
Matthew dan Angel tiba di kediaman mama vita saat waktu menunjukan hampir pukul lima sore. bertepatan saat itu, Mama vita bersama Enzy menyiapkan makan malam di dapur. saking asiknya kedua orang itu tidak menyadari kedatangan anak dan menantunya.
"wahh, sepertinya akan ada makan besar nhi" ujar Angel mengalihkan perhatian dua orang itu.
"ehh anak dan menantu mama sudah sampai?"
"dek, kapan sampainya?"
kaget Mama vita dan enzy bersamaan.
"kita baru saja sampai" Jawab Angel tersenyum manis. Matthew pun ikut mengangguk.
Angel memperhatikan seisi dapur, nampak sekali ada berbagai bahan mentah dan siap olah yang sedang disiapkan dan dimasak kedua orang tersayang di depannya. tentu dia jadi ingin tahu.
"maa, tidak biasanya seperti ini, apakah ada sesuatu yang tidak aku tahu?" tanya Angel penasaran.
"tentu. nanti kamu juga tahu sayang. kamu duduk saja. temani suami kamu. atau buatkan dia kopi, duduk di taman belakang " tutur mama vita riang. sepertinya orang tua itu sedang bahagia, entah karena apa.
namun angel masih penasaran dan kembali bertanya.
"kak ada apa?" enzy yang mendapat pertanyaan itu hanya mampu menoleh dan tersipu malu.
"ayo, istirahat sana. jangan capek-capek nak. kasihan cucu mama"
"tapi aku mau bantu mama dan kak enzy, memasak" rengek Angel manja.
"dek, kamu sedang hamil mudah, jangan capek-capek. apalagi seharian kalian di luar. belum istirahat kan" enzy menasihati Angel yang sudah bagai saudara untuknya.
"Sayang, mama dan enzy benar, ayo kamu lebih baik istirahat dulu" ujar matthew menyetujui dan menarik tangan sang istri keluar dari area dapur.
"baiklah" Angel menjawab lesu.
padahal tadi dia ingin ikut memasak. entah kenapa wangi bumbu yang biasanya membuat dia mual malah kini tidak terganggu sama sekali saat melihat mamanya dan enzy memasak.
dia pun mengajak Matthew untuk beristirahat di kamarnya saja. Sesampainya di sana dia berbaring dan dipeluk erat sang suami. dia masih bingung dan bertanya-tanya ada apa mamanya menyiapkan begitu banyak hidangan.
__ADS_1
"hubby, menurut mu, kenapa mama menyiapkan begitu banyak makanan? seperti mau ada acara penting" tanya Angel bingung sambil menatap wajah Matthew.
"emmm, ya mungkin untuk menyambut cucunya yang masih dalam perut kamu sayang " Matthew mengangkat bahu bingung. dia menjawab asal. karena dia pun tidak tahu.
di saat yang bersamaan, Ponselnya berdering. ternyata ada telepon masuk dari Leo.
dia menerima telepon itu sembari sebelah tangannya memeluk Angel.
"Iya kenapa?"
Jawabnya tanpa basa basi. mata Matthew tetap fokus pada wajah cantik sang istri.
"kau serius?"
"baiklah, Aku juga sedang berada di rumah mertua ku sekarang "
saat Matthew masih menjawab panggilan Leo, mata bulat Angel memandang suaminya penasaran. sepertinya dia ingin tahu ada pembicaraan apa antara kedua pria itu.
namun entah karena sengaja atau tidak, jemari halusnya tidak berhenti menggambar pola abstrak dan mengusap dada bidang Matthew bahkan mengecup berkali-kali. Matthew mendesis pelan. wajahnya kini berkabut tapi Angel tidak menyadari itu.
leo sepertinya menyadari sesutu yang berbeda dari suara Matthew, lebih berat tapi matthew berpura-pura biasa saja. sekuat tenaga dia tetap tenang menahan diri.
Angel terus mengusap dada bidang itu tanpa mempedulikan Matthew semakin tidak karuan.
"iyaaaa sampai ketemu nanti" Matthew segera menutup panggilan itu dan mata tajamnya saat ini
menatap Angel bagai singa lapar siap menerkam mangsa.
"Sayanggggg.. kau sengaja menggoda ku hmm" Matthew menahan pergerakan tangan Angel.
"tidak, aku hanya sedang ingin melakukan ini, kenapa?" Jawab Angel polos dengan mata bulat menggemaskan
"tapi kau sudah membangun dia sayang. kau harus bertanggung jawab" Matthew membawa tangan Angel untuk menyentuh tongkat sakti miliknya yang kini sudah sangat mengeras seolah mendesak keluar dari balik celana.
mata Angel melebar, dia tadi tidak mengira akan seperti ini. sepertinya Matthew akan menuntut melakukan penyatuan lagi.
__ADS_1
"tapi hubby, itu. aaa..akkuu." Angel terbatah untuk menolak, namun mata berkabut Matthew tidak dapat ia hindari.
tanpa menunggu lama Matthew dengan mesra menyentuh, mengecup, menghisap dan ******* semua yang menjadi favoritnya.
Angel tidak kuasa menolak. dia menerima semua perlakuan itu.
"sayangku, kau selalu membuatku tidak tahan. kau milikku. aku mencintaimu "
Matthew melakukan penyatuan dengan sangat lembut mengingat Angel sedang hamil buah hati mereka. membuat gerakan sepelan mungkin selama kurang lebih tiga puluh menit, suara indah dan mesra memenuhi kamar. hingga akhirnya mereka berteriak panjang mengakhiri kegiatan menggeloraitu. keduanya terkulai lemas hingga Angel tertidur begitu saja.
'olahraga sore yang sangat menyenangkan' batin Matthew senang, kemudian ikut terlelap.
waktu menujukan pukul tujuh malam. semua sudah berada di meja makan, semua nampak fresh dan segar sehabis mandi. tapi di antara mereka belum ada yang mulai mengambil makanan. Angel menatap semua orang bingung. sementara Matthew yang sudah mengetahui tujuan makan malam itu pura-pura diam saja.
ternyata acara malam ini, ada sangkut pautnya dengan telepon Leo sore tadi. sepertinya di sana hanya Angel sendiri yang penasaran.
Hingga tidak berselang lama, terdengar sapaan dari luar yang langsung disambut antusias mama vita. orang tua itu bahkan segera berdiri untuk menyabut tamu yang baru datang.
Dahi Angel semakin berkerut bingung. dia melihat, Leo dan ayahnya di sana ikut bergabung di meja makan. terlihat mama vita mempersilahkan tamunya untuk duduk kemudian dia mengajak semua yang ada di sana mulai menikmati makan malam diiringi canda tawa.
Angel berusaha ikut bergabung dalam obrolan walau sebenarnya pikirannya dipenuhi tanda tanya. selesai menikmati makan malam. mama vita mengajak semuanya untuk duduk di ruang utama. di sinilah obrolan serius dimulai. mereka mulai berbincang sambil menikmati cemilan, teh dan kopi.
nampak jelas dalam penglihatan Angel, om damian yang adalah ayah Leo dan leo sendiri memasang wajah serius ketika ingin membicarakan sesuatu dan di sinilah otak angel mulai bekerja. dia sepertinya mulai paham akan maksud dan tujuan dari makan bersama malam ini.
nampak om damian berdehem kemudian duduk tegap dan mengambil napas untuk mulai berbicara.
"nyonya vita. sebelumnya saya minta maaf. mungkin kedatangan kami kesannya mendadak. tapi ini adalah bukti keseriusan dan niat tulus. beberapa hari lalu, putraku memberi tahu bahwa dia jatuh cinta pada seorang gadis dan telah secara pribadi melamarnya. dia meminta ku untuk datang menemui orang tua dari gadis itu. itu sebabnya, malam ini, saya secara resmi datang melamarkan putrimu Enzy sebagai menantuku. saat ini izinkan putra ku menyampaikan niat tulusnya" tutur Om Damian, ayah dari Leo. dia segera menyuruh Leo berbicara supaya tidak membuang waktu.
"tante mungkin sebelumnya Enzy sudah memberi tahu bahwa saya sudah melamarnya secara pribadi beberapa hari lalu. namun hari ini dengan segala keseriusan dan cinta, saya kembali melamar putri tante secara langsung untuk menjadi pendamping hidupku. aku akan berusaha dengan seluruh jiwa raga, melindungi dan mencintainya sepanjang hidup. semoga tante merestui niat tulus ku ini"
ungkap Leo dengan sedikit bergetar. walau bagaimana pun ini adalah pertama kalinya dia melamar seorang gadis di depan keluarganya. tentu dia gugup.
mama vita yang sudah mendengar kedua tamunya berbicara, sejak tadi memasang wajah penuh senyuman. diq menarik tangan Enzy putri angkatnya yang sudah seperti anaknya sendiri untuk dia genggam secara halus. matanya perlahan menerawang jauh, mengingat dimana dia pertama kali bertemu seorang enzy kecil yang sangat Malang.
mama vita nampak menarik napas panjang. kemudian mulai menceritakan sebuah kisah.
__ADS_1