
Suasana persiapan natal selalu terasa spesial bagi Angel dan mama vita setiap tahunnya. Walau cuma berdua, tapi mereka selalu merayakannya dengan berbagi kasih untuk orang-orang kurang mampu. Terkadang mama vita akan memasak banyak makanan lalu dibagikan ke tetangga atau orang-orang di sekitar gereja. Mengundang Bestie dan Noval sekeluarga dan karyawannya untuk makan bersama.
Namun, bagi Angel Natal Tahun ini terasa lebih spesial. selain merasa tak sabar menyambut hari natal juga perasaannya selalu berdebar bahagia karena selalu dekat dengan Matthew. Seperti saat ini, entah sejak jam berapa pria itu berada di rumah Angel. Intinya saat Angel bangun hampir jam 9 pagi tadi, kekasihnya sudah berada di rumah menikmati secangkir kopi dan kudapan manis buatan mama vita. Hari ini dalam perencanaan, Angel akan menghiasi pohon natal dengan berbagai aksesori natal seperti lonceng, bintang, boneka santa claus, tulisan merry christmas dan semacamanya.
Di sinilah dia dan Matthew sekarang, di ruang tamu rumah Angel. Sejak sejam yang lalu menghiasi pohon natal namun lebih banyak berdebat, karena kekasihnya itu memasang aksesori natal dengan sembarangan.
"Kak, Gambar bintang besar, taruh bagian atas pohon natal" ujar Angel.
"Di samping kiri gini juga bagus sayang" balas Matthew, tidak mau nurut.
"Tapi memang biasanya ditaruh paling atas kak. Bukan bagian situ" lanjut Angel mengingatkan kekasihnya itu.
"Kita bikin yang versi kita. pokoknya taruh di sini" Matthew ngeyel banget nggak mau nurut, padahal dia nggak tahu menahu soal hiasan pohon natal.
"itu kan, kelihatan nggak nyambung kak. ini besar sendiri hiasannya. Sini biar aku taruh sendiri di atas!" Jelas Angel dengan nada suara naik satu oktaf. sepertinya Angel mulai kesal dengan kekasihnya yang nggak tahu, tapi keras kepala.
"Di sini, titik" bantah Matthew
"di atas" jawab Angel
"di sin...."
"hellooo, hello.... hello...." saat Matthew dan Angel masih serius berdebat, Suara cempreng Bestie mengalihkan pandangan mereka. Dengan tampang sangar keduanya melihat Bestie yang datang bersama noval.
"Berisik!!" kompak keduanya.
"Eh.. eh..calm down" ucap bestie cengegesan
"Hei little rabit, kau sangat manis dengan bando kelinci itu" Ujar Noval dengan mencubit gemas pipi gembul Angel. Dia sengaja melakukan itu untuk menggoda Matthew. Benar saja, Matthew langsung kepanasan dan melotot tajam pada Noval.
"ni, Brownies titipan mama, buat kamu sama tante" Ujar bestie seraya memberikan titipan mama kirana untuk Angel dan mamanya.
"Kalau ini dari mama, dia barusan dari luar kota" kali ini giliran Noval yang memberi bingkisan kue kering dari Mamanya yaitu Mama Yohana.
"Kalian tadi ngapain ribut-ribut?" tanya Bestie mulai kepo.
"tanya saja sama dia" ucap Angel masih kesal seraya menunjuk ke Matthew.
"Kok aku sih sayang?" elak Matthew
"Ya kakaklah. Massa bintang besar ini mau gantung di daun pohon natal" jelas Angel seraya mendengus kesal.
"Iya dong sayang kan biar beda" ujar Matthew percaya diri.
"heheheheheheh.. hahahaha..." Bestie langsung terbahak setelah mendengar dan melihat alasan perdebatan dua orang di depannya. Matthew yang melihat Bestie tertawa justru memasang wajah datar tanpa ekspresi bagai tripleks.
"Dasar bodoh. Kamu nggak pernah hias pohon natal kan. Makanya jangan sok tahu" Ujar Noval menyindir Matthew. Entah kenapa kalau bicara dengan Matthew, Noval bawaannya selalu tensi naik.
__ADS_1
"Aku pernah dan aku tahu" Jawab Matthew tidak mau kalah. Saat mereka tengah serius berdebat, Angel dan Bestie secepat kilat menyelesaikan hiasan pohon natal juga sekalian membenarkan letak posisi hiasan yang dipasang Matthew sebelumnya.
"Nah, selesai. Cantik kan" Ujar Bestie setelah memasang bintang besar pada bagian atas pohon natal.
"Lihat, yang itu baru bagus. Bagian atas kalau nggak bintang besar, ya tulisan merry christmas. Lain kali jangan sok tahu" Jelas Noval yang masih saja menyindir Matthew. Sementara orang yang disindir tidak mau tahu, justru sekarang malah nempel terus sama Angel untuk minta dibela.
Melihat muka Matthew yang cemberut dan bibir monyong lima centi, Angel terkekeh lucu dengan ekspresi ngambek kekasih tampannya.
"Sudah, sudah ya. Lebih baik kita minum dulu. biar aku ambil dulu ke dapur. Kalian jangan berdebat" peringat Angel pada bestie dan Noval serta Matthew.
Setelah menghabiskan minuman, mereka membantu mama vita membungkuskan beberapa kado untuk di berikan kepada orang yang membutuhkan mengingat natal tinggal menghitung hari. Seharian di rumah Angel membuat Matthew rasanya puas menghabiskan waktu bersama kekasihnya itu. Hatinya selalu menghangat melihat senyuman ceria Angel dan gemas dengan ekspresi malu-malu kekasihnya. Rasanya dia ingin menggigit pipi yang bersemu itu dan melihap habis bibir semerah cerih milik Angel. Entah seberapa lama lagi dia kuat menahan diri untuk tidak mencium bibir ranum kekasihnya itu. Entah kenapa hasratnya selalu melambung apabila di dekat Angel.
Sorenya Matthew, Bestie dan Noval kembali ke rumah mereka. Seperti biasa dengan tidak tahu malunya Matthew mengambil kesempatan untuk mencium kening dan pipi kekasihnya. Sementara Angel hanya bisa menunduk malu, karena di sana juga ada Bestie dan Noval. bisa ditebak apa yang dilakukan bestie saat melihat adegan itu. Sudah pasti dia meledek Angel hingga muka dan kupingnya semerah Tomat chery.
"Cup..cup.. cup.. aduh gemasnya, sayang banget, sangat sayang, cup..cup.cup" Ujar Matthew seraya melayangkan kecupan bertubi-tubi di seluruh wajah Angel yang selalu membuatnya jatuh cinta dan gemas di waktu yang bersamaan.
"ihsss kakk, malu. sudah, pulang sana" ucap Angel karena malu dilihat Kedua sahabatnya.
"Hehehehe.. oke, tapi.. " Ucap Matthew seraya menunjuk pipinya meminta Angel untuk melabuhkan kecupan di sana.
"Nggak mau, malu" ujar Angel dan menunduk
"Hei kalian pulang sana, ganggu saja" ketus Matthew pada kedua sahabat kekasihnya yang sedari tadi memperhatikan moment pamitan mesra keduanya.
"halahhh.. dasar bucin. Kamu yang pulang sana. maksa banget shi minta dicium" Sindir Noval
"cium saja Angel, entar kak Matthew ngambek dan guling-guling diteras kayak babi, hahahaha.. " Lanjut Bestie dengan senyum jahilnya.
noval dan Bestie hanya bisa menggeleng kepala lalu keduanya pamit duluan karena tidak mau mengganggu lebih lama pasangan kasmaran tersebut.
"Cup..sudah kan. Sana pulang" secepat kilat Angel memberikan kecupan sayangnya di pipi kanan Matthew. Membuat pria itu senyum-senyum tidak jelas seperti orang sinting. Setelah mendapat Vitaminya, Matthew pulang dengan senyum yang mengembang.
Lima hari berlalu, Tepatnya hari ini 25 Desember, Angel dan mama vita, Bestie sekeluarga dan noval sekeluarga tanpa janjian malah bertemu di gereja untuk merayakan natal bersama sesama umat beriman. Setelah melewati Misa di gereja, mama vita mengaja mereka untuk singgah di rumah untuk menikmati cemilan dan kue Natal. Suasana di sana menjadi sangat ramai ditambah dengan Kunjungan dadakan dari mertua Mama vita atau orang Tua dari Almarhum Suaminya yang selama ini berada di kota lain. Mereka datang untuk memberi kejutan. Karena saat Angel berulang tahun, mereka sama sekali tidak berkabar. Kedatangan ini sekalian untuk memberi kejutan, merayakan natal bersama dan berziarah ke kubur Papa Michael.
Sama Halnya dengan Angel, Matthew dan kedua sahabatnya juga merayakan natal bersama keluarga mereka. Bedanya, suasana di rumah Matthew terlihat mulai ramai sejak sehari sebelumnya. Karena semua keluarga berkumpul dan menginap di sana untuk merayakan natal bersama.
'Sayang, selamat merayakan natal. Miss you so much' isi pesan Matthew pada Angel dengan menambah beberapa emot icon ciuman dan love.
'Merry christmas kak. Salam buat keluarga kakak ya. Aku juga rindu sama kakak' balas Angel
'sampai ketemu nanti ya. I Love you Sweetheart "
'iya kak, I Love you too'
rasanya dengan bertukar kabar seperti ini sedikit mengobati kerinduan keduanya karena sudah berhari-hari tidak bertemu.
Matthew sudah berencana akan memberi kejutan saat tahun baru nanti pada kekasihnya. Sementara sebelumnya dia pernah memberi kabar bahwa akan berlibur ke luar negeri bersama keluarga saat tahun baru. Itu membuat Angel sedih karena mereka berpisah dengan waktu yang cukup lama.
__ADS_1
Hingga berhari-hari berlalu, Kini tiba di hari terakhir penutup tahun, Angel, mama vita, kakek Stef dan nenek Theresia (orang tua alm. papa Michael) kembali berziarah ke tempat peristirahatan terakhir papa Michael. Setelah dari sana, di rumah dia membantu sang mama menyiapkan barbeque di belakang rumah untuk menyambut malam tahun baru. Dia sedikit galau karena sejak pagi Matthew tidak memberi kabar. Angel mengira Matthew sekarang sedang di luar negeri bersama orang tuanya. Setelah melewati keseruan barbeqiu bersama keluarga dan tetangganya, Angel memilih masuk ke kamar sambil menanti jam pergantian tahun. Mama vita beserta kakek dan neneknya sedang asik mengobrol bersama tetangga yang sengaja diundang mama vita. Mungkin karena capek dan ngantuk, Angel malah ketiduran dengan posisi bersandar di tempat tidur.
Hingga beberapa menit menuju jam 12 malam, ponselnya berbunyi dan mengagetkan Angel. Tanpa melihat penelpon, Angel menjawab dengan suara khas orang bangun tidur namun masih mengantuk. Namun suara penelpon justru membuatnya tesentak dan secepat mungkin melihat ponsel untuk memastikan, dan benar saja, sang penelpon adalah kekasihnya yang membuat dia galau seharian ini.
"Sayang, Keluar yuk. Aku di depan" Ujar Matthew lembut namun justru membuat Angel hanya mengganga bingung. Bukankah kekasihnya sedang di luar negeri.
"Hah... kakak bohong kan" Ucap Angel dengan sedih. Dia tidak mau berharap banyak.
"Buka jendela kamar" Suruh Matthew lagi. Walau ragu, Angel menyibak gorden. Betapa kagetnya dia melihat mobil Matthew yang sekarang sudah terparkir di depan rumahnya. Tanpa menjawab dan menunggu lama lagi, Angel bergegas dan berlari ke halaman depan dimana kelasihnya berada.
Di ruang tamu, dia berpapasan dengan mama vita yang ternyata baru saja dari depan menyapa Matthew dan sengaja meninggalkan pria itu untuk berbicara dengan Angel.
"ma" Ujar Angel dengan ragu-ragu, takut tidak diizinkan
"Tu, sudah ditungguin" Ucap mama Vita dan tersenyum mengerti dengan perasaan rindu dari kedua sejoli tersebut.
"Ajak nak Matthew masuk ya" Lanjut mama vita lagi dan dijawab anggukan semangat oleh Angel.
Kini, Angel berada di teras rumah, dengan perasaan rindu yang menggebu dia melihat kekasihnya sedang bersandar di bagian depan mobil sambil besedekap dan menatap dirinya dengan senyum penuh kerinduan. Matthew membuka kedua tangan untuk menyambut Angel dalam pelukan. Tanpa menunggu lama, Angel berlari dan masuk dalam dekapan hangat Matthew. Mereka saling memeluk denga erat. Tanpa mau saling melepas.
"Cupp..cup..cupp" tiga kecupan Matthew layangkan pada kening Angel. Rasanya dia rindu setengah mati sama gadis dalam pelukannya itu. sangat rindu.
"hiks..hiks..hiks.." Matthew mendengar suara isakan Angel dalam pelukannya.
"Kenapa hmmm?"tanya Matthew lembut
"Kakak jahat bohongin aku. jahat.. jahat.." ungkap Angel dengan memukul dada bidang Matthew dengan kepalan tangan mungilnya.
"Maaf, kakak ingin memberi kejutan" Ujar Matthew
"Kangen banget, Aku tu sama pacarku yang manis ini" lanjut Matthew lagi.
"Nggak kangen" tanya Matthew
"Banget" Jawab Angel
"Banget apa, hemm?" Tanya Matthew lembut sambil menatap dalam wajah Angel yang kini mendongak padanya.
"Kangen banget sama kakak, hiks..hiks..hiks" Jujur Angel yang masih menangis. Bibirnya bahkan bergetar dan hidung yang memerah. Matthew gemas melihatnya. Dengan gemas dia menggigit ujung hidung kekasihnya.
"Manja" Ucap Matthew dan dibalas dengan muka cemberut lucu oleh Angel.
Tidak tahan melihat godaan bibir ranum milik kekasihnya, Matthew melabuhkan kecupan di sana. Hanya sekilas namun mampu menggetarkan perasan keduanya.
Itu adalah Firts kiss Angel. wajar dia kaget dan sekarang dia Malu. Namun dia tidak sadar posisi mulutnya sedikit terbuka justru sangat menggoda bagi Matthew. Dalam hitungan detik, bibir Matthew menyambar manisnya bibir ranum Angel, bukan kecupan lagi melainkan ******* dan gigitan. Matthew lahap habis bibir manis Angel. Kaget dengan ciuman dadakan Matthew, Angel hanya bisa melotot namun lama kelamaan matanya ikut tertutup dan terhanyut dalam manisnya ******* Matthew. bibir atas dan bawah Angel secara bergantian diisap dan dilumat Matthew. Manisnya bibir sang kekasih membuat dia tidak sadar akna durasi ciuman mereka yang cukup panjang. Setelah merasa pasukan oksigen yang mengurang, Matthew segera melepaskan tautan bibir mereka dengan tidak rela. Di membersihkan sisa salivanya di ujung bibir Angel dengan jempol. Tatapan teduh dan penuh cinta Matthew arahkan sedalam-dalamnya dalam pandangan Angel yang membuat gadis itu sangat bersemu.
"Selamat tahun baru sayang" ucap Matthew
__ADS_1
"Selamat tahun baru juga kak" jawab Angel.
Mereka baru saja melewati detik-detik malam pergantian tahun yang sangat manis. Setelahnya mereka masuk dan bergabung bersama mama vita dan orang-orang di sana.