Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Mengidam


__ADS_3

sekembalinya dari kediaman mama vita, hari-hari berikutnya Angel dan Matthew kembali menjalani rutinitas seperti biasa.


di perusahaan, tepatnya di ruang rapat, Matthew tengah marah-marah. presentasi dari tim pemasaran tentang produk baru yang akan di luncurkan ke pasaran tidak memuaskan. semua orang dalam ruang rapat itu tidak satupun selamat dari kemarahan Matthew.


Dirgantara grup memang memiliki cakupan bisnis yang luas. Awal terbentuknya, usaha keluarga Dirgantara yaitu perusahan konstruksi yang bergerak pada pembangunan infrastruktur, sarana, dan prasarana. Namun seiring berjalan waktu dan melihat kebutuhan masyarakat perusahan melebarkan sayap pada usaha lain, yaitu pusat perbelanjaan, makanan, dan beberapa hotel. meskipun usaha penginapan dan hotel terbesar di negara itu dimiliki oleh keluarga Noval. tapi perusahan milik Dirgantara Grup paling unggul.


"apa saja yang kalian lakukan selama ini? bahan presentasi ini, seperti tidak ada persiapan yang matang. Apa kalian berpikir ini untuk main-main saja? Perbaiki itu dalam satu hari. esok saya tidak mau menerima kesalahan lagi"


setelah mengatakan itu, Matthew meninggalkan ruang meeting diikuti Leo dan Dean.


setibanya di ruang CEO, Matthew langsung menghempaskan bokong di kursi kebesarannya.


"Leo, tolong segera lihat, apa saja yang dikerjakan tim pemasaran, saya tidak mau melihat kesalahan yang sama esok di ruang rapat"


"Baik, Matt"


Leo yang menerima perintah, segera menjalankan tugasnya. dia sangat mengenal bagaimana sosok Matthew dalam urusan pekerjaan. bukan tipe orang yang akan memaklumi kesalahan orang berkali-kali. apalagi bahan presentasi tadi akan digunakan nanti untuk pemasaran produk baru perusahaan.


kini di ruang itu tinggal Dean dan Matthew. sebenarnya Dean sedikit gugup, ini pertama kalinya dia melihat wajah penuh amarah Matthew.


"Dean, Apa jadwalku setelah ini?"


Dean terperanjat mendengar pertanyaan tegas Atasnya, tadinya dia sedikit melamun.


"setelah ini ada perr....


drtt


drtt


drtt


ponsel Matthew bergetar sehingga dean urung melanjutkan penjelasan. fokusnya kini pada wajah Sumringah Matthew. sepertinya atasannya mendapat panggilan dari orang spesial. ternyata telepon itu dari sang istri. tentu saja dia gembira dan seakan semua kekesalan pada karyawannya hilang entah kemana.


setiap jawaban yang keluar dari bibir Matthew membuat Dean yang jomblo merasa geli.


"Iya sayang. kau merindukan ku, hmm?"


"tapi aku rindu, kangen banget"


tentu saja sikap dan suara manja Matthew membuat dean mendadak menahan tawa dan makin geli. bagaimana bisa atasannya itu cepat sekali moodnya berubah.


"jangan capek-capek. ingat ada anak-anak kita dalam perut kamu sayang"


"aku akan lembur. tunggu aku di rumah ya. I Love you"


jelas dalam penglihatan Dean, wajah Matthew yang tadinya sangat galak, marah dan garang, kini berseri-seri dan sedikit manja. rasanya dean ingin sekali tertawa. bosnya itu cepat sekali berubahnya. seperti bunglon.


setelah panggilan itu berakhir, tingkah Matthew semakin membuat geli si dean.


"ughhh, dia menggemaskan sekali. mau bilang rindu saja gengsi. untung istriku. lihat saja nanti akan ku gempur kau sampai pagi sayang"


gumam Matthew yang lupa akan keberadaan Dean di sana. dia sekarang bahkan senyum sendiri sembari menutup mata dan bersandar pada kursinya.


melihat itu, dean membantin


'apakah bos sedang berkhayal, atau memang orang yang bucin akan bertingkah aneh seperti ini'


"tuan"


"tuan"


"tuannn!


dean yang meyakini Matthew tidak ingat akan keberadaan dirinya, segera memanggil berkali-kali bahkan terakhir sampai berteriak karena bosnya itu masih saja memejam mata sambil senyum-senyum sendiri. entah apa gumaman yang keluar dari bibirnya.


"ckk, ada apa? kau ini mengganggu saja. sana keluar!"


Matthew merasa kesal karena suara Dean mengganggu konsentrasi hayalnya tentang gaya apa saja untuk menggempur Angel nanti malam.


"tapi Tuan, tadi anda...


"ckkk, Keluarlah dean!"


"ada jadwal penting setelah ini tuan"


"nanti saja. suara jelekmu mengganggu pendengaranku. sana keluar!"


Matthew kembali berdecak sebal karena Dean mengganggu pikirannya tentang wajah nikmat dan


De sa han Angel saat dia gempur dengan kuat


dean yang tidak ingin mendapat amukan Matthew segera keluar setelah berpamitan. sementara, Matthew kembali berkutat dengan pikiran mesummnya.


namun belum juga sempat duduk, suara panggilan Matthew hampir membuatnya jantungan. dia pun segera berlari masuk ke ruangan Tuannya.

__ADS_1


"Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu?"


"kenapa malah bertanya, kau lupa bukankah tapi aku suruh kamu menjelaskan agenda ku selanjutnya. kenapa kamu malah keluar?"


Dean mendadak melongo. ini atasannya apakah sedikit sableng, bukankah tadi dia yang diusir walau sudah mencoba menjelaskan.


"tapi Tuan, tadi anda...


" sudah jangan banyak alasan. jelaskan saja!"


dean yang ingin membela diri justru kembali kena semprotan Matthew. jadinya serba salah. akhirnya dia menarik napas panjang dan menjelaskan agenda Matthew selanjutnya, dari pada kena omelan lagi.


"selanjutnya, jam 11.00 anda ada jadwal pertemuan dengan tuan Garry, pimpinan perusahaan B di restoran Seafood tuan. anda diajak sekaligus makan siang bersama beliau "


"baiklah segera persiapkan semuanya. hubungi Leo untuk menemaniku. kamu di sini saja"


"baik tuan, segera saya lakukan. saya permisi "


Dean menjawab patuh. takutnya mode galak Matthew akan menjadikan dia sebagai sasarannya.


setelah semua dipersiapkan, Matthew dan Leo segera menuju tempat yang dimaksud. di sana mereka berbincang serius dengan Tuan Garry tentang salah satu proyek kerja sama dua perusahaan yaitu membangun beberapa pabrik olahan Jagung di kota C. perbincangan itu berjalan lancar kemudian mereka tutup dengan makan siang bersama.


Kesibukan Matthew sepanjang hari di perusahaan terus berlanjut hingga malam hari. dia harus benar-benar memeriksa dengan teliti beberapa dokumen kerja sama dengan perusahaan tuan Garry agar tidak mendapat kecurangan.


tepat jam sebelas malam, dia sampai di rumah. dia segera naik menuju kamar karena perasaan rindu yang teramat besar pada sang istri. dengan pelan dia membuka pintu, saat masuk ternyata Angel sudah tidur pulas sambil memeluk kemejanya. dia duduk dipinggir ranjang, membelai lembut pipi angel dan mengecup dahinya berkali-kali. rasa lelah dan capeknya menguap begitu saja setelah melihat wajah pulas menggemaskan sang istri.


"apakah kau begitu merindukan ku sampai kemeja ini pun kau peluk, hm?"


"tadinya aku berpikir malam ini akan menggempur kamu sampai pagi, kau selalu saja membuat ku ketagihan sayang. tapi aku malah lembur dan saat ini mana tega membangun kamu yang sudah pulas begini. tidak apa-apa, aku akan menahannya sampai esok. setelahnya aku akan melakukannya hingga kita sangat puas, hmm"


"bersabarlah sebentar, aku akan mandi. setelah itu aku akan memeluk kamu dan anak kita sepanjang malam, sayang, cup"


Entah angel dengar atau tidak, Matthew tidak peduli yang penting dia mengutarakan perasaannya. setelahnya, dia ke kamar mandi untuk membersihkan diri. tidak menunggu lama Matthew telah selesai dan segera mengenakan pakaian yang telah dipersiapkan angel sebelum tidur. Matthew pun ikut berbaring di samping Angel membawa wanitanya ke dalam pelukan dan kembali memberikan banyak ciuman di seluruh wajah sang istri. Angel sama sekali tidak terusik saking pulasnya.


rasanya Matthew barus saja menutup mata sebelum merasakan sebuah gunjangan di pundaknya. belum lagi suara lirih yang memanggilnya.


sementara itu, Angel yang merasa lapar lalu bangun. dia sangat bahagia karena melihat ada sang suami di sisinya. Angel mendadak ingin makan ubi cilembu panggang masih panas yang tempat jualnya ada di dekat butik milik mom helena dan harus Matthew yang membelikan itu. membayangkannya saja, sudah membuatnya hampir meneteskan liur.


"kamu lapar ya, anak-anak mommy lagi pengen makan ubi panggang ya" Angel berbicara sambil mengelus perutnya.


dia pun segera membangunkan Matthew


dia rindu pria itu dan ingin bermanja padanya. seharian tidak ketemu dia sudah rindu berat. apalagi ada efek kehamilan di sana.


"hubby"


"hubby"


"hubby"


mungkin karena, lelah dan pulas, Matthew tidak menyadari Angel yang membangunkannya.


kembali Angel mencoba. kali ini berhasil. namun respon Matthew membuat moodnya terjun bebas.


"hubbyyyyy"


Matthew yang menyadari guncangan di bahunya dan suara Angel segera membuka mata.


"kenapa sayang, hmm? sini peluk lagi. bobo yuk"


Angel menggeleng dan menolak karena dia sedang lapar.


"no. aku mau makan hubby"


dengan surat serak dan mengantuk Matthew mencoba menjaga kesadaran.


"lapar sayang?"


Angel mengangguk tapi tidak dilihat Matthew karena matanya teramat berat.


"mau makan ubi panggang"


mendengar itu, Mata Matthew sedikit terbuka dan sebelah abisnya terangkat.


"jam berapa sekarang?"


"dua pagi hubby"


"Sayang jam segini tidak ada penjual ubi panggang yang jualan. esok saja ya. aku ngantuk dan capek. yuk bobo"


setelah mengatakan itu, Matthew justru tertidur kembali. dia sangat mengantuk dan capek. tidak bermaksud mengabaikan sang istri namun rasa kantuk tidak sanggup dia lawan saat ini.


melihat itu, perasaan angel menjadi tidak karuan. dia sedih, kesal, kecewa dan diabaikan oleh Matthew. matanya berkaca-kaca dan diapun terisak. tapi matthew seolah tidak terganggu.


hiksss

__ADS_1


hiksss


hiksss


"hubby, aku lapar"


lirihnya dan memegang perut. memang, selain mengidam, dia juga sangat lapar. tadi makan malamnya tidak berselera karena tidak ada Matthew.


melihat tidak ada pergerakan dari sang suami, Angel semakin menangis. dia sedih dan dan kecewa. moodnya sebagian wanita hamil lebih mendominasi saat ini.


"hubby, kau jahat. kau sudah tidak peduli lagi sama aku"


masih belum ada pergerakan dari sang suami, Matthew sudah terbawa mimpi saat ini.


"ya sudah, aku pergi sendiri saja. kau memang tidak mencintai dan menyayangi aku lagi. hiksss hiksss "


sambil menagis Angel keluar kamar menuju lantai bawa. dia berniat akan mencari penjual ubi panggang saat ini. keinginannya untuk makan sangat besar.


sementara di kamar, Matthew seperti tengah terbawa arus mimpi. dalam mimpinya dia melihat sang istri menagis sesegukan dan sangat kecewa padanya, angel tidak mau dia sentuh. Angel mengatakan kalau dirinya sangat jahat. sang istri pun berniat pergi. benar saja, saat ini Angel betul-betul menghilang dari pandangannya.


hal itu membuat Matthew berteriak panjang dan segera bangun dengan napas ngos-ngosan


mimpi itu seperti nyata.


dia semakin kalang kabut setelah tidak menemukan keberadaan sang istri di sampingnya.


"Sayang"


"sayang"


"Sayang kau dimana?"


Matthew segera turun dari ranjang dan mencari keberadaan Angel di dalam kamar sampai balkon namun tidak ditemukan. dia menjadi cemas.


mendadak otaknya merespon beberapa ingatan dimana tadi Angel sempat bangun dan mengatakan dia ingin makan. tadinya dia merasa itu cuma mimpi. padahal itu nyata dan tangisan Angel tadi benar adanya. dia menjadi gelagapan sendiri dan mengumpati dirinya.


"Matthew sialan, bodoh"


"Sayang maafin aku"


sambil mengumpat dan penuh rasa sesal Matthew keluar kamar dan segera turun ke lantai satu.


sesampainya di bawa di berlari keluar dari lift menyusuri seisi ruangan sambil memangil Angel


"Angel, sayang. kau dimana?"


saat masih mengatur napas karena berlari. samar dia mendengar isakan. dia mengikuti arah suara itu sampai dia melihat Angel yang tengah duduk menagis di depan pintu utama. saat itu, angel semakin bersedih karena tidak menemukan kunci pintu yang biasanya ada di laci meja dekat pintu tersebut. dia tidak bisa keluar. padahal kunci itu masih ada di sana. mungkin dia yang buru-buru atau tidak konsentrasi.


melihat wajah penuh tangisan sang istri tentu saja Matthew sangat cemas.


"Sayang, ada apa, hm? kamu lapar mau makan?"


tanya Matthew setelah ikut berjongkok di samping Angel.


namun tangannya di tepis Angel. terlihat wajah sang istri memandangnya kecewa dan penuh kesedihan. persis seperti di mimpinya. dia menjadi takut Angel akan sungguh meninggalkannya


"hubby kau jahat, aku kelaparan tapi aku tidak peduli"


hiksss


hiksss


Matthew merasa bersalah dan berusaha memeluk Angel walau ditolak oleh wanita itu.


"Sayang maaf. iya aku salah. tadi aku sangat mengantuk. maaf sayang"


"sekarang katakan, kamu ingin makan apa, apapun aku akan turuti?"


Angel yang tadinya menagis penuh penuh kesedihan mendadak diam dan sumringah.


"benarkah hubby"


"tentu sayang" Jawab Matthew penuh keyakinan


"Kalau begitu, aku mau makan ubi panggang yang masih panas yang ada di dekat butik mom Helena "


pinta Angel semangat karena yakin Matthew akan menurutinya


mendengar itu, Matthew mendadak melebarkan mata dan meneguk salivanya kasar.


tentu saja pada jam segini para pedagang ubi panggang tidak ada yang sedang jualan. bagaimana caranya dia mendapati keinginan sang istri.


"Sayang kau serius. apakah tidak esok pagi saja. tidak ada yang jualan jam segini"


ujar Matthew mencoba menego namun direspon lain oleh Angel. wajah wanita itu mendadak datar dan kembali menitikkan air mata.

__ADS_1


"bilang saja kamu memang tidak peduli lagi sama aku. belum jalan saja kamu sudah banyak alasan. biar aku pergi sendiri saja"


__ADS_2