
Tidak Terasa sudah 3 minggu mama vita tinggal bersama Angel dan Matthew. hal ini juga disetujui kedua orang tua Matthew. semenjak dua minggu lalu, Angel juga kembali beraktivitas di restoran. beberapa bodyguar selalu mengikuti ke mana pun dia pergi, begitu juga dengan mama vita, meski awalnya merasa risih dan kurang nyaman. tapi menyadari semua itu demi keamanan, akhirnya mereka mulai terbiasa.
seperti hari ini, jadwal angel memeriksa kandungan ke jhonson hospital. Walau sudah ditemani Matthew, tetap saja beberapa pengawal mengikuti mereka dari belakang. mama vita dan mom Helena pun ikut berangkat. kedua calon nenek ini begitu antusias saat melihat dua calon cucu mereka di layar pemeriksaan saat melakukan USG. Matthew juga semakin bersemangat menanti dua orang buah cintanya bersama Angel.
"Sayang, wujud mereka sudah semakin jelas. kalau bulan lalu hanya gumpalan titik saja" ujarnya sambil memegang erat jemari Angel dan menatap ke layar.
"Iya hubby. mereka tumbuh dengan baik dan sehat. syukurlah " ucap angel ikut terharu.
setelah menyelesaikan serangkaian pemeriksaan dan mendapatkan arahan serta penjelasan dari dokter mereka pun memilih untuk segera pulang. karena siang ini ada pekerjaan penting yang harus diselesaikan Matthew di perusahaan.
Di tempat yang sama, Desi tengah berlari di koridor rumah sakit menuju ruang perawatan. beberapa saat lalu, ketika dia sedang bertemu Margaret untuk mulai menyusun rencana menyakiti Angel, dia malah mendapat kabar, suaminya yaitu Tuan robby kecelakaan dan sedang dilarikan ke Jhonson hospital Grup.
yang membuat dia heboh bukan karena keadaan suaminya namun orang yang sedang bersama tuan robby saat kecelakaan itu terjadi. Yaitu isabella, mantap artis papan atas yang belasan tahun lalu juga dia ketahui berselingkuh dengan suaminya.
pikirannya kini kembali mengarah ke sana. apakah suaminya selingkuh lagi atau hubungan itu sebenarnya dari dulu hingga sekarang masih berlanjut.
Dari penjelasan dokter dia mendapati kabar bahwa suaminya mengalami luka parah. sementara teman satu mobilnya, yaitu isabella sekarang dalam kondisi kritis.
"huff merepotkan. kenapa tidak mati saja kalian berdua" monolognya jengkel. kalau tuan robby meninggal akan sangat mudah baginya untuk mengalihkan semua warisan pria itu pada putrinya seorang. Tidak lagi untuk anak hasil hubungan gelap tuan robby dengan seseorang di masa lalu sebelum menikah dengannya.
anak yang hingga kini tidak tahu keberadaannya. Ya, desi mengetahui satu rahasia besar suaminya. di masa lalu pria itu pernah menghamili seorang wanita yang adalah isabella. artis papan atas pada jamannya. keduanya saling mencintai, tapi terhalang restu orang tua Isabella yang menganggap Robby adalah laki-laki liar dan tidak akan puas dengan satu wanita. padahal waktu itu, isabella juga sedang dekat dengan pria yang kini menjadi suaminya, ayah dari Laura.
saat kehamilan itu terjadi, Isabella menghilangkan diri sejenak dari panggung hiburan hingga melahirkan. setelahnya dia aktif kembali berkat bantuan robby dan kekayaan pria itu. sementara bayi yang dia lahirkan dia meletakkannya begitu saja di depan sebuah panti asuhan yang belum lama bangun di pinggir kota. dia meninggalkan bayi itu tanpa adanya jejak dan kenangan.
dua tahun berselang, Isabella menikah dengan revan pria yang hingga kini menjadi suaminya. setahun setelahnya dia melahirkan putri yang bernama laura.
tetapi hubungan perselingkuhannya dengan Robby terus berlanjut walau pernah ketahuan yang membuat mereka bertengkar hebat dengan pasangan masing-masing. Isabella dan robby juga bertengkar di jalan yang berujung menabrak dan menghilangkan nyawa orang.
Isabella dan robby bertahun-tahun mencari keberadaan bayi hasil hubungan keduanya. namun belum juga ketemu karena pihak panti mengaku tidak menemukan bayi di pintu panti seperti yang dijelaskan oleh isabella.
Lalu kembali, ke Desi. kenapa wanita itu bisa tahu kalau suaminya punya anak sebelum menikah.
hal itu terjadi karena tanpa sengaja dia mendengar obrolan Isabella dan Robby saat diam-diam bertemu di belakangnya. beruntung dia mengikuti kemana suaminya pergi. dari situlah semuanya terbongkar. dia juga mencoba mencari keberadaan anak itu. bukan untuk mengadopsi atau semacamnya melainkan untuk menghilangkan nyawanya. Lantaran dia kesal, isabella pernah meminta sebagian harta robby untuk anak yang hilang itu apabila sudah ketemu. robby tidak mempermasalahkan.
__ADS_1
usaha desi mencari anak tersebut juga hingga kini tidak membuah kan hasil
kenapa dia tidak membeberkan perselingkuhan suaminya dengan isabella ke media? alasannya dia masih butuh uang untuk berfoya-foya dan tidak mau hidup miskin sebab kalau bercerai dengan robby hidupnya akan melarat.
tanpa mau mencari tahu lebih banyak lagi tentang keadaan suami dan selingkuhannya, desi meninggalkan rumah sakit. dalam hati dia berharap isabella dan robby mati hari itu juga.
di koridor depan rumah sakit, dia berpapasan dengan Revan dan Laura yang hendak ke ruang Perawatan isabella. tanpa mengatakan apapun dia melewati kedua orang itu dengan masah bodoh.
"pergilah dan lihat wanita jalqng itu sebelum terlambat. aku harap dia mati hari ini" gumamnya sambil terus berjalan.
saat tiba di parkiran, tanpa sengaja matanya melihat dua wanita yang dia benci. Angel dan mama vita sedang bersama Matthew dan mom Helena. amarah yang belum redam membuatnya semakin ingin murka saja.
"Benar-benar sebuah kebetulan. Vita, aku akan menghabisi kamu" mata tajam desi menyoroti mama vita yang sedang masuk ke dalam mobil yang sama dengan Matthew dan Angel. sementara Mom helena pulang dengan mobilnya sendiri menuju butik.
melihat mobil yang ditumpangi msma vita melaju, mobil desi mengikuti dengan jarak aman. dua pengawal yang memang di suruh untuk memantau pergerakan desi segera melapor. mereka mengirimkan pesan singkat kepada Matthew namun hanya centang satu. mereka menelepon tapi tidak aktif. akhirnya mereka mengirim pesan yang sama leon dan Leo. beruntungnya Leon cepat merespon. sementara Leo kini sedang mengikuti meeting di perusahaan menggantikan Matthew. jadi tidak sempat melihat ponselnya.
mobil Matthew berhenti tepat di parkiran restoran Selera Kita. setelah berpamitan pada istri dan mertuanya serta memastikan kedua orang itu masuk dengan aman ke dalam resto barulah dia berangkat menuju perusahaan.
tidak jauh dari sana. desi masih memantau dari dalam mobilnya. hingga tidak berapa lama mobilnya bergerak mendekati restoran.
"kemana dua wanita sialan itu" gumamnya.
saat masih asik melihat ke sana ke mari, desi tidak menyadari seorang pelayan datang dari arah dapur sambil memegang nampan berisi dua mangkuk soto daging panas.
saat itu juga telinganya menangkap suara mama vita dari arah belakang. maka dengan cepat dia memutar badan. namun justru dia seolah sengaja melempar diri pada pelayanan yang membawa nampan tadi. akibatnya dua mangkuk soto daging itu tumpah dan terjatuh mengenai tangan, badan bagian depan hingga kakinya. rasa panas dan perih tidak mampu dia tahan.
"ahhh panas panas" teriaknya sambil mengibas tangan. tidak sanggup menahan sakit dan perih.
semua orang yang sedang menikmati makanan dan para pegawai restoran ikut menyaksikan kejadian itu. tidak terkecuali mama vita dan Angel.
"nona apa yang anda lakukan di tengah jalan seperti ini?" tanya pelayan tadi sambil menahan panas dan sakit di kedua tangannya. karena dia pun terkena tumpahan soto panas tadi.
"hei pelayan bodoh. aku yang harusnya bertanya. apa kamu tidak punya mata ha?" bentak desi tidak terima di salahkan.
__ADS_1
"nona, tolong perhatikan di mana posisi anda berdiri. sekarang saya minta tolong anda untuk bergeser. tempatnya mau dibersihkan " peringat pelayan tadi yang memang terkenal sangat tegas karena dia adalah kepala karyawan di sana.
"hanya pelayan rendahan saja. sok sekali" cibir desi dengan rasa perih dan sakit yang menjadi-jadi.
melihat sikap bar-bar desi, justru para pelanggan disana menyalahkan dia karena memang posisinya berada di tengah jalan.
"jelas-jelas aku melihat dia hanya berdiri di situ dari tadi"
"dia tidak mau membeli apapun tapi hanya sengaja mau buat onar"
"dia tidak punya malu. sudah menabrak orang tidak mau mengaku salah"
"benar-benar wanita tua yang menyebalkan "
kira seperti itulah bunyi bisikan para pelanggan restoran dan masih ada lagi yang lain membuat telinga desi panas dan perasaannya sangat kesal.
"diam kalian" suara bentukan desi sesaat membuat pelanggan resto terdiam. namun tidak berselang lama mama vita bersama beberapa pengawal Matthew datang dan mengusir desi keluar dari sana. Angel dia suruh masuk ke ruangan, karena tidak ingin desi mencelakai putri dan calon cucu-cucunya.
"nyonya jika tidak ingin membeli jangan membuat keributan. sikap anda membuat pelanggan saya tidak nyaman " tegur mama vita dengan suara halus namun terkesan sangat dingin.
"heh, kau wanita penggoda, ajari karyawan kamu dengan benar. mengangkat makanan saja tidak becus" kembali desi menyindir dan menghina mama vita di depan pelanggan resto. dengan tenang mama vita memberi kode pada pengawal untuk menyeret desi keluar dan memberi peringatan pada sekuriti untuk melarang desi memasuki restoran itu lagi. sementara karyawan yang terluka tadi dia suruh untuk mengobati tangan dan kakinya yang melepuh lalu beristirahat.
kemudian dia meminta maaf kepada pelanggan yang tengah makan atas kekacauan yang terjadi.
di luar sana. desi memberontak dan berteriak seperti wanita kesurupan.
"hei kau vita wanita penggoda akan kubalas nanti dengan putri jalqng mu itu. ibu dan anak sama-sama rendahan " makinya semakin dalam menaruh amarah, dengki dan iri pada kehidupan mama vita.
"hei nenek tua, suara mu jelek sekali tidak usah berteriak atau aku sumpah dengan kaos kaki busukku ini" karena tidak tahan dengan suara melengking desi, seorang pengawal membentuk dan mengancamnya.
"dasar pengawal sialan. lepaskan aku"
setelah dilepaskan, desi pulang dengan perasaan dongkol yang semakin menggunung. sementara dua pengawal Matthew mengikutinya dari belakang tanpa dia ketahui.
__ADS_1
mereka juga sudah berhasil memberi tahu tuan mereka tentang situasi di restoran beberapa saat lalu. sesaat Matthew panik. tapi setelah mendapat kabar istri dan mertuanya baik-baik saja. diapun lega. namun setelah menyelesaikan urusan penting di perusahaan, dia segera kembali ke restoran Selera Kita untuk memastikan langsung keadaan Angel.