Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Kembali Mengganggu


__ADS_3

Badan Matthew rasanya sangat lelah. dia juga sangat mengantuk. setelah melewati drama ubi cilembu panggang, mereka balik ke rumah. Sekitar jam lima pagi mereka sampai.


Angel bahkan sudah tertidur kembali dalam perjalanan tadi, sementara Matthew harus berusaha menahan kantuk. setibanya di rumah. kedua kembali tidur.


hampir jam delapan pagi, pintu kamar mereka di gedor dari luar dengan sangat kuat hingga membangunkan Matthew yang tadinya masih pulas. rupanya itu adalah Leo.


dengan sangat malas dan kesal Matthew beranjak membuka pintu.


"ckk, sialan kau Leo. mengganggu saja. aku masih mengantuk"


"Matthew, ini hampir jam delapan pagi, sejam lagi kita meeting. Dean terus menghubungi ku sejak tadi"


"hufttt, baiklah. tunggu di bawa aku siap dulu"


setelah Leo berlalu, Matthew kembali ke ranjang mengahampiri sang istri yang masih sangat pulas.


dia mengelus pipinya dan mengecup beberapa kali.


"kau bahkan tidur sangat nyenyak setelah mengerjaiku semalam. Apakah bayi-bayi kita senang mengerjai daddy mereka, hmm?"


Angel merasa terganggu oleh bisikan dan elusan Matthew. dia pun membuka mata. setelah benar sadar, dia perlahan duduk bersandar di tempat tidur.


"selamat pagi sayang, cup" sapa Matthew seraya tangannya membelai pipi Angel kemudian turun mengelus perut sang istri yang kini terlihat buncit.


"selamat pagi juga untuk anak-anak daddy"


"selamat pagi juga hubby, cupppp, morning kiss" balas Angel tersenyum manis yang mampu menghilangkan semua perasaan lelah, kesal dan penat Matthew. senyum itu seolah lupa apa yang telah dia lakukan semalam. mengerjai suaminya habis-habisan.


"aku mandi dulu. Leo tunggu di bawah "


Angel menggangguk setuju. dia juga beranjak menyiapkan pakaian sang suami kemudian menekan Bell menghubungi para art untuk memanas ubi panggang yang masih tersisa banyak.


Leo mandi cepat mengingat dia sudah terlambat. Angel sigap membantu suaminya bersiap. setelahnya mereka turun ke bawah.


pagi ini Matthew harus ikutan sarapan ubi cilembu panggang sesuai permintaan Angel. Leo juga diajak sekalian karena Angel kembali cemberut melihat Leo yang awalnya menolak. karena memang pria itu tidak begitu menyukai ubi. Matthew menatap Leo tajam menyuruh ikut bergabung. bisa panjang urusannya kalau istrinya kembali merajuk.


Matthew akhirnya dapat bernapas lega. setelah pamit dengan angel. saat ini dia dan Leo tengah dalam perjalanan menuju ke perusahan.


"hufttt akhirnya "


"kenapa matt? kau kelihatan kusut, apa semalam kurang ronde?"


tanya Leo disertai nada candaan


Matthew berdecak. Kurang ronde apanya. yang ada dia yang dikerjai beronde-ronde oleh istri dan bayi-bayinya. Matthew pun menceritakan kejadian semalam. tentu saja tawa Leo meledak setelahnya. rasanya dia ingin menyaksikan wajah derita Matthew seperti Noval semalam.


" nasibmu matt, rasanya aku juga ikut melihat kamu menderita semalam" Leo terus tertawa hingga matanya berair


"hehehehhe.. aduh perutku sakit"


"berhenti tertawa sialan. tunggu saja nanti kalau Enzy juga hamil" dengusnya sebal.


"aku akan berdoa tujuh hari tujuh malam. supaya bayi ku nanti tidak mengerjai ayah tampan mereka" ucap Leo percaya diri.


perjalanan terus berlanjut dengan Leo yang terus meledek atasannya itu.


mereka akhirnya tiba di perusahaan lebih cepat karena tadi Leo ngebut di jalan. di lantai bawa keduanya berpapasan dengan beberapa karyawan yang memberi salam dan menunduk hormat.


mereka hanya mengangguk kemudian menaiki lift khusus ke lantai paling atas. saat keluar dari lift mereka mendapati dean tengah beradu argumen dengan seorang wanita seksi yang sangat mereka kenal. siapa lagi kalau bukan jovanka yang akhir-akhir ini selalu mengusik Matthew.

__ADS_1


"ada apa?" Tanya Matthew datar


"tuan, wanita jadi-jadian ini memaksa untuk masuk"


sontak perkataan dean membuat Jovanka kesal. Leo malah tertawa pelan. sementara Matthew tetap mempertahankan wajah dinginnya.


"hei sialan, siapa yang kau bilang jadi-jadian, haaa?" berang jovanka hampir saja menjambak rambut klimis dean.


"siapa lagi, tentu saja kamu. masuk ke perusahan menyusup seperti pencuri, ehh bukan pencuri tapi setan. Pakaian kayak kurang bahan, dandanan tebal seperti mba kunti" jelas Dean sembari memperhatikan penampilan Jovanka yang persis wanita malam.


tawa Leo akhirnya lepas mendengar betapa detail dean menjelaskan tentang penampilan dan sikap Jovanka.


tentu saja muka jovankan memerah menahan marah, kesal dan malu. kalau bukan menjaga image sudah pasti dia memaki dean habis-habisan.


"Matt aku ke sini karena kangen ngobrol sama kamu. ini aku bawa sarapan"


"perusahaku bukan tempat mengobrol. Leo seret orang ini keluar. dia tidak punya kepentingan di sini"


"siap boss" Leo sigap menjalankan perintah walau jovanka terus berontak.


Dean mengelus dada lega melihat jovanka di usir keluar.


"syukurlah, dia benar-benar merusak mata ku pagi-pagi " omelnya jelas terdengar di telinga Matthew yang melihatnya sambil menggeleng lucu.


"dean, apakah Ruang rapat sudah siap?"


"ehh, ahh sudah tuan. semua orang sudah ada di sana menunggu tuan"


"baiklah ayo kita langsung ke sana. Leo akan menyusul.


sementara saat ini Leo benar-benar menyeret Jovanka hingga keluar gedung perusahan. Tentu hal ini menjadi tonton para karyawan. mereka berbisik dan mulai bergosip akan sosok Jovanka yang belakangan kerap datang ke perusahan namun selalu diusir keluar.


"sana, Pergi jauh-jauh. merusak mood dan pandangan saja" ledek Leo setelah berhasil menyeret Jovanka keluar.


"hanya jadi asisten saja, sok banget. awas saja nanti kalau aku berhasil bersama Matthew, kamu orang pertama yang ku buat menderita dan dipecat" ujarnya percaya diri. tidak menyadari sekarang penampilannya acak-acakan.


"teruslah bermimpi nona jovanka. hingga kau gila"


setelah mengatakan itu Leo kembali naik ke lantai tempat meeting berlangsung.


"asisten sialan " makanya makin kesal


Jovanka saat ini menjadi pusat perhatian dan dicibir.


"hei, apa bisik-bisik ha" teriaknya kesal melihat beberapa karyawan berbisik dan memandangnya penuh ejekan.


dia akhirnya pulang dengan perasaan jengkel dan sangat kesal. mulutnya terus mengumpat sumpah serapah.


sementara di ruangan meeting, sedang berlangsung presentasi dari tim pemasaran. Hasilnya memuaskan Matthew.


"bagus. ini yang saya maksud harus ada persiapan, perencanaan dan komitmen yang matang. Minggu ini produk mulai dipasarkan. terus laporkan pada saya akan perkembangannya. rapat selesai. kalian boleh keluar "


semua bernapas lega. apalagi tim pemasaran yang sejak kemarin kerja keras memperbaiki kesalahan mereka. semalam pun mereka lembur. mereka akhirnya kembali melanjutkan pekerjaan.


Matthew pun sama, kembali berkutat dengan beberapa dokumen.


sementara di rumah, Angel merasa bosan. hari ini Matthew menyuruhnya istirahat di rumah. sebab semalam kurang tidur karena drama ubi panggang.


tapi saat ini dia ingin sekali bertemu ibu mertuanya. dia pun memutuskan untuk meminta izin kepada Matthew.

__ADS_1


"hallo sayang" Jawab Matthew dari seberang sana


"hallo hubby"


"ada apa, Sweetheart? kangen, hhmm? atau mau sesuatu?"


"aku ingin ketemu mom. boleh kan?"


"apakah kamu tidak capek sayang, semalam kan kurang tidur"


"tidak, aku bosan di rumah, boleh ya?


"baiklah, leon akan mengantar kamu. ingat jangan sampai kelelahan"


"oke pak suami, sampai ketemu nanti. bye bye.. i Love you "


"Iya sayang, hati-hati. hubungi aku kalau terjadi sesuatu. aku juga sangat mencintaimu"


telepon berakhir dan angel segera bersiap.


sementara, Matthew setelah menutup panggilan dari sang istri dia segera menghubungi leon memberikan wejangan pada bodyguard itu untuk memastikan keamanan Angel selama di luar.


Angel selesai bersiap dan segera keluar menuju mobil. di sana nampak Leon sudah sigap membuka pintu untuknya.


"hai keon, kita akan ke butik mom Helena. tapi nanti kita singgah ke toko kue dulu ya"


"siap nyonya"


Leon dan Angel cukup dekat. walau sebagai atasan dan penjaga hubungan mereka seperti teman dan keluarga. karena Matthew pun memperlakukan sama untuk semua orang kepercayaannya yang setia dan mengabdi pada keluarga Dirgantara.


mereka akhirnya tiba di toko cake and cookie. Angel turun dan masuk ke toko di ikuti oleh Leon di belakangnya.


Angel memesan brownies kukus serta beberapa cemilan sehat untuk mom Helena dan dad Marcel.


leon dengan sigap segera membawa pesanan sang nyonya menuju mobil. angel menyusul di belakang. Namun saat keluar dari toko, tanpa memperhatikan situasi, sebuah sepeda motor yang juga ingin parkir menyenggol Angel hingga membuatnya jatuh.


dia meringis kesakitan karena perut dan pinggangnya sangat sakit.


Leon yang melihat itu menjadi panik dan segera menolong Angel.


"Sakit, tolong perutku sakit. Bayi-bayi ku tolong selamatkan mereka" lirihnya sangat kesakitan. wajahnya pucat dipenuhi keringat.


"nyonya tolong bertahan, kita Akan ke rumah sakit. maaf, saya lalai menjaga anda" leon segera membawa Angel ke rumah sakit terdekat. dia merasa bersalah telah lalai menjaga nyonya nya.


sementara orang yang menabrak Angel tadi sudah diamankan sekuriti atas permintaan leon.


setibanya di rumah sakit, Leon berteriak memanggil petugas medis untuk menolong Angel. dia menyadari ada yang basah ditangannya saat menggendong nyonya nya itu. dan betapa kagetnya dia padahal itu adalah darah.


angel segera ditangani dokter untuk mendapatkan perawatan.


Leon dengan gemetar menghubungi Matthew. dia tahu setelah ini dia tidak akan selamat dari amukan tuannya.


sementara itu di perusahaan, Matthew masih berkutat dengan kesibukan. hingga getaran ponsel mengagetkannya.


"leon?" lirihnya. biasanya leon akan menelepon kalau ada urusan genting. perasaannya mendadak menjadi tidak tenang.


"ada apa?"


"apaaaaa?!!!!" suara kaget, khawatir dan disertai amarah Matthew menggelegar. dia takut dan panik setelah mendapat kabar bahwa Angel kecelakaan.

__ADS_1


__ADS_2