Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Penawaran


__ADS_3

Leo mewakili Dirgantara Grup, hadir pada meeting internal pemegang saham di perusahan Jasa milik keluarga robby.


Dalam pertemuan itu, Desi hadir sebagai perwakilan robby suaminya. dia sudah yakin bahwa menjual perusahaan kepada pemegang saham akan lebih baik untuk menyelamatkan beberapa aset lainnya seperti beberapa tempat hiburan malam dan bisnis karaoke.


Leo sendiri pun sudah menyiapkan dengan matang beberapa berkas, apabila berhasil melakukan penawaran penanaman saham.


Tapi yang ada. desi menjual perusahaan itu secara utuh bagi siapa saja yang mau membelinya.


dengan cepat Leo melakukan panggilan bertiga antara dirinya, dad marcel dan Matthew. senyum tipis nampak dari bibir pria parubaya itu setelah mendapat kabar yang tidak dia pikir sebelumnya.


desi menjual perusahaan robby, sementara pria itu masih belum siuman setelah kecelakaan. akan seperti apa responnya nanti setelah mengetahui tindakan nekat istri sintingnya.


"Ambil itu. kita buat penawaran paling tinggi supaya hanya kita yang mendapatkan perusahaan itu. satu lagi, pembelian perusahaan itu atas nama istri kamu Enzy" tutur dad marcel tenang di seberang sana.


Leo dan Matthew kompak mengernyit bingung di tempat masing-masing mendengar ucapan dad marcel.


"dad yakin?" tanya Matthew akhirnya. bukan menolak atau tidak menyetujui. tapi dari kemarin dad marcel seperti menyimpan sebuah rahasia. Om damian pun begitu. Matthew masih ingat, kemarin saat mengurus semua berkas untuk rencana penanaman saham di perusahan keluarga robby, om damian turut hadir. dari bahasa tubuh dan cara bicara keduanya seperti menyembunyikan sesuatu.


"apakah om yakin. kenapa malah atas nama istriku?" Leo ikut bertanya. di satu sisi dia merasa itu terlalu berlebihan dan kedua enzy pasti merasa kurang nyaman menerima itu.


"hei tentu saja serius. kau juga putraku. tentu enzy juga menantuku. Sudah ikuti saja perkataan ku. nanti aku akan menjelaskan segalanya setelah semua beres.


"baik om, segera saya lakukan" pasrah Leo tanpa mau berdebat.


"oke dad, kau berhutang penjelasan padaku dan Leo. kalau tidak aku akan mengadu pada mom, kau memberi villa baru di puncak!"


Matthew pun setuju tapi dengan jurus jitu andalannya yaitu mengancam dad marcel supaya jujur padanya dan Leo.


"dasar bocah tukang adu"


Leo dan Matthew kompak mematikan sambungan telepon sementara dad marcel mengumpati putranya. tentu dia takut kalau sampai mom helena tahu dia kembali membeli aset. istrinya pasti akan mogok bicara dan paling dia takuti, jatahnya berkurang entah sampai kapan. intinya sampai istrinya tidak marah lagi. karena bagi mom helena, sangat buang uang banyak kalau terlalu sering membeli aset. harta mereka saja sudah banyak tidak akan habis tujuh turunan. kenapa harus membeli lagi. lebih baik uang itu digunakan untuk hal bermanfaat lainnya.


Sementara di perusahaan Robby, Leo berhasil menawarkan harga paling tinggi untuk perusahaan itu. akhirnya hari itu juga kepemilikan perusahaan sudah atas nama istrinya enzy dan berada dibawah naungan Dirgantara Grup.


desi sendiri tidak menyadari itu. mungkin saking senangnya mendapat uang banyak, dia sampai tidak menghiraukan atas nama siapa perusahaan suaminya dibeli.


sekarang dia sibuk mengelola uang itu untuk memperluas bisnis tempat hiburan malam dan karaoke. serta mencoba membuat jaminan untuk membebaskannya putrinya dari penjara. tapi justru tidak berhasil karena Matthew sudah mengatakan kepada pengacara dan kepolisian bahwa hukuman jovanka tetap berjalan sebagaimana mestinya.

__ADS_1


dia tidak ingin kecolongan seperti kasus Morena dan Laura dulu yang berhasil bebas karena adanya jaminan besar dari keluarga mereka.


Di perusahaan Dirgantara


Matthew tengah serius membaca laporan keuangan serta kondisi perusahaan Keluarga robby yang kacau balau. perusahan jasa yang berhasil menjadi milik kakak iparnya beberapa saat lalu. Mereka harus kembali memutar otak agar perusahan itu tidak semakin kacau. untuk menyelamatkan para karyawan yang mencari rejeki di sana.


waktu hampir menunjukkan pukul 12 siang. sudah mendekati jam makan tapi matthew masih saja serius membaca baris demi baris dari laporan tersebut.


hingga ketukan pintu pun tidak dia sadari. padahal di luar ada dean sedang mengantar nyonya bosnya. Tapi Angel menolak karena dia sudah terbiasa sendiri.


"hubby" panggil Angel setelah berhasil membuka pintu.


tapi matthew nampak fokus pada pekerjaannya, tidak menyadari keberadaan istrinya di sana. tanpa mengeluarkan suara lagi, Angel masuk kemudian meletakkan tas dan kotak bekal di meja tempat biasa mereka makan. kemudian menghampiri Matthew yang tetap saja tidak menyadari kedatangannya.


"cup"


sebuah kecupan sekilas di pipi Matthew ternyata mampu mengalihkan perhatiannya dari kesibukan.


"sayanggggg???" kaget Matthew melihat angel sudah berdiri di sampingnya sambil tersenyum manis secerah mentari.


"no sayang. justru aku bersyukur kau di sini. kenapa tidak memberi tahu kalau mau datang, hmm?"


Matthew segera memeluk Angel erat. dengan manja dia mendusel-dusel wajahnya di dada sang istri. rasa lelanhya entah menghilang ke mana setelah memeluk dan menghirup aroma tubuh sang istri.


"ingin membuat kejutan, aku juga membawa bekal. Bayi-bayi kita ingin makan siang bersama papa Matthew " ujar Angel dengan nada yang imut membuat Matthew gemas hingga menggigit dada istrinya sedikit kencang.


"auhwww.. hubby sakitt" rengek Angel. meski gigitan itu dari luar baju, tetap saja terasa sakit. apalagi payudara Angel sensitif atau mudah sakit sejak hamil.


"aku gemas sayang. mereka terlihat semakin empuk dan sepertinya tidak akan muat lagi di tangan ku" ucap Matthew dengan tatapan mesum ke arah dada angel.


"ihhh hubby kau mesummm"


"tidak masalah lagian kan mesummnya sama istri sendiri. kalau lebih dari gigit juga tidak apa-apa" enteng Matthew dengan senyum miringnya. pesona nakal dan tampannya semakin terlihat.


Angel hanya bisa menggeleng. Matthew tetaplah Matthew. mesummnya sesuka hati.


"hubby, tadi kamu nampak serius. sedang mengerjakan apa?" Angel mulai tertarik untuk membicarakan pekerjaan suaminya tadi.

__ADS_1


mata Matthew melebar. laptop dan dokumenya masih terbuka. belum saatnya Angel mengetahui semua ini. dia harus mendapat penjelasan dari dad marcel terlebih dahulu supaya nanti bisa menjelaskan dengan baik pada istrinya untuk menghindari salah paham.


"ohh, itu, emm ada beberapa dokumen kerja sama pembangunan pabrik di kota B, sayang" bohong Matthew seraya tangannya bergerak perlahan menutup laptop dan dokumen supaya istrinya tidak curiga.


Ternyata tatapan angel tetap mengikuti pergerakan tangannya. Bahkan secara detail memperhatikan wajah Matthew seperti mencari sesuatu.


"Sayang, bukannya tadi kamu membawa bekal?aku lapar, yuk makan" ajak Matthew untuk mengalihkan perhatian Angel. dan berhasil. wanita itu langsung beranjak menuju meja dekat sofa untuk menata makanan.


"selamat makan hubby" riang Angel sambil menyerahkan satu kotak bekal lengkap dengan sayur dan lauknya. juga ada satu kotak lagi berisi buah potong.


"terima kasih sayang, yuk kita makan berdua. sini biar aku suapi"


Angel mengangguk antusias. memang inilah keinginannya tadi. ingin makan siang bersama Matthew sambil disuapi .


di tengah suasana makan itu, angel teringat sesuatu. yaitu cerita Enzy tadi saat meleponnya.


"hubby, tadi kak enzy melepon"


uhukk..uhukkk


Matthew kaget dan langsung terbatuk mendengar nama enzy. tadi istrinya bilang menelepon. apakah enzy membicarakan tentang pembelian perusahaan itu. rasanya tidak mungkin. karena Leo mengatakan belum ingin memberitahukan istrinya sampai mendapat penjelasan dari dad marcel. kalau bukan, lalu mereka membicarakan apa. Matthew mendadak jadi berpikir kemana-mana.


"kalian membicarakannya apa?" tanyanya tidak sabaran yang justru membuat Angel mengernyit bingung dan memicing.


"kenapa kamu seperti ketakutan, hubby "


"emm, itu, aku hanya khawatir enzy di ganggu nyonya desi" bohong Matthew mencari alasan


"ohh, tidak. dia tidak mendapat gangguan apapun"


"lalu apa yang dia ceritakan?" tanya Matthew masih penasaran


"tadi dia melakukan donor darah untuk seorang pasien yang kecelakaan. dan dia terkejut pasien yang dia tolong adalah artis isabella, mamanya Laura. mereka memiliki golongan darah yang sama yaitu AB" jelas Angel sambil sedikit demi sedikit mengunyah.


sementara Matthew mendadak diam dan membeku seperti sedang memikirkan sesuatu.


'apakah itu benar seperti dugaan ku' batinnya Matthew bertanya-tanya

__ADS_1


__ADS_2