama adik"


kalau kaelo meminta dengan cara lembut nan gemas berbeda dengan Kendrick. pria kecil itu justru cemberut dan terkesan seperti memojokkan saudara kembarnya.


tentu saja kaelo menoleh dan menatap jengah saudaranya itu. padahal di sekolah kendrik termasuk anak yang irit bicara dan ketus walau otaknya cerdas. beda jauh dengan kaelo yang humble dan friendly. jiwa genitnya mulai terlihat, sepertinya kaelo akan mewarisi sifat Matthew. namun sikap manja mereka akan keluar kalau sudah bertemu mama dan kakek neneknya. belum lagi para paman, sahabat sang papa yang lebih memanjakan mereka.


"ckkk, sejak kapan ada aturan seperti itu. aku yang minta dulu sama mama, jadi aku yang dapat duluan nasi dari sendok mama"


melihat kedua putranya berdebat, Matthew tersenyum licik mengambil kesempatan untuk jadi pemenang. kali ini dia harus yang dilayani pertama. selama ini kedua putranya terus mengambil perhatian sang istri hingga dia dinomor kesekian yang mendapat perhatian dari angel. kedua putranya memang menyebalkan dan selalu membuatnya kesal setengah mati.


"Sweetheart, dari pada kau pusing mendengar dua bocah ini berdebat. piring ku diisi dulu saja ya. kau tidak kasihan melihat suami mu ini kelaparan" pinta Matthew manja seraya piring yang sudah dia sodarkan tepat di depan mata kekasih hatinya.


"hei, papa! mana boleh seperti itu. aku yang minta duluan" sanggah Kaelo.


"no..no..no.. semua harus mengalah. abang sama papa belakangan. aku dulu" dengan gaya menggeleng diikuti tangan berputar Kendrik menolak tidak diutamakan.


"sejak kapan kamu memanggil aku abang " dengus Kaelo


"sejak hari ini dan hanya saat ini" Jawab kendrick santai.


"diamlah kalian berdua bocah. istriku akan melayani aku dulu"


"issh papa seperti bocah, tidak mau mengalah" cibir Kaelo


"kakek saja sering mengalah membiarkan oma menyayangi kami dulu. masa papa begitu saja tidak bisa" kendirik ikutan mencibir papanya.


see, benarkan. kedua putra Matthew memang menyebalkan. selalu saja dia dibuat kesal.


kini meja makan jadi ajang memperebutkan perhatian wanita kesayangan mereka. siapa lagi kalau bukan angel. mereka terus berdebat tanpa menyadari Angel yang tiba-tiba merasa pusing dan pucat. dia merasa mual hingga tiba-tiba lari menuju westafel dan muntah di sana.


hoekkk


hoekkk

__ADS_1


hoekkk


tidak ada yang keluar selain cairan bening dan terasa sedikit asam dimulut


"mama!"


"sayang"


Teriak ketiganya kompak. sangat khawatir melihat Angel yang muntah-muntah.


"Sweetheart, kamu sakit, hmm? bagian mana yang sakit?"


"ma.. hiksss.. Kaelo minta maaf. pasti karena kaelo banyak minta makanya mama pusing kan?"


"maaf mama. kendirik tidak akan berdebat lagi. mama pasti pusing melihat kami berdebat"


kedua bocah itu justru berpikir karena perdebatan mereka lah yang membuat sang mama pusing hingga muntah. sementara Matthew sibuk membantu sang istri kedua bocah itu terlihat berkaca-kaca merasa bersalah.


akibat rasa pusing yang mendera, angel tidak bisa merespon apapun, lama kelamaan kesadarannys pun menghilang.


"Sayang!" teriak Matthew melengking melihat sang istri tiba-tiba pingsan.


"dean cepat siapkan mobil. kita ke rumah sakit sekarang"


perintah Matthew. beruntungnya dean sudah ada di sana sejak pagi untuk menjemput Matthew. kini jabatan dean bukan lagi sekertaris melainkan Asisten pribadi. hal ini terjadi setelah leo memutuskan untuk fokus mengembangkan perusahaan jasa milik Enzy tiga tahun lalu.


"Iya pa, kami khawatir sama mama" sambung kendrick dengan tampang sedihnya


Matthew sebisa mungkin mengendalikan perasaan khawatir di depan kedua putranya. dia segera berjongkok menyamakan tinggi dengan dua putranya itu.


"no boys. mama akan baik-baik saja. kalian tetap akan ke sekolah di hantar paman leon. nanti papa akan kabari keadaan mama. oke?"


kedua bocah itu mengangguk walau tidak sepenuhnya setuju. Matthew tersenyum seraya memberikan dua kecupan sayang pada pipi Kaelo dan Kendrick.


akhirnya Matthew bersama dean mengantar Angel ke rumah sakit. sesampainya disana angel langsung ditangani dokter. Matthew dengan seksama mendengar penjelasan dokter. perasaannya campur aduk. terbukti dari mimiknya yang sendu kemudian tersenyum samar lalu menghela napas panjang.


setelah melalui serangkaian pemeriksaan kini hanya menunggu angel siuman. Matthew masih setia mendampingi sang istri dengan menggenggam tangannya.


hingga hampir 20 menit berlalu, Angel akhirnya sadar. Matthew merasa lega.


"hubby, kenapa aku di rumah sakit. apa yang terjadi? apakah aku sakit?" tanyanya bingung dan khawatir


"no Sweetheart. justru ini ada kabar bahagia?" Matthew tersenyum simpul melihat ekspresi bingung istrinya. selalu menggemaskan.


"kabar bahagia? apa itu?" penasaran angel


"sebentar lagi, kaelo dan Kendrick akan menjadi kakak. kamu hamil sayang. kata dokter sudah jalan enam minggu. tadi juga sudah ada dokter kandungan yang periksa kamu di sini setelah dokter umum menduga kamu hamil. selamat Sweetheart. aku akan menjaga kalian berdua segenap cinta dan sayang ku"

__ADS_1


mata Angel berkaca-kaca karena bahagia. segera dia memeluk sang suami dan menumpahkan tangisan bahagianya di dada bidang Matthew. dia tidak menyangka sedang berbadan dua. tidak ada tanda-tanda sebelumnya. bahkan masa menstruasi pun masih sesuai jadwal biasa.


"kita akan memberi kejutan untuk dua pangeran kita hubby. bukankah selama ini mereka ingin punya adik"


Matthew mengangguk setuju. "dan ingat, ini yang terakhir sayang. sesuai keinginan kita di awal"


Angel tidak menolak. memang beberapa tahun lalu mereka memutuskan hanya akan memberi satu adik untuk kaelo dan kendrik. Matthew tidak ingin angel terus kesakitan saat kehamilan maupun melahirkan.


kabar bahagia itu juga mereka sampaikan pada mom helena dan dad marcel. keduanya menyambut gembira berita itu hingga memutuskan untuk bermalam di rumah sang putra.


malam pun tiba....


saat ini semuanya sudah duduk bersiap menikmati makan malam. namun sebelum itu, angel menyampaikan berita kehamilannya pada kedua putranya.


tentu saja kaelo dan kendrik langsung bersorak gembira.


"yeaah.. aku akan jadi kakak. ma, aku mau adik perempuan yang cantik seperti mama dan nenek" ujar kaelo riang.


"kenapa tidak adik laki-laki saja son?" tanya kakek marcel melihat kehebohan cucunya itu. sangat berbeda jauh dari saudaranya si kendirik yang banyak diam dan terkesan dingin.


"ckk, punya saudara laki-laki saja menyebalkan, papa juga sama saja " decak kaelo menimpali


mendengar itu kendrick dan Matthew kompak menoleh dan mendengus sebal pada kaelo. sementara kakek marcel terkekeh seolah setuju dengan perkataan cucunya itu.


mereka akhirnya mulai menikmati hidangan di meja dalam suasana hati yang gembira menyambut kabar kehadiran anggota keluarga baru.


malam kian larut, hampir semua penghuni rumah sedang menikmati bunga tidur.


hanya terlihat ruang kerja Matthew yang lampunya masih menyala. dia sedang menyelesaikan pekerjaannya karena siang tadi tidak sempat ke perusahan.


ceklekkk


pintu ruangannya terbuka sehingga mengalihkan pandangan Matthew.


"belum tidur dad?" tanya Matthew setelah melihat yang masuk adalah dad marcel


"tadi sudah sempat tidur. tapi bangun karena ada telepon dari leon. ponsel kamu tidak aktif?" jelas dad marcel dan mendapati ekspresi bingung sekaligus bertanya-tanya di wajah putranya


"ponsel ku mati kehabisan arus. aku lupa mengisi dayanya. ada pesan apa dari leon?"


"Margaret terlihat di kota ini siang tadi"


Matthew tersentak kaget dan menggeram marah mendengarnya. rupanya wanita itu sudah bosan bermain petak umpet dan keluar dari persembunyian setelah cukup lama.


"perketatt penjagaan untuk kedua cucu dan menantuku, aku tidak mau kejadian naas yang lalu terulang lagi. Segera turunkan banyak pengawal untuk menangkap dia. jangan libatkan aparat, meskipun dad yakin mereka juga sudah mengetahui hal ini mengingat status Margaret yang masih buronan "


perintah dad marcel karena kembali mengingat kejadian naas yang menimpa besannya beberapa tahun lalu.

__ADS_1


Matthew mengangguk paham sambil berpikir langkah selanjutnya yang diambil untuk menangkap Margaret. kali ini harus berhasil. dia sendiri yang akan menangani penangkapan Margaret, rasanya dia sulit percaya dengan pihak aparat setelah beberapa tahun lalu, Margaret berhasil kabur dari pengawasan petugas aparat.


__ADS_2