
Angel bingung saat mobil Matthew memasuki halaman restoran keluarganya. bukannya mereka akan makan di tempat lain? Angel mendengus sebal. kalau begini kan lebih baik dia pulang dengan mobilnya tadi.
Matthew keluar dari mobil dia hendak membuka pintu untuk Angel namun gadis itu sudah keluar lebih dulu. Tapi itu tak masalah, Matthew paham gadis itu pasti masih kesal padanya.
"aku ingin makan soto daging dan nasi hangat" ujarnya begitu sampai dalam restoran.
Angel memanggil seorang pelayan untuk menyiapkan pesanan Matthew,namun langsung ditolak oleh pria itu.
"Sayang kamu saja yang menyiapkan ya" pinta Matthew memohon
meski kesal mendengar panggilan yang disematkan Matthew dari tadi padanya, Angel tetap menurut. dia tidak mungkin menolak rejeki, secara Matthew tetap bisa dibilang sebagai pembeli di situ..
"Tolong siapkan dalam dua porsi sayang" pintanya lagi.
meski bingung mendengar permintaan pria itu, Angel tetap mengangguk.
"mau minum apa?" Tanya Angel sebelum ke are dapur
"apa saja sayang" jawabnya dengan tersenyum hangat.
Angel menyiapkan pesanan Matthew, dalam hati dia bertanya kenapa Pria itu memesan dua porsi bukankah dia cuma makan seorang diri. Ya sudahlah dari pada bingung lebih baik dia menyiapkan juga minuman untuk pria itu. Karena soto daging masuk dalam hitungan makanan berat apa lagi ditambah nasi, akhirnya Angel menyiapkan jus lemon untuk Matthew. dia juga menyiapkan dua porsi untuk minuman itu.
setelah semuanya siap, dia mengantar langsung ke meja Matthew.
"silakan dinikmati pesanan anda tuan" ujar Angel setelah menyajikan hidangan di atas meja.
Matthew nampak berbinar melihatnya.
"duduklah" pintanya
"Maaf tuan, tapi saya masih ada pekerjaan di belakang, silakan anda menikmati makanannya" Jawab Angel menahan sebal.
"Sayang, Ayo duduk, atau perlu aku bantu untuk bisa duduk"
Angel semakin sebal mendengar pernyataan Matthew. Dengan ogah-ogahan dia duduk di depan pria itu.
Matthew menggeser satu mangkuk berisi soto daging, nasi dan satu gelas jus lemon ke hadapan Angel.
"Ayo makan sayang, mumpung lagi hangat " pinta Matthew lagi.
"tidak, saya kenyang. Silakan anda saja" tolak Angel.
krukkkk
__ADS_1
krukkkk
krukkkk
Namun belum lama dia menjawab tiba-tiba perutnya bunyi bahkan sangat jelas terdengar di telinga Matthew. jelas saja Angel malu dan merutuki perutnya yang tidak tahu waktu dan tempat. Ini masih sore untuk mulai makan malam.
"nah kan, perut kamu jujur banget tu, teriak lapar. yakin nggak mau makan" Ujar Matthew tersenyum geli melihat muka Angel yang merona.
sudah kepalang tanggung, biar malu saja sekalian, Angel segera duduk dan langsung menyedok nasi ke mulut tanpa berbicara lagi. Matthew hanya bisa tersenyum gemas.
mereka makan dalam keheningan. hingga Tidak membutuhkan waktu lama, Makanan mereka habis tanpa tersisa sedikit pun.
Matthew memanggil pelayan untuk membereskan meja. kemudian dia menggeser kursi duduk ke dekat Angel. melihat itu, Angel memasang sikap waspada. Tentu saja dia bingung dengan sikap Matthew yang tiba-tiba pemaksa dan blak-blakan.
"Angel, Sweetheart " panggil Matthew lembut disertai tatapan yang sangat tulus. Angel meremang mendengarnya. Panggilan itu sama sekali tidak berubah seperti delapan tahun lalu.
"Sayang?" panggil Matthew lagi dan berusaha menyentuh tangan Angel karena gadis itu tidak menjawab selain hanya menatap datar pada Matthew.
"lepas"
Angel menepis tangan Matthew yang berusaha menggenggam jemarinya. Alasannya adalah dia gugup hingga jemarinya berkeringat. Jangan sampai Matthew menyadari itu.
"baiklah, Aku mohon dengarkan aku" pintanya
Jelas Matthew. Angel tetap tidak memberi respon.
"aku ingin memulai dari awal dengan kamu. jadi tolong beri aku kesempatan untuk membuat perasaan kamu sama kuatnya denganku seperti delapan tahun lalu" pinta Matthew seperti tengah memohon pada gadis di depannya.
permohonan Matthew tentu saja membuat Angel kaget dan jantungnya tiba-tiba berdetak tidak karuan. bukankah sama saja pria itu meminta kesempatan kedua. Lidah Angel rasanya keluh dan tidak mampu berbicara apapun.
"Sayang, kenapa kau diam saja" Matthew menjadi gusar melihat Angel yang tidak memberi respon
"tidak. Jawaban saya tidak. jadi saya menolak. semua yang terjadi di masa lalu sudah berlalu dan saya tidak ingin memulainya kembali" tegas Angel dengan wajah datar walau hatinya seperti tidak sinkron dengan mulutnya.
"aku mohon jangan menolak lebih awal. Tolong lihat dan rasakan dulu usahakan ku" Matthew memohon dengan sendu.
"itu hanya akan membuang waktu. Mau berusaha seperti apapun, jawaban saya tetap sama" tolak Angel tetap pada pendiriannya.
"Satu Bulan. Kasih aku waktu satu bulan untuk membuktikan. Kalau dalam waktu sebulan kamu memang tidak tersentuh dan tidak mencintai ku kembali. Aku sendiri yang akan mundur. please" Rasanya Matthew benar-benar membuang jauh rasa malunya dan memohon di depan Angel. Bukan tanpa Alasan, karena hingga kini, gadis itu tetap menjadi ratu dihati, pikiran dan seluruh aliran darahnya.
"aku tidak peduli kamu sudah di lamar pria itu, tapi aku akan tetap berusaha" ujar Matthew
"di lamar?" bingun Angel. Siapa yang melamarnya dan kapan.
__ADS_1
"Iya, aku tahu kamu sudah dilamar Exel beberapa hari lalu. Tapi aku tidak peduli . Aku akan tetap bersaing sehat dengannya "
ingatan Angel mendadak kembali pada kejadian beberapa hari alu saat Exel melamarnya namun dia tolak dan justru memberinya cincin sebagai hadiah pertemanan. apa jangan-jangan Matthew melihat kejadian itu.
"aaa, iya. Saya sudah dilamar, exel. Karenanya saya menolak permintaan anda. Saya sangat menghargai perasaan pasangan saya. Saya tidak mau dia terluka " Jawab Angel berbohong. Dia melakukan itu supaya Matthew menyerah lebih awal. Namun nyatanya pria itu masih saja punya nekad.
"aku tidak peduli. Kalian belum menikah dan aku masih punya kesempatan " tekad Matthew
"tuan, apa anda lupa. Bahwa anda akan bertunangan dan wanita itu mungkin akan menjadi calon istri anda. Apakah anda akan tegah menyakiti perasaannya. Apakah memang itu kebiasaan anda, suka menyakiti hati banyak wanita?" tanya Angel menohok hati Matthew
"aku akan membatalkannya!" tegas Matthew yang membuat Angel mengaga tidak percaya akan ucapan dan keputusan Matthew.
"Pertunangan itu bukan keinginan ku. mereka yang meminta. Sweetheart, demi apapun, di sini, di hatiku dan seluruh nafasku hanya ada kamu. Kamu tahu, bahkan delapan tahun terakhir aku sangat tidak sabar untuk kembali bertemu dengan kamu. Aku rindu, sangat rindu. Aku menyesal atas semua yang terjadi di masa lalu" Jelas Matthew dengan kedua mata yang nampak berkaca-kaca. Dia dengan segera menoleh ke arah lain supaya Angel tidak melihat dia yang mendadak cengeng.
Angel diam membisu. hati dan pikirannya tidak sejalan. ingin menolak namun hatinya entah kenapa tersentuh dengan pengakuan Matthew barusan. walau rasa percayanya pada pria itu sudah menghilang delapan tahun lalu.
"kamu diam. Berarti aku anggap setuju. Fix Satu Bulan. Ujar Matthew yang dengan cepat membuat keputusan sendiri.
"Hey, saya belum menjawab. saya tidak setuju" ujar angel dengan lantang karena kesal. Pengunjung resto sampai menoleh ke arah mereka berdua. membuat Angel malah kikuk sendiri.
"kamu terlalu lama berpikir. Jadi aku putuskan saja sendiri" Ujar Matthew santai dan semakin membuat Angel dongkol.
"oh iya, Seminggu lagi Melvin menikah. Kita akan pergi bersama" Ujar Matthew yang justru terdengar seperti perintah.
"kenapa anda jadi suka memerintah dan memaksa begini sih? saya menolak dan tidak mau!!" rasanya Angel ingin sekali menjambak rambut Matthew. Pria itu bahkan tersenyum tidak merasa bersalah.
"Sayang tadi kamu sudah setuju. Ini bagian dari usahaku melakukan pendekatan dengan kamu. Jadi kamu dilarang menolak " ujar Matthew dengan memasang tampang tidak bersalah.
"pokoknya saya tidak mau" tolak Angel tetap tidak mau menerima ajakan itu
"Hari sabtu pagi jam tujuh aku akan menjemput kamu untuk upacara pemberkatan di gereja. untuk acara resepsi aku jemput jam lima sore" Bukannya mendengar penolakan Angel, justru Matthew menyatakan ajakan baru, bukan ajakan sebenarnya tapi lebih seperti sebuah perintah yang harus dituruti Angel.
Angel semakin mengaga tidak percaya dengan semua permintaan Matthew saat ini. Sangat membuat perasaannya super dongkol.
"aku pulang dulu ya, ada acara malam ini. nanti aku telepon kamu" Pamit Matthew. Dia mendekatkan wajahnya ke arah Angel dan
Cup
"Aku mencintaimu sayang" sebuah kecupan disertai pernyataan cinta menjadi salam perpisahan sore itu. Matthew berlalu menyisahkan Angel yang kaku, beku dan bengong menjadi satu. Jantungnya sangat tidak karuan saat ini. Sumpah demi apapun, serangan bertubi-tubi yang dia terima sore ini membuatnya seperti orang bisu. Matthew sungguh mampu membuat Angel tidak berdaya saat ini.
"Kak tolong jangan memberi harapan yang ujungnya membuatku terluka lagi"
lirih Angel setelah beberapa saat sadar dari kebisuannya. Entah kenapa gadis itu menjadi sulit percaya dengan pria yang bernama Matthew, padahal dulu dia begitu sangat percaya pada kekasih masa lalunya itu.
__ADS_1
Dari ujung Ruang owner, mama vita menyaksikan segalanya. Dia bukannya tidak peduli, tapi dia akan menyerahkan sepenuhnya keputusan pada anak gadisnya. Dulu dia pernah berjanji, kalau Angel sukses dengan mimpinya, Urusan apapun setelah itu, tidak akan dia kekang dan tidak akan dia campuri. Karena baginya, Angel sudah dewasa dan mampu memutuskan apapun dengan bijak.