Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Akhirnya


__ADS_3

"Sayang? sungguh kah ini dirimu? sayang ku?" Matthew membolak balikan posisi Angel yang saat ini tengah mencoba gaun pengantin hasil rancangan Mom Helena. mereka sedang berada dibutik saat ini. setelah dua bulan berlalu gaun pengantin dengan desain pilihan Matthew selesai dibuat mom Helena.


pria itu sangat terpesona dengan kecantikan dan keanggunan seorang Angel dalam balutan gaun pengantin. kekasihnya itu membuat pompaan jantungnya menggila. tentu saja dia juga saat ini sedang mencoba tuxedo nya.


"kakak juga luar biasa tampan" respon Angel malu-malu yang membuat Matthew gemas.


"aku sungguh tidak sabar menikahi mu sayang. supaya bisa gigit kamu terus"


"kak volume suaranya dikecilin"


"kenapa, lagian tidak akan ada yang berani melarang. walaupun aku mencium dan menggigit kamu sungguhan di sini sayang "


"issh, kak malu di dengar orang "


"ngapain malu. kita kan memang akan menikah" Angel Lebih memilih mengalah daripada Matthew tidak berhenti bicara sesuka hatinya.


benar saja, para karyawan di sana baik pria dan wanita melihat interaksi keduanya sambil senyum-senyum geli. apalagi mama vita dan mom Helena yang sedari tadi menggeleng kepala melihat sikap Matthew yang sungguh tidak tahu tempat.


Dad marcel yang juga ada di sana justru mencibir putranya.


"Dasar tidak sabaran. menantuku kau harus bilang sama dad, kalau Pria nakal ini bermain agresif. biar dad, kasih dia hukuman"


"Kalau iri bilang. sudah tua kok bawaannya cibir orang mulu. dad, seperti tidak pernah muda saja. sana, mesraan sama mom" balas Matthew yang mana membuat dad marcel mendelik sebal.


"dasar kamu durhaka sama orang tua"


"dad yang mulai, jadi harusnya dad yang durhaka sama anaknya. masa sama anak saja cemburu" perkataan Matthew tentu saja membuat dad marcel makin kesal namun orang-orang di Sana justru tertawa lucu.


setelah selesai melakukan fitting baju pengantin, Mereka akhirnya pulang. Mama vita dan Angel pulang bersama dengan mobil mereka, sementara Matthew langsung balik ke kantor bersama Leo. dad marcel memilih menemani sang istri di butik.


hari pernikahan tinggal menghitung hari, pekerjaan Matthew tidak ada habisnya. karena pria itu akan cuti selama seminggu setelah menikah untuk menikmati masa-masa pengantin baru bersama Angel. hingga diapun sekarang sebisa mungkin membereskan semua pekerjaannya.


"matt, setelah makan siang, kita akan bertemu Mr. Jack di restoran Western. Margaret akan ikut" beritahu Leo pada Matthew


"kenapa dia juga harus ikut?" tanya Matthew sebal. mendengar nama Margaret saja membuatnya kesal apalagi harus berada dalam satu tempat bersama wanita genit itu.


"karena dia yang memegang tanggung jawab Proposal kerja sama itu Matt"


Matthew mendesah kasar.


"Leo, setelah aku menikah, tolong jauhkan Margaret dari jangkauan mata dan pendengaranku "

__ADS_1


mendengar itu Leo terkekeh. dia juga sebenarnya berpikir hal yang sama. karena Margaret punya sifat bibit pelakor. sungguh berbahaya kalau dibiarkan begitu saja.


"apakah perlu aku memindahkannya ke kantor cabang kota B?"


"Kalau itu lebih bagus, lakukan saja. aku tidak mau Angel salah paham melihat sikap wanita itu. dan ini terakhir kalinya aku terlibat dalam satu proyek dengannya "


"baiklah matt"


akhirnya keduanya tiba di kantor dan segera melanjutkan pekerjaan.


setelah makan siang tepatnya jam dua siang, mereka pergi ke restoran western untuk menemui Mr. Jack.


namun tak disangka, belum juga Matthew masuk mobil, Margaret sudah lebih dulu berada di sana dan menyambut Matthew dengan senyum genitnya. padahal ada leo juga di sana. namun tatapan Margaret hanya fokus pada Matthew. apalagi pakaian dan dandanan gadis itu, sangat minim dan menor.


"Hai Tuan Matthew. siang ini anda terlihat tampan" puji Margaret namun diabaikan begitu saja oleh Matthew dan memilih masuk ke dalam mobil.


Leo yang melihat itu ingin sekali tertawa namun dia tahan demi menjaga image coolnya. Rupanya Margaret tidak menyerah, dia juga ikut masuk ke dalam mobil, bukan duduk di depan, melainkan ikut bergabung bersama Matthew di kursi belakang.


"duduk di depan" Perintah Matthew tegas


"Tapi Tuan, anda akan kesepian di sini kalu sendiri" ujar Margaret beralasan


sepanjang perjalanan, Matthew lebih memilih bertukar pesan dengan kekasihnya. Leo lebih memilih fokus menyetir sambil mendengarkan lantunan musik dari radio mobil. hal ini membuat Margaret kesal karena di abaikan.


sekali-kali dia melihat Matthew dari spion depan. Senyum dan tawa ringan Matthew saat bertukar pesan dengan Angel mampu membuat Margaret terpesona hingga bertekad akan membuat Matthew akan terpesona juga padanya apapun caranya.


sementara Matthew masih sedang asiknya menggoda kekasihnya melalui pesan yang dia kirim


'sayang, sore nanti, ketemu ya' pesan Matthew


'ada sesuatu yang penting kak? kan tadi sudah ketemu' tidak menunggu satu menit, balasan Angel muncul di ponsel Matthew. namun isinya membuat pria itu cemberut.


"kenapa? kamu tidak mau ketemu sama aku? kamu kok tega sayang. padahal aku sudah rindu setengah mati sama kamu. kamu malah nggak kangen aku' respon Matthew merujuk


membaca pesan Matthew, Angel yang saat ini sedang berbaring di kasur menjadi gelapan dan merasa tidak enak. padahal maksudnya bukan seperti itu.


'bukan seperti itu kak. Aku selalu kangen sama kak. sekarang pun kangen. tapi aku khawatir kakak capek habis dari kantor'


'bohong, kamu bohong kangen sama aku'


'beneran. serius'

__ADS_1


'buktinya apa?' tanya Matthew


'kakak mau bukti?'


'tentu'


Angel nampak berpikir bagaimana cara membuktikan ucapannya kepada Matthew.


'Matthew Odilo Dirgantara, pria yang sangat aku sayangi dan aku cintai, I miss you so much and I Love you. semangat bekerja calon suami. sampai ketemu nanti. aku merindukanmu kak'


setelah cukup lama berpikir akhirnya kalimat inilah yang terlintas dalam benak Angel kemudian mengirimkannya kepada kekasihnya yang saat ini sedang menanti dengan tidak sabaran.


Angel tidak tahu saja, saat ini Matthew hampir saja berjingkrak senang saking bahagianya membaca pesan darinya. kalau saja Matthew tidak sadar sedang berada dimana dan dengan siapa, sudah pasti dia akan berteriak semaunya. karena ini pertama kalinya Angel mengucapkan kata rindu dengan kalimat panjang lebar.


"ya Tuhan, kenapa dia membuatku gemas dengan jawabannya. sayang, kau membuatku tidak tahan. rasanya ingin sekali menggigit dan mencium kamu" gumam Matthew seorang diri dan sedikit terdengar oleh Margaret dan leo di bangku depan.


kalau Leo boleh saja merasa ageli melihat Matthew yang kasmaran seorang diri. Margaret lain lagi, dia justru merasa kesal dan ingin sekali mencabik-cabik Angel.


akhirnya setelah melakukan pertemuan yang rumit bersama Mr. Jack yang punya banyak permintaan dan persyaratan, mereka akhirnya menemukan kesepakatan untuk membuat satu tambahan pabrik baru di kota B. pabrik itu nantinya akan memproduksi kebutuhan sembako rumah tangga, seperti tepung terigu dari umbi-umbian yang dinilai lebih sehat. ini adalah proyek baru dari Dirgantara Grup yang juga ingin merambah ke bisnis baru yaitu sembako. kebetulan Mr. Jack punya usaha dibagian distribusi hasil tani seperti umbi-umbian organik.


Matthew tidak kembali ke perusahan tetapi, menuju kediaman Angel. sementara Leo dan Margaret harus kembali ke perusahan untuk menyelesaikan laporan pertemuan tadi. Matthew pulang dengan mengemudi seorang diri. dia menyuruh Leo kembali ke perusahan menggunakan taksi begitu juga dengan Margaret. Tidak masalah bagi Leo namun Margaret sangat jengkel karena Leo tidak mau pulang bersamanya melainkan langsung pulang begitu saja tanpa memberitahunya.


"sialan kau Leo. asisten saja kok belagu banget " gumam Margaret marah di depan restoran. belum lagi sekarang hujan turun dengan derasnya. Sialnya lagi dia mau memesan taksi dompetnya tertinggal di kantor sementara ponselnya mati karena kehabisan arus. sungguh Margaret yang dobel sial.


Matthew tiba di kediaman Angel hampir pukul lima sore. melihat Angel yang menyambutnya di teras rumah dalam keadaan segar sehabis mandi dengan rambut yang masih lembab membuat rasa rindu Matthew semakin membumbung tinggi.


tanpa menunggu lama, dia menarik Angel masuk dalam rumah dan dengan segera menyesap bibir manis gadisnya yang seharian membuatnya terbayang-bayang.


Angel yang awalnya kaget, dengan segera menyambut cium*an itu tak kalah menggebu. saling *******, menghisap, menggigit dan menjilat. Karena tidak puas, Matthew mengangkat Angel, membawanya menuju sofa dengan bibir yang masih saling mengulum. setelah mendudukan diri di sofa, tanpa sadar, sebelah tangan Matthew masuk ke dalam baju Angel hingga mere*mas satu gundukan kencang dan kenyal milik gadisnya.


"emmmm..ahh" desah Angel tertahan ciuman panas keduanya. Remasan itu terus berlanjut hingga rasanya nafsu mereka menjadi satu. ingin segera melakukan lebih dari ini. Namun kesadaran Angel segera kembali saat merasa pasokan oksigen mulai menipis. Sekuat tenaga dia memukul pundak Matthew hingga membuat tautan bibir keduanya terlepas. Matthew menyatukan dahi keduanya. nafas mereka terengah-engah akibat dasyatnya ciuman bercampur nafsu. dalam hati dia merutuk tindakan agresif yang baru dia lakukan.


"maaf sayang, aku kelepasan. maaf" ujarnya lirih masih mencoba meredam perasaannya yang masih sangat bergejolak. apalagi posisi Angel yang masih di atas pangkuannya.


"aku juga salah kak, aku ikut terbawa suasana" respon Angel seraya mengelus lembut pipi Matthew yang membuat pria itu menutup mata menikmati lembutnya elusan Angel. pesona Matthew sungguh membuat Angel jatuh cinta berkali-kali.


"I Love you sayang"


"I Love you more and more" balas Angel kemudian melabuhkan sebuah kecupan di bibir Matthew sebelum akhirnya saling memeluk dengan erat.


untung saja, tidak ada orang di rumah, andai saja mama vita sedang ada di rumah. sudah pasti dia menjewer telinga Matthew yang mesumnya tidak tahu waktu dan tempat.

__ADS_1


__ADS_2