
Lega. itulah perasaan Matthew saat ini setelah Angel sadar dan mengatakan baik-baik. walau wajahnya masih terlihat pucat dan perut yang masih sedikit keram. angel menutupi sedihnya. dia tidak ingin menambah rasa khawatir orang-orang yang berada di sisinya saat itu. dia mencoba tenang saat mengetahui Bayi-bayinya selamat. dia bersyukur untuk itu. dia merasa bersalah karena lalai menjaga diri.
meski Angel mengatakan baik-baik saja, Matthew tidak melepaskan pelukannya. beberapa waktu lalu hampir saja dia kehilangan kewarasan melihat kondisi angel.
"Matthew, jangan memeluk menantuku seerat itu. kau bisa membuatnya sesak" tegur mom helena.
"Iya mom. aku hanya ingin memeluk istriku saja. sayang, maaf apa aku membuat kamu dan bayi-bayi kita tidak nyaman? ada yang sakit?" sebisa mungkin Matthew tidak menunjukkan rasa khawatirnya takut Angel kepikiran.
"Hubby aku baik-baik saja. Bayi-bayi kita juga baik-baik"
"syukurlah"
"nak, kamu ingin sesuatu, makan atau minum mungkin? enzy akan ke kantin, mungkin kamu nitip sesuatu?" tanya mama vita yang kini berdiri di samping ranjang pasien.
"untuk sekarang belum ma. nanti saja ya"
"baiklah sayang"
karena Angel tidak menginginkan apapun, enzy akhirnya keluar membeli makan siang untuk mereka.
"nak, bagaimana dengan Leon?" mama vita mendadak teringat penjaga angel yang tadi babak belur dipukul Matthew.
"masih ditangani ma"
"Leon kenapa? leon baik-baik saja kan?" Angel cemas leon dimarahi atau diberi hukuman atas peristiwa yang menimpanya.
"Iya sayang, dia baik-baik saja. sekarang istirahat lagi. setelah itu kamu harus makan supaya kuat, oke"
"hubby aku berharap kamu tidak menyalahkan Leon. ini murni kesalahanku. aku tidak hati-hati"
Matthew tidak menjawab. dia hanya tersenyum sembari mengelus kepala Angel.
sementara itu tukang ojek yang menabrak Angel sudah dibawah ke kantor polisi oleh Leo dan dad marcel. namun sebelum itu, dad marcel menghajarnya hingga nyaris pingsan.
saat ini pun di hadapan polisi, pria itu mencoba membela diri demi bebas dari hukuman.
"pak, saya tidak sengaja. tadi wanita itu yang ceroboh tidak memperhatikan jalan"
"diam kau sialan, kau hampir saja mencelakai menantuku yang sedang mengandung" Teriak dad marcel emosi. untung ada Leo yang bisa menenangkannya.
"pak tolong cek dan putar CCTV dari lokasi" ucap Leo kepada pihak polisi
pria tadi mendadak gugup dan keringatan. tentu saja kalau melihat dari rekaman CCTV akan nampak siapa yang salah.
pihak kepolisian yang memang sudah mengamankan CCTV di lokasi pun mengecek dan melihat isi rekaman itu bersama.
nampak dalam video, Angel yang keluar dari toko tidak melihat depan, kanan dan kiri,. dia fokus menyimpan dompet kecil dalam tasnya. hingga tidak sadar sebuah sepeda motor berhenti mendadak di depannya. ban depan motor menyentuh kaki angel seolah mendorongnya hingga terjatuh.
__ADS_1
melihat rekaman itu, emosi dad marcel mendidih. meski sekilas, tetap terlihat motor itu menyenggol menantunya. bahkan posisi Angel masih dalam batas yang benar. justru motor itu yang terlihat sengaja berjalan ke arah angel.
"tidak ada yang perlu dijelaskan lagi. polisi, beri dia hukuman setimpal atas perbuatannya. saya menututnya atas tindakan pidana mencoba menghilangkan nyawa orang "
setelah mengatakan itu, dad marcel keluar. dia menyerahkan semua urusan di sana kepada Leo dan pengacara mereka.
sama halnya dengan dad marcel. Matthew yang melihat rekaman kejadian yang dikirim Leo menjadi sangat emosi. dia ingin sekali menghabisi pria yang mencelakai angel.
namun dia tetap menahan emosi itu, karena kini dia sedang menyuapi angel.
"hubby kau kenapa?" Angel menyadari perubahan mimik wajah suaminya. kontras seperti emosi.
"tidak apa-apa sayang. yuk dihabiskan makannya" respon Matthew tenang. Angel hanya menggangguk meski tidak puas dengan jawaban sang suami.
kembali ke kantor polisi...
pria sewaan jovanka terlihat tidak berdaya lagi untuk membela diri setelah mengetahui orang yang dia celakai adalah menantu kesayangan dari pemilik Dirgantara Grup. dia hanya pasrah menerima hukuman apapun yang akan dijalaninya nanti.
belum lagi, jovanka si wanita yang membayarnya datang berkunjung. bukan untuk membebaskannya melainkan membawa ancaman. jovanka yang memang sudah berada di sana sejak tadi. menunggu waktu yang tepat untuk masuk. setelah melihat Leo dan pengacara keluar, barulah dia masuk, dengan alasan berkunjung karena mengenali istri pria itu. dia tetap menggunakan masker untuk menutupi identitas wajahnya.
"ingat, jangan pernah melibatkan saya. atau saya akan menghancurkan hidup keluarga kamu. saya akan menghabisi anak-anak kamu kalau kamu berani buka mulut. Bukankah kedua putri kamu sekolah di SD Negeri Bangsa. aku akan dengan mudah membuat hidup mereka menderita. ingat itu!"
ancam jovanka, yang membuat pria tadi ketakutan dan tidak punya pilihan lain selain mengakui perbuatannya.
"nona tolong jangan sakiti anak-anak saya. saya akan mengakui kalau itu kesalahan saya. tolong jangan libatkan anak-anak saya"
"bagus. lakukan seperti apa yang saya katakan. saya akan menjamin kebutuhan sekolah anak-anak kamu hingga kamu bebas"
Di rumah sakit, setelah menghabiskan makan siang dan dicek oleh dokter, Angel tertidur kembali. Enzy dan mom Helena telah pulang. sementara mama vita masih di sana bersama Matthew. tadi juga, para sahabat angel sempat datang berkunjung. Bestie dan noval ikut panik saat mendengar angel kecelakaan. begitupun exel yang datang bersama Cristy. mereka pulang saat angel tertidur.
Langit mulai gelap angel masih pulas, Matthew berencana untuk mandi di kamar mandi ruang perawatan angel sebelum wanita itu bangun. Mama vita disuruh pulang oleh Matthew karena dia tidak tega ibu mertuanya harus ikut menginap di rumah sakit menjaga Angel. awalnya mama vita tetap ingin berada sana. tapi setelah diberi pengertian oleh Matthew barulah dia mau pulang dan akan kembali esok pagi.
Saat keluar dari kamar mandi, Matthew mendapati Melvin sudah duduk di kursi sambil mengobrol dengan angel yang telah bangun.
"Matthew "
"hubby "
panggil Angel dan melvin saat melihat Matthew keluar dari kamar mandi.
"oh hai sayang. sudah bangun, hmm?" ada yang sakit? perut kamu gimana?"
cup
cup
cup
__ADS_1
pria itu mendekat. dia memberikan tiga kecupan basah di wajah angel
Matthew seolah melupakan keberadaan melvin di sana.
"aku baik hubby. Ada kak melvin di sini" beritahu Angel karena merasa salting dicium di depan saudara suaminya.
"biarkan saja. aku sudah tahu" cuek melvin dan kembali mencium wajah Angel yang semakin memerah malu.
"ckk, kau ini benar-benar tidak menganggap ku ada ya" decak melvin kesal..
"Kalau merasa seperti itu, pulang saja sana"
"sialan. kamu benar-benar saudara yang tidak berperikemanusiaan" dengus melvin pura-pura merajuk.
Matthew tidak menanggapi. dia masih fokus pada Angel. menaikkan sedikit bagian kepala ranjang pasien agar angel bisa berbaring dengan nyaman. karena dia belum kuat duduk. pinggang, bokong dan perutnya terasa nyeri.
melvin masih di sana saat Matthew dengan telaten menyuapi angel makan malam. namun saat Matthew hendak membersihkan badan sang istri tentu saja dia menyuruh melvin keluar. mana mau dia badan Angel dilihat cowok lain. dia tahu melvin masih ada di sana karena ada sesuatu yang ingin disampaikan.
"Keluarlah dulu. aku ingin membersihkan badan istriku. nanyi kita bicara lagi"
melvin mengangguk tanpa bersuara.
beberapa saat berlalu. angel telah merasa badannya lebih segar. dia memberi ruang kepada sang suami untuk berbicara dengan sepupunya, melvin.
Dengan masih memantau angel, Matthew duduk berdua dengan melvin di sofa ruang tersebut.
"Gideon meminta bayi itu" beritahu Melvin pada intinya
"aunty sama uncle gimana?" tanya Matthew
"mereka menolak. bahkan tidak memberi izin gideon bertemu bayi itu" jelas melvin lagi.
"lalu, bagaimana dengan Diana?"
"tentu saja dia mau. bahkan mengatakan bayi itu pembawa sial dan pengganggu hubungan kami berdua" ucap melvin dengan menggeleng kepala tidak habis pikir dengan sifat Diana.
"lalu kamu sendiri bagaimana?" apakah kamu mau mempertahankan bayi itu dan menjadikan dia sebagai putra kamu walau nanti kamu sudah bercerai dengan Diana?"
melvin tidak langsung menjawab. dia seperti sedang menerawang sambil berpikir.
"entahlah matt. aku tidak yakin. akhir-akhir ini aku merasa perasaan ku mulai tenang saat menatap dan belajar menggendongnya"
"siapa yang mengajari mu?" tanya Matthew memicing
"seorang yang memberikan perhatian sosok ibu pada bayi kecil itu" Jawab melvin dan sedikit menyembunyikan wajahnya.
"Selena?" Matthew memastikan tebakkannya
__ADS_1
"emmm" melvin mengangguk pasti dengan aura wajah seperti gugup.
Matthew pun tersenyum penuh arti melihatnya.