Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Perlengkapan Bayi


__ADS_3

Seminggu setelah kejadian kaburnya Margaret, wanita itu belum ditemukan. kini statusnya menjadi buronan. pengawal dari markas lebih banyak dikerahkan untuk mencari dan melindungi semua anggota keluarga Dirgantara. khususnya dua bumil yang saat ini sedang berada di mall untuk mulai membeli semua perlengkapan bayi kembar angel. di sana bahkan ada mom helena, dad marcel, ayah damian, leo, dan Matthew. kebetulan sedang weekend jadi mereka bisa bersama-sama keluar rumah.


"kenapa, hmm?" Matthew memeluk sang istri dari belakang saat menyadari Angel yang mendadak diam.


"aku kangen mama hubby. padahal kita sudah pernah berencana untuk mencari perlengkapan bayi bersama " air mata Angel kembali tumpah jika mengingat lagi moment itu.


"aku yakin sekarang dia sedang bahagia melihat kita begitu antusias menyiapkan perlengkapan untuk cucu-cucunya. sekarang kita lanjut lagi yuk. tapi kalau capek jangan paksa dan segera istirahat "


kata-kata lembut Matthew kembali bisa menenangkan hati istrinya. apalagi angel melihat kedua mertuanya begitu antusias memilih apapun yang sekiranya diperlukan oleh cucu-cucunya nanti. begitu pun dengan ayah damian serta paman dan bibinya tidak kalah antusias.


mereka memilih warna netral yang sekiranya bisa dipakai bayi perempuan dan laki-laki. karena jenis kelamin kedua bayi Angel belum diketahui. biarlah itu menjadi kejutan nanti.


tidak terasa mereka sudah mengumpulkan banyak sekali barang ditroli. Angel sampai menganga tidak percaya melihat masing-masing orang ada yang mendorong dua troli penuh barang.


"Ya Tuhan. bukankah itu banyak sekali"


"tidak apa-apa nak. mom tidak ingin nanti cucu-cucu mom kekurangan pakaian dan perlengkapan lainnya. nanti kalau ada yang kurang kita beli lagi" enteng mom helena seolah dari semua yang mereka beli masih ada yang kurang.


"tenang nak, dad sudah mengambil banyak sepatu lucu berbagai bentuk untuk dua cucu dad. lihat ini" seloroh dad marcel bangga sambil menunjuk troli yang berisi sepatu-sepatu bayi.


Angel melotot sampai tersedak ludah saking kagetnya. memang yang diambil dad marcel adalah sepatu bayi, tapi lihatlah bahkan ada yang ukurannya bisa dipakai anak dua tahun.


mom helena tepuk jidat. suaminya ini antusias atau memang sok tahu saja.


"huuu, dad kau ini sok tahu. kedua bayiku mana bisa pakai yang seperti itu. memangnya mereka lahir langsung punya kaki besar seperti gajah" dengus Matthew melihat isi troli dadnya


"hei kau itu yang sok tahu. dad ini lebih berpengalaman dari kamu" balas dad marcel tidak terima dikatai anaknya.


"sudah... sudah kalian berdua sama saja. dad balikin ke pegawai tokoh troli itu, kau juga matt, kenapa malah beli celemak, memangnya kau pikir cucu-cucu mom begitu lahir langsung makan" ujar mom helena geleng kepala melihat suami dan anaknya yang sama-sama sok tahu.


"tapi mom, bukankah ini juga perlu" ngeyel Matthew


"hei, itu masih nanti saat mereka umur enam bulan. itu saja tidak tahu" rupanya dad marcel lagi-lagi mencibir anaknya.


"dad juga sama tu" balas Matthew lagi. mom helena menarik napas panjang.

__ADS_1


"kalian berdua ini sudah sama-sama salah tidak mau mengalah. sok tahu saja. balikin saja sana" ayah damian yang sejak tadi hanya menyaksikan perdebatan konyol sahabatnya dan putranya, kini ikut memberi tanggapan.


enzy dan Leo yang juga ada di situ hanya bisa tertawa geli. lucu sekali melihat kekonyolan itu.


akhirnya setelah melewati drama calon papa dan calon kakek yang sama-sama tidak mau mengalah, angel dibantu mom helena dan enzy memilah kembali barang pilihan dua pria tersebut yang memang dibutuhkan. setelahnya mereka membayar dan nanti semua belanjaan itu akan dikirim ke alamat rumah Matthew.


masih di mall yang sama, mereka mencari resto jepang untuk mengisi perut. sudah jamnya makan siang.


"lelah sayang?" Matthew membersihkan pelu di dahi Angel.


"sedikit tapi aku senang dan antusias hubby" Jawab Angel berbinar cerah.


"perut kamu aman sayang? tidak sakit kan? apakah bayi-bayi kita rewel, hm?" kembali Matthew bertanya karena khawatir sang istri menahan lelah sejak tadi.


Angel tersenyum hangat menanggapi rasa khawatir suaminya.


"hubby aku baik-baik saja. tidak perlu khawatir. sekarang aku lapar, ayo makan. suapi aku ya" Angel merengek membuat Matthew mencubit pipinya gemas.


mereka semua akhirnya makan setelah pelayan resto menyajikan pesanan mereka. mereka masih berbincang setelah menghabiskan makanan hingga sejam setelahnya mereka memutuskan untuk pulang.


"ada apa nak?" tanya mom helena menyadari beberapa kali menantunya berhenti berjalan


"pegal mom"


mendengar itu Matthew panik


"digendong saja ya sayang" tawarnya


"tidak usah hubby, sebentar lagi kita sudah sampai di mobil. aku masih kuat kok" Angel menolak halus.


"yakin?"


"Iya hubby "


"baiklah. sini, jalannya pegangan saja sayang"

__ADS_1


ternyata dibelakang, leo pun menanyakan hal yang sama pada istrinya. takut enzy juga kelelahan. ternyata wanita itu baik-baik saja bahkan masih segar.


setibanya di rumah. mereka masing-masing menuju kamar untuk beristirahat. mereka masih di rumah duka. rencananya akhir bulan nanti baru akan kembali ke kediaman masing-masing. sementara mom helena dan dad marcel dan ayah damian sebenarnya tidak menetap. hanya sekali-kali menginap saja.


melihat sang istri sudah terlelap dalam dekapannya, perlahan Matthew beranjak dari kasur dan keluar kamar. sebenarnya dia mendapat pesan dari leon saat dalam perjalanan jalan pulang tadi. ada kabar penting mengenai Margaret.


"katakan, apa ada kemajuan?" tanya Matthew begitu panggilannya di jawab leon.


"pihak kepolisian sudah memeriksa tuan Raden, tapi dia tidak mengetahui keberadaan nona Margaret. bahkan keluarganya turut diperiksa tapi tidak ada satupun yang tahu keberadaannya. para pengawal kita masih mencoba menyusuri seisi kota tuan"


jelas leon dalam laporannya. Tuan raden adalah pria tua gendut yang menghamili Margaret beberapa waktu lalu. polisi menduga kaburnya Margaret ada sangkut pastinya dengan pria itu. padahal dia tidak tahu bahkan tidak mau tahu. apalagi setelah menyadari dengan siapa Margaret berbuat ulah. dia masih ingin hidup aman di dunia. sementara keluarga Margaret begitu syok mengetahui perbuatan wanita itu. mereka menyerahkan segala urusan ke polisi tanpa berniat membela Margaret.


"saya baru saja mengirim sebuah rekaman cctv dari jalan Senopati, nomor 24 ke email tuan. saya seperti melihat bayang-bayang nona Margaret di sana" lanjut leon dengan laporannya.


"hmm, terima kasih leon. lanjutkan tugasmu" setelahnya Matthew menutup panggilan itu.


"Leon?" tiba-tiba leo muncul dari arah belakang


"iya" singkat Matthew sambil membuka laptop untuk memeriksa kembali rekaman cctv yang baru saja dikirim leon.


"menurut mu, apakah itu dia?" Matthew menjeda video pada menit awal saat menangkap gambar seorang wanita berpakaian tertutup keluar dari toilet umum di pinggir jalan dekat warung makan.


"hmm, tolong di zoom" dengan seksama leo memperhatikan orang dalam video.


"lanjutkan videonya matt. dia nampak buru-buru" perintahnya lagi


Matthew kembali melanjutkan video. terlihat wanita mencurigakan tadi, menaiki sebuah mobil bak terbuka.


"stop lagi matt"


Matthew mengikuti dan menzoom mobil tersebut.


"tolong zoom ke plat nya" lanjut leo


"dilihat dari plat, mobil itu berasal dari kota s, bisa jadi mobil itu akan kembali ke sana. kita harus mengerahkan orang-orang kita ke sana. sambil terus mengecek cctv di beberapa rest area. kemungkinan besar dia bisa saja turun di sana" ungkap Matthew menanggapi pendapat Leo.

__ADS_1


Leo mengangguk setuju karena sependapat dengan Matthew.


__ADS_2