
Hari ini Matthew mengikuti 2 kali perkuliahan di jam pagi. setelahnya dia menuju ruang dosen untuk menyerahkan tugas-tugas yang selesai dia kerjakan walau sebenarnya deadline masih beberapa hari lagi. Setelahnya dia berangkat menuju Kantor uncle lucas. Saat berada di parkiran kampus dia mendapatkan telepon dari Dad Marcel.
"Hallo dad. Ada apa?"
Tanya Matthew to the point. karena dia tahu dadnya tidak akan menghubungi kalau tidak ada sesuatu yang penting.
"Apa yang kau lakukan pada Morena?"
Tanya Dad Marcel yang membuat Matthew bingung.
"apa maksud dad?"
"Berhentilah main-main! perasaan perempuan bukan untuk dibercandakan!
"hehehehehehe.. dad, apa kau sedang menasihati ku karena masa lalu mu?"
"Matthew!!!!" bentak dad marcel dari balik telepon
"Yes dad" Jawab Matthew santai
"Kau ingin menyembunyikan kesalahan mu, pada Morena hah!!??
"aku tidak melakukan kesalahan apapun. Jadi berhentilah bicara konyol dad" Ujar Matthew yang kini sangat datar.
"jadilah laki-laki yang bertanggung jawab! aku dan mom kamu akan berangkat ke Berlin esok pagi dan sampai di sana dihari berikutnya. Kita akan membicarakan ini nanti setelah sampai di sana!"
klik
Dad Marcel mematikan sambungan telepon secara sepihak tanpa mau mendengar penjelasan Matthew.
"Hahhhhhhhh. sial. Gumam Matthew emosi. Dia marah. sepertinya Morena membuat drama baru.
Semua ini bermula pada kejadian sehari sebelumnya.
"Flashback On
Setelah dari Apartemen Matthew, Morena langsung menuju rumah untuk membersihkan diri. Selesai mandi, tanpa sarapan, dia menuju ka kantor daddynya. Sebelum naik ke ruangan sang daddy, dia sudah mulai memasang wajah memelas, sedih juga terpuruk bahkan ada air mata yang keluar. Dia melangkah dengan penuh keyakinan menuju ruang daddynya.
Kedatangan Morena membuat Lucas sedikit mengalihkan pandangan dari tumpukan berkas di meja.
"hey sweety morning." sapa Lucas
"Hay daddy" Jawab Morena dengan sendu
Ada apa dengan dirimu sayang?"
tanya Lucas ingin tahu, karena Morena terlihat seperti menanggung beban.
Morena membuang nafas panjang.
"ceritakan sweety" ujar Lucas serius
"Dad, semalam saat aku menemani Matthew bertemu rekan bisnis di Club, Matthew mabuk. Aku membawanya pulang ke apartemen. Di sana sesuatu terjadi dad" Jelas Morena sendu seraya menunduk.
__ADS_1
"katakan apa yang terjadi!" Ujar lucas datar
"aku dan Matthew, tidur bersama. Maksudku, kita ya melakukan itu. daddy paham maksud ku. Dad, kita memang melakukan atas suka sama suka. Tapi tadi pagi Matthew mengatakan dia tidak peduli dengan apa yang terjadi. tapi aku peduli dad Aku tidak hanya suka sama dia, tapi aku juga mencintai dia. Kita bahkan melakukan itu tanpa pengaman. bagaimana kalau aku hamil. hiks...hikssss.." Jelas Morena menyakinkan Lucas.
Tangan Lucas terkepal erat. dia emosi Anaknya hanya dijadikan teman tidur oleh Matthew.
"Daddy bantu aku untuk bisa bersama Matthew ya"
Saatnya Morena berbincang serius dengan Daddynya
"kamu serius?" Tanya lucas pada Morena yang memasang wajah memelas di hadapannya.
"Iya dad, tolong bantu aku ya. Kita langsung bilang saja ke uncle Marcel dan Aunty Helena" Jawab Morena serius.
"baiklah" Jawab lucas dan ditanggapi senyum miring oleh Morena namun hanya sekilas, hingga lucas tidak sempat melihatnya.
Entah apa yang direncanakan gadis itu, hanya dia yang tahu.
Setelah Morena pulang, Lucas dengan segera menghubungi Dad Marcel dan menceritakan apa yang terjadi. Maka terjadilah kesepakatan antara keduanya untuk menjodohkan Morena dan Matthew. Hingga adanya rencana Orang tua Matthew akan ke Berlin.
Flashback off
Matthew sudah sampai di kantor Lucas. Tanpa menjawab sapaan karyawan, dia langsung naik ke ruang kerjanya. Untuk masalah ini dia abaikan dulu, karena masih ada tumpukan dokumen yang harus dia periksa sebagai perjanjian kerja sama dengan perusahaan XY.
Di Kota J, Indonesia
Saat ini, Angel tengah membaca buku di perpustakaan. Sebentar lagi akan dilaksanakan ujian Nasional. tadinya dia ingin mencari ketenangan di kelas, namun teman-temannya tengah senang-senang karena Guru-guru tengah rapat. Jadilah dia sekarang di sini.
saat serius membaca dia tidak menyadari seseorang duduk pada kursi di hadapannya. Dia masih saja membuka halaman demi halaman pada buku tersebut.
Angel refleks mengangkat pandangan, dan baru sadar seseorang telah duduk di depannya sambil memasang senyum manis.
"Hey..Sorry ganggu" Ujar Exel.
Ya orang itu adalah Exel. Tadi dia hanya iseng-iseng ke perpustakaan, tahu-tahu melihat Angel di sana. Hatinya berbunga-bunga karena Angel adalah gadis pujaannya selama ini.
"hey Xel" Angel menyapa balik.
"lagi baca apa? Serius banget"
Angel mengangkat buku yang dia baca lalu menunjukan covernya pada Exel.
"Novel, Rindu senja" Ujar Angel memberitahu.
"wow, kamu memang penyuka sastra ya. Dari awal kita masuk ke sini saya perhatikan kamu selalu aktif dalam kegiatan kesastraan"
"tidak, juga. Aku hanya senang membacanya dan juga untuk mengisi waktu senggang"
"Aku kagum lho sama kamu"
Angel hanya membalasnya dengan senyum tipis.
Kring...
__ADS_1
kring...
kring...
Bell tanpa pulang sekolah berbunyi nyariin dari speaker yang ada di sudut perpustakaan. Angel dan Exel akhirnya keluar dari perpustakaan.
"Angel, sore ini aku ke Resto Selera Kita. Kamu ada di sana kan?" tanya exel Setelah hampir sampai di depan kelas Angel.
"Iya. Kenapa?"
"aku mau makan di sana. tapi harus kamu yang Sajikan. Pasti rasanya akan lebih enak"
"Kenapa lebih enak?"
"karena kamu yang nyiapin buat aku" gombal Exel yang disambut dengan senyuman oleh Angel.
"baiklah sampai ketemu di resto" ujar Angel
"yes" sorak exel kesenangan
"Jangan lupa..."
"Jangan lupa apa?" Tanya exel penasaran
"bawa teman kamu yang banyak. Biar jualan mama ku cepat habis" Ujar Angel bercanda
"nanti biar aku saja yang borong, oke" balas Exel dengan candaannya namun terselip niat serius di sana.
Benar saja, Sesampainya di resto, Exel malah memborong beberapa jenis makanan lalu dibagikan pada beberapa orang yang ada di dekat resto. Angel sampai menganga tidak percaya. Bagaimana bisa si Exel menghabiskan uang banyak untuk menepati candaan mereka tadi di sekolah.
Akhirnya dengan setulus hati Angel secara khusus melayani Exel sebagai pelanggan spesial di restoran hari ini. Sepanjang mengunyah makanan, exel selalu menatap dalam Angel yang juga duduk dan makan bersama dengannya. Dia sendiri yang minta. Mama vita juga tidak mempersoalkan itu.
"Kenapa tidak di makan?"
tanya Angel setelah menyadari sekarang exel hanya menopang dagu sambil menatap dirinya.
"karena aku sudah kenyang" Jawab exel
"Serius kenyang? tanya Angel tidak yakin sebab makanan Exel tidak berkurang banyak.
"Iya, aku kenyang hanya karena melihat kamu"
Jawab Exel disertai gombal recehnya. Angel Mengeleng dan tersenyum mendengar ucapan konyol pria di depannya.
"Sudah jangan banyak bengong. Habiskan makanannya. Sayang lho kalau kebuang" ujar Angel.
"Siap Nyonya" Jawab Exel dan sejurus kemudian melahap cepat makanannya.
"masakan mama kamu memang the Best. Pasti kamu juga tidak kalah jago masak seperti mama kamu kan"
"tidak. aku hanya bisa memasak menu harian saja" Ujar Angel
"Aku jadi tidak sabar dimasakin sama kamu juga" tutur Exel dengan senyum menawannya.
__ADS_1
"Jangan gombal terus. Makan dulu keburu dingin" ucap Angel dengan senyum manisnya yang membuat Exel sangat terpepesona hingga mulutnya menganga saat ini.
"Ya Tuhan jantungku rasanya mau keluar" batin exel Setelah terbius senyum angel.