
Acara resepsi sudah selesai. para tamu sudah meninggalkan hotel begitu pun dengan sahabat mereka. sementara keluarga sama-sama menginap di hotel.
saat ini, Angel sudah bersih, rapi dan wangi. dia sekarang sedang bersandar di tempat tidur sambil menunggu Matthew selesai mandi. Entah kenapa perasaan Angel menjadi sangat gugup dia bahkan beberapa kali menghela napas panjang. Apalagi ini adalah malam pengantin sekaligus malam pertamanya dengan Matthew. mengingat perkataan Matthew siang tadi, yaitu menginginkan dirinya sepenuhnya malam ini, membuat bulu kuduknya berdiri.
Angel memperhatikan dirinya. malam ini dia menggunakan baju tidur berbahan satin dan bertali spageti, terkesan terbuka dan seksi untuk tubuh tinggi dan rampingnya. sebenarnya ini bukan keinginannya, melainkan baju ini dia kenakan atas saran mom Helena tadi saat membantunya melepas gaun pengantin acara resepsi.
saat masih sibuk memperhatikan penampilannya, Angel mendengar pintu kamar mandi terbuka dan beberapa detik setelahnya muncul Matthew disertai aroma wangi sabun yang tercium hingga ke seluruh kamar.
oh Tuhan rasanya jantung Angel mau meledak. bagaimana tidak. ini pertama kalinya dia melihat Matthew dalam kondisi setengah telanjang. dada bidang dengan pahatan otot sana sini, tetesan air dari rambut yang masih setengah basah jatuh hingga ke dada Matthew. dengan hanya menggunakan handuk dari pinggang sebatas lutut. membuat Matthew begitu, seksi dan macho.
Angel merasa mukanya memanas karena malu. apalagi saat ini Matthew bukannya berjalan menuju lemari pakaian malah menghampiri dirinya. tentu saja jantung Angel tidak karuan. Matthew duduk di pinggir kasur, sebelah tangannya terangkat mengelus pipi Angel dan mengarahkan pandang sang istri padanya.
"kenapa memalingkan wajah seperti itu, hmm?"
tanya Matthew lembut yang entah kenapa malah membuat Angel tidak karuan.
"aku malu kak, sana pakai baju dulu"
"kenapa harus pakai baju, bukankah nanti dilepas lagi" respon Matthew bermaksud menggoda sang istri.
"kok dilepas, kak" tanya Angel bingung
"Tidak mungkin kita melakukan malam pertama kita dengan memakai pakaian, kan lebih puas kalau sama-sama polos" tutur Matthew seraya mengerling mata nakal hingga membuat Angel kaget sekaligus gugup.
"ahh, oh begitu ya" Jawab Angel kikuk.
Matthew terkekeh gemas melihat kepolosan sang istri. rasanya dia tidak tega menghajar istrinya dengan kenikmatan malam ini. meski pun dia sangat ingin, namun dia sadar sepanjang hari spesial ini mereka sudah lalu dengan sangat lelah.
"tidurlah, aku tahu kamu lelah sayang. malam ini aku tidak memintanya. tapi esok kalau aku minta kamu harus sudah siap, hmm?"
mendengar itu dengan polosnya Angel mengangguk cepat yang membuat Matthew tertawa lalu mengacak rambutnya gemas.
Matthew segera beranjak menuju lemari dan mengambil satu boxer dan menggunakannya begitu saja di depan Angel. yang membuat Angel hampir berteriak adalah, Matthew dengan tidak tahu malunya, menjatuhkan handuk hingga tubuhnya terlihat polos sebelum menggunakan boxer.
kalau Angel merasa sangat malu melihat pemandangan itu, hingga membuang pandangan ke arah lain dengan wajah memerah, justru sang suami merasa biasa saja.
__ADS_1
Matthew kembali ke ranjang tanpa menggunakan baju namun membawa sebuah handuk kecil yang kemudian dia serahkan pada sang istri yang masih nampak tersipu. Angel yang paham segera menerima handuk itu dan menyuruh Matthew untuk duduk di hadapannya.
"duduk sini hubby " Angel menepuk bagian depan tempat dia bersandar.
Matthew naik ke tempat tidur. bukan duduk justru dia segera berbaring dengan menggelamkan kepalanya di dada angel. mendusel sebentar di sana. sebelum akhirnya bergumam.
"Sayang, kamu wangi. nyaman banget seperti ini. pengen peluk kamu terus" tutur Matthew dengan suara manjanya.
walau kaget, Angel tidak menolak justru dia tersenyum dan mengelus sayang kepala Matthew. kemudian dia mulai menggosok pelan handuk itu di kepala Matthew mencoba untuk mengeringkan rambut suami manjanya.
"Sweetheart?" Matthew kembali memanggil
"hmmm?" Jawab Angel singkat sambil terus mengeringkan rambut Matthew.
"nanti kalau Tuhan memberi kita rejeki dengan mempercayakan kita menjadi orang tua, kamu ingin punya anak berapa?"
Angel menghentikan gerakan tangannya di kepala Matthew setelah mendengar perkataan sang suami.
"anak?" beo Angel
Angel tersenyum sebelum akhirnya menjawab.
"tentu aku mau kak. Banyak anak pun tak apa. aku akan menjaga ibu yang kuat untuk mereka dan kamu akan menjadi ayah yang hebat "
tentu saja Angel menginginkan banyak anak. merasakan bagaimana sepihnya menjadi anak tunggal maka tidak heran, setelah menikah Angel menginginkan dua atau tiga anak lebih pun tidak masalah. begitu juga dengan Matthew.
"mau berapa, hm?" tanya Matthew lagi dan posisi wajahnya sekarang lebih dekat dengan sang istri. Angel pun dibuat gugup oleh tatapan dalam dan mesra Matthew.
"dua, tiga atau empat, maybe" Jawab Angel dengan malu-malu. karena Matthew saat ini menyatukan dahi mereka.
"aku pun menginginkan hal yang sama sayang. nanti kita akan memiliki banyak anak yang lucu, tampan dan cantik seperti kita, hmm" Tutur Matthew berucap lirih. matanya kini menutup. sebelah tangannya berapa di tengkuk Angel, menariknya perlahan hingga kedua b*ibir mereka menyatu.
"i love you sayang "
" I love you too hubby "
__ADS_1
Matthew mengulum bibir atas Angel yang dibalas ******* bibir bawah Matthew oleh angel. mereka berpangutan mesra. sangat dalam dan intim. sekarang Matthew tidak segan dan ragu menyentuh Angel sesuka hati. seperti sekarang ini. tangannya sudah masuk dalam gaun atas angel dan memijat lembut dua bolq kenyal sang istri. hingga suara indah lolos dari bibir Angel.
pangutan itu terlepas. mereka menghirup udara sebentar, sebelum akhirnya kembali saling berpangutan. bibir Matthew berpindah ke leher Angel dan meninggalkan beberapa tato cintanya.
kedua tangan Matthew dia gunakan untuk menyentuh apapun yang dia suka di tubuh angel hingga wanita itu kewalahan akan perasaan indah yang baru dia rasakan.
setelah selesai, nafas Angel terengah-engah. sementara Matthew memandang sang istri dengan puas karena berhasil membuat angel melayang.
setelah membali tenang, Angel kini merasa malu, setelah menyadari apa yang baru saja dia lewati bersama sang suami.
"kenapa, tersipu seperti itu, hm?" tanya Matthew menggoda sang istri.
Angel tidak menjawab. dia malah memeluk Matthew dan menyembunyikan wajah tersipu di dada bidang sang suami.
Matthew terkekeh gemas. lalu dengan masih memeluk sang istri, sebelah tangannya terulur mengambil tisu yang ada di atas meja di samping tempat tidur.
dia mengundurkan pelukan itu dan perlahan membersihkan bagian bawah sang istri. meski malu angel tetap membiarkan saja. toh Matthew sudah melihat dan merasakannya tadi.
sembari membersikan, Matthew memandangnya mesra.
Angel tersipu hingga tidak mampu membalas tatapan itu
sebenarnya Matthew sudah tidak mampu menahan keinginannya untuk menyatu dngan angel. namun sebisa mungkin dia meredamnya. karena kalau dia memulai lagi, rasanya pasti tidak ingin berhenti. dia begitu menyayangi dan mencintai Angel sampai tidak ingin sang istri lebih lelah lagi setelah seharian sibuk dengan hari bahagia mereka.
setelah membersihkan bagian bawah sang istri, Matthew segera membawa Angel ke dalam pelukannya. dia bahkan melempar asal handuk yang tadi digunakan untuk mengeringkan rambutnya.
"bobo sayang, capek kan"
"cuppp cupp cupp" tiga kecupan mendarat di kening pipi hingga bibir angel.
Angel hanya mampu mengangguk. selain karena capek. badannya juga masih terasa lemas setelah berhasil melakukan pelepasan pertamanya yang begitu dasyat beberapa menit lalu.
meskipun sebenarnya Angel merasakan sebuah tonjolqn di bawah sana yang menyentuh pahanya. dia tahu itu apa. namun melihat Matthew yang yang kini menutup mata seolah tidak terjadi apa-apa. Angel pun ikut terlelap dalam dekapan hangat Matthew.
malam yang indah dan panjang itu mereka lalu dengan sangat manis. saling mendekap hangat hingga pagi kini mulai menyapa.
__ADS_1