
waktu terus bergulir, hingga kini akhir tahun kembali datang. tepatnya 2 minggu sebelum menutup bulan desember. semua sudah kembali ke kediaman masing-masing, setelah semua urusan doa untuk mengenang kematian mama vita telah selesai.
wekeend ini, keluarga kembali berkumpul untuk merencanakan liburan bersama. perlu diketahui, tadi Angel memeriksa kandungannya, menurut hitungan dokter, kurang lebih dua minggu lagi angel akan melahirkan. setidaknya pada minggu awal setelah tahun baru. tapi tetap perlu berjaga-jaga. karena bisa saja kelahiran lebih cepat dari perkiraan. satu tas berisi perlengkapan saat melahirkan nanti pun sudah disiapkan dari jauh hari.
rencananya saat moment tahun baru nanti mereka akan menikmati waktu liburan keluarga di kediaman Dirgantara, tepatnya dirumah dad marcel dan mom helena. sambil menanti waktu kelahiran sang menantu.
setelah makan malam, angel menuju sebuah kamar yang telah disulap menjadi kamar bayi bertema alam. kamar untuk kedua bayi kembarnya. letaknya persis di samping kamar dirinya dan Matthew. nampak dua box bayi sudah siap, berbagai hiasan alam, mainan khas bayi juga kursi duduk menyusui, serta satu ranjang berukuran kecil melengkapi kamar bayi tersebut.
lemari berukuran sedang juga ada di sudut kamar. lengkap dengan isiannya, yaitu pakaian bayi. Di samping masih ada satu lagi lemari susun kecil yang digunakan untuk menyetok perlengkapan baby.
Angel masih ingat, sebulan lalu, kedua mertuanya begitu semangat menyiapkan semua ini bahkan di kediaman mertuanya juga disiapkan kamar khusus dengan tema yang sama, untuk dua cucunya apabila nanti menginap.
"kenapa, apa masih ada yang kurang, hm?" tiba-tiba Matthew muncul dan memeluk istrinya dari belakang.
"tidak hubby. semuanya begitu lengkap dan lucu. aku hanya tidak sabar kedua bayi kita akan menggunakan kamar ini. mereka pasti senang karena kakek dan nenek mereka yang menyiapkan segalanya " jelas angel sembari mengelus tangan Matthew yang membelit perut buncitnya.
"tentu saja. aku pun tidak sabar menanti mereka lahir sayang. cup" Matthew mengecup leher jenjang istrinya.
"woww mereka menendang lagi" Ucapnya antusias karena merasakan pergerakan anak-anaknya. nampak jelas beberapa gerakan kecil diperut angel. Matthew akhirnya mengajak kedua bayinya berinteraksi. dia kembali tertawa bahagia saat sapaan dan perkataannya di respon dengan gerakan aktif anak-anaknya.
Seminggu kembali berlalu. Saat ini Matthew sedikit cemas melihat sang istri yang ingin ikut merayakan malam natal di gereja. padahal dia menginginkan sang istri di rumah saja bersamanya. takut angel kelelahan. namun Angel antusias menyambut natal tahun ini. mendengar larangan suaminya, dia merajuk bahkan tidak mau ngomong hanya menangis tanpa suara. dia sungguh sangat ingin menikmati moment natal ditempat semestinya.
"sudah. turuti saja, lagian kalau nanti kenapa-napa, kita semua ada di sana kan" ujar mom helena memeluk menantunya yang kini merajuk manja. mereka memutuskan menginap di rumah Matthew selama natal.
mau tidak mau Matthew mengalah. beruntungnya selama merayakan natal angel tidak mengeluh apapun. dia bahkan begitu bahagia bisa bertemu keluarga dan para sahabatnya setelah merayakan malam natal. Matthew pun merasa lega.
Waktu menunjukan pukul satu dini hari, semua orang sangat terlelap saat angel mulai merasakan sakit dan mulas pada perutnya. rasa sakit dan mulas itu seperti hilang muncul dalam durasi waktu yang cukup lama. namun lama kelamaan dia tidak sanggup menahan. keringat bahkan sudah memenuhi dahi dan lehernya.
"auww, sakitt" ringis angel
"hiksss..hiksss hubby. perut aku sakit" Angel kembali meringis dan mencoba membangunkan Matthew
sementara itu Matthew yang terlelap samar-samar mendengar suara istrinya seperti menangis.
"awww.. hiksss sakit hubby " rasa sakit itu kembali datang.
"Sayang kamu kenapa?" Matthew panik dan langsung duduk.
"Hubby perut ku sakit. sepertinya aku mau melahirkan " keluh angel tapi malah membuat Matthew bengong dan Bingung.
"apa? 2 minggu lagi kan?"
"sepertinya ini meleset dari perkiraan. awwhh.. hubby sakit" Angel meringis sambil mengcengkram kuat tangan Matthew
"ya Tuhan sayang, jangan buat aku panik. ayo kita ke rumah sakit sekarang "
"ayo ke rumah sakit, ayo sayang" ajak Matthew dengan rasa panik
Matthew memang mengatakan ke rumah sakit, tapi lihatlah, akibat panik dia menjadi bingung dan bodoh. dia malah berlari keluar sendiri sambil berteriak memanggil mom dan dad nya.
"mom.. dad, ayo ke rumah sakit. istri ku mau melahirkan" padahal kamar mom dan dad marcel berada di lantai bawah. seharusnya dia tidak perlu berteriak dari kamarnya.
Angel semakin meringis dan menangis melihat suaminya yang malah meninggalkan dia seorang diri.
"Hubbyyyyy,, kok aku ditinggal. hiksss.. jahat banget. nak nanti kalau kalian lahir, balaslah papa kalian yang membiarkan mama kesakitan sendiri"
__ADS_1
sementara itu di lantai bawa,
Matthew kembali berteriak dan membangun seisi rumah.
"hei, ada apa berteriak dini hari begini" tanya dad marcel dengan raut kesalnya.
"nak kau ini kenapa?" mom helena ikut bertanya.
"mom dad, bukan saatnya bertanya. ayo ke rumah sakit. istriku mau melahirkan " beritahunya sambil berjalan menuju pintu keluar
"apa? Ya Tuhan. Iya ayo ke rumah sakit" orang tuanya ikut panik. tapi di tengah kepanikan itu, mom helena seperti mengingat sesuatu.
"lalu dimana menantuku, bukankah kita mau ke rumah sakit?" tanyanya setelah menyadari tidak ada angel yang katanya mau melahirkan
"ha....Ya Tuhan bodohnya aku" Matthew menepuk jidat setelah menyadari kebodohannya.
"ma, istriku masih di kamar aku meninggalkannya di sana" ujarnya seraya berlari menuju lift untuk kembali ke lantai atas.
mom helena dan dad marcel sampai menganga tidak percaya melihat tindakan konyol putra mereka akibat panik.
"benar-benar tidak bisa diandalkan. bagaimana kalau kita tidak menginap di sini. dia pasti makin bodoh" ujar dad marcel mencibir putranya
"sudah diam. kau dulu lebih parah. aku yang melahirkan malah kau yang pingsan" timpal mom helena mengingat kembali moment melahirkannya dulu yang penuh suasana konyol dan lucu akibat tingkah suaminya.
dad marcel yang kembali diingatkan akan moment itu mendengus dan cemberut.
sementara itu di kamar
Matthew masuk dan mendapati angel menangis sambil menahan rasa sakit. dia sangat merasa bersalah.
ujarnya sembari mengangkat Angel dalam gendongan .
walau masih kesal dengan tingkah suaminya tadi, angel tetap menurut saat digendong.
sesampainya di lantai bawah, Matthew menyuruh seorang pelayan untuk mengambil tas di kamar mereka. berisi barang keperluan saat di rumah sakit. pelayan itu akan menyusul dengan beberapa pengawal.
dalam perjalanan angel terus meringis saat rasa sakit dan mules diperutnya kembali datang.
mom helena dan Matthew mencoba menenangkan dan memberinya banyak kata-kata semangat dan dukungan. sementara dad marcel fokus mengemudi.
satu mobil pengawal dipimpin leon mengikuti dari belakang. tidak menunggu lama mereka tiba di rumah sakit. Angel langsung ditangani oleh dokternya.
Angel berbaring di ranjang pasien untuk dilakukan serangkaian pemeriksaan. tangannya masih digenggam Matthew. rasa cemas, takut dan panik tidak bisa pria itu sembunyikan. apalagi melihat istrinya mencoba menahan sakit, berjuang demi kelahiran dua bayi mereka.
"sudah pembukaan 4, kita tunggu sampai pembukaannya lengkap ya" jelas dokter.
"memangnya ada berapa pembukaan dokter " tanya Matthew bingung
"ada 10 pembukaan pak" Jawab dokter
"lalu harus tunggu berapa lama lagi. kasihan istriku kesakitan "
"tidak bisa dipastikan. bisa saja 3 hingga 4 jam lagi atau lebih cepat. tergantung proses pembukaannya cepat atau tidak. dan perlu saya tekankan. sakit seperti ini wajar pada pasien yang melahirkan normal" jelas dokter lagi.
Matthew menarik napas panjang. kasihan sekali istrinya kesakitan seperti itu. sebenarnya dari awal dia sudah menyarankan untuk operasi caesar saja. tapi Angel tetap ingin melahirkan normal.
__ADS_1
setelahnya dokter mengarahkan angel, untuk melakukan beberapa gerakan demi bisa merangsang kontraksi melahirkan. seperti berdiri sambil berpegangan, menungging, merangkak, berjalan, berbaring miring ke kiri, dan masih ada lagi yang lain.
Matthew dan mom helena pun membantu angel melakukan aktivitas ringan tadi sesuai arahan dokter.
"awhhh... huffftt...arghhh... sakitttt" Angel meringis kala rasa sakitnya datang lagi. saat ini dia mencoba untuk berjalan sambil berpegangan.
"sayang kalau tidak kuat duduk dulu ya" cemas Matthew. dia ingin sekali mengganti posisi istrinya untuk menerima rasa sakit itu.
semakin lama, rasa sakit itu semakin sering timbul. bahkan membuat Angel menangis dan dia seperti merasa kedua bayinya akan keluar. padahal belum waktunya untuk mengejan. sekarang masih pembukaan delapan kurang dua pembukaan lagi.
"argh.. rasanya aku tidak kuat. ini sakit sekali. sepertinya mereka mau keluar" semakin angel bergerak, semakin rasa sakit itu datang. akhirnya dia memilih untuk berbaring miring di ranjang pasien.
Matthew tidak henti-hentinya memberikan semangat dan kecupan penuh kasih pada sang istri. dia sungguh tidak tega. sepertinya dia harus memikirkan lagi untuk menambah momongan.
akhirnya setelah 3 jam berlalu sudah genap 10 pembukaan. dokter mengarahkan angel ditemani Matthew menuju ruang bersalin.
ringisan angel lagi-lagi membuat Matthew tidak tega. pelu istrinya sudah mengalir dari dahi ke pelipis hingga ke lehernya. Matthew terus mengecup puncak kepala angel, membisik kata semangat dan cinta serta tangannya juga mengelus perut buncit angel, mencoba merangsang kedua buah hatinya untuk tidak membuat istrinya kesakitan.
"hiksss.. hubby ini sakit sekali. awhh.. rasanya aku ingin mengejan"
"cup.. cup.. cup..harus kuat sayang sebentar lagi kita akan bertemu dua buah cinta kita. kamu pasti bisa. kamu wanita yang hebat. aku mencintai mu, Sweetheart "
dokter dibantu beberapa bidan sudah siap dengan pakaian dan perlengkapan medis. kini saatnya eksekusi. dokter memberikan arahan pada angel untuk mendorong kedua bayinya keluar.
"nona angel, sekarang saatnya mengecan. ikuti instruksi saya ya, ambil napas dalam-dalam, lalu tahan, kemudian dorong"
1
2
3
"emhhhhh..emhhh.."
"emhhhhh..emmhh.. eemmhhhhh"
Angel mengejan sekuat tenaga, wajahnya memerah, napas terputus-putus, urat-urat nampak seperti hendak keluar dari kulitnya. dia seperti berjuang antara hidup dan mati.
"ayo nona, kepalanya sudah terlihat. dorong lagi" instruksi dokter karena sudah terlihat kepala bayi keluar.
"Sweetheart, kamu pasti bisa. sebentar lagi kita akan bertemu mereka, ayo Sayangku, terus dorong" bisik Matthew menyemangati istrinya.
walau tangannya sudah memerah dan sakit karena sejak tadi diremas sang istri, tapi itu tidak seberapa melihat perjuangan angel melahirkan buah hati mereka.
"eeemmmhhhhh....." satu dorongan kuat dilakukan angel hingga
oekkk
oekkk
oekkkk
"puji Tuhan, satu sudah berhasil keluar, ayo nona, berjuang sekali lagi. dorong yang kuat"
air ata Matthew pecah, mendengar tangisan anak pertamanya yang berhasil keluar dari rahim sang istri.
__ADS_1