Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Segala Permintaan Matthew


__ADS_3

Hari-hari seperti berjalan begitu cepat. kini seminggu berlalu. keadaan Angel telah pulih dan bisa beraktivitas kembali meski hanya sedikit membantu di Restoran. karena Matthew masih melarangnya untuk melakukan aktivitas berat.


Persidangan untuk para terdakwa beberapa hari lalu berjalan lancar berkat bantuan Matthew dan pengacara mereka. Semua pelaku masih ditahan karena akan melanjutkan proses persidangan selanjutnya untuk tuntutan masa tahanan mereka.


Angel masih ingat betul, dua hari setelah persidangan pertama dilakukan, Orang tua Laura datang padanya, meminta maaf dan memohon kemurahan hati Angel untuk membebaskan Laura. awalnya Angel merasa kasihan akan pengorbanan kedua orangtua tersebut. namun urung dan segera membatalkan niat memaafkan Laura, justru Angel merasa geram, padahal orang tua laura datang dengan membawa media untuk meliput apa yang mereka lakukan di rumahnya. melihat Calon istri bos mereka kesal dan marah, Lantas saja dengan segera para pengawal yang ditugaskan Matthew untuk menjaga Angel segera mengusir orang tua laura beserta wartawan media yang mereka bayar.


tidak beda jauh dari orangtua Laura, uncle lucas juga datang ke Indonesia untuk meminta maaf kepada Angel, mama vita dan Matthew atas perlakuan Morena. Namun Matthew mengatakan biarlah persidangan terus dilakukan. hingga keputusan akhir segera keluar.


setelah kejadian itu, Angel merasa dia melewati drama kehidupan yang begitu pelik akhir-akhir ini. tapi beruntung dia punya orang-orang yang sangat menyayanginya.


Hari ini rencananya, dia dan Matthew akan pergi ke butik untuk mencoba beberapa rancangan gaun pengantin yang sekiranya cocok digunakan sesuai tema pernikahan mereka.


"yuk turun" ajak Matthew begitu sampai di butik dan dibalas anggukan oleh Angel. keduanya masuk dan disambut langsung pemilik butik yang tidak lain adalah mom Helena yang sudah menanti keduanya dengan senang hati.


"selamat datang sayang" sambut mom Helena bahagia begitu Angel sampai di depannya. mereka melakukan ritual sapa salam seperti orang pada umumnya. namun satu yang berbeda. Matthew sampai dilupakan, karena setelah menyapa Angel mom Helena dengan antusias menarik tangan gadis itu dari sana menuju ruang tempat tersimpan beberapa gaun pengantin hasil desain tangan cantik mom Helena.


"ck, aku ini sebenarnya anak siapa sih" Matthew berdecak sebal. karena kebiasaan kedua wanita tersayangnya itu akan melupakan orang lain saat keduanya bertemu. namun tak urung dia tetap mengikuti langkah kedua wanita terkasihnya tersebut.


"kamu coba yang ini dulu ya sayang. mama rasa akan cocok apabila kamu yang pakai" tunjuk mama vita pada gaun pengantin terbaik dibutiknya. gaun itu sudah dia tolak untuk disewakan atau dijual ke orang lain. karena dari awal dia sudah berharap Angel akan sangat cantik menggunakan gaun itu. namun belum juga Angel menjawab, Matthew sudah lebih dulu menolak.


"bagus dari mananya, sih mom. ganti yang lain. lihat, sebelum di pakai saja bentuknya terbuka seperti itu. nanti pundak dan dada kamu sangat kelihatan, sayang. aku tidak suka. tidak ada yang boleh melihatnya selain aku"


Jawab Matthew tegas namun bukankah itu terdengar frontal. tapi nyatanya dia tidak peduli dan terkesan biasa saja setelah menjawab. berbeda dengan Angel dan mom Helena juga beberapa karyawan butik yang nampak kaget. Angel bahkan sampai tersipu malu.


"tapi aku kan belum coba kak, mana tahu terbuka atau tidak"


Jawab Angel mencoba untuk merayu. namun bukan Matthew namanya kalau urusan miliknya punya kesempatan dilirik orang lain. Jawabannya tentu saja tidak akan pernah.


"pokoknya ganti yang lain" tetap saja pria itu tidak setuju.

__ADS_1


mom Helena mendesah lemas mendengar perkataan putranya. padahal tadi dia sudah berharap Angel akan mencoba gaun pengantin dengan gaya sabrina dan potongan dada yang rendah itu, kalau cocok akan di pakai saat pernikahan nanti.


"ck, kau ini sangat tidak mengerti fashion. ini masih normal. masih sopan. hanya pundak yang kelihatan nanti juga bisa ditutupi kalau mau" namun perkataan mom Helena tidak dihiraukan Matthew.


akhirnya, Angel mencoba gaun pengantin kedua. tanpa mau menunggu respon Matthew, dia segera membawa gaun itu ke ruangan ganti. tidak menunggu lama dia keluar dengan balutan gaun yang melekat sempurna di tubuh langsingnya. gaun pengantin dengan bentuk putri duyung tersebut memancarkan aura elegan dan seksi seorang Angel.


semua yang ada di sana terpukau. apalagi Matthew. pria itu sampai tidak sadar menatap Angel tanpa berkedip dengan mulut mengaga. pesona kekasihnya sangat luar biasa. cantik, seksi dan elegan.


"wahh.. menantu mom cantik sekali" puji mom Helena yang membuat Angel tersenyum malu-malu.


"Gimana, kamu suka gaun itu sayang?" tanya mom Helena pada angel yang dijawab angguk antusias oelh calon menantunya itu.


"suka mom"


beda dengan angel beda lagi si Matthew, dia yang awalnya terpukau melihat kemolekan tubuh angel yang dibalut gaun pengantin gaya mermaid itu mendadak tidak setuju.


"tidak..tidak... harus ganti. pokoknya jangan yang ini. ini terlalu seksi. Nanti kamu pasti terusan dilirik pria lain. lihatlah, apa itu? kenapa punggungnya malah terbuka seperti itu? kamu mau pamer sayang? punggung ini hanya milikku. pokoknya ganti dengan yang lain"


"tidak. biar aku sendiri yang akan menentukan gaun pengantinnya" tolak Matthew tidak mau didebat. Angel menghela napas panjang, dan mencoba mengangguk setuju ke mom Helena dari pada terus berdebat.


akhirnya, Matthew memilih ulang rancangan gaun pengantin angel. untuk acara pemberkatan di gereja Matthew memilih bentuk gaun Sweet Heart Cape In Rapunzel Wedding Dress. Namun tetap ada catatan kecilnya di sana, dada angel tidak boleh sampai nongol barang sedikit pun. sementara untuk acara pesta pernikahan Matthew tetap memilih Long Sleeve Mermaid Wedding Dress namun tidak dengan bentuk punggung terbuka. untuk dirinya sendiri, akan senada dengan tema yang digunakan Angel namun kedua tuxedo yang dia pilih warnanya tetap berbeda. Untuk pemberkatan menggunakan tuxedo putih sementara Acara malam tuxedo Hitam.


"sudah deal seperti ini? tidak ada perubahan lagi?" tanya mom Helena memastikan, jangan sampai nanti putra bandelnya itu malah protes saat semuanya sudah jadi. bisa pusing tujuh keliling mom helena.


"yes mom, and thank you "


cup


Jawab Matthew tanpa beban sudah mengacaukan hayalan mom Helena sebenarnya. walau sudah mendapat kecupan dari putranya. tetap saja mom Helena menatap putranya sebal.

__ADS_1


"ck, kau sama saja seperti dad mu"


"tentu saja, aku adalah putranya " Jawab Matthew bangga membuat mom Helena dan Angel hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Nak, gimana, masih ada yang kamu inginkan atau kamu ingin rancangan yang lain, hm?" kini mom Helena bertanya pada Angel. karena mau bagaimana pun Angel yang akan menjadi bintang saat menggunakan gaun itu nanti.


"aku ikut yang kakak Matthew pilih saja, mom. aku suka dan sangat bagus" Angel menjawab tulus dan jujur. karena sebenarnya pun dia tidak nyaman dengan gaun terbuka. Matthew tersenyum bangga mendengarnya.


setelah selesai dari butik mom Helena dengan berbagai Drama yang dia buat Matthew, akhirnya mereka menuju restoran untuk makan siang bersama. setelahnya Matthew menghantar Angel pulang. dia masih waspada kekasihnya itu belum benar-benar sembuh dan harus banyak istirahat. apalagi esok mereka akan melakukan sesi foto prawedding.


"aku tidak singgah sayang. esok aku jemput jam delapan pagi, oke" ucap Matthew begitu sampai di depan halaman rumah Angel.


"oke kak. terima kasih untuk hari ini. I Love you"


cup


sebuah kecupan salam perpisahan Angel labuhkan di pipi Matthew. dan bukan Matthew namanya kalau melepaskan gadis itu begitu saja. tentu dia akan membalasnya dengan sesuatu yang manis dan sangat dalam.


"aku juga sangat mencintaimu sayang" Jawab Matthew dengan suara seraknya yang membuat Angel meremang seketika. Hingga sebuah ciuman panjang mereka lakukan di dalam mobil itu. saling mel*umat, menghisap, mengulum hingga bibir mereka nampak merah saking dahsyatnya ciuman itu. untung tidak ada yang melihat karena kaca mobil Matthew tidak tembus pandang dan memang tidak ada orang di sana.


setelah tautan bibir mereka terlepas, Matthew menahan wajah Angel dan menatapnya penuh cinta.


"salam buat mama, maaf aku tidak singgah " ujar Matthew halus dan Angel menggangguk malu-malu. wajahnya bak Tomat cerry yang sangat matang. sungguh gemas di mata Matthew.


"cup"


kecupan singkat di dahi Angel mengakhiri pembicaraan keduanya.


"dadada kakak, hati-hati"

__ADS_1


Angel melambai tangan saat mobil Matthew bergerak menjauh dari sana.


__ADS_2