
"beb, bagaimana rasanya setelah menikah?"
Angel bertanya seraya tersenyum menggoda sahabatnya bestie dan noval yang saat ini kebetulan bertemu dengannya di sebuah mall. Tadinya Angel ke sana untuk membeli beberapa keperluan di resto. tidak sengaja bertemu kedua sahabatnya yang tengah belanja bulanan. akhirnya mereka memutuskan untuk sekalian makan siang bersama di sana.
"bahagia banget. padahal pak suami aslinya romantis banget beb" Jawab bestie antusias dan malu-malu
"pak suami?" beo Angel
"Iya beb. itu panggilan kesayangan ku untuk dia" Jawab bestie lagi dan menoleh ke arah noval yang menatapnya dengan senyum penuh cinta.
"wahhh, ada panggilan romantis juga ya padahal. cieee so sweet "
Angel turut merasa bahagia melihat kedua sahabatnya yang dulu selalu berdebat bagai serial Tom & Jerry kini bahagia bersatu dalam ikatan pernikahan suci.
dimoment pertemuan itu juga Angel didesak oleh bestie untuk menjelaskan Kedekatannya kembali dengan Matthew. Angel pun tidak keberatan menceritakan bagaimana dia dan Matthew kembali dekat walaupun hingga sekarang dia sendiri belum mengatakan apapun tentang perasaannya pada Matthew. Namun entah kenapa, rasa rindu,, cemburu, resah dan khawatir kadang menghantui dirinya kalau jauh maupun dekat dengan pria itu.
"aku harap yang terbaik saja untuk kamu beb" ujar bestie yang tidak mau berkomentar banyak untuk kedekatan sahabatnya bersama Matthew.
Angel hanya menjawab dengan senyuman. sementara noval pun juga menasihati sahabatnya itu.
"jangan menerima karena terpaksa. ikuti saja apa kata hati dan bagaimana perasaan kamu padanya" tutur noval menasihati dan kali ini Angel mengangguk setuju.
sejam setelah pertemuan itu, angel pamit pulang duluan karena harus mengantar barang pembeliannya ke resto.
sementara di perusahaan, Matthew sedang berkutat dengan pekerjaannya bersama Leo. mereka baru saja selesai melakukan meeting bersama investor asing untuk proyek baru perusahaan.
"Leo, apakah jadwal ku minggu depan padat?" tanya Matthew di sela menandatangani beberapa dokumen.
"minggu depan ada beberapa pertemuan di hari senin hingga rabu, untuk hari kamis jam sembilan pagi sampai selesai, kamu akan melakukan evaluasi internal bersama divisi pemasaran" Jawab Leo sembari mengecek kembali jadwal Matthew.
"lalu hari jumat?" Matthew bertanya kembali.
"seperti biasa, datang ke kantor memeriksa beberapa dokumen. tidak begitu sibuk"
"Kalau begitu kosongkan jadwalku dari kamis siang dan jumat" pinta Matthew dengan wajah berbinar. dia tiba-tiba memiliki rencana dalam benaknya. dan tentunya hanya dia yang tahu.
"kenapa?" tanya Leo bingung
"tidak usah banyak tanya, cukup kau kerjakan saja apa yang aku minta"
"baiklah " pasrah Leo. dia tahu dari mimik Matthew yang berbinar sepertinya teman sekaligus atasannya itu memiliki sebuah pemikiran yang menarik .
setelah selesai menandatangani beberapa dokumen dan Leo juga sudah kembali ke ruangannya, Matthew dengan segera mengambil ponselnya. dia mencari kontak Angel yang di simpan dengan username 'my future wife' setelah berhasil ditemukan dia pun menghubungi nomor tersebut. tak berselang lama suara gadis yang selalu dia rindukan menyapa dirinya.
"hallo kak" sapa Angel
"Hai sayang. sedang sibuk?"
"tidak kak. aku baru dari luar"
"Darimana?" tanya Matthew penasaran, walau sebenarnya dia tahu, Angel baru saja balik dari mall dan dia juga tahu gadisnya itu tadi bertemu dengan kedua sahabatnya. hal itu dia tahu dari ajudannya yang selalu mengikuti kemana pun Angel pergi.
__ADS_1
"dari mall"
"ngapain ke sana"
"ya belanja dong kak, masa mau pergi masak" terdengar jawaban Angel yang sedikit jengah dengan pertanyaan Matthew yang membuat pria itu terkekeh.
"sudah makan atau belum?" tanya Matthew retoris karena sebetulnya dia juga tahu Angel sudah makan bersama noval dan bestie di restoran mall tadi.
"Sudahhhh" Jawab Angel seperti mendesah.
"kakak sebenarnya mau menelepon untuk apa, sebentar lagi aku akan membantu di dapur resto"
Angel yakin, Matthew menghubunginya pasti ingin mengatakan sesuatu, dia curiga dari cara pria itu berbasa basi dengan membuat pengantar bertanya banyak hal padahal ada tujuannya menelepon. sungguh bertele-tele pikir Angel.
"apakah minggu depan kau sibuk sayang? maksudku dari kamis hingga minggu" tanya Matthew akhirnya.
"tidak kak, aku akan berada di resto saja"
"liburan yuk"
"haaa, liburan?. ini kakak serius ngajakin liburan?" tanya Angel tidak yakin.
"serius sayang. aku ingin menikmati banyak waktu dengan kamu. kebetulan minggu depan aku juga tidak begitu sibuk. mau ya, hmmm?"
"eehhhh, emmmm, gimana ya kak"
"please baby" ucap Matthew memohon dan penuh harap.
"baiklah sayang. aku tunggu kabar baik ya"
"Iya, baiklah kak. aku tutup dulu ya. aku lagi ada pekerjaan "
"oke sayang. sampai ketemu nanti. Aku mencintaimu"
klik
tidak terdengar jawaban apapun dari Angel setelah Matthew pamitan dengan ucapan rasa cintanya. Pria itu tidak marah ataupun kecewa, tetapi dia bersyukur. akhir-akhir ini, Angel tidak lagi menolak kehadirannya, gadis itu sudah mau berinteraksi dan menerima apabila diajak jalan berdua. sekarang bolehkah dia berharap, gadisnya sudah mencintainya namun butuh waktu untuk berterus terang.
malamnya, setelah makan dan saat ini Angel bersama sanga mama duduk santai di depan layar televisi menikmati acara dari sebuah stasiun yang menanyangkan sebuah program khusus yaitu memasak. keduanya sangat menikmati siaran itu, karena program tersebut dipandu oleh exel sahabat angel.
saat siaran dijeda dengan iklan, angel memberanikan diri memberi tahu mama vita tentang ajakan Matthew untuk liburan bersama. Dia yang sebelumnya rebahan manja di pangkuan sang mama, kemudian bangun mengambil posisi duduk di samping mama vita.
"ma?" panggil Angel
"Iya nak" Jawab mama vita dan membalas tatapan putrinya
"kakak Matthew ngajak liburan " ungkap Angel dengan ragu-ragu.
"lalu?"
"apakah boleh ma?"
__ADS_1
"kamunya mau atau tidak, nak?"
"emm a-aku, aku tergantung mama"
"kok tergantung mama, kan kamu yang diajak liburan "
"emang boleh ma" tanya Angel dengan menyembunyikan rasa penuh harapnya.
"kamu mau atau tidak?" tanya mama vita sekali lagi
"eeemm" Jawab Angel dengan beberapa kali anggukan kepala menandakan dia mau
"Kalau begitu, pergilah nak. berliburlah. sudah lama kan kamu tidak berlibur "
"beneran ma?" tanya Angel memastikan sekali lagi.
"Iya sayang. pergilah. tapi ingat. jaga diri " Jawab mama vita dengan tidak lupa disertai nasehat yang sama untuk anak gadisnya.
"Iya ma, terima kasih" Jawab Angel dengan binar bahagia kemudian memeluk sang mama.
"sebenarnya, tadi sore, nak Matthew sudah bertemu mama di restoran cabang"
"kakak Matthew ketemu mama. kok dia tidak kasih tahu aku ya, ma" ujar Angel dengan cemberut merasa kesal Matthew tidak memberitahu padanya bertemu mama vita.
"Kalau itu mama tidak tahu. yang pasti dia datang meminta Izin sama mama untuk mengajak kamu liburan"
tutur mama vita yang diangguki Angel. mama vita memandang lekat wajah Angel. sebenarnya ada hal yang ingin dia tanyakan kepada anak gadisnya itu.
"ada apa ma?" tanya Angel karena melihat mama vita terus memandang lekat dirinya.
"Nak, bagaimana perasaan kamu?"
"perasaan apa ma?"
"perasaan kamu untuk nak Matthew?"
Angel tidak langsung menjawab setelah mendengar pertanyaan mama vita. dia menarik napas panjang seolah ada rasa ragu dalam pikirannya.
"itu yang sedang aku pastiin sekarang ma" Jawab Angel sambil menunduk.
"Nasihat mama, jangan dibawa beban nak. cukup ikuti apa kata hati kamu dan rasakan bagaimana perasaan kamu sebenarnya untuk dia"
"Iya ma. terima kasih ma nasehanya"
"sama-sama sayang"
Angel memeluk sayang sang mama. wanita yang sungguh luar biasa berkorban banyak untuk hidupnya.
"sekarang sudah malam, tidurlah "
"oke. aku duluan ke kamar ya ma. selamat malam. selamat tidur ma. muachhhh"
__ADS_1
angel pamit dengan melabuhkan satu kecupan sayang di pipi mama vita sementara mama vita membalas dengan mengecup kening Angel.