
suara Matthew rupanya mengagetkan Leo dan dean yang sedang berbincang tentang pekerjaan. karena kaget mereka segera masuk. di dalam keduanya melihat wajah khawatir dan panik Matthew.
"Mat ada apa?" Tanya Leo
"ayo ke rumah sakit. Angel kecelakaan"
tentu Leo dan Dean terkejut mendengar kabar itu.
tanpa menunggu lagi, matthew berlari keluar. dia menyuruh Leo mengikutinya. sementara dean tetap di perusahaan.
di parkiran Matthew ingin untuk menyetir namun di cegah Leo. sebab saat panik begini konsentrasi Matthew biasanya kacau. apalagi ini tentang istrinya.
"Matt aku saja"
Matthew mengangguk dan segera masuk mobil. Namun dalam perjalanan, dia merasa mobil itu bergerak lambat. padahal Leo sudah menyetir dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Leo lebih cepat. kenapa mobil ini bergerak seperti siput"
ujarnya panik dan tidak sabar.
"tenang matt, ini sudah maksimal"
"tenang bagaimana sialan, istriku terluka saat ini. Ya Tuhan.. Sayang aku berharap kau dan bayi-bayi kita baik-baik saja "
Matthew mengusap wajah dengan kasar. Dia sama sekali tidak bisa tenang sebelum melihat dan mengetahui keadaan istrinya.
Leo tidak lagi bersuara. dia tahu Matthew sangat panik saat ini. dia lebih memilih fokus menyetir karena Pikiran Matthew yang kacau tidak akan mau merespon dengan baik perkataannya.
setelah menempuh perjalanan hampir 15 menit, akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Tanpa menunggu mobil berhenti dengan benar, Matthew sudah melompat keluar.
melihat itu, leo mengumpati Matthew. bagaimana kalau pria itu celaka dan ikutan dirawat.
rupanya Matthew tidak peduli akan keselamatannya. dengan wajah panik dia menuju UGD tempat Angel masih ditangani petugas medis.
Di sana, dia melihat leon mondar-mandir tidak tenang sambil mengusap wajah.
emosinya naik ketika membayangkan Leon tidak becus menjaga Angel yang sedang hamil. Langkah Matthew semakin lebar.
leon menyadari ada yang datang.
melihat itu adalah sang tuan, dia segera menunduk meminta maaf atas kesalahannya.
"tuan nyonya masih di periksa. saya minta maaf, saya lalai...
bugh
bugh
bugh
Matthew yang sudah sangat emosi tidak lagi mau mendengar penjelasan Leon. dia langsung menghantam bodyguar itu dengan 3 pukulan maut. baginya kesalahan Leon sangat fatal.
"kenapa kamu bisa lalai seperti ini leon. aku tidak akan memaafkan kamu kalau sampai istri anak bayi-bayi ku kenapa-napa.
__ADS_1
bugh
bugh
bugh
wajah leon sudah babak belur menerima bogeman bertubi-tubi dari Matthew. dia tidak membela diri. dia tahu dia salah dan lalai.
Keributan itu mengundang perhatian pengunjung dan pasien. mereka menjadi panik dan segera memanggil sekuriti. beruntung Leo yang baru sampai segera melerai keduanya.
"Matthew, stop. kau bisa membunuhnya" dengan sekuat tenaga Leo menarik Matthew agar berhenti memukul Leon yang kini pingsan.
hosh
hosh
hosh
terdengar napas Matthew tidak beraturan akibat emosi yang meledak..
"Matt, tenang. ini bukan saat yang tepat untuk emosi. kita harus fokus pada kondisi Angel"
Matthew tidak menjawab melainkan mencoba mengatur napas dan tatapannya terus mengarah pada pintu ruang pemeriksaan Angel. rasanya dia ingin mendobrak pintu itu untuk segera melihat keadaan wanitanya.
melihat Matthew yang sudah tenang Leo menyuruh petugas medis di bantu security untuk menolong Leon yang sudah pingsan.
di waktu yang sama, Mom Helena dan dad marcel muncul dengan wajah tidak kalah panik. tadi mereka mendapat kabar dari leon.
begitu juga dengan mama vita yang sudah sangat khawatir hingga menangis saat mendapati kabar kecelakaan itu.
dia yang kebetulan bersama enzy sedang memilih contoh rancangan gaun pernikahan menjadi sangat panik dan segera ke rumah sakit.
"nak, bagaimana keadaan menantuku" tanya mom helena dengan wajah pucat saking khawatirnya. Matthew tidak bersuara selain menggeleng.
"masih di periksa dokter, bibi. sebaiknya duduk dulu" jelas Leo
tidak berselang lama mama vita dan enzy muncul dengan wajah tidak kalah panik.
mendengar penjelasan Leo bahwa Angel masih diperiksa. mereka pun duduk menunggu di sana.
Matthew mondar-mandir tidak jelas dan terus mengusap kasar wajahnya. sesekali dia mengumpati dokter yang sangat lambat memeriksa Angel.
ceklek
terdengar pintu dibuka. akhirnya seorang dokter wanita parubaya keluar setelah menangani Angel.
Matthew yang sangat khawatir segera memberondong dengan banyak pertanyaan.
"dokter bagaimana keadaan istriku?"
"bagaimana bayi-bayi kami"
"apakah istriku terluka? apakah parah?"
__ADS_1
"tenang dulu pak. tolong bertanya satu persatu.
baiklah. biar saya jelaskan saja,. istri anda sekarang sudah lebih baik. tadi dia mengeluarkan banyak darah dari jalan lahir. beruntung segera ditangani sehingga keguguran dini tidak terjadi. namun sekarang kondisi kandungan sangat lemah dan pasien juga mengalami gunjangan yang hebat. pasien harus rawat inap agar bisa terus kami pantau sampai kondisinya benar-benar siap untuk pulang. tolong hibur dia dan selalu buat suasana yang membuatnya senang. selanjutnya pasien akan dibawah ke ruang perawatan" jelas dokter secara detail.
"apakah masih ada yang ingin ditanyakan?"
"tidak. terima kasih" Jawab Matthew dingin dan lemah.
beberapa saat berlalu. kini Angel berada diruang perawatan terbaik. di dalam ruangan itu, ada mama vita, enzy, mom Helena dan Matthew. sementara dad marcel dan leo, setelah melihat kondisi angel. mereka keluar menunju toko kue tempat angel kecelakaan tadi. mereka akan membereskan pelaku.
kembali ke rumah sakit.,
Matthew duduk di kursi samping ranjang pasien. menggenggam tangan sang istri dan terus mengecupnya. dia juga terus mengecup perut buncit angel dan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan karena sang istri dan bayi-bayi mereka selamat. walau perasaan khawatir belum juga reda melihat angel masih tertidur.
"Sayang, segeralah bangun. aku sangat khawatir"
lirihnya disertai lelehan air mata.
mama vita uga ikut mengelus sayang kening Angel. sementara mom helena dan enzy duduk di sofa panjang di ruang itu setelah melihat kondisi angel. meski rumah sakit ini tidak sebesar rumah sakit keluarga Jhonson, tapi fasilitasnya sudah cukup lengkap untuk menangani Angel.
sementara itu, di Toko cake and cookie, tukang ojek yang tadi sengaja menyenggol Angel terus saja mencari alasan untuk bisa kabur. dia tidak mengira akibat tergiur disogok dengan segepok uang merah dia akan berada dalam masalah seperti ini. apalagi dia sudah berjanji akan tutup mulut.
dia tidak bisa kemana-mana karena dijaga ketat oleh security dan anak buah Matthew yang sudah turun ke lokasi.
bahkan Leo sudah menghubungi pemilik toko kue untuk tidak melepaskan pelaku, karena pihak keluarga korban akan datang meminta pertanggungjawaban.
di sisi lain, seorang wanita yang menyogok tukang ojek tadi merasa senang mengetahui keadaan angel yang tidak baik-baik saja. walau dia juga cemas dan takut, pria suruhannya akan buka mulut kalau dia yang menyuruhnya.
"benar-benar, pria bodoh. melakukan itu saja . tidak kabur lagi. tapi tidak apa-apa. aku berharap Angel akan mati dengan bayi-bayinya. karena aku, jovanka yang pantas bersama Matthew. Dari dulu aku yang menyukainya bahkan sebelum si Laura bodoh itu" monolog wanita itu yang ternyata adalah Jovanka.
dialah dalang dibalik kecelakaan Angel. dia yang membayar tukang ojek yang sedang mangkal tidak jauh dari toko kue.
Flashback on
Jovanka yang merasa kesal terus ditolak oleh Matthew segera berpikir dan mencari cara lain mendekati pria itu. akhirnya dia punya ide untuk berkunjung ke rumah orang tua Matthew untuk mengambil hati kedua orang itu. dia akan berkunjung dengan alasan rindu karena lama tidak bertemu.
Sebelum ke sana, dia hendak membeli sesuatu sebagai buah tangan untuk orang tua Matthew. mengingat mom Helena dulu menyukai brownies kukus, akhirnya dia memutuskan mampir ke toko cake and cookie.
namun sebelum dia masuk dalam toko, dia melihat Angel juga ada di sana membeli kue yang sama. karena kesal dan merasa angel adalah penghalang dirinya bersatu dengan Matthew. dia menjadi gelap mata dan pikiran.
dengan segera dia menyewa seorang tukang ojek yang kebetulan mangkal dekat toko tersebut untuk menabrak Angel. bayarannya tidak sedikit. hingga dia juga mengancam pria sewaan itu untuk tutu mulut.
"buatlah agar seolah kamu tidak sengaja menabrak dan terlihat seperti wanita itu yang salah. berpura-puralah datang untuk membeli kue di sana, mengerti " perintahnya tegas dan setujui pria tersebut.
"siap boss"
pria tadi segera melancarkan aksinya. dari jauh jovanka mengamati, dan saat melihat Angel celaka dan dilarikan ke rumah sakit, dia tertawa puas.
namun melihat tukang ojek tadi ditangkap dan diamankan sekuriti. dia mendekat berpura-pura melihat pelaku. padahal dia kembali mengancam pria itu untuk tidak melibatkannya. setelah itu dia pulang ke rumahnya.
dalam pikirannya saat ini, bahwa dia sebentar lagi akan mendapat kabar kematian angel dan bayi-bayinya. walau ada rasa cemas, pria bayaran tadi melibatkannya. meski dia juga merasa sedikit aman, karena orang itu sama sekali tidak mengetahui nama dan melihat wajahnya sebab tertutup masker.
Flashback Off
__ADS_1