
Angel menggeliat pelan. rasanya dia belum mau beranjak dari kasur. kehangatan yang dia rasakan saat ini, masih ingin dia nikmati terus.
perlahan mata cantiknya mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan dengan pencahayaan yang masuk melalui cela gorden hotel. dia mendusel-dusel manja wajahnya di dada bidang Matthew, kembali menutup mata sebentar, kemudian membukanya lagi seraya menguap pelan.
semua aktivitas itu terpantau oleh mata Matthew. pria itu tersenyum manis melihat tingkah istrinya. padahal Matthew sudah bangun sejak 30 menit lalu. dia tidak beranjak dari kasur karena masih ingin menikmati wajah sang istri yang nampak cute saat terlelap. apalagi pelukan Angel yang begitu erat dipinggangnya seolah takut dia pergi.
Angel menggosok mata pelan, mengulangnya lagi beberapa kali hingga pergerakan tangan itu ditahan Matthew.
"jangan di gosok sayang, nanti mata kamu sakit" peringat Matthew
"hubby, sudah bangun?" suara Angel masih nampak serak khas bangun tidur.
Matthew mengangguk
"Morning istriku. gimana, tidurnya nyenyak, hm?"
"Morning juga hubby. kualitas tidurku sangat baik. tidurku nyenyak. karena ada yang meluk" Jawab Angel manja dengan senyum manisnya.
"hubby tidurnya juga nyenyak kan?"
"tentu, karena ada kamu dalam pelukanku" Jawab Matthew serius namun dianggap gombalan oleh Angel.
"huuu, aku pagi-pagi sarapanya gombalan kamu hubby"
Matthew terkekeh
"tapi ini sungguh sayang. aku tidak pernah senyenyak ini sebelumnya"
jujur Matthew seraya jempolnya mengelus lembut pipi hingga bibir angel. akhirnya bibir mereka kembali menyatu. saling berciu*man, melalui ******an, *******, hisapan hingga pasokan oksigen dirasa berkurang barulah cium*an itu terlepas.
"morning kiss" ujar Matthew sembari membersihkan sisa saliva di pinggir bibir sang istri.
Angel hanya bisa tersipu malu.
"yuk mandi" Matthew bangun dan berdiri di samping tempat tidur'. tanganya terulur mencoba menggendong sang istri.
"ehh, hubby turunin aku" Angel terpekik begitu Matthew berhasil mengendongnya menuju kamar mandi.
"kita akan mandi sayang"
"bersama?" tanya Angel kaget
"tentu Sweetheart "
"aku mandi sendiri saja" Angel mencoba menolak halus
"berdua lebih cepat dan lebihhh" Matthew tidak melanjutkan ucapannya. justru dia memandang sang istri dengan tatapan yang entah bermaksud apa. bulu kuduk Angel bahkan sampai berdiri melihatnya.
Sejam setelahnya mereka baru keluar dari kamar mandi dengan ekspresi yang berbeda. kalau Angel cemberut dan kesal. lain halnya dengan Matthew yang tersenyum sumringah.
mandi yang Matthew bilang akan cepat justru selesai satu jam setelahnya. karena mandi bersama yang Matthew maksud tentu berbeda dari perkiraan Angel.
ritual mandinya sangat banyak, mulai dari sentuh menyentuh, gesek menggesek, gosok menggosok, raba meraba. belum lagi saling melu*mat, mengulum bahkan menghisap hingga Angel keluar dari kamar mandi dengan leher hingga dada dipenuhi tato macan tutul.
__ADS_1
"pagi pertama yang begitu indah" riang Matthew sambil memakai baju yang sudah disiapkan Angel. sebenarnya dia ingin sekali tertawa melihat wajah cemberut istri cantiknya. apalagi wanita itu lupa membawa foundation hingga tato tato cintanya nampak sangat jelas menghiasi leher sang istri.
untungnya ada syal di sana. namun tetap saja Angel cemberut. karena sebentar lagi mereka akan sarapan bersama keluarga besar. yang pasti dia akan di ledek habis-hqbisan di sana. pengantin baru yang muncul dengan cara percakaian di musim dingin. padahal saat ini cuacanya cerah dan sebentar lagi mungkin akan terik.
"sudah jangan cemberut begitu. istriku ini sangat cantik apalagi dengan tato indah di leher yang baru jadi" seloroh Matthew dengan kekehannya.
Angel semakin cemberut.
"aku malu. nanti apa yang keluarga kita katakan. masa panas panas begini pakai baju tertutup dan syal" rengek Angel.
"ya sudah dilepas saja syalnya. to mereka akan paham kita kan pengantin baru " respon Matthew enteng.
"ishhh.. hubby!!"
"hehehehhe.. iya..iya. nggak ngomong lagi. yuk, kita sarapan dibawah"
dengan ragu, kesal dan tidak yakin Angel menerima uluran tangan Matthew.
benar saja sesampainya dibawah, semua anggota keluarga menggoda Angel hingga rasanya dia tidak ingin menampakkan wajahnya di sana.
"cieee pengantin baru, pagi pertama langsung pakai syal, dingin ya kak" godaan ini datang dri sepupu Angel yang kemarin menjadi bridesmaid.
"dad, sepertinya kita akan segera punya cucu, iya kan besan" mom Helena juga ikut ikutan dengan melibatkan mama vita dan sang suami dalam perkataannya.
"aduhhh... kompak banget ya. pagi-pagi keramas. semalam keringatan banget ya?" kali ini paman Angel yang menggoda suami ponakannya. Matthew tersenyum saja tanpa merasa malu.
"sudah-sudah, kasihan cucuku sampai malu begitu. jangan menggoda nya terus. kalian seperti tidak pernah mudah saja"
rasanya Angel sangat bersyukur neneknya datang bagai penyelamat hingga dia mampu mengangkat wajahnya di sana meskipun dia masih melihat para sepupu dan bibinya masih saja tersenyum menggodanya.
sekarang mereka sudah dalam privat jet milik keluarga Dirgantara.
"hubby, sebenarnya kita akan kemana?"
"rahasia sayang"
lokasi bulan madu masih dirahasiakan oleh Matthew karena akan menjadi surprise untuk sang istri.
"sekarang bobo saja yuk" ajak Matthew setelah mereka menikmati santapan malam yang disajikan para pramugari.
meski merasa penasaran dan juga tidak puas akan jawaban Matthew, Angel tetap mengikuti langkah suaminya itu ke dalam sebuah kamar mewah dalam jet tersebut.
cupp
sebuah ciuman panjang mereka lakukan sebelum akhirnya terlelap bersama.
hingga tidak terasa kini badan Angel menggeliat. dia merasakan sebuah belitan erat dipinggangnya. aroma wangi khas parfum prianya begitu menusuk di hidungnya.
perlahan dia membuka mata. samar-samar dia mendengar deru seperti ombak yang dibawa angin. namun dia tidak yakin. karena yang dia ingat terakhir kalinya dia bersama Matthew masih diudara. apakah sudah sampai. perasaan dia baru tidur beberapa jam. padahal waktu sudah berlalu sangat lama. Hari bahkan sudah berganti dan dia tidak menyadarinya.
Angel segera berbalik menatap orang di belakangnya. benar, itu adalah suaminya yang nampak masih terlelap. Tapi tunggu. ini sudah bukan di pesawat. melainkan sebuah ruangan, hotel? ataukah resort, atau villa? entahlah Angel tidak yakin. namun seluas matanya memandang, kamar ini sangat mewah. bahkan sudah dilengkapi dengan beberapa barang khas kamar bulan madu.
"dimana ini?" pikir Angel namun belum mau beranjak dari kasur. justru semakin menenggelamkan diri dalam pelukan Matthew. entah kenapa rasanya pelukan pria itu sangat terasa nyaman hingga membuat dia terbuai. apalagi wangi maskulin Matthew yang selalu memenuhi indra penciumannya. selalu membuatnya tenang.
__ADS_1
"sudah bangun, sayang?
Angel sedikit tersentak mendengar pertanyaan Matthew, Angel mengira suaminya itu mengigau karena berbicara dengan mata tertutup.
padahal Matthew sudah bangun dan pura-pura memejamkan matanya.
"morning Sweetheart " sapa Matthew dengan suara seraknya.
"morning hubby "
cup
Angel meninggalkan satu kecupan manis di bibir Matthew yang justru tengkuknya ditahan pria itu hingga kecupan itu berubah menjadi ciuman pagi yang sangat menggairahkan.
Matthew bahkan menghisaqp dqn memanggut bibir Angel hingga sedikit membengkak. tangannya dengan leluasa memegang apapun yang dia suka. hingga pagi ini, Angel kembali merasakan pelepasan dasyatnya untuk kedua kali. sangat luar biasa rasanya.
dengan napas terengah-engah Angel pasrah dibangunkan oleh Matthew. suaminya itu, mengelap keringat yang nampak diwajah hingga lehernya. mereka tidak melakukan penyatuqn. Tapi hanya dengan tangan dan bibir Matthew sudah mampu membuat Angel melayang hingga lemas tak berdaya.
"hubby " lirih Angel setelah merasa tenang
"Iya sayang, ada apa hm?" Matthew bertanya seraya mengelus sayang surau Angel. matanya masih menatap pergerakan bibir mungil istrinya.
"kita dimana?" Angel bertanya sembari mendongak menatap Matthew
"kita dimana hubby, kenapa kau sangat misterius dari kemarin?"
Matthew tersenyum mendengar pertanyaan dan wajah cemberut sang istri.
"Positano"
satu kata yang terucap dari bibir Matthew membuat mata Angel melebar.
Positano? benarkah kata itu yang didengar dari bibir suaminya. Angel menegakkan badannya seraya menatap lekat Matthew. dengan gerakan cepat dia segera turun dari kasur dan berlari menuju balkon kamar tersebut.
"hubby" pekik Angel yang membuat Matthew segera menyusul sang istri dengan senyum merekah.
begitu melihat Matthew di depannya, Angel segera memeluk pria itu erat. matanya bahkan berkaca-kaca.
"hubby terima kasih" ujar Angel dengar suara bergetar.
Matthew membalas pelukan itu tak kalah erat.
"kamu suka? kamu bahagia, sayang?"
"sangat, aku sangat suka dan aku sangat bahagia"
"aku pun bahagia melihat kamu bahagia sayang"
mereka berpelukan sambil memandang lautan dan pesisir indah yang nampak dari lantai hotel tempat mereka menginap.
Positano adalah salah satu kota cantik di Italia yang ingin Angel kunjungi dulu sewaktu kecil. hingga dia terus menunjukkan gambar kota cantik itu di sampul bukunya kepada sang papa. akhirnya mereka sekeluarga sepakat akan mengunjungi Positano saat uang terkumpul banyak. namun rencana tinggal rencana. justru sang papa pulang ke rumah Tuhan mendahului mereka. hingga segala mimpi itu ikut terkubur sejak saat itu.
"hubby, kenapa aku tidak sadar kalau kita sudah sampai?" tanya Angel begitu mereka selesai mandi bersama pagi ini. mandi yang khas dengan keinginan Matthew. lama karena masih ada ritual plus lainnya.
__ADS_1
"tidur kamu nyenyak sayang. kamu tidak terganggu sedikit pun saat sampai di bandara hingga perjalanan ke sini. kamu masih saja nyenyak"
Angel terkekeh mendengarnya. kalau mama vita ada di sini, pasti wanita parubaya itu menyebut Angel tidur seperti kebo.