
Sore hari, Karena merasa bosan di kamarnya, Angel meminta kepada mama vita untuk membawanya ke taman rumah sakit. Bukan tanpa alasan Angel meminta ke taman rumah sakit. selain karena dia ingin melihat kesenangan dan kebahagiaan para pasien yang menikmati senja di taman itu. Dia juga ingin mengalihkan pikiran dari perasaan berkecamuk di dadanya sejak dari ruangan Matthew tadi pagi. keadaan Angel memang sudah membaik. Dari hasil pemeriksaan Dokter, Angel diperbolehkan pulang esok hari Karena sisa trauma gadis itu masih perlu dipantau.
Sementara Angel masih di taman, mama vita pamitan sebentar menuju bagian administrasi rumah sakit.
Perasaan Angel sedikit lebih baik dan teralihkan saat mendengar dan menyaksikan canda tawa orang-orang di taman. Dia bahkan ikut tersenyum melihat sepasang suami istri tengah memberi hiburan pada putri mereka yang sedang sakit. saat asik melihat kehangatan keluarga tersebut, terdengar sapaan pria yang sangat familiar dan seketika mengalihkan perhatian Angel.
"Hallo Manis" sapa pria itu
"exell"
lirih Angel tersentak kaget melihat keberadaan Exel di sana. pria itu muncul lagi setelah menghilang pasca lamarannya ditolak Angel. entah karena kecewa atau mencoba menenangkan pikiran. Hanya dia yang tahu.
"kenapa? kaget, hm?" tanya Exel dengan suara tenang dan tersenyum manis.
"kamu kemana saja?" bukannya menjawab Angel malah balik bertanya pada pria itu. Angel bertanya dengan cemberut dan monyong seolah tidak terima exel menghilang beberapa hari ini.
"sudah jangan cemberut begitu. Kan aku sudah di sini. ini untuk kamu" Tutur Exel dan menyerahkan satu buket mawar merah kepada Angel. Exel segera menepis perasaan hangat yang menyeruak ke hatinya kala melihat raut Angel. dia tidak mau usahanya untuk menghilangkan perasaannya terhadap Angel akan sia-sia.
nampak Angel mencium Aroma wangi bunga tersebut dan tersenyum tulus pada exel.
"terima kasih, xel"
"merindukan diriku nona manis?" tadinya exel yang bermaksud untuk bercanda, tahu-tahunya Angel mengangguk dengan antusias. dan jawabannya tentu Angel merindukan temannya itu. exel adalah teman yang banyak membantunya dalam suasana suka dukanya beberapa tahun terakhir.
"sini, peluk" Exel membuka lebar kedua tangan hingga tak menunggu lama, Angel sudah berada dalam pelukan Exel.
__ADS_1
"kamu jahat, banget. aku kira kamu tidak mau berteman dengan aku lagi" ujar Angel cemberut
exel terkekeh mendengarnya. Rasanya aku tidak bisa melakukan itu Angel. Kau terlalu membekas dalam hati ini. Batin exel yang tidak mau berbicara terus terang.
Angel segera melepaskan rengkuhan exel Setelah merasa pelukan pria itu membuatnya sedikit sulit bernapas.
"bagaimana keadaan kamu?" tanya exel setelah duduk di samping Angel.
"sudah lebih baik. kata dokter esok boleh pulang"
"Syukurlah. maaf, aku tidak tahu musibah ini menimpah kamu. Bahkan ponselku tidak aktif saat kamu menelepon. Maaf ya" ucap Exel merasa bersalah. Dia sangat menyesali keputusannya menghilang sejenak dan tidak mengaktifkan ponsel selama beberapa hari.
"bukan salah kamu. semua ini musibah" ujar Angel yang tidak bermaksud membuat Exel merasa bersalah terus menerus. keduanya akhirnya terus bersenda gurau tanpa beban selayaknya hubungan mereka sebelumnya.
sementara dari lantai 10 rumah sakit, lebih tepatnya dari ruangan rawat inap Matthew, pria itu menyaksikan apa yang sedang berlangsung di taman. Ruang inapnya yang langsung menghadap ke arah taman membebaskan dia untuk menyaksikan aktivitas apa saja di sana tidak terkecuali interaksi antara Exel dan Angel. dari kaca mata Matthew melihat bahwa yang terjadi antara Angel dan exel adalah bentuk lepas rindu dari sepasang kekasih. melihat hal itu membuat perasaan Matthew berdenyut nyeri dan sakit di hatinya. cemburu sudah pasti. dia merasa sebagai pria sudah kalah langkah dari exel yang sudah jauh lebih maju. bahkan sudah berhasil melamar Angel. entah kenapa dia justru mulai timbul rasa pesimis apalagi melihat bagaimana sikap dan cara seorang exel mampu membuat Angel tersenyum, cemberut, tertawa lepas di waktu yang bersamaan.
"Terkadang kita harus membuat perasaan kita sakit demi dia yang kita cintai bahagia" ucap Dad Marcel yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping Matthew dan pandangannya ikut menyoroti interaksi Angel dan exel ditahan. dia tahu. putranya kini sedang cemburu dan sakit hati. tergambar jelas dari raut wajahnya yang tidak tenang dan perasaan sakit.
Matthew tidak merespon tetapi sekilas dia menoleh ke arah dad marcel dan kembali melihat ke arah taman dengan perasaan lemah.
"mencintai tidak harus memiliki son. itulah kunci dari keikhlasan cinta" sambung Dad marcel menasihati Matthew dan menepuk lembut pundak pria itu. Matthew menghela napas panjang seakan berat mengiyakan ucapan sang dad.
"kapan dad balik?" tanya Matthew mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
"pagi tadi son"
__ADS_1
"dimana mom?" lanjut Matthew bertanya
"dia akan menyusul bersama Leo. Sedang membuat makanan untuk di bawa ke sini" Jawab dad marcel dan diangguki Matthew.
"duduklah dulu son, dad, ingin bicara" Perintah dad marcel dengan sorot mata tegas.
"ada apa dad?" Tanya Matthew setelah duduk
"berita tentang pembatalan Pertunangan kamu dan Morena sudah ramai di media. Apa kamu tidak mau berpikir ulang tentang pembatalan Pertunangan itu? Lucas menghubungi dad dari kemarin"
tutur dad marcel mencoba melunakkan perasaan Matthew barangkali putranya itu berubah pikiran.
"keputusan ku sudah bulat dad dan sampai kapan pun tidak akan berubah. Kalau urusan media nanti gampang diurus" tegas Matthew tidak mau berubah pikiran.
Dad Marcel menatap putranya dengan sorot mata tenang. dia tahu dan yakin sifat putranya seratus persen turun darinya.
Dia ingat, beberapa hari lalu , tepatnya pada hari Melvin menikah dia menanyakan alasan Matthew yang mendadak memutuskan pertunangan dengan Morena. dengan santai Matthew menjawab bahwa dia tidak mau menikahi wanita yang sudah menjadi bekas banyak pria, kecuali hanya dirinya yang menyentuh wanita itu. awalnya dad marcel bingung namun beberapa bukti yang menunjukkan betapa liarnya seorang Morena membuat Pria itu sadar bahwa calon menantunya itu terlampau memiliki kehidupan bebas seperti putranya. Matttew dengan tegas menyampaikan pembatalan Pertunangan bersama morena baik kepada dad marcel maupun kepada Lucas saat itu juga melalui tetelpon. awalnya lucas kaget sekaligus tidak terima. dia menanyakan alasan Matthew yang seenaknya sendiri membatalkan rencana pertunangan padahal sudah mulai dilakukan persiapan.
Matthew menolak memberi tahu kebenaran kepada lucas. tetapi pria itu mengatakan dengan tegas, morena jauh lebih tahu apa yang sebenarnya terjadi. jadi silakan bertanya kepada gadis itu.
ketegasan, tidak takut dan keras kepala adalah yang paling menonjol dari sifat dad marcel yang diwariskan kepada Matthew.
"baiklah, urus kekacauan ini sampai tuntas son" tegas dad Marcel yang memang dia jelas tahu putranya itu tidak akan membiarkan masalah berlarut-larut.
"Iya dad" Jawab Matthew singkat namun penuh ketegasan.
__ADS_1
"gadis itu, apa selama delapan tahun ini kau bahkan sama sekali tidak melupakannya?" tanya dad marcel saat melihat pandangan Matthew tidak lepas dari Angel yang sedang bercanda bersama exel di taman.
"seandainya, aku menyuruh dad untuk berhenti mencintai mom, apa dad bisa?" Matthew membalas pertanyaan dad marcel dengan pertanyaan perumpamaan yang membuat pria itu terdiam.