Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Sorry and Please Believe Me


__ADS_3

Pagi ini, Angel bangun dengan keadaan mata yang lumayan bengkak. Dengan menghela napas panjang dia nampak khusuk dalam doa. Setelah berpasrah pada sang pencipta, Angel menuju dapur untuk mengompres matanya dengan es. Dia tdak ingin mama vita akan banyak bertanya perihal matanya.


Kurang lebih hampir 5 menitan mengompres mata dengan es, dia melanjutkan aktivitas untuk menyiapkan sarapan sederhana yaitu, rebus wortel, labu dan telur dadar. Sementara untuk bekal dan juga makan siang sang mama dia menumis brokoli dan sosis saus tomat. Mama vita bangun, saat Angel hampir selesai menyiapkan bekalnya, karena merasa waktu sudah lumayan pagi untuk bersiap, akhirnya mama vita menyuruh Angel mandi dan bersiap ke sekolah. Awalnya Angel takut kalau mama Vita menyadari matanya yang bengkak. Namun, mama vita tidak bereaksi apapun justru terlihat santai seperti biasanya. Angel jadi berpikir, es batu tadi mungkin manjur mengurangi bengkak di matanya hingga tidak nampak jelas atau mama vita memang tahu tapi pura-pura tidak tahu.


Selesai bersiap, mereka berdua akhirnya menikmati sarapan pagi dengan obrolan ringan. Setelahnya mereka berdua akan kembali dengan rutinitas masing-masing, mama vita ke warung dan Angel ke sekolah.


Hingga pagi ini, Matthew belum berkabar, Angel pun memutuskan tidak mengirim pesan atau menghubungi pria itu karena pesan semalam saja hingga sekarang belum dibaca.


Setibanya di sekolah, Angel langsung menuju Kelas. Namun ada yang aneh, hampir setiap orang yang berpapasan dengannya dijalan menatap dengan sinis juga remeh. Sebenarnya dia terusik, namun dia memilih mengabaikan saja. Di kelas dia langsung duduk dan menyimpan tas di meja. Dia berencana untuk menunggu bestie. Arah pandang Angel keluar jendela, dia sedang melamunkan banyak hal yang terjadi dalam hidupnya.


"Woi!!" Teriak bestie mengagetkan Angel.


"Ha, sudah sampai?" tanya Angel dengan ekspresi kaget.


"belum. Masih di pluto" seloroh Bestie sambil menyebut kesal.


"Hehehe " Angel hanya bisa cengegesan sambil menggaruk hidung yang tidak gatal.


"Lagian, orangnya sudah di sini masih saja tanya. Memangnya kamu kira aku setan" tutur Bestie.


Saat tengah Asik mengobrol, Noval datang terburu-buru dengan tampang serius.


"Little rabit" Panggil Noval pelan


"Iya" Jawab Angel dan melihat ke arah noval yang kini bersandar di jendela samping mejanya.


"Are you oke?" Tanya Noval dengan sangat serius.

__ADS_1


"Iya, aku baik. sangat baik. Ada apa?" Respon Angel yang merasa aneh dengan gelagat Noval.


"Oh Syukurlah. tidak apa-apa, hanya bertanya saja. memangnya nggak boleh?" tutur Noval. Sementara Bestie saat ini justru tidak bersuara, biasanya mereka adalah dua orang yang paling heboh dan selalu berdebat kalau berkumpul seperti ini. Justru keduanya seperti menyembunyikan sesuatu.


Saat mereka sibuk dengan pikiran masing-masing, tiba-tiba dua orang siswa masuk sambil bergosip ria. Angel dapat mendengar dengan jelas Ada nama Laras dan Matthew yang mereka sebut.


"Eh, akhirnya ya, mereka go publik juga, selama ini kan mereka pacaran tapi media tidak tahu. Foto mereka semalam tu mesra banget. aduh aku jadi iri sama pesona mereka, cocok banget. Kakak Matthew luar biasa banget pesonanya. Cocok disanding dengan kak Laras yang cantik, elegan dan lembut" tutur siswa satu kepada teman di sampingnya.


" Lihat! aku buka hp saja semua pemberitaan media online dan elektronik dari gosip entertaiment tentang mereka berdua. So sweet" Respon siswa yang lain.


"Gimana ya, nasib orang itu, yang belakangan nempel sama kak Matthew. Kasihan banget ya digantung" Ujar siswa yang pertama sambil melirik sekilas ke Angel.


Rupanya kejadian di kantin kemarin menimbulkan gosip bagi siswa di sekolah bahkan di forum chat grup angkatan. Bestie dan Noval menyadari itu setelah mengecek Handphone mereka pagi ini. Dari pemberitaan media massa hingga kehebohan di grup chat angkatan sekolah hanya tentang Matthew dan Laras yang go publik. Belum lagi ada yang terang-teranangan meledek Angel sebagi perempuan tidak tahu malu ang mencoba merusak hubungan Matthew dan Laras. Inilah alasan mereka radi buru-burun menghampiri Angel takut temannya dibuly satu sekolah.


Kenapa Angel tidak tahu. Karena dia malas bermedia sosial dan untuk kehebohan pemberitaan di grup angkatan, entah mungkin karena tidak fokus dia bahkan tidak membaca isi obrolan di sana justru mengabaikannya saja.


Sepanjang kegiatan belajar, Angel kurang Fokus, ternyata patah hati itu rasanya tidak enak. Semua yang yang dikerjakan malah terasa hambar. hingga waktu pulang tiba, dia masih mendengar kehebohan cerita tentang kekasihnya Matthew dan Laras. Dia Berjalan dengan sedikit gontai ke parkiran. Tiba-tiba, seseorang menarik tangannya dan membawanya masuk ke sebuah mobil. Tunggu, dia kenal aroma wangi ini. ini seperti bau parfum si pria yang sekarang menjadi buah bibir di sekolah. Saat mendongak, padahal benar, orang di depannya adalah lelaki yang telah mematahkan hatinya. Penampilannya sangat berantakan, rambut tidak tertata, baju seragam sekolah yang entah dimana, dia hanya memakai celana abu-abu dan atasan kaos polos hitam, matanya sembab seperti habis menangis entah karena apa. Sekarang perasaan Angel sangat dongkol. Hingga dia hanya menatap datar tanpa ekspresi pada Matthew.


"Sayang" panggil Matthew dengan lirih mencoba mengelus pipi Angel, namun Abgel segera mengalihkan wajahnya.


"Maaf dan tolong dengarkan aku" Mohon Matthew dengan memelas.


"Semua itu tidak benar. Maksudku semuanya terjadi begitu cepat. Kemarin Hpku tiba-tiba kehabisan arus saat menelepon sama kamu. Aku mengisi arusnya tapi aku ketiduran hingga malam, padahal aku harus menghadiri perjamuan bisnis bersama mom dan dad. karena terburu aku lupa membawa hp. Di sana aku tidak sengaja ketemu Laras. Aku tidak tahu entah mungkin itu sudah direncanakan olehnya, dia mendadak..mendadak, itu dia.." Rasanya Matthew kesulitan melanjutkan penjelasannya, karena kelanjutannya akan membuat perasaan Angel tercabik-cabik. Di tengah kekalutannya, Angel bersuara yang membuat perasaan Matthew khawatir dan ketakutan Angel menjauh dan meninggalkannya.


"Mencium kakak. bukan. Kalian berciuman" Ungkap Angel seraya menunjukan bukti foto yang dikirim nomor tidak dikenal semalam kepada Matthew. Melihat itu, mata Matthew terbelalak kaget. Darimana Angel mendapatkan foto itu. Karena di media yang beredar tidak ada foto ciumannya dengan Laras. Dia juga berpikir tidak ada yang sempat mengambil gambar ciuman mereka karena kejadiannya begitu cepat.


Melihat raut Angel yang sedih dan mendung dengan mata yang mulai memerah, Matthew dengan segera menarik gadis itu ke dalam dekapannya. Akhirnya, perasaannya menghangat. Seharian ini dia seperti orang tidak waras, nomor Angel tidak Aktif, dia khawatir Angel sudah mendengar dan membaca semua berita dan gosip tersebut dari televisi maupun internet. Matthew mencari Angel ke rumahnya padahal seharusnya dia tahu Angel di sekolah. Di sana dia bertemu mama vita dan menceritakan situasinya. Dia mau jujur, jangan sampai nanti Mama vita dengar dari yang lain kemudian terpengaruh dan kecewa padanya. Untungnya mama vita memahami. Dia juga meminta izin untuk menjemput Angel di sekolah.

__ADS_1


Karena berita di akun gosip semakin banyak, Matthew membolos sekolah, sambil menunggu jam sekolah selesai dia menuju kantor Dad Marcel. Di sana dia merengek seperti bayi da meminta bantuan Dad marcel untuk men-take down semua berita yang beredar terkait dirinya dan Laras. Meskipun bingung, dad marcel tetap melakukannya. Bukankah putranya itu menjalin kasih dengan Laras. kenapa malah marah-marah saat berita kencan mereka beredar. Dan baru 30 menit yang lalu semua berita itu bersih dari dunia maya. Orang Kaya mah bebas, uang melayang semua beres.


Kehangatan memeluk gadisnya membuat Matthew memejamkan mata, seolah menarik semua vitamin yang dia butuhkan dalam diri kekasihnya.


"Maaf and please believe me, Sweetheart. Dia datang begitu saja dan aku kaget saat dia menciumku. Kami tidak berciuman tapi dia yang menciumku. Kalau kau tidka percaya aku akan meinta bukti CCTV dari pihak hotel nanti. Dan kau tahu perjamuan bisnis semacam itu pasti melibatkan media juga, dia, si Laras publik figur, setiap pergerakannya menjadi bidikan lensa media dan entah berapa lama setelahnya semua menjadi ramai di media sosial, televisi bahkan di sekolah." Matthew menjelaskan dengan panjang lebar namun Angel hanya diam tidak bersuara dalam dekapan hangatnya. Perlahan Matthew melonggarkan pelukan untuk melihat Wajah gadisnya. wajah yang sejak kemarin dan seharian ini dia rindukan.


"Sayang maaf, aku tidak bisa menjaga perasaanmu. Aku tahu kamu pasti kecewa. Maaf. please katakan sesuatu" Matthew memohon karena perasaannya tidak menentu melihat Angel yang hanya diam saja. Bukannya menjawab Angel malah mencoba membuka pintu mobil hendak turun.


"Mau kemana?" Tanya Matthew seraya menahan tangan Angel.


"Lepas! aku aku pulang" Angel menjawab tanpa menoleh pada Matthew. Suaranya parau dan sepertinya akan menangis.


"Aku hantar pulang. Sepeda kamu sudah dibawa sama supirku tadi. Tidak usah khawatir tante tahu, aku sudah minta izin" Jelas Matthew yang membuat Angel mendelik kesal.


"Pokoknya kamu harus bicara dulu dan mendengarkan aku sebelum aku hantar. Kamu tidak boleh pulang dengan perasaan kacau begini" Tutur Matthew dengan mencoba menarik jemari Angel untuk digenggam.


"Kalian masih berpacaran?" tanya Angel


"Siapa?" tanya Matthew bingung


"Kamu dan kak Laras" Lirih Ange, perasaan dan hatinya tidak siap kalau sampai Matthew menjawab iya.


"ck, darimana datangnya pikiran itu. Sayang, lihat ke sini. Ayo dengarkan dulu penjelasanku" Kata Matthew lalu menarik wajah Angel untuk melihatnya serta menangkup pipi gadis itu.


"Dengar, Aku dan dia, sudah selesai. Jauh sebelum kita bersama. Semenjak aku tahu dia bermain dengan lelaki lain setahun lalu. Aku memutuskan hubungan kami. Aku selama ini masih peduli padanya karena dia pernah mengancam tidak mau sekolah lagi dan mau bunuh diri. Hingga beberapa bulan lalu aku memergoki langsung dia check in bersama teman prianya. Kita sungguh berakhir di situ." jelas Matthew panjang lebar.


"Sekarang di sini, hanya kamu dan tetap kamu. maaf ya. Aku tahu aku salah. Tolong maaf." Lanjutnya lagi seraya menempatkan tangan Angel di dadanya untuk membuat gadis itu merasakan betapa dia begitu sayang dan mencintai Angel. Mata Matthew nampak berkaca-kaca. Angel tidak tahu harus bagaimana, dia bingung mau merespon seperti apa. hatinya terlanjur sakit. Mungkin waktu yang akan menyembuhkan.

__ADS_1


Matthew memeluk gadis itu dan terus mengucapkan maaf dengan suara yang parau seperti sedang menagis. sesayang itu dia dengan Angel dan takut gadis itu memutuskan hubungan mereka. Sedangkan Angel hanya bisa mengangguk, entah dengan maksud menerima permintaan maaf Matthew atau hanya sekedar untuk menyelesaikan pembicaraan mereka. Setelah lama berpelukan, Matthew menghantar Angel pulang. sepanjang perjalanan, Matthew terus mengenggam tangan Angel.


__ADS_2