Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Scandal


__ADS_3

Pagi kembali datang. Hari ini Matthew harus kembali berangkat ke perusahan untuk melakukan rapat evaluasi peluncuran produk baru perusahan dua minggu terakhir.


"Sayang, aku tidak lama. sebelum makan siang aku pulang. ingat jangan melakukan aktivitas berlebihan yang membuat kamu capek" pamit Matthew setelah tadinya mencium kening, bibir dan perut Angel.


"Iya hubby. aku tunggu di rumah ya. sampai ketemu nanti. Cup"


setelah melihat mobil Matthew berlalu, Angel kembali ke dalam. sebenarnya dia sedikit bosan karena tidak ada teman cerita seperti kemarin. dia ditemani sang mama.


"huft, aku sedikit bosan. apa yang harus aku lakukan" Angel seperti berpikir melakukan apa untuk menghilangkan rasa bosannya.


saat masih bingung, suara seseorang dari balik layar televisi mengalihkan perhatiannya.


rupanya itu adalah Suara temannya, si Excel yang pagi ini kembali memandu acara lama bawaan daddynya yaitu program masak makanan western karena daddy Marco berasal dari Swiss. dia pun tersenyum melihat betapa berbakatnya Excel dalam mengolah bahan mentah menjadi sesuatu yang enak lezat, segar dan sehat. semenjak acara itu dipegang olehnya, bukan cuma cara dan tips memasak saja yang dibagikan pria tampan itu. melainkan ada juga membuat berbagai jenis cake, cemilan, juga ragam makanan pencuci mulut. Yang terbaru adalah mengolah berbagai jenis buah menjadi minuman segar dan sehat.


namun kali ini, sepertinya exel sedang membagikan cara membuat rujak yang sehat dan enak dari berbagai jenis buah, seperti mangga setengah matang, bengkoang, jambu biji dan tidak lupa juga ada Timur dan kedondong. melihat itu, air liur Angel hampir saja menetes. melihat rujak buatan exel di televisi entah kenapa dia menginginkan itu.


"sepertinya sangat enak. aku mau itu" lirihnya seperti berharap mendapatkan rujak itu.


apalagi saat dia melihat exel mencoba sepotong mangga muda dicolekan pada sambal kacang. Angel menelan liurnya kasar.


menyadari dirinya tidak bisa makan sembarang tanpa izin Matthew, dia pun segera menghubungi sang suami yang mungkin sekarang belum tiba di perusahaan.


"hall.."


"hubby aku mau rujak, apakah boleh?"


tanpa menunggu sapaan Matthew, Angel langsung mengatakan niatnya.


"rujak? apakah bayi-bayi kita menginginkan itu pagi ini, sayang?"


"Iya hubby, dan harus sekarang" ucap Angel tidak sabar.


"baiklah, Aku akan meminta bibi di rumah untuk menyiapkan rujaknya ya"


"bukan rujak dari bibi. tapi Rujak yang exel buat"


"apa?!" kaget Matthew dengan nada cemburu.


"Iya hubby, exel baru saja membuat rujak di TV" beritahunya antusias.


"pokoknya aku mau itu" lanjutnya lagi.


"Sayang, rujak buatan bibi enak lho" rayu Matthew. dia sebenarnya cemburu mendengar angel meminta makanan hasil buatan pria lain. apalagi pria itu sebelumnya adalah saingannya mendapatkan Angel.


"aku tahu. dan rujak buatan exel juga sangat enak. kenapa jadi berbelit begini. sebenarnya boleh atau tidak, hubbyyyy?"


Angel mendadak kesal. karena Matthew seperti tidak begitu menyetujui keinginannya.


"huftt, baiklah. biar aku hubungan pria itu untuk mengirimkan rujak buatannya ke rumah"


"bagaimana kalau exel saja yang bawaa?"


"tidka, dikirim saja. dia orang sibuk. pasti tida bisa!"


entah sejak kapan Matthew tahu exel sangat sibuk. sungguh rasa cemburu bisa membuat mulutnya berbicara apa saja.


"oke tidak masalah. terima kasih hubby" riang Angel menutup panggilan tanpa menunggu jawaban Matthew.

__ADS_1


sementara itu, Matthew berdecak setelah panggilan diputuskan begitu saja oleh istrinya.


"ckkk, dimatikan begitu saja. padahal aku ingin memberinya kecupan online" ujarnya sambil menatap ponsel dan terkekeh.


"lagian, apa bagusnya rujak buatan pria sok tampan itu" lanjutnya seraya berdengus membayangkan wajah Excel yang membuatnya jengkel.


Leo yang mendengar gerutuan Matthew hanya bisa tersenyum dan menggeleng.


"sudah, ikuti saja. kan kamu sendiri sudah tahu dan sudah merasakan drama wanita mengidam seperti apa"


Matthew menyetujui ucapan Leo. memang sebaiknya dia turuti sebelum taring dan tanduk bumil itu menyiksanya.


dia segera menghubungi Exel yang untungnya sudah selesai dengan acaranya.


"Hallo, Matthew. tumben menghubungi ku?" sapa exel dari seberang


"hei pria tukang masak, kirim kan rujak buatan kamu tadi ke istriku. dia ingin makan itu. sekarang juga. aku tidak punya waktu untuk basah basih"


klik


Matthew menutup panggilan itu meninggalkan Exel yang mengumpatinya di seberang.


"ckk sialan kau Matthew. benar-benar pria kaku" umpatnya


"hei kau bungkus rujak ini dan bawa ke rumah Matthew. calon-calon keponakan ku menginginkan ini" suruh exel pada asisten pribadinya yang kini merasa senang karena Angel mengidam rujak buatannya.


"baik bos"


"semoga saja nanti wajah salah satu anak kamu mirip dengan wajahku yang tampan ini. dan aku pun akan bisa menyaksikan wajah kesal Matthew setiap hari" Ucap excel seorang diri dan tertawa puas membayangkan wajah sebal Matthew.


setelah menunggu hampir satu jam, akhirnya rujak itu sampai juga. Angel yang tidak sabar melahap habis rujak yang sebenarnya sangat banyak. tapi saking inginnya rujak hampir satu mangkok besar habis tidak tersisa. bahkan dia sampai bersendawa.


dia pun mengirim pesan pada exep mengucapkan terima kasih pada pria itu.


jam kini berlalu. sekarang waktu menunjukan hampir pukul sepuluh pagi. Matthew masih sibuk membaca laporan setelah tadi selesai meeting. Tiba-tiba pintunya dibuka kasar dari luar.


brakkk


muncul Leo dan disusul Dean dengan wajah tidak tenang.


"matt"


"tuan"


panggil keduanya kompak.


"hei kalian, apakah tidak bisa membuka pintu depan pelan. lalu, ada apa dengan wajah kalian, kenapa tegang seperti itu?" ujar Matthew kesal sekaligus bingung.


"matt, lihat ini" Leo menyodorkan ponselnya yang disambut kebingungan Matthew.


tapi seketika Matanya melotot tajam melihat isi ponsel Leo. berita-berita online heboh tentang dirinya dan seorang wanita yang bermunculan di media sosial.


'Pewaris Dirgantara Grup Dam-Diam Menjalin Hubungan Dengan Seorang Wanita di Belakang Istrinya"


"Woow, Apakah ini Perselingkuhan? Matthew Putra Pemilik Dirgantara Grup Ketahuan Bermesraan Dengan Wanita Lain"


"Pewaris Dirgantara Grup Mempunyai Hubungan Spesial Dengan Putri Tunggal Pemilik Perusahaan X"

__ADS_1


"Nona Jovanka Calon Pewaris Perusahaan X Wanita Idaman Lain Sang CEO Dirgantara Grup"


itulah kira-kira beberapa dari sekian banyaknya berita-berita yang berseliweran di media online saat ini. sangat jelas tanpa sensor, wajahnya dan juga wajah wanita yang menabraknya hingga membuatnya jijik kemarin, siapa lagi kalau bukan jovanka.


"Apa-apaan ini!!" marah Matthew.


"maaf tuan, kalau saya boleh bicara sepertinya berita ini sudah memenuhi ruang media massa baik online dan elektronik " tutur Dean sembari menatap pada televisi yang sedang menyala di ruang Matthew dan juga memberitahukan tentang tuannya.


"satu lagi, Matt. jangan sampai berita ini sampai diketahui angel" sambung Leo


Matthew kaget dan menepuk jidatnya. dia lupa akan hal itu. benar kata Leo. akan berbahaya bagi kesehatan pikiran kalau Angel tahu. dengan segera dia mengambil ponsel dan menghubungi sang istri tapi tidak aktif. Ini pertama kalinya ponsel wanita itu tidak aktif dan tanpa kabar. Matthew menjadi cemas.


diapun segera menghubungi ulang melalui telepon rumah. tidak menunggu lama seorang ART menjawab.


"hallo tuan?"


"Dimana istriku?"


"di kamar tuan"


"dia sedang apa? apakah dia baik-baik saja?" tanya Matthew cemas


"emm sepertinya tidak tuan?" ragu ART tersebut


"katakan apa yang terjadi?!" Perintah Matthew tegas.


"tadi pagi, setelah makan rujak, nyonya duduk di taman belakang. tapi tidak lama setelahnya masuk kembali sambil menangis. kami bertanya kenapa, tapi nyonya bilang tidak apa-apa. nyonya ingin ke kamar dan tidak ingin diganggu. nyonya juga melarang kami menghubungi tuan" jelas ART tersebut dengan perasaan cemas dan takut akan amarah tuannya.


"kenapa tidak menelepon ku dari tadi, haaa?! bentak Matthew semakin marah. dia khawatir berita-berita itu sudah di baca istrinya.


"segera naik ke atas dan pastikan istriku baik-baik saja. jika tidak, aku tidak akan mengampuni kalian" perintahnya tegas.


"bbbbaa...iiikk t..tuuan"


setelah mematikan panggilan, perasaan Matthew kian tidak karuan. dia harus pulang untuk memastikan keadaan angel. jangan sampai istrinya kepikiran dan mengganggu kondisi kehamilannya.


"Leo tolong hentikan semua berita-berita sialan itu. dan cari tahu siapa yang menyebarkan gosip murahan seperti itu. kalau sampai itu perbuatan jovanka, jangan ampuni dia. bila perlu tarik saham kita di perusahaan ayahnya. dan kau Dean, tangani dulu di sini. aku kan pulang mengecek kondisi angel" jelasnya sembari berlalu terburu-buru dari sana.


"baik matt, hati-hati"


"baik tuan"


jawab Leo dan dean.


sementara itu di rumah, tepatnya dalam kamar. Angel tidak mampu menahan perasaan sesaknya. dia menangis sedih seorang diri.


beberapa saat lalu, waktu masih berada di taman belakang rumah. dia dikirim pesan oleh nomor tidak di kenal. awalnya tidak dia hiraukan barangkali salah sambung. namun nomor itu berkali-kali mengirim pesan masuk. karena takut ada sesuatu yang penting, akhirnya dia melihat isinya.


tapi betapa kaget dan sakit hatinya dia setelah melihat, pesan yang di kirim nomor tanpa nama tersebut adalah potongan video Matthew berpelukan mesra dan dicium oleh seorang wanita. juga ada bukti foto lain saat wanita itu mengalungkan tangan di leher Matthew, mencium pipi dan juga meraba dadanya. Angel mengenal siapa wanita itu. tapi melihat bagaimana Matthew tidka menolak. sungguh membuatnya sangat sakit.


belum lagi link link berita online yang juga ikut dikirim di sana dengan berbagai judul heboh yang membuatnya semakin menitikkan air mata. dia pun memilih ke kamar dan mematikan ponselnya.


"hiksss... hiksss.. jadi ini maksudnya, jas kamu terkena minuman dan bau yang akhirnya dibuang saja. padahal sebenarnya untuk menghilangkan bukti bahwa kamu sudah bermesraan dengan wanita lain. kamu jahat kak. sangat jahat.. hiksss "


apalagi hormon kehamilan membuat pikiran Angel semakin kacau.


di rumah Orang tua Matthew juga tidak kalah kaget melihat berita-berita itu. mama vita juga sama. dia merasa cemas akan keadaan putrinya yang sedang mengandung cucu-cucunya.

__ADS_1


πŸ‘‹πŸ‘‹


hallo readers setelah membaca cerita ini, jangan lupa komen, like, dan favoritnya ya. terima kasih πŸ˜‰πŸ˜


__ADS_2