
semua yang duduk di ruang tamu memandang mama vita dengan rasa penasaran.
"apakah dia mengganggu kamu nak?" tanyanya cemas pada Angel.
"em tidak ma, hanya kita tidak sengaja bertemu" bohong Angel tidak ingin mamanya kepikiran.
"syukurlah nak, Angel dan enzy harus hati-hati dengannya" lega mama vita namun tetap merasa risau membayangkan desi menyakiti kedua putrinya.
"sebenarnya ada apa ma?" Angel makin penasaran sementara enzy pun jadi bingung tentang pembahasan itu. siapa desi dan apa yang sudah orang itu lakukan.
melihat anak-anak dan menantunya penasaran. akhirnya mama vita pun menceritakan segalanya. juga tentang beberapa hari lalu saat desi tiba-tiba muncul di hadapannya dan memberi ancaman.
Yang pasti mereka kaget setelah mama vita bercerita.
khususnya Angel yang tidak menyangka bahwa mamanya punya masa lalu yang begitu pahit.
"kenapa mama tidak pernah bercerita tentang ini?" tanyanya terisak
"itu hanya masa lalu nak. semuanya sudah berlalu. tidak ada lagi yang perlu dipikirkan. yang terpenting sekarang, ingat pesan mama tadi, berhati-hati dengan wanita yang namanya desi. Juga untuk kamu Matthew dan Leo, tolong jaga kedua putriku ini. Desi adalah orang yang nekad"
Angel dan enzy terenyuh. keduanya pun sama-sama bergerak memeluk mama vita menagis bersama dan saling memberi kekuatan. sementara Matthew dan Leo saling memandang penuh arti.
"ma, tidak usah khawatir. Angel akan baik-baik saja di sisiku"
"begitu pun enzy. dia akan selalu ku jaga sepenuh hati, ma"
tutur Matthew dan Leo penuh keyakinan. mama vita tersenyum dan mengangguk namun tetap memeluk kedua putrinya yang masih terisak.
malam kian larut. mereka pun saling pamit untuk beristirahat. di kamar, Angel tidak bisa memejamkan mata. pikirannya melayang jauh. kembali membayangkan masa lalu mama vita dan teringat sosok alm. papa marcel. Matthew yang melihat istrinya tengah memikirkan sesuatu pun sedikit cemas. Kalau angel kepikiran. kesehatan sang istri terganggu.
kandungannya akan terguncang.
"hei, sayang. kenapa melamun?"
"tidak hubby. aku hanya sedang berpikir" elak Angel tapi tetap diketahui Matthew.
"berpikir hingga melamun, begitu maksudnya? sayang, ada aku di sini coba katakan apa yang sedang kamu risaukan" tangan Matthew bergerak untuk mengelus lembut surau istrinya.
"aku hanya khawatir sama mama. sekarang dia sendiri di rumah. tidak ada yang menemaninya. bagaimana kalau nyonya desi, berbuat sesuatu yang tidak baik pada mama" tutur Angel melepaskan semua kegundahanya. dia mencemaskan mama vita yang mulai esok akan tinggal seorang diri. siapa yang akan tahu keadaannya nanti kalau hanya sendiri di rumah.
Matthew mengangguk memahami ucapan istrinya.
"kalau begitu. kita ajak mama tinggal bersama kita saja, bagaimana?"
Angel mendongak menjangkau wajah Matthew yang tersenyum lembut. Tidak ada mimik pura-pura atau terpaksa yang ada hanya gambaran wajah tulus suaminya.
"apakah boleh hubby. tidak masalah mama tinggal bersama kita?"
"tentu saja boleh. bahkan sangat boleh. Bukankah lebih baik kita saling menjaga dan memantau dalam jarak yang dekat. Tidak usah risau sayang, esok kita mengatakan ini pada mama juga Leo dan enzy" tutur Matthew tulus dan yakin dengan keputusannya.
Angel tidak tahu lagi harus mengatakan apa selain berterima kasih pada Suaminya yang selalu memberi jalan keluar di setiap rasa cemasnya.
"hubby terima kasih. Terima kasih sudah menjadi suami yang hebat, pekerja keras dan penuh pengertian. Aku mencintai dan menyayangi hubby. cup" ada air mata di sela ucapan Angel. bukan karena sedih melainkan karena bahagia dan haru.
"ini sudah menjadi kewajiban dan tugasku Sweetheart. dan ingat rasa sayang dan cinta ku melebihi apapun untuk mu dan juga anak-anak kita"
__ADS_1
cup
cup
cup
Matthew memberikan banyak kecupan di bibir basa Angel. namun perlahan kecupan itu berubah menjadi gai rah yang besar saat kedua bi bir mereka saling melum at dan meng hisap. sentuhan lembut Matthew tidak dapat Angel hindari hingga era ngan dan
Leng uhan lolos dari bibir seksinya.
ug hhh hubby, aku meng inginkan dirimu. lakukan sekarang
"aku pun meng inginkan dirimu lebih dari apapun. aku akan mela kukannya sekarang sayang. tatap mataku dan sebut namaku" ucap Matthew terengah diselah sent uhan na kalnya
malam itu mereka kembali meny atu dengan lembut dan dalam hingga ujung ra him Angel merasakan dorongan kuat tongkat sakti premium milik suaminya.
di kamar sebelah pun terjadi pertem puran heboh di atas ran jang. tidak ada kata lembut yang ada Leo meng hujami Enzy dengan menggebu-gebu hingga wanita itu merasa sangat lem as tapi juga ikut puas.
hingga keesokan harinya dua wanita itu kompak keramas dan saling melempar senyum malu saat tidak sengaja berpapasan di depan pintu kamar masing-masing.
di meja makan pun, mama vita menatap dua putrinya dengan senyum paham akan apa yang sudah terjadi semalam.
Angel mengabaikan rasa kikuknya sebab dia teringat pembicaraan semalam dengan Matthew. setelah menghabiskan sarapan, Angel pun mengatakan semuanya kepada mama vita, leo dan enzy.
terdengar helaan napas dari bibir mama vita. dia menatap semua orang di meja makan khususnya Angel perlahan dia menggenggam kedua tangan putrinya yang hingga kini dimatanya masih seperti Angel kecil berusia 5 tahun baginya.
"nak, tidak usah mencemaskan mama. semua akan baik-baik saja"
mama vita kembali diam sejenak mengamati segala penjuru rumah dengan mata mengembun. kemudian lanjut berbicara.
"rumah ini adalah peninggalan alm. papa kamu. rumah yang memiliki banyak kenangan dan perjuangan bersama. Papamu dulu selalu punya harapan besar kita akan selalu berada di rumah ini hingga menua bersama dalam keadaan apapun. melihat kamu tumbuh besar dan juga cucu kami berlarian dengan gembira mengelilingi rumah kecil ini. tapi, Tuhan berkehendak lain. papamu meninggal kan kita lebih dulu. tapi tuhan juga memberi berkat yang lain dengan menghadirkan kakak kamu, enzy dalam hidup kita. mama bersyukur, walau tanpa adanya papa kalian, mama bisa menyaksikan kalian tumbuh besar hingga menikah. jadi mamalah yang harus memenuhi harapan alm. papa kamu. rumah ini tidak boleh ditinggal, harus tetap ada yang jaga dan orang itu adalah mama sendiri"
"ma, aku memahami apapun yang mama katakan tadi. tapi sunghuh aku sangat khawatir, jadi bisakah mama tinggal bersama ku saja sampai kita semua bisa memastikan bahwa nyonya desi tidak akan berbuat apapun yang menyakiti mama. apalagi mama sendiri di sini. mau ya mama, hemm? aku tidak akan pernah tenang kalau mama sendiri saja di sini"
Angel terisak saat mengutarakan rasa cemasnya.
anzy pun ikut mendung sang adik dia samaa khawatirnya.
"ma, aku rasa tidak ada salahnya menyetujui permintaan Angel. jangan khawatir, sesekali kita semua akan ke sini dan menginap. bagaimana?" enzy meminta pendapat para suami di sana yang sejak tadi mendengar dengan tenang. permintaannya pun disetujui oleh Matthew dan Leo.
melihat tatapan penuh harap dan kecemasan dari mata Angel juga enzy. akhirnya mama vita menyetujui permintaan itu. hanya untuk sementara. dia akan kembali ke rumah setelah semua dipastikan aman tanpa gangguan desi si wanita penuh obsesi dari masa lalunya.
Matthew dan Leo berangkat bersama menuju perusahaan. dalam perjalanan terjadi obrolan serius antara keduanya.
"Leo, perintahkan Leon untuk mengutus 2 orang bodyguar kita memantau dan mengawasi pergerakan desi kapan dan dimana pun"
"tambah juga 1 orang penjaga untuk angel. jangan lupa untuk perketatt keamanan untuk anzy juga. kemana pun harus ada bodyguar yang temani begitu juga dengan mertua ku"
perintah Matthew tegas dan tatapan seriusnya di sambut anggukan oleh Leo.
"baik matt, segera akan aku urus"
sementara di rumah, sesuai kesepakatan di meja makan tadi. Angel dan enzy akan tetap di sana membantu mama vitta berkemas untuk pindah ke rumah angel dan suaminya sore ini. enzy pun sama. ikut menyusun rapi pakaiannya ke dalam koper. karena sore ini dia akan ikut pindah ke rumah Leo, suaminya.
di sisi lain, tiba di kantor, yaitu di ruangannya. Matthew dikejutkan dengan keberadaan Margaret.
__ADS_1
"mau apa kamu di sini?" tanya Matthew dingin
"aju mau membicarakan pekerjaan matt, opss sorry maksudnya tuan Matthew " Jawab Margaret mendayu lembut
"tidak ada urusan pekerjaan di luar janji dan kesepakatan bersama. semua sudah terjadwal. keluar!!" tegas Matthew dengan suara yang sangat dingin.
"aku tahu. tapi ini penting ...
"keluarr!!!"
belum selesai Margaret berbicara Matthew kembali mengusirnya keluar.
namun Margaret tidak bergerak sedikit pun dia tetap bertahan di tempatnya. Matthew semakin kesal melihat itu.
"deann!!!"
tidak lama dean muncul dengan wajah panik karena tuanya memanggil dengan suara seperti Toa.
"ada apa tuan?"
"usir wanita ini keluar sampai jauh dari perusahan. setelah itu kau segera kembali menghadapi ke sini" tegasnya tanpa ingin mendengar penolakan.
tanpa mau menunggu lagi, Dean yang takut tuannya murka segera mendorong Margaret keluar tanpa mempedulikan perlawanan wanita itu.
"hei lepaskan aku"
bentak Margaret setelah dean terus menyeretnya keluar dari perusahan di saksikan oleh karyawan. mereka mulai berbisik-bisik membicarakan Margaret yang merupakan mantan sekertaris di perusahaan itu. mereka mengenai wanita itu karena dulu selalu mengambil kesempatan untuk menggoda pimpinan mereka yaitu Tuan marcel dan bisa saja sekarang ingin menggoda Matthew. sungguh tidak tahu malu, pikir mereka.
"sana jauh-jauh dari sini. menganggu orang saja" dean ikut membentak dan mendorong kasar tubuh Margaret. bersama sekuriti membereskan wanita itu hingga tidak terlihat lagi batang hidungnya. setelahnya dia kembali ke atas dan menyiapkan diri menerima kemarahan tuannya.
benar saja, baru juga masuk ruangan Matthew di langsung disemprot pertanyaan pedas tuannya.
"kenapa dia bisa masuk ke ruangan ku. kenapa kamu mengizinkan dia, dean!"
"itu, iii--ituuu tuan, tadi saya mencegah karena memang dalam agenda yang saya pegang tidak ada janji dengan wanita genit itu. tapi dia mengatakan sudah memiliki janji secara pribadi dengan tuan"
jelas dean gugup apalagi melihat aurah kemarahan dri wajah Matthew.
"kenapa tidak menghubungi ku untuk bertanya?"
mampus aku, batin Dean. dia lupa melakukan itu. karena langsung percaya begitu saja ucapan Margaret.
"maaf tuan, saya lupa" akunya salah dan menunduk. dia mengira Matthew akan menghukumnya atau memarahi dia habis-habisan.
tapi yang dia dengar justru di luar gudaan.
"jangan ulangi pagi. ingat, aku tidak membuat janji pribadi dan tidak akan pernah membuat janji pribadi apapun dengan wanita itu. selain urusan pekerjaan yang sudah terjadwal, seperti yang ada dalam buku agenda kamu. jangan pernah lagi membiarkan dia masuk ke ruangan ku. kau dengar dean!!!!"
"dengar tuan" jawab dean kaget. tuannya benar-benar galak.
"apa apa ini?" Leo yang baru saja masuk ruangan Matthew merasa heran dengan dua orang di depannya. Matthew yang menatap garang dean. sementara yang di tatap merapat kan bibir dan menunduk.
"diamlah! kau ini mengganggu keseriusan ku saja" sebal Matthew karena Leo mengganggu moment pelampiasan kemarahannya.
"baiklah, Aku diam. silakan dilanjutkan saja"
__ADS_1
dean yang melihat sepupunya tidak ada niat menolong dirinya dari kegalakan tuannya, menggerutu sebal.
'benar-benar saudara tidak punya rasa kemanusiaan. bisa mampus aku kalau ditatap tajam terus. oh Tuhan buatlah mata tuan Matthew jadi katarak' batinnya sebal pada Leo sepupunya juga tidak tahan tatapan tajam Matthew.