Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Kembali Normal


__ADS_3

Hallo reader tercinta, terima kasih sudah mendukung karya saya. Tetap tinggalkan Like dan komentar ya. semoga kalian semakin suka dengan alur cerita Novel ini.💕


Pasca dikeluarkan dari SMA Jaya, Vivi langsung dipindahkan ayahnya ke sekolah di kampung asal ibunya. Di sana masih ada kakek dan nenek Vivi. Pak Broto ingin memberi hukuman juga sekaligus membuat anaknya sadar akan tindakannya sangat merugikan orang lain. Untung saja Siswa yang menjadi korban penyekapan tidak meninggal. Meski awalnya menolak namun saat mendapat ancaman dari orang tuanya akan diasingkan di tempat yang lebih jauh kalau dia membantah. Akhirnya vivi pasrah. Segala fasilitas dan kemewahan ditarik oleh pak Broto. Vibi harus belajar hidup mandiri di kampung bersama kakek dan neneknya.


Di lain tempat yaitu di rumah sakit, Setelah hampir seminggu mendapatkan perawatan yang intensif, Angel diperbolehkan pulang. Di sana nampak banyak sekali orang membantunya berkemas. padahal Mama vita bisa melakukannya sendiri.Namun bestie, noval dan 3M sekawan malah lebih antusias.


"Sayang, kami butuh kursi roda? sebaiknya kalau lemas pakai kursi roda dulu ya ke parkiran. Atau mau aku gendong saja? tanya Matthew dengan senyum termanis.


"Kak, Aku sudah sehat, aku bisa kok jalan sendiri tanpa bantuan apapun" Jawab Angel meyakinkan Matthew.


"tapi kamu masih kelihatan pucat sayang "


"Iya kak, wajar. kan aku masih dalam masa pemulihan. sudah ya, aku jalan sendiri saja. Aku sehat kok"


"tapi nanti kalau capek harus bilang, oke ?"


Angel akhirnya pasrah saja dan mengangguk kepala dari pada terus berdebat dengan kekasihnya. Mama vita yang melihat interaksi kedua sejoli di depannya merasa gemas dan teringat masa mudanya dahulu.


Seminggu setelah Angel pulang dari rumah sakit, kini dia kembali ke sekolah. Sebenarnya dia masih takut dan kadang timbul rasa cemas kalau kejadian sebelumnya akan terulang lagi. Namun, semenjak tiba di sekolah dia menerima banyak cinta dari orang di sekitarnya khususnya teman satu kelasnya yang begitu peduli dan tidak pernah mengungkit kejadian penyekapan tersebut.


Hingga hari-hari berlalu semua kembali berjalan normal. Angel belajar dengan nyaman tanpa ada gangguan apapun.


di Rooftop sekolah, Matthew tengah menatap nyalang seorang gadis yang saat ini sedang tersenyum santai di depannya. dia adalah Laras. Tadinya saat dia tengah menenangkan pikiran dari ingatan obrolan serius bersama dad Marcel semalam. Dia masih ingat, permintaan ayahnya yang tidak sesuai dengan rencana yang sudah dia buat. Saat sedang kalut, laras muncul dengan membawa sebuah tawaran yang membuatnya kesal.


" ada apa?" tanya Matthew datar


"ada peluncuran produk baru dari perusahaan BU, mereka mengundangku dan mereka ingin kamu juga kesana bersama ku" Jawab Laras santai


"atas dasar apa kau memaksaku" sinis Matthew


"Sudahlah Matt, mending kamu temani aku entar malam. lagian semua orang tahu kok kita sepasang kekasih" Tutur Laras tetap santai


"ingat Laras, kita sudah selesai sejak lama"


"tapi aku tidak pernah menyetujui kita putus"


"itu bukan urusanku. bukankah kau punya banyak teman pria yang sering check in bersama di hotel. kau bisa membawa salah satunya. Ujar Matthew sinis yang membuat Laras perlahan murka.

__ADS_1


"oh ya, aku dengar-dengar kamu dan Angel pacaran ya. Ujar laras mengalihkan pembicaraan dan menyembunyikan perasaan dongkol dengan senyum penuh arti.


"bukan urusan mu" ketus Matthew


"Iya bukan urusanku. Tapi tetap saja, selamat ya. Aku harap Angel tidak akan tahu, kalau dia hanya sebuah barang taruhan" tutur Laras dengan senyum penuh kemenangan, melihat Wajah kaget Matthew


"apa maksud kamu?" Tanya Matthew dengan sedikit cemas.


"aku rasa kamu lebih tahu apa maksudku. Dan juga sepertinya gadis sok polos itu punya sifat pelakor. Dia bahkan mau saja kamu pacari, padahal kita belum lama putus. Benar-benar sok polos." Ujar Laras sinis dan berlalu dari hadapan Matthew


Kedua tangan Matthew terkepal erat mendengar penuturan Laras. Takut kalau Angel tahu soal taruhan mereka juga kesal dan marah saat Laras menyebut Angel sebagai perempuan tidak benar. Dia tidak akan senang saat kekasihnya dihina.Angel bahkan seribu persen lebih baik dari Laras. Setelah menetralkan perasaannya yang tidak karuan. Matthew kembali ke kelas. Di sana dia melihat Laras sedang seru mengobrol dengan teman sebangkunya seolah tidak ada hal yang terjadi.


Matthew membuka ponsel dan mendadak perasaannya menjadi tenang saat melihat potret menggemaskan dari seorang gadis yang menjadi wallpaper ponselnya. Perasaan rindu pun kian dalam. dia membuka aplikasi pesan intan, lalu mencari kontak Angel.


'Sayang' Matthew mengirim pesan kepada Angel


'iya kak, ada apa?' Jawab sekaligus tanya Angel.


'Kangen'


'iya sayang, tapi aku kangen banget sama kamu. memangnya kamu tidak kangen?' balas Matthew merasa gemas dengan kekasihnya yang masih malu-malu menunjukkan perasaannya.


'Kangen juga' Jawab Angel


'Kangen siapa, sayang?' tanya Matthew menggoda Angel.


'Kangen kamu sayang' Jawab Angel yang entah dia sadar, atau sengaja atau juga tidak sadar yang justru membuat Matthew rasanya ingin sekali berteriak saking senangnya melihat balasan Angel. Gadis itu jarang dan hampir tidak pernah menjawab dengan sangat mesra kalau mereka sedang bertukar pesan begini.


'aku kesana ya' balas Matthew lagi


'hahhh mau ngapain kak?"


'peluk kamu'


'eh, kak, sudah dulu ya aku mau lanjut belajar. Lagi perpustakaan soalnya ' Jawab Angel. nampak sekali gadis ini berpikir kalau Matthew benar-benar akan menemuinya. Dia takut Matthew nekad. Sementara Matthew melihat balasan Angel terkekeh sendiri dan senyum-senyum tidak jelas. Menggemaskan, pikir Matthew.


"Woi! ngapain senyum-senyum sendiri, kayak orang sinting saja" Ujar Melvin mengagetkan Matthew dari hayalan manisnya tentang Angel.

__ADS_1


"Pengganggu! " ketus Matthew.


Melihat Matthew yang kesal, dengan senyum jahil Martin meletakkan punggung tangan ke dahi Matthew.


"tidak panas, suhunya biasa saja. Berarti masih normal dan belum sinting, Vin" ujar Martin yang semakin membuat Matthew kesal . Kedua sahabatnya ini benar-benar lacknat menganggapnya calon orang gila.


"Ngapain saja kamu sama Laras di rooftop " tanya Martin setelah duduk di samping Matthew. Dia menatap sahabatnya itu dengan serius.


"Nggak usah sok Bingung gitu, tadi aku lihat laras naik setelah kamu ke atas." Jelas Martin menjawab ekspresi kebingungan Matthew.


Matthew membuang napas kasar dan menceritakan semua obrolalannya bersama laras.


"aku rasa, aku hampir tidak mengenal sifat laras saat ini. Dia banyak berubah" Respon Melvin setelah mendengar penjelasan Matthew. Meskipun sebenarnya dia dan Martin juga kaget darimana Laras tahu mengenai taruhan yang pernah 3M sekawan buat.


"Sekarang dia, seperti penjahat dalam film, taunya cuma ngancem orang doang" Sindir Martin menatap ke arah Laras yang sedang mengobrol dengan temannya.


"mau bagaimana pun dia tetap teman kita men" Ujar Melvin mengingatkan kedua sahabatnya bahwa mereka dengan Laras sudah saling mengenal bahkan dari kecil. Kedua temannya itu hanya mengangguk mengiyakan saja.


Sepulang sekolah, Matthew mengirim pesan pada Angel bahwa dia menunggu di parkiran. Tidak lama setelahnya, Angel tiba dan masuk dalam mobil.


"Kak, maaf ya, aku lama."


"tidak kok sayang "


"kita langsung pulang kan kak?"


"Iya langsung pulang" Jawab Matthew namun perlahan mendekat kan wajahnya ke arah Angel. Deru napas Matthew sampai menyapu wajah Angel membuat gadis itu menutup mata sekilas dan merasa gugup.


klik


"Sabuk pengaman jangan lupa dipakai sayang" Ujar Matthew namun posisisnya tidak berubah. Wajah mereka sangat dekat. Kegugupan Angel semakin besar saat Matthew membelai bibi bawahnya.


hingga tidak menunggu lama, Matthew menyatukan bibir mereka. ******* dan hisapan kuat secara bergantian Matthew gencarkan pada bibir manis Angel. Keduanya saling menutup mata menikmati dalamnya ciuman yang mereka lakukan. Walau sebenarnya Matthew yang paling aktif karena Angel tidak tahu harus berbuat seperti apa. hisapan dan ******* Matthew yang kuat sampai membuat bibir Angel menjadi merah. Setelah puas menikmati manisnya bibir itu, Matthew melepaskan pangutan mereka. Dengan napas yang masih ngos-ngosan, dia membersihkan saliva sisa ciuman keduanya di sekitar bibir Angel. Lalu membelai pipi wanita itu dengan sayang kemudian memberikan kecupan hangat pada keningnya.


"sangat manis, rasanya candu" gumam Matthew di dekat telinga Angel yang membuat gadis itu meremang dan mengalihkan tatapan ke luar jendela mobil.


Sepanjang perjalanan pulang, Angel masih setiap menatap keluar. dia sebenarnya gugup dan juga malu. sementara Matthew hanya tersenyum lucu melihat kegugupan kekasihnya. Manis sekali saat dia melihat Angel tersipu.

__ADS_1


__ADS_2