Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Karena Sekarang Kau adalah Milikku


__ADS_3

Tiga hari berlalu, Aktivitas di sekolah tetap berjalan normal. Kurang lebih 3 hari lagi, lebih tepatnya pada minggu selanjutnya Sekolah Angel akan melaksanakan Ujian tengah semester. Karena itu, dia benar-benar mempersiapkan diri dengan baik termasuk mengejar ketertinggalan materi. Ada satu hal yang terus mengusik pikirannya saat ini yaitu jawaban yang ditunggu Matthew darinya. Dua hari lagi dia akan bertemu Matthew dan memberi tahu jawabannnya di rooftop sekolah sesuai permintaan Matthew di pantai kala itu. Selama seminggu menunggu jawaban, mereka tidak akan saling memberi kabar, baik melalui pesan singkat dan juga telepon seluler. Tidak hanya itu, di sekolah sebisa mungkin mereka menghindari untuk tidak bertemu. Walau sebenarnya Matthew orang yang paling tersiksa di sini. Sudah tiga hari dia uring-uringan tidak jelas. Di rumah bahkan dia mendadak sangat manja dan bertanya pada mom Helena apakah sudah siap menerima menantu yang membuat mom Helena dan dad Marcel membelalakan mata mendengar pembiraan putra mereka yang dianggap ngawur. Hidup saja masih menumpang sama orang tua tapi sudah berniat membawa menantu. Dad Marcel sempat berpikir anaknya sudah mulai Sinting karena pergaulan bebas.


Angel pun sama, selama mereka tidak saling memberi kabar, Dia merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya. jujur dia rindu namun gengsi untuk jujur apalagi yang dia ingat bahwa Matthew masih berpacara dengan Laras. Inilah salah satu alasan dia kesulitan memutuskan jawaban yang tepat. Dia ingin jujur mengenai hatinya, namun takut menyakiti hati wanita lain terlepas dari bagaimana pun bentuk hubungan yang dijalani Matthew dan Laras saat ini, Angel tidak ingin menjadi perusak hubungan orang lain.


Angel Pov


Sudah lima hari berlalu sejak kak Matthew mengutarakan perasaannya di pantai. Sekarang aku tengah merasa bimbang, gugup, ragu juga ada rindu. Kini tinggal sehari lagi aku harus memberi jawaban yang dia minta. Kalau boleh jujur aku seperti remaja pada umumnya, merasakan getaran pada lawan jenis, tersipu dan salah tingkah saat di dekatnya, rindu apabila jauh namun tidak berani untuk mengutarakan rasa. Itulah yang aku rasakan pada kakak Matthew sejak awal mengenalnya. Saat dia turut bercampur tangan menyelamatkan aku dari peristiwa pelecehan beberapa waktu lalu hingga selalu ada selama proses penyembuhan, membuat aku merasa sangat nyaman dengan keberadaannya di sisiku. Namun aku tidak menampik adanya perasaan cemas kalau perasaanku semakin dalam karena orang yang kupuja saat ini adalah kekasih wanita lain. Perlakuan lembut dan perhatiannya semakin membuat perasaan nyamanku begitu dalam. Mendengar pengakuannya saat itu, kala mengantar bersama sang surya ke peraduan di saksikan deru ombak, Jujur aku sangat bahagia, ternyata perasaan itu tidak aku miliki sendiri, nyatanya dia juga merasakan hal yang sama. Perasaan gugup, cemas dan bimbang lebih menguasai diriku saat itu, Karena aku kaget juga di sisi lain dia adalah Kekasih Kakak Laras. Aku merasa minder dan tidak percaya diri kalau membandingkan diriku dengan Kekasihnya yang dari segala sisi sangat jauh berada di atas.


Malam ini, rupanya akan terasa panjang, sejak tadi aku kesulitan memejamkan mata karena bimbang akan jawaban yang aku katakan esok serta bagaimana sikap yang harus aku tunjukan agar tidak kentara kalau aku sangat merindukannya selama seminggu ini.


Angel Pov end.


Hari sabtu setelah pembagian ruangan dan nomor ujian (SMA Jaya melakukan ujian dengan sistem pertukaran siswa antar kelas per jenjang) Bestie,Noval dan Angel mendapat ruangan yang berbeda. Mereka akan pisah ruangan selama seminggu mengikuti ujan. Setiap dentingan waktu berlalu, Perasaan Angel makin dilanda kegugupan yang berujung pada sikapnya tidak fokus saat mengobrol. Dia lebih banyak melamun hingga beberapa kali dikagetkan suara cempreng Bestie.


"Kamu kenapa sih sejak tadi melawan terus" Tanya Bestie dengan mata memicing.


" Hei, nah kan, Kumat lagi" Lanjut Bestie kala menyadari Angel sejak tadi tidak mendengar panggilannya.


"Eh, maaf Bes. Aku lagi mikirin soal Ujian" Elak Angel menutupi kegugupannya. Khawatir kalau temannya sampai tahu penyebab dirinya selalu melamun karena situasi yang dia alami saat ini tidak dia ceritakan kepada kedua sahabatnya.


"Lagi kangen seseorang, karena tidak bertemu seminggu ini?" Kali ini Noval bertanya dengan mode candaan namun Angel justru menanggapi dengan serius.


"Apaan sih, lagian siapa yang kangen sama kak Matthew. Aku tidak kangen dia kok. Pertanyaan Noval membuat Angel gelagapan hingga tidak sengaja memberi jawaban yang justru seolah mewakili perasaannya saat ini.


"Hehhh,, jujur juga kamu akhirnya. Lagian siapa yang tanya kamu kangen sama Kak Matthew atau tidak" ejek Bestie dengan sudut bibir terangkat sementara Noval memasang wajah datar setelah mendengar jawaban Angel.


"Ayo cerita ada apa? Tumben kalian berdua tidak terlihat bersama seminggu ini. Maksudku Kak Matthew bahkan tidak berkunjung ke rumah kamu" Tutur Bestie ingin tahu karena heran saja, tidak seperti biasanya Matthew sangat perhatian justru seminggu ini malah tidak kelihatan batang hidungnya.


"Tidak sekarang, tapi nanti saja ya" Angel mencoba untuk tetap merahasiakannya sampai dia akan memilih waktu yang tepat untuk bercerita.

__ADS_1


"Kamu suka sama dia?" Pernyataan Noval yang begitu tepat sasaran membuat Angel hanya diam dan menunduk. Bel tanda pulang berbunyi, akhirnya Angel bernafas lega terlepas dari tatapan intimidasi dan penasaran kedua sahabatnya. Saat membuka ponsel padahal ada pesan masuk dari Matthew.


'Aku tunggu di Rooftop. Noval akan mengantar kamu ke sini' isi pesan singkat dari Matthew justru membuat Angel bingung, kenapa Noval yang mengantarnya ke sana. Apakah noval sudah tahu? Saat akan hendak bertanya, justru noval lebih dulu mengajaknya naik ke lantai paling atas gedung sekolah.


"Ayo, aku akan mengantar kamu ke sana. sudah jangan bingung begitu mukanya. Nanti pikirkan saja penjelasan kamu yang kami tunggu." tutur Noval yang melihat Wajah bingung Angel dan yang lebih membuatnya bingung adalah Bestie yang juga biasa saja saat ini. Sepertinya kedua sahabatnya itu sudah tahu, tapi tetap ingin mendengar kejujuran Angel. Tapi dari mana mereka tahu, apakah Matthew memberi tahu, rasanya tidak mungkin.


"Kamu tunggu di mobil, ini kuncinya, aku ke atas dulu. Nggak lama kok" jelas Noval pada Bestie seraya menyerahkan kunci mobil yang di jawab dengan anggukan dan senyuman tipis oleh Bestie. Ketika sampai di pintu rooftop, Noval berpesan pada Angel untuk menelepon dia atau Bestie kalau terjadi sesuatu. Angel mengangguk tanda mengerti. Setelah memastikan Angel berjalan ke arah Matthew barulah Noval kembali ke parkiran dan menunggu di sana bersama Bestie.


Saat ini, Angel berdiri tepat di belakang Matthew. Posisi lelaki itu menghadap ke Lapangan sekolah dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam Saku celana. Dari belakang Bahu tegap, badan tinggi dan tubuh atletis Matthew begitu mempesona Angel. Kerinduan dan kegugupan mendominasi perasaan gadis itu saat ini. Entah kenapa dia mendadak bisu dan tidak mampu memanggil Matthew. Sebelum akhirnya suara Matthew mengintrupsi detak jantungnya semakin bertalu dan entah sejak kapan Pria itu kini berbalik menghadap padanya. Jarak mereka begitu dekat.


"Sudah sampai, hem?" pertanyaan Matthew begitu halus. Tatapannya sangat dalam menusuk hingga ke jantung Angel. Melihat itu Angel gugup dan buru-buru menoleh ke arah lain.


"iiiy..aa Kak" Jawab Angel gugup.


"Aku kangen" Jujur Matthew


"kangen sama kamu" Lanjutnya lagi. Angel rasanya kehabisan napas. Wajahnya memanas karena tersipu.


"Kak aku,... Aku.." Angel kebingungan mengutarakan isi hatinya apalagi setelah mendengar panggilan manis Matthew padanya, dia semakin salah tingkah.


"Kenapa , hemm?" Tanya Matthew lembut dengan tatapan tak lepas dari wajah ayu Angel.


"Aku bingung, Aku takut perasaanku saat ini hanya sekedar kagum sama kakak" sejujurnnya inilah yang ingin disampaikan Angel, dia takut salah mengenali perasaannya pada Matthew.


"Apa yang kau rasakan saat ini dan selama kebersamaan kita kemarin sayang, juga selama kita tidak berkabar selama seminggu ini, hem? Jangan khawatir, apapun itu katakan saja" Matthew berusaha bertanya dengan tenang agar Angel bisa secara leluasa menyampaikan isi hatinya.


"aku nyaman saat bersama kakak, tidak mau kalau kakak jauh-jauh, rindu, kangen, khawatir cemas, dan, dan" untuk rasa yang satu ini, Angel gugup mengatakannya. Dia kembali menunduk.


"dan apa Sayang?" Tanya Matthew dengan pancaran mata bahagia setelah mendengar sebagian pengakuan Angel

__ADS_1


"Aku Cemburu, namun aku juga merasa tidak pantas, pacar kakak, si Kak Laras jauh lebih baik dari aku, dia cantik, dan sangat elegan, kenapa kakak malah suka sama aku?" Jujur Angel dengan suara lirih karena merasa tidak pantas. Mendengar itu perasaan Matthew campur aduk antara bahagia, menghangat dan gemas terhadap gadisnya. Kedua tangannya memegang dua sisi pipi Angel dengan tatapan lembut dan dalam.


" Dengar sayang, aku dan Laras sudah berakhir. Tidak ada lagi hubungan asmara di antara kami. Dan untuk perasaan yang kau rasakan itu bukan sekedar kagum sayang. Itu adalah bentuk dari perasaan, suka, sayang dan cinta. Terima kasih untuk kejujuran mu. Aku mencintai kamu juga Angel Abichail" Jelas Matthew panjang lebar yang Membuat Angel hanya mampu mengedip-ngedip mata dengan lucu. Matthew yang gemas segera menarik Angel ke dalam pelukan hangatnya.


"Jadi sekarang kau adalah kekasihku, Kau dengar sayang?" ungkap Matthew dengan perasaan bahagia dan semakin erat memeluk gadisnya. Angel mendongak seraya berkata dengan kebingungan.


"Tapi aku belum bilang iya, aku belum tentu mau" Jawab Angel dengan cemberut.


"Tapi aku tidak menerima penolakan sayang" tegas Matthew dengan tatapan yang dalam


"Kalau begitu kenapa mesti harus menunggu jawabanku" Angel kesal mendengar jawaban Matthew


"Karena aku ingin tahu perasaan kamu yang sebenarnya sayang. Walaupun sebenarnya aku tahu kamu memiliki perasaan yang sama" Tutur Matthew dengan percaya diri


"Tapi aku boleh minta sesuatu nggak kak?" tanya Angel lagi.


"Mau tanya apa hem, Jangankan satu, lebih juga boleh" ujar Matthew lagi.


"Kalau kita pacaran jangan sampai ada yang tahu kecuali teman-teman kita saja, Boleh ya kak?"


"Kenapa?"


"Aku tidak mau diamuk sama semua fans kakak, apalagi fansnya kak Laras pasti mereka mengira aku merebut kakak" Jawab Angel yang kini terselip rasa cemas.


"Oke tidak masalah. Kakak juga ada satu permintaan dan kau harus berjanji untuk melakukannya?"


"apa kak?" Tanya Angel penasaran


"Jangan tersenyum dan dekat-dekat sama cowok lain selain aku" tegas Matthew

__ADS_1


"kenapa" tanya Angel bingung


"Karena sekarang kau adalah milikku" jawaban tegas Matthew membuat perasaan Angel menghangat bahagia sekaligus membuatnya salah tingkah, Kedua pipinya kini semerah Tomat chery. Sungguh menggemaskan di mata Matthew.


__ADS_2