Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Nasib Margaret


__ADS_3

Tepat jam 11 malam. Matthew tiba rumah. janji keluar pada sang istri yang katanya cuma sebentar malah menjadi berjam-jam.


"matt, kamu baik-baik saja?" tanya leo sebelum Matthew turun dari mobil.


Matthew menghela napas panjang, kemudian menatap teman di sampingnya.


"seperti yang kamu lihat" singkatnya lalu diangguki begitu saja oleh Leo.


"lalu bagaimana dengan keadaan Margaret" lanjutnya bertanya.


"kenapa malah bertanya tentang dia. kamu khawatir?" kesal Matthew mendengar pertanyaan Leo barusan.


"bukan. bukan seperti itu. obat yang dia minum sepertinya mengandung dosis paling tinggi. Penasaran saja kondisinya sekarang setelah dihabisi berjam-jam di atas kasur"


"bukan urusanku. sekarang aku mau masuk. jangan sampai istri ku banyak berpikir "


setelahnya Matthew benar-benar turun dari mobil dan melangkah masuk ke rumah. sementara Leo melihat temannya itu dengan perasaan gusar.


"semoga kau baik-baik saja nanti matt" Leo akhirnya meninggalkan kediaman Orang tua Matthew. dia juga sudah tidak sabar sampai di rumah. Berpisah berjam-jam dengan enzy nyatanya membuat rasa rindu memeluk sang istri kian memuncak.


sementara itu, Matthew yang baru saja masuk ke kamar mendapati sang istri sudah tertidur pulas. ada rasa bersalah di rwlung hatinya. Dia duduk di tepi kasur lalu memandang lekat wajah Angel. jemarinya mengelus lembut pipi sang istri.


"maafin aku sayang" Ucapnya penuh sesal.


Matthew kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah menggunakan pakaian tidur, barulah dia naik ke ranjang. memeluk sang istri dengan erat. sambil terus mengucapkan kata maaf.


Malam bergulir menjadi pagi. Angel perlahan membuka matanya. merasa sedikit sesak di perut, akhirnya dia menunduk dan melihat sebuah lengan yang memeluk perut buncitnya.


"hubby " lirihnya setelah menyadari itu adalah tangan Matthew


dia balik badan dan mendapati sang suami sudah membuka mata.


"morning Sweetheart"

__ADS_1


cup


cup


cup


sapa Matthew lalu mendaratkan tiga kecupan di kening dan bibir Angel.


"hubby, jam berapa kau pulang? katanya cuma pergi sebentar, aku tunggu hingga setengah 11 malam belum juga pulang. kenapa tidak membangunkan ku saat tiba?" bukannya menjawab salam pagi sang suami justru Angel bertanya soal uneg-uneg yang sedari semalam dia pikirkan hingga terbawa tidur.


Matthew meneguk ludahnya kasar. dia tidak bermaksud membohongi sang istri. tapi semalam ada kejadian di luar dugaannya yang membuat rasa bersalah itu kian besar.


"maaf sayang. semalam aku lupa waktu. saat pulang kau sudah pulas. tidak tega aku bangunkan. sekali lagi maaf sayang" ucap Matthew sesal


"benar seperti itu? tidak ada yang hubby sembunyikan dari ku?" kembali Angel bertanya penuh selidik.


"tttiii..ti..dak sayang" respon Matthew terbata. Angel memandang lekat wajah suaminya membuat Matthew merasa salah tingkah.


"baiklah aku percaya". putus Angel akhirnya.


bukannya kaget. dia malah tersenyum puas dan sangat bahagia. semalam dia menghabiskan berjam-jam di atas ranjang, menikmati surga dunia dengan seorang pria yang dia dambakan selama ini.


"Matthew, akhirnya aku mendapatkan mu. lihat saja. istri sialan kamu, akan aku singkirkan segera " monolognya penuh percaya diri.


dia mendengar suara gemericik air di kamar mandi. menandakan seseorang sedang membersihkan badan. dia lagi-lagi tersenyum dan tersipu.


"ahh, pasti badan Matthew lengket banget setelah semalam menikmati surga dunia bersama ku. harusnya tadi kita mandi berdua. kan bisa menambah ronde di kamar mandi" sekali lagi Margaret berbicara sendiri menyakini segala hal dalam pikirannya.


tidak berselang lama, pintu kamar mandi terbuka. dan muncul sosok dari dalam yang membuat mata Margaret melotot tak percaya.


"kamu!!!!" teriaknya dengan suara lantang melihat sosok di depannya


"hallo nona manis" sapa orang itu tanpa menghiraukan wajah kaget Margaret

__ADS_1


"siapa kamu? dimana Matthew?" tanya Margaret bingung sendiri melihat pria di depannya


"aku adalah pria yang menghabiskan malam panjang bersama kamu semalam. jangan menanyakan pria lain, karena sejak kamu menggoda ku semalam. hanya aku yang menikmati tubuh seksi mu itu" jelas pria itu dengan tatapan mesum.


Margaret menganga tidak percaya. bukankah semalam dia telah menikmati surga dunia bersama Matthew. kenapa malah jadi pria botak, kumis panjang dan perut buncit di hadapannya. tidak. dia tidak terima. pasti Matthew sengaja meninggalkannya tadi pagi dan menyuruh pria gendut di depannya untuk menggantinya.


dia sangat ingat. semalam dia bersama Matthew. pria itu yang membawanya ke kamar.


"Sayangku yang manis, dari pada kamu menanyakan pria jelek bernama Matthew itu, bukankah lebih baik kita ulangi kenikmatan semalam" ujar pria itu menggoda seraya mencolek dagu Margaret.


"hei kau pria tua, jelek. singkirkan tangan mu" Margaret menampik tangan pria di hadapannya lantaran kesal.


"ckk, tidak usah sok menolak begitu. semalam saja kau mendesah hebat. bahkan tidak ingin aku berhenti menusuk milik mu. kau ingin lihat video hot mesum kita semalam nona manis? kebetulan aku merekamnya" kembali pria gendut itu meraba pundak polos Margaret namun segera di dorong kuat oleh wanita itu membuat pria gendut tadi jatuh terjungkal dari tempat tidur.


kesal lantaran didorong dan sok ditolak, pria itu dengan emosi menampar pipi Margaret sekuat tenaga


plakkk


"dasar wanita jalqng. kamu pikir dirimu suci ha. sudah bagus aku memuaskan kamu semalam. sekarang malah sok menolak"


dirundung rasa kesal dan gairah melihat tubuh polos Margaret. pria itu tanpa pemanasan memasuki inti Margaret dengan kasar hingga membuat sang empu memekik kesakitan. tanpa ampun dia terus menusuk Margaret hingga membuat wanita itu pingsan dan meninggalkannya begitu saja setelah merasa nafsunya tersalurkan.


sementara di sisi lain, pagi ini Matthew merasa sangat tidak nyaman melihat sang istri yang entah kenapa seperti banyak melamun.


setelah mengenakan setelan kantor. Matthew mengahampiri angel yang sedang duduk diam di sofa. tidak seperti biasanya.


"Sayang, kok bengong. ada apa hm?"


"hubby, entah kenapa sejak semalam aku merasa mencemaskan sesuatu. tapi tidak tahu tentang apa. kamu tidak menyembunyikan sesuatu dariku kan hubby?"


Matthew memandang wajah manis sang istri. entah kenapa bibirnya begitu kaku membicarakan semua yang terjadi semalam.


"kok diam, hubby. aku harap kamu selalu ingat pesanku. aku tidak ingin ada kebohongan di antara kita" Angel menekan setiap kata yang dia ucapkan. Matthew merasa gugup hingga sulit sekali menelan liurnya.

__ADS_1


"Sayang sebenarnya, aku semalam.. itu. apa.. ada sesuatu yang terjadi di tempat pesta " ujar Matthew kaku dan tidak jelas membuat tatapan Angel yang tadinya tenang seketika berubah datar. terasa menusuk hingga ke jantung Matthew.


"katakan dengan jelas. aku tidak paham!"


__ADS_2