
Matthew kembali membuka matanya setelah menyadari napas Angel yang tidak beraturan. Apakah gadis itu takut atau sangat gugup? Matthew bahkan melihat dahi Angel berkeringat hingga ke pelipis.
Matthew dibuat kaget dengan hal ini. Akhirnya Matthew menarik diri. Dia segera menutup pintu mobil bagian Angel duduk. Kemudian menaruh belanjaan Angel di Kursi penumpang belakang dan segera masuk dalam mobil. Dia sekarang dapat melihat kedua tangan Angel saling bertautan dan meremas. gadis itu membuang pandangan ke arah luar jendela.
'Kenapa?'
'Bukankah kamu sudah sembuh dari trauma, bahkan dulu kita sering kali berciuman.' batin Matthew
selama perjalanan menuju rumah, tidak ada pembicaraan sama sekali. Dua manusia itu bagai patung hidup. Namun mata Matthew selalu menoleh ke arah Angel yang masih melihat arah luar.
Matthew membunyikan klakson begitu tiba di depan gerbang rumah. seorang satpam nampak membuka gerbang tersebut dan membiarkan mobil Matthew masuk. setelah mematikan mesin mobil Matthew tidak melihat Angel bergerak. kepala gadis itu bersandar di pintu mobil, setelah Matthew cek, ternyata gadis itu tertidur pulas. Matthew sejenak memandang lekat wajah angel, wajah yang selalu dia rindukan, bahkan beberapa saat lalu ingin sekali dia ***** habis bibir mungil nan ranum milik Angel. sebelum akhirnya dia dengan sekuat tenaga menahan diri untuk tidak bersikap agresif. setelah cukup lama menunggu, Matthew akhirnya memutuskan untuk menggendong Angel ke dalam rumah. Dia meminta satu satpam membawakan belanjaan Angel.
satpam tadi menekan bel tiga kali, tidak menunggu lama, pintu rumah terbuka dan nampak mama vita kaget sekaligus bingung melihat Matthew menggendong putrinya yang tertidur.
"malam tan" sapa Matthew
"malam" singkat mama vita
"tan, nanti kita akan bicara, tapi tolong berita tahu kamar Angel di sebelah mana?
"masih di tempat yang lama, nak" Jawab wanita itu tanpa sadar.
Matthew melangkah menuju kamar Angel yang dia yakin berada di sebelah kiri dekat pintu menuju halaman belakang rumah. dan itu membagi benar. Mama vita membantu Matthew membuka pintu. Pria itu masuk dan langsung merebahkan Angel ke atas tempat tidur. Bahkan Matthew masih sempat memperbaiki beberapa helain rambut yang menutup jidat gadis itu. semua sikap Matthew terpantau dalam penglihatan mama vita.
Setelahnya mama vita membuka sepatu serta jaket yang dipakai Angel. Matthew menoleh dan menyoroti seisi kamar Angel. tidak banyak yang berubah. Mungkin hanya satu sofa kecil, meja, kursi belajar dan satu lemari buku yang nampak baru dalam kamar itu.
Namun pandangan Matthew tidak sengaja menuju meja kecil di samping tempat tidur. senyum di bibirnya terbit setelah melihat satu pigura yang terpajang di atas meja itu. Hatinya bergemuruh dan perasaannya makin membuncah bahagia. hingga akhirnya dia kembali melihat pada seorang gadis di atas kasur yang nampak lelap dalam tidurnya.
"Ayo kita keluar"
ajak mama vita setelah memastikan putrinya tetap tertidur pulas. Matthew mengikuti dan segera menutup kamar Angel. Di ruang Tamu, Mama vita tidak berbicara lagi namun dari Tatapannya bisa Matthew ketahui, wanita di depannya butuh penjelasan
"tadi sore kami tidak sengaja bertemu di mall dan malamnya tidak sengaja lagi bertemu di pasar malam. aku berinisiatif mengantar dia pulang. Selain malam makin larut, cukup berbahaya bagi dia kalau pulang menggunakan kendaraan umum, tan." Jelas Matthew tidak sepenuhnya Jujur karena di bumbuhi kebohongan. Dia tidak mungkin mengatakan kalau sebenarnya dia mengikuti Angel dan memaksa gadis itu pulang bersamanya.
"baiklah, maaf merepotkan kamu mengantar putriku pulang, nak Matthew. Terima kasih sudah menjaganya selama perjalanan" Ucap mama vita tulus. meski sebenarnya dia tidak sepenuhnya percaya dengan perkataan Matthew karena tidak yakin ada dua kali kemungkinan di hari yang sama.
"Tidak masalah tan. Saya melakukannya karena memang keinginan dari hati" Matthew mengulas senyum tipis saat menjawab.
__ADS_1
setelahnya dia pamit pulang. Selama perjalanan pulang, senyum pria itu tidak pernah surut mengingat kembali apa yang dia lihat di kamar Angel beberapa saat lalu.
Sebuah bingkai berisi foto mereka berdua
Ya, Matthew melihat sebuah pigura yang sempat dia titipkan lewat mama vita dalam sebuah kotak kecil delapan tahun lalu. sebuah kenangan yang sebenarnya ingin dia berikan sendiri di hari terakhir mereka ketemu. Namun saat itu, justru semua berjalan di luar kendali Matthew. Hingga akhirnya hubungan mereka berakhir dengan sangat menyakiti keduanya. Dia tidak menyangka gadis itu menyimpannya dan bahkan menjadi satu-satunya pigura yang ada di meja utama dekat tempat tidur. bukankah itu artinya spesial.
intinya saat ini perasaan Matthew sangat bahagia hingga dia terus bersenandung mengikuti irama musik dari radio mobil.
"kali ini aku tidak akan melepas kan kamu sayang. aku tidak akan menyerah. aku akan membuat kamu kembali jatuh cinta" gumam Matthew tersenyum sendiri.
"Aku mencintaimu Angela Abichail!!!" Matthew teriak tanpa sadar. kalau ada yang melihat gelagatnya ini, pasti mengira dia sedang tahap awal sakit jiwa karena cinta.
setibanya di rumah, dia langsung mendapat tatapan tajam dari mom Helena. Dan apa yang di lihat barusan, Morena menangis sesegukan? sungguh? ada apa ini? batinnya.
"Darimana saja kamu Matthew " pertanyaan tegas mom Helena menandakan wanita itu tengah marah saat ini.
"ketemu teman mom" Jawab Matthew santai. Dia menyakini sekarang Morena sedang membuat drama.
"kamu ketemu teman terus tega ninggalin morena sendiri di mall? apa kamu tahu di bahkan tersesat nyari kamu sendiri, dia tidak ada temannya di sana." ujar mom helena makin tegas
mendengar Jawaban Matthew, Morena menjadi gugup. jangan sampai dia ketahuan berbohong. Tadi sebenarnya Indra sudah bersama dia di mall meski sangat kesal di tinggal Matthew. Tapi Morena mendadak pergi tanpa meninggalkan pesan apapun pada Indra. Tapi sopir Matthew itu, sempat melihat Morena menghampiri seorang pria bule. mungkin temannya dari luar negeri pikir Indra.
"tapi Indra tidak menunggu ku" alasan Morena
"Indra tidak menunggu atau kamu yang nggak mau dan kabur?" sinis Matthew
"kamu masih berani membohongi mom, nak"
"no mom. aku bicara karena memang begitu adanya. lihat ini"
Ucap Matthew seraya menyodorkan ponselnya yang berisi setiap laporan Indra saat bersama Morena termasuk saat wanita itu pergi begitu saja menemui temannya yang seorang bule.
Morena makin gelapan setelah sekilas melihat foto dalam Ponsel Matthew. sementara mom Helena menatap datar gadis itu. dia seperti merasa dibohongi bahkan hampir saja marah dan tidak percaya pada putranya.
"mom aku bisa jelasin, itu sebenar......"Morena mencoba mencari alasan lain namun cepat ditanggapi mom Helena
"sudah larut malam sebaiknya kalian istirahat" Wanita parubaya itu berdiri dan menghampiri Matthew. Dia kemudian mengusap pelan lengan Matthew dan menatap putranya dengan senyum hangat.
__ADS_1
"sebaiknya mandilah air hangat. ini sudah larut. selamat malam. segera mandi dan beristirahat" ujarnya
"yes mom. selamat malam"
dan
Cup
Matthew mengecup sekilas kening wanita kesayangannya itu.
sementara morena dia sangat merasa kesal karena diabaikan dan sepertinya wanita itu sedikit kehilangan kepercayaan dari mom Helena.
Melihat Matthew yang berlalu menuju kamarnya, Morena juga beranjak mengikuti pria itu.
sesampainya di kamar, Matthew langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri dengan air hangat. setelah selesai, dia keluar dengan masih menggosok rambut yang masih basah. Tubuh pria itu begitu seksi dan menggoda. Kalau saja ada wanita yang melihat pemandangan ini mungkin akan meneteskan air liur.
"apa yang kau lakukan di kamar saya?!" tanya Matthew kaget dan kesal melihat Morena yang dengan tidak tahu dirinya duduk bersila di atas tempat tidur. lihatlah, bahkan wanita itu menggunakan pakaian malam yang sangat terbuka.
"menunggu kamu untuk tidur " jawabnya santai
"kembali ke kamar kamu"
bukannya nurut, gadis itu justru merebahkan diri bahkan dengan pose yang begitu menggoda.
"keluar " tegas Matthew sekali lagi
"saya tidak akan mengulang kata-kata saya. jadi keluarlah sebelum saya menyeret kamu.
"coba saja kalau berani " tantang Morena tidak mau nurut.
dengan langkah lebar, Matthew menghampiri morena dan menarik paksa tangan wanita itu. Dia bahkan menyeret Morena dan tidak mendengar penolakannya.
Brakkkkk
bunyi pintu yang dibanting Matthew setelah berhasil menyeret Morena keluar. Dia juga langsung mengunci pintu tersebut. sementara di luar, Morena nampak sangat Marah dan kesal atas perlakuan Matthew. dia semakin merasa tertantang sampai kapan Matthew menahan diri untuk tidak menyentuh dirinya.
"lihat saja nanti. Kamu pasti akan memohon mohon padaku" gumam Morena penuh ambisi
__ADS_1