Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
I Miss you


__ADS_3

Sesampai di rumah setelah di jemput Exel. Angel segera bergegas menuju kamarnya. dia akan beristirahat sebentar kemudian bersiap untuk menemui orang yang dia rindukan. Tidak ada yang tahu mengenai pertemuan ini kecuali dia dan pria tersebut.


Malamnya, jam setengah tujuh, dia sudah bersiap-siap dan membawa kendaraan roda empatnya menuju sebuah resto di dekat SMA Jaya. Rupanya mereka berdua akan bernostalgia di sana. Angel sekarang bisa mengendarai mobil setelah mengikuti kursus selama 3 bulan. Dari pekerjaannya dia sudah menghasilkan uang untuk membeli mobil. Awalnya Mama vita yang punya keinginan untuk memberikan Dia Kendaraan. namun Angel menolak. Katanya saat kuliah dengan menggunakan Kendaraan umum saja sudah cukup. dia ingin menggunakan kendaraan kalau nanti sudah mampu membelinya sendiri. Dan sekarang sudah terwujud. walaupun mobil murah namun tetap bersyukur sudah ada bukti dari hasil kerja kerasnya sebagai dosen dan pengelola restoran pusat milik sang mama.


Sesampainya di resto yang dijanjikan, Angel segera memarkirkan mobil dan Berjalan masuk ke dalam.


"permisi mba, ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pelayan resto.


"Saya mau ke privat room 59, ruangan yang sudah direservasi" Jawab Angel pada pelayan tersebut.


"mari ikut saya mba, sudah ada yang menunggu di sana"


sesampainya depan pintu 59, pelayan tadi segera mengetuk pintu tersebut.


tok


tok


tok


"masuk" Jawab seseorang dari dalam


"permisi pak. Orang nona Angela sudah sampai" setelah mengatakan itu, pelayan tersebut langsung pergi.


Angel yang tengah berdiri di depan pintu, matanya langsung berkaca-kaca begitu melihat sosok di depannya.


"Sweety, I miss you" ujar pria tersebut dan merentang kedua tangan untuk menyambut Angel dalam pelukan.


dengan perasan rindu, Angel melangkah cepat dan langsung memeluk pria itu begitu sampai di hadapannya.


"I miss you too. Dasar jahat, kamu ini pergi sesuka hati dan pulang juga begitu" Gerutu Angel dan membalas pelukan pria tersebut.


"hehehehhe... kau merindukan pria berisik ini, sweety? tanya pria tersebut setelah melepaskan pelukan mereka.


"oh of course. Kamu tidak ada, semuanya jadi tenang dan pendengaranku tidak lagi sakit mendengar perdebatan kalian berdua" Tutur Angel yang mana membuat pria itu semakin tertawa.


" apa kabar little rabit? kamu, wowwww semakin luar biasa. Aku sampai pangling "


"aku sehat, dan kamu terlalu berlebihan. ini hanya salah satu wujud dari adanya perkembangan raga.


seharusnya aku yang bilang pangling. Aku melihat kamu semakin banyak berubah dan tentunya lebih keren, apakah bule-bule Singapura banyak memberi kamu vitamin "


"tentu, mereka selalu memberi ku asupan nutrisi mata. Sangat menyenangkan,. apalagi mereka begitu menggoda"


tutur pria itu dan mengedipkan sebelah matanya.


"dasar genit. mau kau kemanakan gadis yang bertahun-tahun setia menunggu di sini" sindir Angel yang mana membuat pria itu semakin tergelak .


"Aku bungkus dan ku bawa pulang ke rumah. Kamu kalau mau juga, aku bungkus sekalian. biar nanti kalian aku nikahi saja jadi istriku. Sepertinya asik menikah dan langsung punya dua istri" Ucapnya genittt


"Novalllll sinting kamu ya. Kamu ketularan nakal bule di sana ya. Lagian siapa yang mau nikah sama kamu!"


sungut Angel yang mana menanggap serius ucapan Noval. padahal pria itu hanya bercanda.


yup betul sekali, pria tersebut adalah Noval sahabatnya yang telah kembali dua hari yang lalu dari Singapura dan hanya dia yang tahu. Saat ini keduanya sengaja ketemu untuk menyusun sebuah misi.


"hehehehehehehe"


Melihat Kekesalan sahabatnya, Noval semakin tertawa kencang. Rasanya dia sudah lama sekali tidak tertawa lepas begini. sementara gadis di depannya semakin tersungut sebal.


"permisi tuan, pesanan anda sudah datang"

__ADS_1


ujar seorang pelayan dari balik pintu.


"masuk" Ujar Noval.


pria itu sudah memesan makanan sebelum Angel datang karena dia selalu mengingat menu favorit mereka di resto tersebut 'lobster sambal goreng dan pasta'


setelah makanan tersaji, Angel memandang dengan penuh minat.


"wah kamu selalu mengingat menu kesukaan kita bertiga di sini " Ujar gadis kecil itu antusias


"tentu little rabit. Ayo makan"


akhirnya mereka memulai makan dan melanjutkan obrolan setelah selesai menyantap hidangan nostalgia tersebut.


"so, bagaimana?" tanya Angel memulai obrolan serius setelah makan malam.


Noval memberi tahu secara rinci rencana yang akan dia lakukan dan dibantu oleh Angel untuk merealisasikannya.


nampak Angel mengangguk paham dan menyetui ide Noval. Setelahnya mereka melanjutkan pembicaraan dengan obrolan ringan seputar kegiatan mereka selam berpisah. tepat pukul sembilan malam Keduanya balik ke rumah.


sementara itu, Pada pukul sepuluh malam, di bandara internasional kota J, Nampak seorang pria tampan melangkah turun dari sebuah private jet. Di hidung mancungnya nampak terpasang indah kaca mata hitam yang menambah pesona macho pria tersebut.


"Sayang aku pulang. Apakah kau masih menantiku?


I miss you "


gumam pria itu lirih begitu kakinya menginjak aspal bandara sembari menatap indahnya langit malam bertabur bintang. Selanjutnya dia melanjutkan langkah menuju pintu keluar bandara.


"hallo.. welcome back brother"


"Ho.. Ho...Ho.. lihat siapa yang datang"


sambut dua pria yang tak kalah tampan di pintu kedatangan.


"sialan kau Matthew!!" Teriaknya karena belum siap saat dilempari tas Matthew.


"itu pesanan kalian, sudah bagus aku bawa. Sudah. Ayo jalan. jangan banyak protes " ketus Matthew dengan tampang sok angkuh yang mana membuat kedua sahabatnya geleng-geleng kepala.


"kau sungguh tidak berubah, tetap pemaksa dan sesuka hati"


"that is me" Jawab Matthew santai sambil terus berjalan ke keluar bandara menuju mobil jemputan.


Pria tampan yang baru sampai di kota J tersebut adalah Matthew Odilo Dirgantara. Setelah sekian tahun akhirnya memilih pulang ke tanah air setelah memastikan semua urusan bisnis di Berlin dapat dipantau dari jauh.


Kabar kepulangannya dia sampaikan juga pada sahabatnya Martin dan Melvin. Matthew sengaja menyuruh keduanya menjemput di bandara. Dengan alibi, mengambil sendiri secara langsung ole-ole mereka di bandara. Kalau tidak akan dia hancurkan dan buang ke gudang sampah. sungguh teman tidak punya perasaan belas kasih. membuat Kedua sahabat tampannya diliputi perasaan dongkol. keduanya tentu saja tidak mau pesanan barang mahal dan favorit mereka berakhir sia-sia di tong sampah.


"Di mana si cicak betina? tumben dia tidak nempel dan ngikutin kamu"


tanya Melvin dalam mobil saat perjalanan menuju rumah milik keluarga Matthew. Cicak betina yang dimaksud Melvin tentu saja Si Morena. Dia dan Martin sudah beberapa kali bertemu Morena saat berlibur ke Jerman dan bertemu di Singapura saat Matthew ada perjalanan bisnis dan mengajak kedua sahabatnya ketemu di sana. Dalam pandangan Melvin dan Martin, si Morena mirip sekali seperti cicak yang selalu menempel di tembok, sementara bedanya si Morena nempelnya pada Matthew.


"Berhentilah bertanya tentangnya. Sudah bersyukur bisa sampai di sini tanpa diekori dia lagi. aku ingin ketenangan"


Ujar Matthew dan menutup matanya mencoba beristirahat.


"kau pahamlah, Matt, si Melvin ini mulutnya saja yang bilang tidak suka padahal dia demen aslinya sama si cicak betina. lihat sendiri kan sampai nanya keberadaannya, Aslinya kangen tu sama si bule Berlin"


Tutur Martin menyindir Melvin yang berada di sampingnya.


"ya elahh, cuma nanya doang. Kamu tu yang kangen sama si cicak betina, bukankah kamu sering bela dia kalau lagi ngambek"


bantah Melvin dan menyindir balik si Martin yang memang sering kali membela Morena saat ngambek sama Matthew.

__ADS_1


"kalian berdua diam. Sebelum ku tendang keluar dari mobil"


Ujar Matthew yang merasa tidurnya terganggu mendengar suara perdebatan kedua sahabatnya.


"dasar teman tidak tahu diuntung" sungut Melvin kesal dan juga bercanda.


Matthew bahkan mau menendang Melvin dari dalam mobilnya sendiri. Sungguh teman lacknat pikirnya.


Setelah menempuh perjalanan hampir sejam, akhirnya mereka tiba di depan rumah mewah milik keluarga Matthew, tidak banyak yang berubah dari rumah ini, kecuali beberapa bagian yang direnovasi. Setelah hampir delapan tahun akhirnya dia kembali menginjakan kakinya di rumah ini. Rindu sudah pasti. Tanpa menunggu lama dia bergegas masuk meninggalkan kedua sahabatnya yang mendumel karena dijadikan asisten tukang angkut barang milik Matthew.


"Nakkk... oh Tuhan, putra ku yang tampan"


begitu masuk suara bergetar mom Helena menyambutnya. mata wanita itu berkaca-kaca penuh kerinduan.


"mom, i miss you"


Ucap Matthew dan memeluk erat Mom Helena.


"mom lebih merindukan kamu nak"


pelukan itu berlangsung cukup lama karena mom Helena yang terisak melepas kerinduan bersama putranya. Namun pria tua di sampingnya justru seperti menahan kesal.


"Heyy... sudah sudah. Jangan memeluk istriku terlalu lama"


kesal Dad Marcel dan melepas paksa pelukan dua orang di depannya.


"Hei pria tua. dia ini mom ku. aku bebas memeluknya " cibir Matthew yang malah membuat Dad marcel makin kesal.


melihat wajah kesal pamannya, Melvin yang baru saja masuk ingin ikut menggoda pria tua yang cemburuan itu.


"aduhhhhh, bibiku ini semakin cantik saja dan aduhai. Lama tidak ketemu Melvin jadi kangen. Pengen peluk juga Ahhh"


Ujar Melvin seraya Merentang tangan ingin memeluk mom Helena. namun matanya masih bisa melihat Ekpresi dad marcel yang sekarang nampak semakin kesal dengan muka garangnya.


"bocah gila, berani kau sentuh istriku sedikit saja akan aku Kebiri b*rungmu"


ketus dad Marcel dengan mata tajam melihat ke arah selan*kang Melvin.


"hehehehehehehe "


Tawa mereka memenuhi ruangan itu melihat kedongkolan hati pria tua yang pesonanya tak lekang termakan usianya.


"Babyyyyy" manja dad marcel pada mom Helena yang melihat istrinya justru ikut menertawakannya


"sudah ahh, malu sama yang lebih muda. Sudah tua" ujar mom helena dan membuat suaminya langsung cemberut.


ketiga pemuda di sana hanya bisa tersenyum geli melihat kebuncinan dad Marcel.


"Nak, segeralah beristirahat. ini sudah malam. Kalian berdua tidur di sini saja"


putus Mom Helena dan membubarkan mereka dari sana.


Melvin dan Martin menolak untuk menginap, mereka akan kembali esok hari untuk mengobrol lebih banyak dengan Matthew.


Saat ini, Matthew tengah berdiri menatap langit di balkon kamarnya. setelah membersihkan diri dan hanya mengenakan jubah mandi.


"I miss you "


"i miss you "


"i miss you "

__ADS_1


hanya kalimat itu yang terus tergiang di kepala dan terdengar dari gumaman bibir seksinya.


__ADS_2