
Menjelang malam, setelah Morena dan Laura ditangkap, wartawan yang menjual berita ke media Zxx dan Byy berhasil diringkus polisi setelah mencoba kabur ke luar provinsi menggunakan Kereta. kini semua pelaku sedang menjalani pemeriksaan di kantor polisi.
tidak lama setelah tiba di rumah sakit, Matthew mengabaikan puluhan panggilan dan pesan masuk dari Uncle lucas. Dia yakin pria itu pasti meminta belas kasih untuk putrinya. Namun Matthew menolak untuk mengampuni Morena. Begitu pun dengan kedua orang tuanya. apalagi tindakan morena berimbas juga pada citra perusahaan Dirgantara. karena selama ini yang orang tahu morena adalah kekasih sekaligus calon tunangan Matthew.
Kini pria Tampan dengan tatapan tegas itu sedang sibuk memeriksa beberapa dokumen yang ditinggalkan hari ini. saat ini Matthew menjaga Angel seorang diri, sementara mama vita telah pulang beberapa saat lalu karena dipaksa Matthew untuk beristirahat di rumah.
"ughhh"
saat masih fokus membaca beberapa laporan, samar Matthew mendengar lenguhan lirih dari bibir Angel. dia beranjak dan segera mengahampiri ranjang gadis itu.
"Sayang, kenapa hm? kau butuh sesuatu?" tanya Matthew karena melihat ekspresi Angel seperti menahan sesuatu.
"aku mau ke toilet kak" Jawab Angel masih sangat lirih karena masih lemah dan pusing.
"baiklah. sini biar aku bantu" tanpa menolak Angel membiarkan Matthew memapahnya ke toilet dengan hati-hati.
"kak, boleh keluar dulu?" tanya Angel sungkan begitu masuk dan berdiri di samping kloset.
"kenapa?" tanya Matthew bingung.
"aku mau buang air kecil. kakak nunggu di luar dulu ya"
"kamu yakin. kamu masih lemas sayang. aku di sini saja ya.
"tapi aku malu kak"
"aku akan balik badan" Jawab Matthew tegas tanpa mau dibantah.
Angel mendesah lemas, mau nggak mau dia menahan malu. Bagaimana rasanya membuang air kecil dengan Matthew yang masih berada di situ. tentu saja dia malu juga grogi. mau bagaimana lagi, Matthew termasuk pria yang ngeyel dan tidak ingin dibantah. bukan tanpa alasan rasa cemas dan sayangnya yang begitu dalam membuat dia selalu waspada akan keadaan angel.
setelah selesai, Matthew membantu Angel kembali ke ranjang pasien.
"bobo lagi ya" ujar Matthew lembut seraya memperbaiki selimut untuk menutup setengah badan Angel.
"kakak juga tidur ya, jangan begadang. nanti bisa sakit. kerjanya lanjut esok"
Angel tahu sedari tadi, sambil menjaganya Matthew memeriksa beberapa pekerjaan dari kantor yang pria itu tinggalkan siang tadi karena mengkhawatirkan keadaannya.
"Iya sayang. sebentar lagi aku akan tidur" Matthew mengelus sayang kepala Angel seolah menyuruh gadis itu untuk kembali memejamkan mata.
__ADS_1
"Kalau gitu aku juga tidak mau tidur" ujar Angel cemberut.
mendengar itu mau nggak mau Matthew setuju untuk tidur. akan panjang urusannya kalau Angel ngambek.
"baiklah sayang, Aku tidur sekarang"
"sini" Angel menepuk sisi sebelah ranjangnya yang masih banyak ruang kosong. karena dia berada di kamar Terbaik di rumah sakit tersebut dengan fasilitas super lengkap. termasuk ranjang pasien yang muat untuk dua orang.
Matthew tersenyum setuju dan segera naik ke kasur. pria itu dengan lembut dan hati-hati menarik Angel ke dalam pelukan hangatnya. Dengan manja Angel mendusel-dusel wajahnya di dada bidang Matthew.
cup
cup
cup
Matthew pun membalas dengan memberi kecupan sayang di puncak kepala Angel.
"bobo ya sayang" pria itu dengan lembut mengelus pundak gadisnya dan dia juga mulai memejamkan mata. tidak menunggu lama. Terdengar dengkuran halus dari bibir Angel. Matthew yang dari tadi berpura-pura tidur segera membuka mata dan tersenyum gemas melihat Angel kembali tertidur pulas. mulut gadis itu bahkan sedikit terbuka dan mata yang terpejam erat. Saking gemasnya, Matthew dengan pelan mengigit bibir angel hingga membuat gadis itu melenguh dalam tidurnya.
setelah puas menatap wajah gadisnya, perlahan Matthew turun dari ranjang pasien dan segera kembali melanjutkan pekerjaannya. Jam satu dini hari barulah Matthew kembali naik ke ranjang Angel dan ikut tertidur pulas bersama kekasihnya itu.
Selama tiga hari di rumah sakit, Angel sudah berdiskusi bersama Mama vita, Matthew juga kedua orang tua pria itu. Dia menjelaskan keadaanya masih trauma akan perlakuan kasar yang dia terima di kampus serta hujatan banyak orang. meski sekarang situasi membaik dan banyak simpati serta empati untuknya. Namun, Angel belum sanggup kembali ke kampus. akhirnya mereka memutuskan agar Angel untuk sementara waktu berhenti menjadi dosen. Angel tidak keberatan karena menurutnya bekerja tanpa adanya beban dan rasa takut jauh lebih baik dari pada melakukan semuanya dengan rasa takut dan cemas.
Setibanya di rumah, Angel segera beristirahat di kamarnya. sementara mama vita sibuk membuat makanan kesukaan putrinya di dapur.
tepat saat jam makan siang, Matthew tiba di sana, bersamaan dengan Angel yang juga baru Bangun.
"siang ma" sapa Matthew begitu masuk dalam rumah. sejak Angel di rumah sakit, mama vita meminta Matthew untuk mulai memanggilnya dengan sebutan mama. tentu saja disambut antusias oleh pria itu.
"siang juga nak. yuk langsung duduk saja, kita akan segera makan" Jawab mama vita tersenyum sambil menatap menu di atas meja. Matthew menurut karena sebenarnya dia pun sudah sangat lapar sekarang.
"Gimana, apakah semua urusan kamu lancar?" lanjutnya bermaksud menanyakan urusan Matthew di kantor polisi.
"lancar ma, kalau tidak ada kendala, esok siang mereka akan disidangkan"
"Syukurlah. mama berharap ke depannya tidak ada lagi hal semacam ini. semoga ini bisa menjadi pembelajaran untuk mereka dan orang di luar sana" mama vita tidak mempermasalahkan keputusan Matthew, baginya kejadian yang menimpa Angel kemarin perlu memberi efek jera bagi pelaku.
"siang ma, siang kak"
__ADS_1
Saat masih asik berbincang, Angel muncul dengan wajah khas orang bangun tidur dan masih sedikit pucat. Namun aura kecantikannya selalu saja terpancar hingga Matthew tidak berhenti terpanah pada kekasihnya itu.
"siang sayang. sini duduk"
"eh putri mama sudah bangun rupanya. Yuk makan nak. mama masak menu kesukaan kamu lho"
Mendengar respon kedua orang kesayangannya itu, Angel mengangguk dengan senang hati dan segera mengambil posisi duduk di samping Matthew.
"Gimana, masih pusing, hm? tanya Matthew setelah angel duduk di sampingnya.
"Puji Tuhan sudah lebih baik kak. tidak pusing lagi kok" Jawab Angel sembari menggeleng berbohong. dia tidak ingin semua orang terus mengkhawatirkan dirinya. walau sebenarnya rasa pusing di kepalanya masih ada bahkan seringkali membuatnya tidak bisa berjalan.
tanpa menjawab lagi, Matthew mengelus surau Angel dan tersenyum lembut pada gadis kesayangannya itu. Dia tahu, Angel berbohong. karena dari raut wajahnya pun masih nampak sakit.
interaksi keduanya disaksikan mama vita, wanita itu tersenyum seraya bersyukur. dia tidak lagi merasa khawatir. Dia yakin, Matthew jodoh putrinya.
akhirnya mereka bertiga makan siang dengan lahap menikmati hasil masakan mama vita yang selalu lezat. hampir satu jam mereka menghabiskan semua menu yang terhidang. setelah selesai dan berberes mereka mengobrol di ruang tamu.
"mama, sayang. sebenarnya tadi aku ke sini mau membicarakan sesuatu " Matthew bersuara membuka pembicaraan serius di antara mereka.
"ada apa nak?" tanya mama vita ingin tahu sementara angel hanya menoleh ke arah Matthew dan menunggu penjelasan pria itu.
"esok para terdakwa akan disidang. dari tindakan kejahatan yang mereka lakukan, mungkin mereka akan mendapat vonis hukuman lama kalau kita tidak menarik laporan dan tuntutan. aku pun berharap Biarkan semuanya tetap berjalan. apakah ada yang ingin kamu sampaikan sayang? nanti biar Aku akan sampaikan ke pengacara kita. karena untuk sementara waktu aku melarang kamu keluar rumah. masih banyak wartawan yang mencari kamu untuk diwawancarai"
"kak, aku tidak ingin pusing memikirkan apapun. biarkan hukum yang berjalan. aku percayakan semua sama kakak" Jawab Angel tegas. kali ini dia tidak mau memberi ampun dan cela lagi bagi orang-orang yang menjahatinya.
"Mama juga setuju nak, biarkan hukum yang menjawab semua tindakan mereka" jawab mama vita ikut menimpali.
"kalau soal keluar rumah, kakak jangan khawatir. aku akan tetap di rumah sampai hari untuk melakukan foto prawedding dan fitting gaun pengantin tiba" jawab Angel lagi dan kali ini dengan senyuman bahagia.
"Jangan terlalu memikirkan banyak hal. kamu harus sehat dan pulih dengan baik. semua akan tetap berjalan seperti rencana awal sayang" ujar Matthew seraya mengelus sayang pipi Angel. keduanya saling melempar tatapan penuh cinta. karena terbawa suasana hampir saja bibir mereka bertemu kalau mama vita tidak berdehem. mereka lupa tengah berada dimana dan dengan siapa.
"ehemmm" mama vita menatap keduanya dengan mata memicing.
"kalian ini mentang-mentang anak muda tidak ingat tempat ya!" ucap mama vita tegas pura-pura marah.
"sorry ma, khilaf. abisnya putri mama selalu bikin Kangen" Jawab Matthew tidak tahu malu. Ya elah Matthew ditegur kan malah seperti menasihati batu dan tembok. Tidak tahu malu dan tidak mau tahu.
Sementara angel, sudah bisa dipastikan gadis itu sedang menahan malu saat ini. Apalagi Matthew yang malah menjawab dengan begitu percaya dirinya.
__ADS_1
mama vita pun menggeleng gemas melihat kedua muda mudi itu. sungguh anak jaman sekarang sangat tidak tahu tempat kalau mau bermesraan. walaupun sebenarnya dia juga mengingat keromantisannya dulu dengan Alm suaminya. hampir menyamai anak-anak jaman sekarang. di setiap tikungan dan kesempatan selalu ada kenangan manis keduanya. mungkin ini yang dinamakan menegur karena mengalami dari pengalaman sendiri.