Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Setelah Kehilangan


__ADS_3

Hari-hari berlalu begitu cepat. terhitung sejak seminggu setelah kepergian mama vita, angel dan Matthew serta Leo dan enzy masih menginap di rumah duka sampai semua urusan doa untuk mama vita selesai di lakukan.


"Sayang, diminum dulu susunya" Matthew menyerahkan segelas susu pada angel setelah mereka menghabiskan sarapan bersama.


Angel menatap suaminya lekat. ada rasa bersalah dalam diri wanita itu. sejak mengalami duka dia seperti mengabaikan suaminya. padahal Matthew selalu berusaha menghibur dan menguatkan dirinya.


setelah menegak habis susu, tangannya tergerak mengelus pipi suaminya dan disambut senyuman hangat Matthew.


"hubby, aku minta maaf, seminggu terakhir mengabaikan kamu"


"suttt, kamu tidak mengabaikan ku sayang. aku memahami situasi dan perasaan kamu. aku berharap kamu benar-benar sudah ikhlas menerima kepergian mama"


Matthew membalas mengelus pipi sang istri dan Angel menyambut dengan senyum tipis. wanita itu segera membenamkan diri dalam pelukan hangat sang suami.


"aku mencintaimu sayang" ungkap Matthew


Di sisi lain,


sudah empat hari lamanya, Nyonya desi dan jovanka serta para preman mendekam dibalik jeruji besi. akhirnya Matthew dan dan Angel membuat keputusan menyerahkan segala urusan hukuman para pelaku ke pihak berwenang sesuai pesan mama vita.


lalu dimana Margaret?


wanita itu sedang dirawat dirumah sakit kepolisian dan dijaga ketat, akibat keguguran beberapa hari lalu. hari dimana mereka diseret ke tahanan bawa tanah di markas pengawal Dirgantara. saat itu, nyonya desi, jovanka dan Margaret bertengkar saling tendang dan mendorong hingga menyebabkan keguguran Margaret.


kabar ini yang disampaikan dad marcel melalui telepon kepada Matthew saat masih di rumah sakit beberapa jam sebelum mama vita menghembus napas terakhir.


"dek, hari ini kakak ada jadwal periksa kandungan, kamu mau sekalian saja periksa hari ini?" Enzy di dampingi leo menghapiri angel di ruang keluarga.


"boleh, Saya sudah menghubungi dokter kandungan kemarin untuk memajukan jadwal" bukan angel melainkan suaminya yang menjawab.


akhirnya mereka sama-sama menuju rumah sakit hari ini. syukurnya kandungan kedua bumil itu dalam keadaan sehat.


selepas dari rumah sakit, mereka berkunjung kembali ke makam mama vita dan papa Michael untuk mengucap seuntaian doa dan rindu.


saat masih tengah berdoa, mata Matthew tidak sengaja melihat seseorang dengan penampilan misterius di balik pohon dekat pintu masuk makam tengah memperhatikan mereka.


'shittt' umpat Matthew dalam hati.


dengan cepat memberi kode pada Leo. menyadari ada yang aneh leo pun segera mengangguk paham. rupanya masih ada orang yang berani mengikuti mereka entah karena urusan apa.


tidak mau berlama di sana kedua calon papa tersebut segera membawa istri mereka pulang ke rumah.


sementara Matthew sudah menghubungi leon untuk ke makam, dan menyelidiki orang mencurigakan tadi.


sepertinya di tengah suasana duka, mereka masih diikuti orang yang entah punya niat baik atau buruk. dad marcel memutuskan melakukan pengetatan penjagaan untuk semua anggota keluarganya.

__ADS_1


situasi ini sama sekali tidak diketahui angel dan enzy karena suami mereka tidak ingin istrinya kepikiran.


malam kembali datang. suasana rumah duka kembali ramai karena keluarga besar dan para teman dan sahabat dekat berkumpul melakukan doa bersama untuk ketenangan abadi bagi mama vita.


kondisi ini sedikit membuat Angel dan enzy terhibur. walau perasaan rindu pada sang mama terus mendesak dada.


di tengah perkumpulan itu nampak ada beberapa wajah tidak asing. sempat membuat Angel dan enzy kaget sekaligus terdiam.


di sana nampak ada, Tuan robby, Nyonya Isabella bersama suaminya Tuan revan dan Laura putri mereka.


tadi sempat terjadi sedikit keributan saat mereka datang dan ingin masuk. karena pengawal tidak memberi izin. tapi setelah mendengar niat kedatangan mereka, dad marcel yang langsung menuju tempat keributan, mengizinkan mereka masuk.


selesai doa, terlihat nyonya isabella mendekat tanpa sungkan dia memberi pelukan pada dua wanita yang tengah berduka di depannya.


"Angel, enzy. tante sekeluarga turut berduka cita ya. maaf baru sempat datang. Semoga kalian berdua tabah menerima duka ini dan alm. mama kamu mendapat tempat di surga"


"terima kasih tante" Jawab Angel singkat dan tersenyum tipis. walau bagaimana pun dia harus menghargai setiap ucapan belasungkawa yang datang.


tapi beda dengan enzy, wanita itu sama sekali tidak menanggapi ucapan nyonya isabella. walau sejak tadi tatapan wanita parubaya itu tertuju padanya. tatapan penuh sesal dan rindu.


selalu ada rasa sesak dan marah setiap kali melihat wajah ibu dan ayah kandungnya itu. entah bagaimana caranya dia berdamai dengan suasana hati dan cerita hidupnya di masa lalu.


tidak mendapat respon dari enzy, nyonya Isabella akhirnya pamit pulang.


"tante sekalian pamit ya. kalian berdua sehat-sehat terus"


"nak" tangannya terulur mengusap kepala enzy


"maaf" setelah mengatakan itu dia langsung berdiri dan berjalan keluar rumah.


enzy nampak menunduk, walau bagaimana pun wanita tadi ibu kandungnya. tetap ada gejolak dan perasaan sayang serta rindu dicintai di hatinya.


Leo segera memeluk enzy setelah menyadari suasana hati istrinya memburuk.


malam semakin larut, rumah kembali sepih dan menyisahkan tiga pasangan suami istri. malam itu dad marcel dan mom helena memutuskan untuk menginap.


setelah memastikan istrinya tertidur, Matthew segera menyusul ke ruangan keluarga tempat dimana dad marcel dan Leo menunggunya. ada leon juga di sana.


"Tuan, ada seorang penyusup di rumah anda, dia menyamar sebagai pelayan baru yang mulai bekerja lebih dari dua minggu lalu"


jelas leon langsung pada intinya. dia telah memeriksa semua cctv di rumah tuannya, karena tadi seorang pengawal sempat memberi tahu, dia melihat seseorang mengendap-endap masuk ke rumah tuannya menggunakan pakaian persis seperti orang misterius dikubur yang diberitahukan Matthew.


dahi Matthew bercerita bingung.


"dan saya pastikan, orang ini yang beberapa hari terakhir terus memantau situasi keluarga ini. termasuk saat di kubur tadi. dia suruhan nyonya desi. sekarang dia tengah menjalankan sisa rencana mereka yang tersisa, menyakiti nona angel dan nona enzy. kami sudah mengamankannya di markas dan dia mengakui semua perbuatannya"

__ADS_1


"siall. Bisa-bisanya aku kecolongan begini " kesal Matthew pada dirinya sendiri.


"Kita perlu memberinya pelajaran. untung saja segera ketahuan, kalau tidak bisa-bisa ada yang celaka lagi. oh god" geram leo ingin segera menghukum wanita itu.


"biar dad dan leon yang urus. kau dan Leo fokus saja pada istri kalian. timpal dad marcel.


setelah memberi tahu segalanya leon segera kembali ke Markas. sambil menanti hari dimana tangannya akan memberi hukuman akhir bagi wanita jahat tadi.


waktu terus bergulir. matahari kembali terbit di ufuk. Pagi ini restoran Selera Kita dari pusat hingga 3 cabang resto kembali di buka setelah satu minggu full ditutup. suasana duka dan kehilangan masih dirasakan para karyawan. untuk sementara, para karyawan senior dipercaya menghandel urusan di restoran.


sementara itu...


di rumah duka, setelah sarapan, orang tua Matthew segera pamit. keduanya saat ini menghandel segala pekerjaan. dad marcel untuk sementara akan menghandle perusahaan sementara mom helena mengurus butiknya dan nanti sekali-kali membantu mengecek kelancaran penjualan di restoran Selera Kita.


"Sayang, padahal di sini. sedari tadi aku mencari kamu. sedang mencari apa?" Matthew lega, namun bertanya karena melihat sang istri seperti membongkar beberapa barang di lemari mertuanya.


"maaf hubby, membuat kamu khawatir. aku tidak mencari apapun. hanya sedang merapikan kembali barang-barang mama" Jawab Angel tanpa menoleh pada Suaminya.


"biar aku bantu" niat Matthew


"ini hampir selesai hubby"


brakkk


sebuah amplop coklat besar tanpa sengaja terjatuh saat angel mengangkat tumpukan terakhir pakai mama vita.


"apa ini?" gumamnya lirih dan segera mengambil amplop tersebut


dia pun segera duduk di tepi kasur tepat di sebelah Matthew duduk


"itu apa sayang?" tanya Matthew


"entalah hubby. aku mau lihat dulu isinya"


Angel segera merobek bagian atas amplop. dilihat sekilas di dalamnya terdapat berbagai dokumen dan surat penting. Angel memeriksa setiap dokumen itu satu persatu. ada sertifikat rumah, ada beberapa bukti surat pembelian tanah tempat dimana empat restoran dibangun. pergerakan Angel terhenti di dua dokumen terakhir.


surat kuasa pemindahan harta dan surat pembagian warisan.


Angel tertegun setelah membaca kata demi kata dalam dokumen tersebut.


"ternyata mama sudah menyiapkan ini semua dari jauh hari tanpa membicarakan dulu dengan ku" ujar Angel lirih merasa sesak


"kenapa sayang? apakah kamu keberatan dengan keputusan sama dalam pembagian warisan itu?" respon Matthew yang padahal matanya ikut membaca dokumen tadi


"dimana kak enzy? aku perlu membicarakan ini dengannya " bukannya menjawab angel malah balik bertanya.

__ADS_1


" sepertinya di kamar, sayang sedang istirahat "


Angel berdiri dan meninggalkan Matthew yang sedang gusar dan cemas. dia khawatir istrinya tidak menerima isi dari dokumen pembagian warisan. harta almarumah mama vita.


__ADS_2