Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Kabar Bahagia


__ADS_3

tidak terasa hari-hari berlalu begitu cepat. Matthew dan Angel sudah seminggu resmi menempati rumah mereka. sebelum tinggal di sana, mereka mengadakan doa dan syukuran agar diberi berkat dan kedamaian saat menempati rumah itu. tidak banyak yang mereka undang hanya ada keluarga, sahabat, dan beberapa rekan dosen terdekat Angel saat masih mengajar. walau dia sudah resmi menolak ajakan kembali menjadi dosen namun dia tetap menjaga hubungan baik dengan para rekan lamanya.


Waktu masih menujukan pukul lima pagi saat Matthew merasa ada yang kosong dalam pelukannya. perlahan dia membuka mata seraya tangannya meraba bagian Angel tidur. namun kosong. Dia mengernyit bingung. Namun sayup dia mendengar suara seseorang sedang muntah dari kamar mandi. Sesaat dia terpaku hingga saat menyadari itu suara istrinya, Matthew panik dan segera lompat dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi. Di sana dia melihat Angel yang nampak lemas tertunduk di samping closet.


wajahnya pucat serta dahi berkeringat. Perasaan Matthew sangat khawatir.


"Sayang, kamu kenapa? apa yang terjadi? kamu sakit?"


saking khawatirnya Matthew bertanya bertubi-tubi. namun tidak satupun di respon Angel selain merintih seperti kesakitan.


tanpa menunggu lagi, Matthew segera menggendong istrinya menuju kasur. dia merebahkan angel dengan lembut.


"Sayang, tolong katakan ada apa? bagian mana yang sakit?"


karena cemas Matthew tidak berhenti bertanya sembari mencoba menyeka keringat di dahi Angel.


"badan ku lemas hubby. Rasanya kepala ku berat" lirih Angel tidak bertenaga.


"ayo kita ke rumah sakit"


Matthew panik, takut ada apa-apa sama istrinya.


namun Angel menggeleng karena merasa dia hanya kelelahan.


"tidak perlu, hubby. aku hanya kecapean. istirahat sebentar pasti akan baik-baik saja"


"tapi kamu lemas dan pucat sayang. aku khawatir "


tetap saja Matthew cemas. walau mendengar kalimat 'hanya kelelahan dari sang istri'


"ini hanya perlu beristirahat hubby. jangan khawatir " ujar Angel menenangkan suaminya.


saat itu pun Matthew merasa bersalah. karena semalam dia menggempur Angel selama 3 rindu dengan durasi dua jam lebih. 'apa semalam aku terlalu semangat hingga kamu seperti ini? maafin aku sayang' batin Matthew sesal.


"maaf sayang. sepertinya ini juga salah ku. semalam aku melakukannya tanpa ingat waktu. kamu pasti sangat capek"


"hubby aku baik-baik saja. yuk bobo lagi. aku masih ngantuk. pengen dipeluk kamu, hubby " manja Angel mencoba mengalihkan pembicaraan. dia tidak ingin Matthew merasa bersalah.


tidak menjawab lagi, Matthew segera naik dan menarik Angel dalam dekapan hangatnya. dia mencium bertubi-tubi wajah hingga puncak kepala sang istri.


beberapa saat berlalu, dengkuran halus dapat Matthew dengar. Angel kembali tertidur pulas. dengan perlahan dia melepaskan pelukan itu dan segera turun ke lantai dasar.


niatnya dia ingin menyiapkan bubur dan susu jahe hangat untuk sang istri.


beberapa ART hanya bisa menatap kagum Tuan meraka yang serba bisa. baik urusan kantor maupun dapur. sangat rapih dan telaten saat masak. Matthew menolak dibantu. setelah lama berkutat di dapur akhirnya masakan itu sudah siap dihidangkan.


Matthew segera naik dengan membawa sebuah nampan berisi semangkuk bubur dan segelas susu jahe hangat. Matthew dengan sangat pelan membuka pintu takut membuat Angel bangun. namun di dalam justru tempat tidur kosong dan tidak nampak Angel di seluruh kamar. samar, Matthew kembali mendengar suara orang muntah dari kamar mandi. Dia panik hingga menaruh asal nampan yang dia bawa. Kemudian berlari mengahampiri sang istri. didalam dia memijat pelan tengkuk Angel yang masih saja muntah.


menyadari kehadiran sang suami. Angel segera berkumur kemudian berbalik memeluk Matthew erat. Dia menangis sesegukan. dia sedih karena begitu bangun tidak ada Matthew di sampingnya. Entah kenapa dia ingin sekali memeluk Matthew dan terus menghirup aroma pria itu.


"hubby, dari mana saja? aku cariin, kenapa ninggalin aku" rengek Angel sambil sesegukan karena menangis. dia bagai anak lima tahun yang takut ditinggal orang tuanya.


"maaf saya. tapi aku kebawa nyiapin sarapan buat kamu. Gimana sekarang masih pusing, hmm?" Matthew berujar lembut untuk menenangkan wanita tercintanya.

__ADS_1


"masih pusing. pengen dipeluk terus" kembali Angel merengek.


Matthew pun semakin mengeratkan pelukan mereka.


"hubby, aku mau ke tempat tidur. Gendong aku"


Matthew terkekeh gemas melihat sifat manja istrinya. Tanpa menolak dia langsung menggendong Angel seperti bayi koala. Sementara yang digendong terus menerus mengendus aroma Wangi prianya hingga rasa mual yang tadinya sangat membuatnya lemas hilang seketika.


"aku akan menghubungi dokter" ujar Matthew setelah membaringkan Angel.


"tidak perlu hubby. aku sudah baik-baik saja" Angel menolak karena kini gejolak mual tidak terasa.


"kali ini kamu harus menurut sayang. ingat, tadi kamu bilang hanya perlu beristirahat, buktinya sekarang kamu muntah lagi"


setelah mengucapkan itu, Matthew segera menghubungi bibinya, Dokter Yohana untuk segera ke rumah memeriksa sang istri. Angel pun tidak berani membantah lagi.


setelah itu Matthew kembali duduk di samping Angel dan mengambil mangkuk bubur untuk menyuapi wanitanya.


"Dokter dalam perjalanan. sekarang kamu makan dulu ya sayang"


tanpa menolak, Angel justru bahagia melihat Matthew ingin menyuapi dirinya.


"aaa" Matthew menyodorkan satu sendok bubur ke mulut angel yang disambut senang wanita itu.


satu suap berhasil masuk. Angel merasa bubur itu sangat enak hingga dia menelan sambil tersenyum puas.


"enak? tanya Matthew was-was. takutnya kurang disukai sang istri.


"sangat enak hubby. aku sangat suka" riang Angel dan kembali memintanya lagi.


"hubby, kau tidak makan?" Angel menyadari sekarang sudah hampir jam 7 pagi, Matthew belum sarapan.


apalagi dia mengingat hati ini Matthew ada jadwal pertemuan dengan para investor terkait proyek baru perusahaan.


"nanti saja sayang"


"tapi hari ini, kamu ada pertemuan dengan investor"


"jadwal itu bisa digeser sayang. aku akan menghubungi Leo untuk mengundur pertemuan ke jam satu siang nanti. saat ini yang paling penting adalah kamu"


Angel merasa terharu merasakan ketulusan Matthew. namun dia juga merasa bersalah.


"hubby, maaf membuat kamu khawatir. jangan cemas lagi, sekarang aku baik-baik saja"


ujar Angel yakin dan berusaha terlihat baik-baik saja.


"itu bisa kita buktikan setelah kamu diperiksa Dokter, sayang. sekarang minum dulu susu jahenya. kesukaan kamu kan"


Angel mengangguk dan meneguk minuman itu hingga tandas.


"wahhh, ini juga sangat enak. aku suka hubby"


Angel memuji semua yang di sajikan Matthew pagi ini, sangat enak dan tidak membuatnya mual.

__ADS_1


Matthew mengangguk dan mengelus sayang surau istrinya.


" syukurlah kalau kamu suka sayang. Ak...


tok


tok


tok


"permisi tuan, Dokter sudah sampai"


Matthew tidak jadi melanjutkan ucapannya karena pintu kamar mereka di ketuk. ternyata Dokter sudah sudah tiba. Matthew menyuruh bibi Yohana masuk untuk segera memeriksa Angel.


"ada keluhan apa, nak" tanya bibi Helena begitu duduk di samping Angel.


Angel menceritakan dirinya yang pagi tadi tiba-tiba merasa mual, pusing dan lemas hingga akhirnya muntah. setelah beristirahat dia kembali merasakan hal yang sama. namun ajaib saat memeluk Matthew rasa pusing dan mualnya hilang. dia tiba-tiba ingin selalu dipeluk Matthew dan tidak mau pria itu menjauh. bahkan makanan yang dibuat Matthew tidak membuatnya eneg. padahal tadi sebelum Matthew datang membayangkan makanan saja membuatnya mual.


Matthew tersenyum simpul mendengar penjelasan sang istri. entah itu karena manja atau memang ada sesuatu yang serius menimpa wanitanya.


sama halnya dengan Matthew, mendengarkan penjelasan Angel, Bibi Yohana pun ikut tersenyum kemudian mencoba memeriksa Angel dengan perlengkapan yang di bawa. setelah selesai, dia kembali menatap Angel dengan serius.


"nak, kapan terakhir kamu datang bulan?"


"datang bulan" beo Angel sambil mengingat.


dia mengernyit bingung. Matthew pun sama. apa hubungan sakit istrinya dengan datang bulan.


"seharusnya... oh astaga, hubby! aku baru mengingat. aku sudah telat dua minggu"


Angel baru menyadari bahwa dia sudah telat datang bulan. namun dia belum paham kaitannya dengan yang dia alami saat ini. Matthew pun jadi cemas. apakah istrinya sakit parah.


"bi, ada apa dengan istriku. dia tidak sakit parah kan" tanya Matthew khawatir. gurau cemas nampak diwajah tampannya.


bibi yohana merespon dengan tersenyum.


"sudah, tenang dulu. Istri kamu tidak sakit. tapi ini sepertinya ada kabar gembira. Setelah mendengar penjelasan Angel dan hasil pemeriksaan luar oleh bibi barusan. apalagi dia sudah telat haid dua minggu. bibi menyimpulkan istri kamu sedang hamil saat ini. tapi untuk membuktikan alangkah lebih baik nanti di cek dulu pakai tespek dan ke dokter kandungan ya" jelas bibi yohana dengan wajah bahagia.


Sontak Matthew dan Angel kaget sekaligus tidak menyangka.


"Jadi maksud bibi istriku hamil. Angel-ku hamil?"


"bibi ini serius aku hamil?"


pasangan suami istri itu antara, kaget dan bahagia luar biasa hingga tidak mampu membendung air mata kebahagiaan. keduanya saling memeluk erat dengan tangis bahagia.


"Iya. nanti jangan lupa ke rumah sakit untuk di cek. ini ada resep obat yang harus di minum sebelum ke dokter"


"baik bibi. terima kasih. kami akan ke dokter pagi ini juga"


akhirnya bibi Helena pamit pulang. dan Matthew segera memerintahkan Leo untuk ke rumah. namun sebelum itu dia menyuruh pria itu singgah di apotek untuk membeli obat juga tespek kehamilan.


"Sayang, kita akan segera menjadi orang tua. terima kasih "

__ADS_1


Angel hanya mampu menjawab dengan mengangguk karena kini dia masih menangis bahagia. tidak menyangka secepat ini Tuhan memberi mereka kesempatan dan kebahagiaan menjadi orang tua.


sungguh ini adalah berkat bagi mereka.


__ADS_2