
Saat ini 3M sekawan dan Leo tengah berada di sebuah tempat hiburan malam langganan mereka semasa muda. sedari tadi mereka merasa aneh dengan sikap Melvin yang banyak diam namun sudah berapa gelas cocktail masuk dalam perutnya. Pria itu bahkan mulai bicara tidak jelas. mereka masih mendengar jelas kalimat desisan dari mulut pria itu
"Diana kau sialann"
entah apa yang terjadi.
Malam kian Larut. Mata Leo tidak sengaja sekilas melihat orang yang sangat dia kenal tengah bercimbu bersama seorang pria bule.
"morena?" gumamnya.
"apa?" Tanya Matthew
"sepertinya saya melihat morena di sana, tapi saya tidak yakin.
Matthew mengikuti arah tangan Leo.
sebuah senyum sinis terbit dari mulutnya setelah menyaksikan bagaimana liarnya morena be*cumbu dengan seorang pria yang juga dikenal Matthew. Teman sekaligus kolega bisnis butik wanita itu di Berlin.
Sementara saat ini morena tengah Asik menikmati belitan lidah dengan temannya dari Berlin. dari bahasa tubuh keduanya, sepertinya mereka memiliki hubungan khusus. lama bercumbu, Teman pria yang bersams morena, menarik gadis itu ke sebuah kamar di lantai atas.
Matthew dan Leo tidak mau kehilangan jejak. Hingga malam itu secara langsung Matthew memutuskan rencana pertunangan dia dan morena serta mengakhiri hubungan keduanya. Morena nampak tidak setuju dan histeris. tapi dia mendadak takut setelah video mesumnya bersama pria tadi ada dalam Ponsel Leo dan Matthew.
"kita berakhir morena" sinis Matthew dan berlalu dari sana.
"tidak Matthew! tolong dengar penjelasan ku dulu!! teriak morena. Dia ingin mengejar Matthew, tapi kondisinya saat ini sedang telanjang dan hanya ditutupi selimut tipis. sementara pria yang bersamanya tadi hanya menyaksikan kejadian itu dengan wajah datar.
Leo dan Matthew memutuskan untuk pulang lebih dulu .Melvin yang tengah mabuk akan dihantar Martin.
Drttt..
drtt...
drt...
Saat Angel bersiap untuk tidur, ponselnya yang terletak di atas nakas bergetar. Ada panggilan masuk dari nomor baru. namun dari barisan angka yang tertera sepertinya dia ingat pemilik nomor tersebut. Siapa lagi kalau bukan Matthew. Karena masih kesal dan dongkol dia mengabaikan telepon tersebut. hingga 3 panggilan masuk tidak dia jawab. tak berselang lama ada pesan masuk.
'sayang, aku tahu kamu belum tidur, bahkan masih memegang ponselmu. jadi jawablah'
Angel kaget dan merasa Matthew bagai cenayang bagaimana bisa pria itu tahu apa yang dilakukan dirinya saat ini.
drttt
drttt
drttt
Panggilan masuk dari nomor yang sama muncul lagi di layar ponselnya. Dengan malas gadis itu menggeser tombol hijau dan menjawab panggilan itu.
"kenapa?" tanya Angel begitu menjawab telepon Matthew
__ADS_1
"sapa dulu sayang. salam dulu" Jawab Matthew dari seberang
"ada apa?" bukanya mendengar, Angel malah bertanya kembali
"aku kangen sama kamu" Jujur Matthew. terdengar sekali suara pria itu lirih saat bicara.
satu, dua, tiga hingga sepuluh detik berlalu Angel tidak kunjung merespon. padahal gadis itu merasa meremang saat Matthew mengatakan rindu. entah kenapa hatinya menyukai pengakuan itu. Namun egonya lebih besar sekarang.
"Sweetheart. kau mendengar aku? kau masih di sana kan?" tanya Matthew saat Angel tak kunjung menjawab.
"iya" singkat Angel dan gugup
"aku kangen kamu. Sangat" ulang Matthew begitu dalam
"bukan urusan saya" ketus Angel yang tidak sejalan dengan suasana hatinya yang kini membuncah.
"baiklah, Aku hanya ingin mengatakan itu. segeralah tidur. ini sudah malam. Selamat malam sayang. Aku mencintaimu" Pamit Matthew setelah merasa lega dia bisa mendengar suara Angel sebelum tidur. Dia menunggu Angel menjawab ungkapannya namun malah panggilan yang diputuskan gadis itu.
Matthew tidak kecewa atau marah melainkan dia semakin bertekad untuk meluluhkan hati gadis itu.
sementara angel saat ini merasa berdebar-debar hingga sulit menutup mata, bahkan malam kian larut dia justru makin tidak memahami perasaannya.
Seminggu kini berlalu, selama seminggu terakhir, Matthew selalu menjemput Angel pulang dari kampus. sebenarnya Angel selalu menolak namun bukan Matthew namanya kalau tidak berhasil membuat Angel pasrah.
Hari ini, Melvin dan kekasihnya Diana akan melangsungkan pemberkatan pernikahan di Sebuah gereja katedral terbesar di kota itu dan malamnya akan dilanjutkan dengan acara resepsi di hotel bintang lima milik keluarga Noval.
sebelum jam 7 pagi, Matthew sudah sampai di rumah Angel. Setelah meminta Izin pada mama vita akhirnya Matthew diperbolehkan untuk berangkat bersama gadis pujaannya. namun, kendalanya saat ini adalah, Angel menolak untuk berangkat bersama. Gadis itu ingin berangkat sendiri dengan mobilnya.
tanya mama vita yang kini ikut turun tangan. Dari yang dia lihat, putrinya itu sebenarnya mau berangkat bersama Matthew namun terlihat ragu dan takut saat melihat keberadaannya di sana. Apakah anak gadisnya merasa tertekan dengan semua ketegasannya selama ini? kalau seperti ini, mama vita tentu merasa cukup bersalah. Karena tujuan wanita itu bukan untuk membuat putrinya tertekan melainkan fokus pada mimpi dan cita-cita yang sejak kecil dia ingin capai. Sekarang Angel telah dewasa dan bisa dikatakan sukses mewujudkan mimpi. Dia sudah memutuskan tidak akan mencampuri semua keputusan anak gadisnya itu.
"tapi ma" Jawab Angel ragu
"tidak apa-apa, berangkatlah" Jawab mama vita tulus
"sungguh ma? tanya Angel tidak yakin
"Iya nak. Ayo, sudah ditungguin di depan "
akhirnya mereka berdua keluar dari kamar Angel menuju ruang tamu.
Saat ini, Angel mengenakan dress putih selutut dengan high-heels warna coklat. Gadis itu sungguh terlihat manis dan elegan diwaktu yang bersamaan. hingga saat sampai di depan, penampilan Angel membuat Matthew melongo dan menatap lekat gadis itu. Dia berkali-kali jatuh dalam pesona gadisnya.
"ehemmm" mama vita berdemem memutuskan kontak mata antara dua sejoli di hadapannya.
keduanya nampak tersipu. Matthew sendiri pun saat ini mengenakan celana bahan kain hitam dan kemeja cream, sangat senada dengan High-heels dan mini bag yang dikenakan Angel. Setelah pamit, mereka berdua kini dalam perjalanan menuju gereja.
"Sayang kamu sangat cantik. Aku sampai terpesona" Jujur Matthew yang sesekali menoleh pada Angel selagi fokus menyetir.
muka Angel bersemu mendengar pujian Matthew. wanita mana yang tidak meleleh mendengar pujian semacam itu.
__ADS_1
"terima kasih " Jawab Angel mencoba bersikap biasa saja. Walau kini dia sebenarnya cukup gugup duduk berdampingan seperti ini bersama Matthew.
"nanti jangan dekat-dekat dan senyum sama cowok lain" ujar Matthew terdengar seperti perintah.
Angel mengernyit bingung, apa maksud pria di sampingnya.
"maksudnya " tanya Angel
"kamu hanya boleh tersenyum dan dekat padaku. Selain itu nggak boleh" Jawab Matthew
"kenapa? itu kan hak saya mau berbicara dan tersenyum dengan siapa saja" Jawab Angel sebal
" No, Sweetheart. Aku akan cemburu. Senyum dan diri kamu hanya milikku. Tegas Matthew yang semakin membuat jantung Angel berdetak tak karuan.
Setelah menempuh perjalanan hampir setengah jam, akhirnya mereka tiba di katedral. Mereka turun dan berpapasan dengan Noval dan bestie yangbjuga mengikuti pemberkatan tersebut. setelah saling menyapa mereka langsung masuk ke dalam gereja. sebenarnya Noval dan Bestie bertanya-tanya akan kebersamaan Matthew dan Angel di sana. Namun kebingungan itu mereka pendam saja. mereka mengambil tempat duduk barisan ke empat dari depan. Kedatangan Matthew yang menggandeng Angel juga menimbulkan berbagai pertanyaan dari keluarganya. khususnya Mom Helena dan dad Marcel. Namun belum ada yang bertanya pada pria tampan itu.
Akhirnya mereka mengikuti acara pemberkatan pernikahan Melvin dan Diana dalam suasana yang sakral. Setelah selesai mereka lanjutkan dengan sesi foto. Setelah semuanya selesai barulah mereka pulang. Karena masih ada lagi satu acara malam ini yaitu resepsi.
Mom Helena menghampiri Angel saat tiba di parkiran.
"Angel?" panggil Mom Helena
Angel yang merasa dirinya dipanggil langsung menoleh. Dia terkejut karena melihat keberadaan mom Helena.
"mom" lirih Angel terkejut
"apa kabar nak? lama tidak bertemu"
"kabar saya baik mom. mom dan dad apa kabar?" Angel melirik pada pria parubaya di samping mom Helena.
"kita juga baik nak" kompak keduanya diiringi senyum tipis.
"kapan-kapan main ke rumah ya" ajak mom Helena dan hanya dijawab senyum tipis oleh Angel.
"Son, dad tunggu di rumah " tegas dad Marcel pada putranya.
"oke" singkat Matthew seolah paham apa yang akan dibicarakan nanti.
Akhirnya mereka sama-sama mengundurkan diri dari sana. Matthew mengantar Angel Pulang ke rumahnya.
"sayang, nanti aku jemput jam lima sore, oke" ujar Matthew
"emm" Angel hanya berdehem
"kenapa?" ada yang kamu pikirkan, hmm? tanya Matthew melihat Angel yang mendadak lesu.
"tidak"
"jangan memikirkan apapun. Kamu hanya perlu mengingat bahwa aku sangat mencintai" ucap Matthew dan sebelah tangannya membelai lembut pipi Angel.
__ADS_1
Gadis itu menolak sebal, karena Matthew selalu menyertai tindakan spontan selain berbicara manis.
padahal Angel masih merasa sungkan dan tidak enak saat bertemu kedua orang tua Matthew tadi. Dia merasa ada yang berbeda dari cara dad marcel melihat dan menyapanya.