Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Maaf, Aku Bukan Pria Yang Baik


__ADS_3

Pagi ini di kelas, Angel tengah serius mengerjakan tugas pelajaran sejarah bersama Bestie karena gurunya sedang ada rapat dadakan. keasikan dan serius membaca soal dan mencari jawaban, keduanya tidak menyadari kedatangan Noval yang tiba-tiba.


"Woi, serius banget!! " tiba-tiba Noval datang menggebrak meja hingga mengagetkan Angel dan Bestie yang sedang fokus menulis.


"Noval!!!" pekik Bestie karena sangat kaget dan konsentrasinya terganggu. Dengan kesal dia berdiri dan menjewer telinga Noval yang lagi cengegesan.


"aduhhhh, ampunnn..ampun" pekik noval karena merasa telinganya perih. Jeweran Bestie tidak main-main. Sangat kuat dan sakit.


"Little rabit tolong aku" pinta Noval meminta bantuan pada Angel yang hanya menatapnya dengan cemberut.


"Bes, lepas ya" pinta Noval seperti memohon dengan lembut.


"Nggak akan, kebiasaan jahil mulu bikin kesal" dengus bestie yang malah membuat Noval gemas.


"Sayang lepas ya, sakit nhi telingaku" Entah kemasukan setan apa Noval memangil Bestie dengan sebutan sayang juga tatapan sangat sangat dalam. Namun sepertinya noval sangat serius dengan panggilannya yang justru membuat Bestie kikuk.


"apaan sih, sayang sapi mu. Sana banyak tu di kandang. Dasar perayu" ketus bestie dengan ekspresi malu karena baru sadar mereka menjadi pusat perhatian orang di kelas bahkan Angel sekarang tersenyum dan berdehem seakan menggoda keduanya.


"hehehe.. kan biar kamu lepas jewerannya. tapi kalau kamu suka, aku akan panggil kamu sayang terus ke depannya" Jawab Noval dengan percaya diri dan senyum jahil.


"Tidak sudih" Sinis bestie yang sebenarnya malu-malu dan perasaannya mendadak dag dig dug. Jantungnya terus berdisko sejak tadi noval memanggilnya sayang.


"Sudahlah, kalian berdua kalau mau pacaran, nggak usah malu-malu sama aku. aku dukung kok" Tutur Angel yang malah membuat Bestie makin bersemu. dia mendadak berlari keluar kelas dengan alasan ke toilet. Noval dan Bestie tertawa terbahak bahak. Ini pertama kalinya mereka melihat Bestie yang biasanya cerewet dan berisik justru terlihat malu-malu. Noval tersenyum penuh arti. melihat itu Angel seakan paham ada sesuatu di antara kedua temannya itu. Sambil menunggu Bestie, Angel mengeluarkan Handphone dari tas dan melihat beberapa notifikasi pesan masuk dari kekasihnya.


'Sayang, siang ini aku mau bicara. Kamu ada waktu?' isi pesan pertama


'Atau nanti kita bicara sambil jalan pulang, juga nggak apa-apa' isi pesan kedua


'sayang kamu lagi ada guru di kelas ya?' belajar yang rajin Sweetheart. love you " isi pesan ketiga dari Matthew dengan menambahkan emot icon love.


Dengan tersenyum dan rasa penasaran, Angel membalas pesan Matthew menyetujui permintaan lelaki itu yang mau bicara serius. Angel menjadi penasaran akan hal yang dibicarakan oleh Matthew nanti.


'oke kak, nanti kita bicara. kalau bicara serius jangan sambil jalan. Aku kasih opsi di parkiran sebelum pulang atau di rumah saja, gimana?' balas Angel dan tidak berselang lama balasan dari Matthew masuk ke ponselnya.


'oke di parkiran saja ya. Sampai nanti sayang' Isi Balasan pesan Matthew.


'sampai ketemu nanti juga kakak dan I love you too' balas Angel lagi dan setelahnya dia mematikan ponsel dan menaruhnya ke dalam tas. Dia tidak tahu saja, Balasan pengakuan cinta dalam pesannya membuat Matthew dipenuhi perasaan bahagia tak terkira. Rasanya Matthew ingin jungkir balik. Karena Angel hampir tidak pernah membalas pengakuan cintanya melalui telepon dan chat. Namun di sisi lain dia juga tidak tenang. Takutnya pembicaraan mereka nanti membuat Angel jijik dan tidak mau dekat dengannya lagi dan juga memutuskan hubungan mereka.


Tatapan Matthew saat ini mengarah pada Laras yang terlihat tenang menulis sambil mendengarkan musik dari earphone. Sebenarnya dia curiga, pesan yang dia terima tadi malam dikirim oleh gadis di sampingnya. Karena foto-foto kemesraan mereka hanya ada dan dimiliki keduanya. Kalau sampai dugaannya benar, dia tidak akan tinggal diam dan akan menegur gadis itu. Karena sekarang dia saja tidak mengusik hubungan Laras dan pacarnya setelah mereka putus. Dia masih berbaik hati mengingat kebersamaan dan pertemanan mereka yang sudah cukup lama.

__ADS_1


"apa yang ingin kakak bicarakan?" tanya Angel begitu duduk di dalam mobil Matthew. Matthew terlihat ragu untuk menjawab namun dia sudah bertekad untuk jujur. Ini adalah salah satu bentuk komitmen keseriusan lelaki itu dalam menjaga hubungan asmaranya.


"Sayang, apa yang membuat kamu begitu sudih menerima aku sebagai pacar kamu?" Matthew mengawalinya dengan meminta kejujuran Angel tentang perasaannya.


"Kakak lelaki pertama yang membuat aku jatuh cinta. Senang saat kakak memperhatikan aku, sedih dan cemas kalau kakak tidak datang ke rumah dan tidak memberi kabar. kesal kalau kakak mengabaikan aku dan peduli sama perempuan lain. Dan juga aku tenang dan nyaman bersama kakak. kakak sudah banyak membantu memberi motivasi saat aku terpuruk kemarin. Buat aku, Kakak juga seorang hero" Jelas Angel panjang lebar. Terpancar binar kebagian, tulus, sayang dan juga cinta yang Matthew tangkap dari ekspresi dan matanya.


" sesayang itu kamu sama aku?" tanya Matthew lagi


"Hemm" deheman Angel seraya mengangguk yakin. Matthew menatapnya dengan penuh sayang, perlahan dia menggenggam kedua tangan gadisnya itu.


"Sayang, kalau semisalnya esok kamu mendengar sesuatu yang tidak baik tentang diriku, apakah perasaan kamu masih akan tetap sama?" Tanya Matthew seraya menatap Angel intens.


"Maksud kakak?" tanya Angel dengan kening berkerut bingung


"sebelum kamu mendengarnya dari orang lain. kakak akan jujur sama kamu. Aku harap kamu tidak akan marah" ujar Matthew yang kini rasa percaya dirinya entah hilang kemana. Yang ada sekarang adalah cemas akan seperti apa respon Angel nanti.


"Jujur tentang apa kak?" tanya Angel seakan mendesak Matthew untuk bercerita.


"Maaf, aku bukan pria yang baik. Jauh sebelum mengenal dan kita berpacaran aku adalah lelaki yang bebas. keluar masuk tempat hiburan malam, mabuk mabukan dan" Matthew berhenti sejenak menatap Angel dengan ragu-ragu. Sementara Angel masih mencoba untuk menyimak.


"dan ****" Jujur Matthew disertai dengan adanya guratan penyesalan dan juga malu. Dia merasa Angel seseorang yang polos malah terjebak dengan dirinya yang penuh dengan noda. Mau tahu respon Angel? Gadis itu menangis, matanya berkaca-kaca dan perlahan air mata meluruh ke pipinya. Angel mengakui sebagai perempuan tentu dia sangat kecewa mengetahui kekasihnya punya masa lalu yang bertentangan dengan nilai dan norma sosial serta agama. Melihat Angel menagis, perasaan Matthew menjadi mencelos dan sakit. Kekasihnya sakit hati mendengar cerita tentang masa lalunya.


"Dengan kak Laras juga?" Tanya Angel disela tangis ya


"apa sayang?" tanya Matthew


"Kakak tidur dengan kak Laras?" tanya Angel


" Maaf " Jawab Matthew dengan suara yang sangat lirih. Mendengar Jawaban Matthew Angel makin sesegukan. kesal, marah, sakit hati, kecewa semuanya menjadi satu. Rasanya sangat dongkol. Matthew dengan segera membawa Angel dalam pelukannya. Dia terus meminta maaf dan meminta wanita itu untuk berhenti menangis.


"Kalau kakak sudah sejauh itu sama kak Laras kenapa kakak mau sama aku, apakah kak berniat meniduri aku juga" tanya Angel dengan suara yang tenggelam dalam pelukan Matthew.


"Tidak, itu sangat tidak benar sayang. Aku ingin menjadi lelaki yang lebih baik. mencintai dan menyayangi kamu sepenuh hati dengan tidak mengedepankan nafsu, itu tekad ku dan aku berharap kamu mau membantu aku untuk berubah. Tegur aku kalau aku menyentuh kamu berlebihan.


Untuk masalah Laras, aku memang tidur dengannya, tapi kami tidak sampai melakukan ****" Matthew menjawab semuanya dengan kejujuran yang disertai kecemasan karena semakin dia bercerita semakin kuat Angel menggigit bajunya seakan menahan emosi.


"Tolong jangan suruh aku menjauh, jangan suruh aku pergi. I Love you Angela Abichail. please stay with me" ucap Matthew memohon pada Angel yang masih dalam pelukannya.


"aku mau pulang" putus Angel tanpa mau merespon lagi pembicaraan Matthew. Dia melepaskan pelukan dan menatap keluar melalui kaca mobil.

__ADS_1


"baiklah sayang. Tolong jangan benci lelaki brengsek ini ya" Jawab Matthew dengan suara parau menahan sesak di dadanya.


Mereka pulang dalam suasana mobil yang membisu. Angel masih setiap dengan pandangan keluar jendela sementara Matthew sekali kali melihat Angel dan mengelus kepalanya dengan tulus.


Sesampainya di rumah, Angel mengucapkan terima kasih lalu turun tanpa melihat ke arah Matthew. Dia masuk lalu mengunci pintu rumah dan membatalkan niat Matthew yang tadinya ingin menyusul gadis itu. Keadaan di rumah Angel sepi karena Mama vita sedang di warung. sebelum pulang Matthew mengirim pesan kepada Angel. Dia mengucapkan maaf dan memohon pada gadis itu untuk tidak membencinya.


Sungguh Matthew tidak ingin kehilangan Angel. Perasaan itu bukan sekedar obsesi namun perasaan tulus dari lubuk hatinya bahwa dia mencintai dan menyayangi Angel seserius itu. Hingga dia berniat jujur pada gadis itu tentang masa lalunya.


Sudah tiga hari berlalu setelah kejujuran Matthew. Angel seperti menghindari pria itu. Dia tidak membalas setiap pesan Matthew, tidak mengangkat panggilan, bahkan menolak menemui Matthew yang berkunjung ke rumahnya. Mama vita tahu sepertinya kedua sejoli tersebut tengah menghadapi permasalahan. Dia hanya mampu memberi nasehat dan tidak berbuat banyak. Keputusan terbesar tetap ada di tangan Angel dan Matthew.


Sudah ada ratusan pesan dan panggilan tidak terjawab dari Matthew. Di sekolah Angel memilih menghindari Matthew dengan berkunjung ke perpustakaan dan bersembunyi di kelas noval.


Hari ini adalah hari keempat keduanya tidak bertemu dna tidak berkomunikasi. Rasanya Matthew sudah menampung kerinduan dengan berat ratusan ton. Dia terus mengirim pesan pada gadisnya meskipun tidak dibalas dan menelepon meskipun tidak diangkat.


'sayang, aku kangen. kalau marah jangan lama-lama ya. kalau marahnya sudah reda, tolong kasih tahu Aku kangen banget mau ketemu. pengen peluk kamu. maaf ya kalau kamu pikir aku mesum. I Love you Sweetheart' ini adalah isi pesan masuk dari Matthew beberapa saat yang lalu. Angel hanya melihat begitu saja. Jujur dia kangen sama kekasihnya itu. Dia juga mau ketemu dan bertukar cerita. Tapi entah kenapa tangannya seolah tidak mau bergerak di atas keyboard ponsel untuk membalas pesan kekasihnya.


di hari sabtu, setelah lima hari mereka saling diam dan tidak ketemu, saat bangun tidur siang, seperti biasa sudah ada puluhan pesan masuk dari Matthew.


'sayang'


'Sweetheart '


'kangen'


'Aku kangen banget sama kamu. tolong marahnya dicukupin dulu ya'


'tolong bilang ke aku bagaimana caranya menyembuhkan rasa sakit hati kamu dan membersihkan masa lalu ku yang penuh noda. Sekarang aku benar-benar merasa tidak pantas mencintai kamu yang baik-baik justru terjebak sama aku yang tidak tahu malu ini. Maaf.'


bunyi pesan terakhir ini yang membuat Angel tidak mampu bertahan lama lagi memendam kerinduan yang sama. Dia sudah memikirkankanya bahwa setiap orang punya masa lalu. dengan menghargai, menerima dan mendukung niat mereka untuk berubah adalah salah satu hal terbaik yang mungkin sangat mereka harapkan. sama halnya dengan Matthew. Angel mengingat bagaimana pria itu ada di sampingnya saat masa terburuknya. Dengan segala ketulusan, kesabaran dan rasa sayang kekasihnya terus memotivasi dirinya. Sekarang dia bertekad akan melakukan hal yang sama dengan cara menerima dan mensupport niat Matthew yang mau berubah. Setiap orang punya cerita kelam di masa lalu atau masa yang akan datang.


Tentu kerinduan yang menggebu juga dirasakan oleh Angel. Dia ingin bertemu dan masuk dalam dekapan hangat Matthew yang selalu memberinya ketenangan dan rasa aman. Setelah mandi sore, dengan Segera dia mengirim pesan pada Matthew.


'Kakak, aku kangen. Mau peluk'


ini adalah isi pesan Angel yang di kirim kepada Matthew. Namun hingga dua puluh menit berlalu Matthew tidak menjawab pesannya. biasanya pria itu tidak terlambat kalau menjawab chat darinya. Dia sedih dan menumpahkan air matanya. Apakah Matthew menyerah?


Hingga kedatangan mama vita mengagetkannya.


"Sayang, Matthew.. itu" ucap mama vita dengan sedikit tergesa

__ADS_1


"Kakak Matthew kenapa ma?" tanya Angel dengan penasaran dan cemas.


__ADS_2