
Persiapan menuju pernikahan telah mulai dilakukan. selama seminggu terakhir angel dan Matthew mulai memilih jenis desain undangan pernikahan dan tema prawedding serta konsep pernikahan mereka nantinya. Mama vita dan mom Helena juga tidak kalah antusias. keduanya punya peran dalam mencari wedding organizer atau WO. Rencananya, untuk foto prawedding akan dilakukan dua minggu lagi. Adapun tema yang dipilih Angel dan Matthew adalah Putih Abu SMA, Alam dan pantai, Gaya Tradisional, Gaya Tematik. Setelahnya akan disusul dengan pembuatan Kartu undangan sesuai desain yang mereka pilih yaitu desain undangan kalender karena ada banyak tema prawedding yang mereka lakukan. Tema pernikahan keduanya adalah paduan garden dan rustic.
"Apakah kamu yakin memilih tema pernikahan ini sayang?" tanya Matthew pada Angel yang kini keduanya menikmati waktu berdua di lantai dua Restoran Selera Kita. mereka baru saja selesai menikmati makan siang.
"aku rasa ini sudah lebih dari cukup kak. aku suka kok. tapi, untuk tema prawedding apakah tidak terlalu banyak?"
Angel bertanya seperti itu karena tadinya dia hanya ingin menggunakan tema Putih Abu SMA dan tematik. namun Matthew justru menambah lagi dengan tema yang lain.
"padahal aku merasa ini belum cukup sayang. aku maunya kita menggunakan semua tema prawedding yang ada. Biar lengkap dan berwarna" Jawab Matthew tanpa beban dan membuat Angel melongo mendengarnya.
"kak, Satu tema saja pasti butuh waktu dan tenaga apalagi lebih dari satu tema seperti ini" ujar Angel dan mengeluarkan sedikit rasa kurang setujunya.
"pokoknya pakai tema yang sudah kita pilih ya sayang. lagian kita masih punya banyak waktu kan. aku suka semuanya, ya.. ya.. hem?"
entah ini maksudnya memohon atau memaksa. yang pasti Matthew memasang wajah memelas hingga tidak mampu ditolak Angel.
"baiklah kak" pasrah Angel akhirnya.
Kini, Seminggu telah berlalu. Hari ini angel akan kembali beraktivitas sebagai dosen di kampus. Semester baru telah dimulai. Saat ini Angel telah tiba di parkiran kampus. Namun sejak dia keluar dari mobil tatapan orang-orang di parkiran nampak berbeda. Terlihat seperti mencemooh dan menyindirnya.
"aku tidak menyangka ya, Bu Angel aslinya seperti itu. Apakah memang tampangnya yang polos menutupi jati dirinya yang seorang pelakor"
"kamu benar, bukankah sebelumnya dia dekat dengan pak Lauro, ehh tiba-tiba dia malah bawa si chef exel ke kampus. mau pamer kalau lagi dekat sama cowok baru"
"Iya dia tidak tahu malu, Saat SMA dia merebut kekasih dari Artis cantik Laura. kalian tahu kan si Pewaris tunggal Dirgantara Grup, tuan muda Matthew. dulu dia adalah sahabat dan kekasih Laura tapi Si pelakor itu malah merebutnya"
"dengar-dengar sekarang tuan muda Matthew mau bertunangan dengan Morena desainer cantik dari Prancis anak dari rekan bisnis Tuan muda Matthew, ehh si pelakor malah main gila lagi . rebut si tuan Matthew dari tunangannya, kan tidak punya malu"
Angel mendengar perkataan para mahasiswa yang saling berbincang satu sama lain di parkiran kampus. jelas sekali tatapan mereka seolah menyindir Angel. Tentu saja situasi ini membuat Angel bingung sekaligus sangat kaget. ada apa sebenarnya.
setiap langkahnya menuju ruang dosen, nampak tatapan sinis juga bisikan jahat tentang dirinya dia lihat dan dia dengar.
hingga dia masuk ruang dosen pun tatapan dari rekan dosen juga sangat berbeda. memang ada yang menyapanya namun tak sedikit pula ada yang membuang muka. Angel semakin dibuat penasaran namun yang pasti ia sedih, khawatir juga takut.
baru saja Angel meletakkan tas di atas meja di ruangannya. dia merasa ponselnya yang dia taruh dalam saku blazer terus bergetar.
dia pun mengambilnya dan terlihat ada telepon masuk dari Matthew, sekilas dia juga melihat ada notifikasi pesan masuk dari Bestie, noval dan Exel.
"hall..."
"Sayang kamu dimana, kamu tidak apa-apa kan?"
belum selesai juga Angel menyapa, Matthew langsung menyela dan bertanya dengan nada penuh kekhawatiran.
__ADS_1
"eemm, aku di kampus kak, barusan sampai. sebenarnya aku baik. tapi, aku merasa ada sesuatu yang terjadi, orang-orang di sini membicarakan ku, aku Bingung sebenarnya ada apa"
jawab Angel mencoba untuk tenang walau sebenarnya dia sangat cemas juga bingung.
"apakah kamu tidak membaca berita pagi ini sayang?"
"berita apa kak?"
"buka link yang barusan aku kirim ke kamu"
"Iya, tunggu bentar ya kak"
Angel membuka aplikasi pesan instan dan di sana nampak ada pesan baru dari Matthew yang berisi beberapa link berita. dengan ragu-ragu namun penasan Angel membuka satu link tersebut.
betapa kagetnya Angel setelah membaca judul berita dari link yang dia buka. tubuhnya terasa lemas dan perlahan ponselnya jatuh ke lantai, matanya kini berkaca-kaca.
"Wajah polos namun tingkah tidak bermoral, ini dia sosok pelakor masa lalu dan Sekarang perebut hati Pewaris Dirgantara Grup "
Entah bagaimana ceritanya berita semacam ini bisa ada pagi ini di media gosip. Foto Dirinya nampak terpampang jelas dalam berita tersebut. memang beberapa saat setelah lamaran, Beritanya tersebar begitu cepat mengingat Matthew bukankah orang biasa. saat itu belum ada tanggapan negatif dari siapapun. Namun kenapa hari ini malah muncul berita yang seperti ini. seluruh isi berita ini sungguh sangat menjatuhkan harga dirinya. dia dikatakan sebagai pelakor masa lalu yang merebut Matthew dari Laura kini kembali berulah merebut Matthew dari morena. bahkan profilnya sebagian seorang dosen pun terpampang jelas di sana. entah siapa yang menyebarkan berita tidak masuk akal tersebut. akhirnya Angel mengerti maksud dari sindiran, hinaan dan tatapan sinis warga kampus pagi ini.
"hiksss..hiksss..hiksss kenapa bisa seperti ini" angel menagis tergugu. dia terisak sangat pelan. dia duduk di kursi kerjanya dan menutup wajah dengan kedua tangan. ponselnya sudah jatuh ke lantai hingga panggilan Matthew dari seberang tidak dia dengar.
sementara, di kantornya saat ini, Matthew luar biasa cemas juga khawatir. Dia berkali-kali memangil Angel melalui sambungan telepon namun tidak ada jawaban yang ada hanya terdengar isakan pilu gadisnya. Tentu saja dia semakin khawatir. Akhirnya dia mematikan panggilan dan segera mengirim pesan ke ponsel Angel.
pesan itu terkirim namun belum dibaca. membuat Matthew makin cemas.
"Leo!!" panggil Matthew menggelegar
"Iya Matt, aku di sini"
"takedown berita berita sialan itu. dan segera cari tahu siapa yang membaut gosip tidak jelas itu. pastikan dia mendapat hukuman yang setimpal"
nampak aura gelap Matthew membuat Leo bergidik dan sadar Matthew saat ini sangat murka.
"siap Matt. aku akan lakukan sekarang"
"satu lagi, batalkan semua jadwalku hari ini. aku akan ke kampus angel" tambah Matthew sebelum Leo benar-benar keluar dari sana.
"baik Matt" Leo berlalu dan tidak lama setelahnya Matthew juga keluar untuk segera ke kampus Angel.
Di luar ruangannya, Matthew menyuruh beberapa bodyguard termasuk sang ketua Alan untuk mengikutinya.
"Alan ikut aku. kita ke kampus angel Sekarang "
__ADS_1
"siap bos"
Matthew menyetir sendiri dengan kecepatan di atas rata-rata, Alan dan beberapa pengawal di belakang sampai kewalahan mengikuti sang boss. bukannya takut, namun mereka masih sayang nyawa. pagi seperti ini aktivitas jalanan sangat padat. Jarak tempuh yang seharusnya hampir sejam ke kampus angel kini hanya menghabiskan waktu tidak sampai tiga puluh menit.
begitu tiba, Matthew segera memarkirkan mobilnya dengan asal yang langsung membuat penjaga parkiran memakinya karena kesal.
tanpa menghiraukan Kekesalan orang itu, Matthew melangkah cepat menuju ruang dosen dimana Angel berada. namun sebuah pemandangan tidak enak langsung dia lihat begitu tiba di sana. banyak mahasiswa berkumpul di depan ruang dosen sambil berteriak dan mengumpat.
"hei dosen pelakor, keluar kau" teriak seorang mahasiswa yang kini memegang toa.
"kita tidak butuh pendidik yang tidak bermoral di sini "
"pecat saja dia"
"Kalau mau jadi Lo*nte jangan di sini. Ke Club Sana, jual diri"
sungguh teriakan para mahasiswa tersebut sangat menghina dan menjatuhkan harga diri Angel. Matthew mengepal tangan hingga urat-uratnya jelas terlihat.
"aku tidak akan mengampuni kalian" sumpahnya penuh amarah.
"tuan, kita akan membubarkan Meraka" Ujar Alan yang dengan segera mengarah beberapa anak buahnya membubarkan para mahasiswa tersebut.
tanpa menjawab, Matthew justru menerobos kerumunan mahasiswa tersebut hingga akhirnya berhasil sampai dalam ruang dosen.
kehadiran Matthew di sana tentu mengagetkan para dosen yang sedang dilanda kecemasan dan sedang membuat rapat internal dosen dadakan untuk mengantisipasi kejadian yang sedang terjadi.
"Tuan muda Matthew. Syukurlah anda ke sini" sapa kepala program studi saat melihat kehadiran Matthew di sana.
"dimana Angel?" tanya Matthew datar dan mengabaikan sapaan kaprodi tadi.
"mari ikut saya" entah datangnya dari mana, Lauro tiba-tiba berdiri di samping Matthew dan mengajaknya menuju ruangan Angel. tanpa menjawab Matthew mengikuti saja.
"dia ada di dalam bersama beberapa dosen wanita. silakan" Lauro mempersilahkan Matthew masuk setelah mengetuk pintu Angel.
"sayang" Ucap Matthew lirih setelah melihat kondisi Angel tidak baik-baik saja. perasaannya sangat sakit melihat pipi angel memar, sudut bibirnya berdarah. rambut pun nampak berantakan. terlihat beberapa dosen wanita menenangkan kekasihnya itu.
"kak, hikss" tangis Angel pecah setelah melihat Kedatangan Matthew. Menyadari situasi, rekan dosen segera meninggalkan ruangan tersebut.
Matthew segera mendekap Angel dan menyalurkan seluruh perasaan cinta dan sayangnya. Sungguh melihat Angel yang seperti ini membuat Matthew tidak karuan.
"Sayang apa yang terjadi, hmm? kenapa kamu seperti ini" Matthew bertanya dengan perasaan sangat khawatir dan juga marah. siapa yang membuat Angel babak belur seperti itu. bukan jawaban yang Angel berikan melainkan dia langsung pingsan dalam dekapan Matthew.
Matthew yang kaget sontak merasa cemas. tanpa mengatakan apapun dia segera membawa Angel keluar menuju rumah sakit terdekat.
__ADS_1