
Saat ini, Matthew dan Angel menikmati menu bakso ikan yang dihidangkan langsung oleh mama vita. Mereka makan dengan lahap, bahkan Matthew berani bertarung bahwa menu yang sedang dia makan adalah yang terenak yang pernah dia rasakan. Dia memberikan pujian yang tulus pada mama vita. Tidak ada kecanggungan di sana. Mereka seperti keluarga yang menikmati waktu makan siang menjelang sore. Angel, mulai dari mengelap keringat di jidat gadis itu, membersihkan sudur bibir yang belopotan, memperingati supaya jangan makan yang pedas, dan masih banyak lagi. Selesai makan, mama vita memulai pembicaraan serius.
"Jadi, bagaimana? ada yang ingin kalian katakan?" Mama vita bertanya dengan tenang dan tersenyum tipis.
"Mama maaf, aku sama kakak Matthew pacaran?" Jawab Angel jujur dan tidak berani menatap mata sang mama. Melihat itu, mama vita mengelus kepala putrinya dan mengangkat dagu Angel untuk mempertemukan pandangan mereka, dia tidak mau sang putri berbicara dengan perasaan takut padanya.
" Kamu yakin dengan keputusan kamu, kamu bahagia sayang? Jangan takut, jujur sama mama."
"Iya mama, aku bahagia. Kakak Matthew orang yang baik dan sayang aku" Jawab Angel polos seperti remaja pada umumnya dengan mata berbinar bahagia sekaligus tersipu. mama wihel menghela napas mendengar jawaban putrinya.
" Baiklah, dengar. Kalian tolong jangan rusaki kepercayaan mama ya. Kalian pasti paham batasan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berpacaran" Nasehat mama vita dengan serius menatap sepasang anak muda di depannya yang tengah dilanda asmara. Keduanya mengangguk dengan penuh keseriusan.
"Serius? Demi apa? kamu pacaran sama Angel? tanya Melvin tak percaya. Setelah melihat Matthew menghubungi Angel melalui sambungan telepon bahkan mengaktifkan speaker. Di sana Matthew berbicara dengan mesra pakai panggilan 'sayang dan Sweetheart segala lagi' adu belum lagi kecupan jauh yang diberikan oleh Matthew melalui telepon. Melvin sampai melongo tidak percaya, temannya yang seperti kulkas mendadak bucin akut. Di sana Martin hanya menatap dengan tidak rela Angel jadian dengan Matthew. Ada rasa sakit yang menggerogoti jantungnya. posisisnya, saat ini mereka tengah berada di rumah Martin.
"kamu mau uangnya ditransfer atau pakai cek?" Tanya Martin membuat Matthew kebingungan.
"Uang apa?" bukanya menjawab Matthew malah kembali bertanya karena bingung.
"Taruhan kita, bego. 4 miliar jadi milik kamu malam ini. Huhuhu.. kapal pesiarku selamat tinggal" jawaban Melvin membuat amarah Matthew hampir meledak namun dia kembali mengingat dia juga menjadi bagian dari taruhan itu. Dia marah karena gadisnya malah dijadikan taruhan seperti barang.
"Ambil Saja Uangnya. Dia bukan barang!" ucap Matthew dengan sorot mata yang tegas.
"Aku pulang. Esok kita ketemu di sekolah " Matthew memilih pulang saja daripada harus marahan dengan kedua sahabatnya.
Sesampainya di rumah, Matthew langsung masuk kamar, membersihkan diri dan bersiap untuk tidur. Setelah melihat jam, padahal kurang 25 menit lagi akan jam 10 malam. masih ada waktu untuk sekedar bertukar pesan mengucapkan selamat malam kepada kekasih hatinya.
'sayang, sudah tidur?' Isi pesan Matthew kepada Angel dengan harapan Gadis itu belum mencapai bunga tidurnya.
'Belum kak, aku tidak bisa tidur' setelah hampir 3 menit Angel membalas pesan Matthew.
'kenapa hem? kangen?" lanjut Matthew
"aku ingat kakak terus, jantungku rasanya menggila kak, cepat banget detaknya" Angel sungguh gadis yang polos. Bahkan dia menjawab apa adanya tentang apa yang dia rasakan saat ini.
'berarti kamu sedang kangen. Aku juga kangen kamu sayang. Udah, sekarang bobo ya'
'Tapi aku belum mengantuk kak'
__ADS_1
'sayang, jangan begadang, nanti kamu sakit' sekarang bobo, jangan main handphone lagi, oke?'
'baiklah kak'
'good girl. selamat malam sayang. Selamat tidur, mimpi indah. I miss you and I Love you.' membaca isi pesan terakhir Matthew, membuat perasaan Angel makin tak karuan, dia bahkan sampai salah tingkah padahal tidak ada yang melihat dan menggodanya.
'selamat malam juga kak. kakak juga harus tidur ya, semoga mimpi indah. I miss you too and Love you too.
Mereka menutupi malam ini dengan pamitan yang begitu manis. Malam ini akan menjadi malam yang dihiasi senyuman dalam tidur mereka.
Pagi ini, Matthew berangkat lebih awal karena akan sekalian menjemput Angel untuk berangkat bersama. Dia sengaja tidak memberi tahu gadisnya, karena dia yakin, Angel akan menolak. Mau bagaimana lagi, Matthew bahkan menahan rindu sejak berpisah kemarin sore hingga pagi ini dia nekat menjemput kekasihnya.
Sementara di rumahnya, Angel tengah bersiap sarapan dengan sang mama. Di meja makan sudah tersedia menu sarapan yaitu tumis sawi dengan sosis, telur mata sapi dan nasi putih. menu sederhana namun sangat sehat. Saat akan mengambil makanan, terdengar Bell rumah berbunyi, akhirnya mama vita yang membuka kan pintu. Dia kaget namun tetap tersenyum saat mengetahui siapa tamu yang pagi-pagi datang ke rumahnya. Putrinya saja masih mau sarapan dan bahkan belum mandi, tapi lihatlah pemuda gagah di depannya ini, dengan semangat 45 mendatangi rumah kekasihnya.
"Hai tan, selamat pagi" sapa Matthew
"Mau jemput Angel " tanya mama vita
"Iya tan"
"Siapa mmmm..aaa?" Angel mendadak terbata setelah melihat siapa yang datang, pria itu terus memberi senyum yang begitu manis padanya.
"Selamat pagi, Sweetheart " Matthew bahkan tidak sungkan menyapa Angel dengan panggilan manis di depan mama vita. Angel menjadi tersipu dengan wajah memerah sementara mama vita hanya tersenyum gemas.
"Hai kak, pa pa..gi" Angel masih saja gugup.
"Ayo, sarapan" ajak mama vita memutuskan aksi saling tatap-tatapan pasangan di depannya ini. Setelah sarapan, Angel pamit untuk bersiap. Hingga 20 menit kemudian dia sudah selesai. mereka akhirnya berpamitan ke sekolah.
"kamu cantik" Jujur Matthew saat sudah tidak tahan melihat betapa cantik kekasih hatinya.
"Kakak apaan sih, aku malu " Jawab Angel dengan membuang tatapan ke arah lain. Matthew tersenyum gemas melihat kekasihnya yang malu-malu
"tidur kamu nyenyak, hem?" lanjut Matthew
"nyenyak kak. kakak juga kan?" tanya Angel yang kini tatapannya kembali ke arah pacar tampannya.
"Tentu dong, Kan sebelum tidur sudah dapat vitamin dan asupan dari pacar" Jawab Matthew dengan tatapan yang menawan kepada Angel. Rasanya Angel jatuh berkali-kali dalam pesona pria ini. Sungguh tampan dan berkarisma.
__ADS_1
"kak" Panggil Angel
"Kenapa sayang?"
"di sekolah jangan panggil sayang ya, jaga jarak juga"
"Kenapa nggak suka? Entah kenapa Matthew kurang setuju dengan keinginan Angel yang menyembunyikan status mereka.
"aku hanya belum terbiasa kak" Jawab Angel merasa bersalah dia tahu Matthew ingin semua orang tahu hubungan mereka.
"Tapi kalau lagi berdua, boleh panggil sayang dan pegangan tangan, ya" tanya Matthew sekaligus ada harapan di sana.
"Iya kak" Angel menjawab pasrah
Tak berselang lama mereka akhirnya tiba di parkiran sekolah. Kebetulan saat itu mobil Noval juga baru sampai.
"Kak, Aku duluan ya. Terima kasih untuk pagi ini. Semangat belajar ya kak" Angel pamit dan hendak membuka pintu namun dicegah Matthew.
"Sayang, ada yang lupa" kata Matthew membuat Angel menoleh
"Apa kak?" Perasaan Angel tidak ada yang tertinggal. Tanpa menjawab, Matthew mendekatkan wajahnya hingga jarak wajah mereka sangat dekat. Matthew memejamkan matanya dengan mendekatkan bibir ke dahi gadisnya
Cup
sebuah kecupan sayang mendaratkan di kening Angel yang sukses membuat gadis itu melongo dengan kedua pipi yang kini bersemu seperti tomat chery.
"Kamu juga semangat belajar. Sampai ketemu nanti sayang" tatapan Matthew sangat dalam hingga mampu memacu jantung Angel lebih dahsyat.
Setelahnya Angel buru-buru keluar dari mobil lebih dulu, dia takut pingsan kalau lama-lama di dalam sana. Dia menghampiri Bestie yang telah menunggu bersama Noval.
"habis ngapain, lama-lama di mobil?" semprot Noval
"Nggak ada kok" elak Angel namun dia tidak bisa menyembunyikan rona merah di wajahnya hingga di ledek Bestie.
"Nggak apa-apa, tapi mukanya memerah gitu. Cie habis ngapain, ayo ngaku"
"ishh nggak ada, sudah ayo ke kelas". Angel berjalan mendahului kedua sahabatnya karena tidak bisa menahan malu dan tidak mau terus ditanya oleh sahabatnya. Noval masih di parkiran menatap tajam ke arah Matthew yang baru saja keluar dari mobil. entah kenapa dia takut, Pikiran polos Angel akan dicemar oleh gaya pacaran Matthew. Melihat itu, Matthew terus melajukan langkah menuju kelas. Ini adalah pemandangan yang hampir tidak pernah di lihat di sekolah, seorang siswa bandel, berandal dan nakal seperti Matthew datang pagi dan langsung menuju kelas bahkan sepanjang hari ini dia mengikuti pelajaran dari pagi hingga selesai. Guru sempat keheranan dan sedikit tidak percaya namun mereka bersyukur akhirnya ada hari dimana mereka tidak dibuat pusing oleh tingkah 3M sekawan khususnya Matthew.
__ADS_1