
Dua minggu telah berlalu. Matthew telah selesai melewati ujian akhir sekolah dan menghitung hari menuju Ujian Nasional. selama dua minggu ini pula, Angel sering bertukar pesan dengan nomor baru yang sempat mengirim pesan dan Angel abaikan sebelumnya, kini dia tahu pemilik nomor itu adalah salah satu teman SMP nya dulu. Dia pernah menembak angel dengan perasaannya saat kelas dua SMP, tentu saja Angel menolak karena waktu itu dia merasa umurnya belum cukup dan juga tidak terlalu mengenal dekat pria tersebut. Namanya Patrick.
Akhir-akhir ini, waktu angel sedikit berkurang dengan Matthew karena pria itu sibuk dengan ujian sekolah dan persiapan Ujian akhir. Beberapa kali ketemu namun ada sedikit perubahan dari Matthew. Beberapa kali Angel mendapati Matthew sedang melamun kemudian menatap Angel begitu lama. Saat dia tanya kenapa, kekasihnya hanya menjawab dengan gelengan. Angel sebenarnya merasa sedih, dia takut berpisah dari Matthew.
Sementara itu, saat ini di rooftop, Matthew sedang menyedot batang rokok yang ke sekian kalinya. Nampak dari penampilannya sangat acak-acakan membuat Melvin dan Martin tahu kalau sahabatnya itu tengah kalut.
"ada apa?" Tanya Martin memulai obrolan
"Masih masalah yang sama?" Kini melvin ikutan bertanya yang dijawab dengan helaan napas panjang dari Matthew. pria itu kemudian, mematikan rokoknya dan duduk di sebelah Melvin sambil pandangannya tetap mengarah ke lapangan menyaksikan kekasihnya sedang mengikuti arahan guru dalam pelajaran olahraga.
"keputusan dad sudah bulat. dia tidak mendengar pendapat ku sama sekali " Pikiran Matthew menerawang pada obrolan dengan dad marcel beberapa waktu terakhir yang berakhir dengan perdebatan di antara keduanya.
Flashback on
Di ruang kerja Dad Marcel tampak Matthew sedang menahan amarah atas permintaan dad Marcel untuk melanjutkan studi ke luar negeri yaitu di Jerman.
"Sudah ada uncle Lucas di sana, dia akan membantu kamu untuk belajar mengelola saham. Lagian kita punya saham di perusahannya namun tidak ada yang mengelolanya di sana. lebih baik kamu ke sana saja, ambil jurusan bisnis sambil belajar bisnis di kantor Lucas. Dad tidak ingin mendengar bantahan dari kamu.
"Kok dad maksa banget sih"
"Ini demi kebaikan kamu. Di masa depan kamu akan memegang kendali atas semua aset kita, kamu harus belajar banyak dari sekarang. Ada banyak orang yang mengaduh nasib di perusahan kita. Kamu punya tanggung jawab penuh atas segalanya."
"Tapi pa, ini di luar rencana ku. Apa bedanya kalau aku kuliah di sini?"
"Kamu tidak akan fokus dan tidak akan mandiri. Kamu akan terus bergantung sama dad dan juga tidak serius karena kamu berpacaran. Ayah tidak melarang kamu untuk berpacaran, tapi mempersiapkan diri untuk masa depan kamu juga sangat penting. paspor dan tiket sudah saya siapkan. Kamu akan berangkat seminggu setelah ujian berakhir. dad tidak ingin mendengar bantahan dari kamu" ujar dad Marcel dan kembali sibuk dengan berkas-berkasnya. Itu tandanya dia tidak ingin diganggu lagi.
"kamu egois dad." ketus Matthew dan keluar dari ruang kerja dad Marcel dengan emosi yang sudah memenuhi isi kepalanya.
Flashback off
"dari dulu uncle Marcel kalau sudah membuat keputusan selalu mutlak dan tidak boleh dibantah" tanggap Melvin setelah mendengar cerita Matthew. "Mungkin lebih baik kamu setuju saja. dan bicaralah hal ini juga sama Angel. aku tahu, yang memberatkan kamu salah satunya karena dia kan". Ujar Martin dan menepuk bahu Matthew menyalurkan semangat untuk sahabatnya itu. Matthew tidak dapat menanggapi apapun selain melamun.
Kini sebulan telah berlalu, Akhirnya Kelas XII telah selesai mengikuti ujian nasional. Banyak di antara mereka langsung merayakan dengan konvoi di jalanan, berselfi ria, ada juga yang menangis haru karena akan berpisah dengan teman-temannya. sementara 3M sekawan langsung tancap gas pulang ke apartemen Matthew. Di sana merayakan dengan bermain game sepuasnya, memesan makanan dan minuman yang banyak. Mereka menyadari bahwa setelah ini mungkin mereka akan jarang bersama karena kesibukan masing-masing. walaupun begitu Matthew tidak pernah melupakan untuk mengirim pesan kepada Angel agar kekasihnya itu tidak resah menanti kabarnya.
Kini seminggu lagi Matthew akan ke jerman, dia tidak dapat menolak keputusan dadnya. Segalanya sudah dipersiapkan. bahkan koper dan berkas-berkasnya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Namun yang memberatkan dia sekarang adalah bagaimana dia akan sanggup berjauhan dari Angel. rasanya dia tidak kuat. Mengingat itu, Matthew kembali melamun dan kedua sahabatnya pasti akan kembali mengganggunya untuk menghibur dia agar tidak terlalu stres memikirkan persoalannya.
__ADS_1
Dua hari setelah pelaksanaan ujian, Matthew sedang bermain di rumah Angel. kebetulan tadi dia menjemput gadis itu sepulang sekolah. Dia ingin menghabiskan banyak waktu dengan kekasihnya. Menciptakan banyak moment indah yang tentunya akan membuat dia rindu nanti. Angel sebenernya merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh kekasihnya namun dia tidak akan bertanya. Biarkan Matthew yang menceritakan sendiri. Di taman belakang, keduanya tengah menikmati pemandangan sore. Matthew sejak tadi memeluk Angel dengan sangat erat. Menghirup sebanyak mungkin aroma dari kekasihnya untuk dia simpan di dalam memori yang selalu membuatnya candu. Bibir ranum Angel dia cium, dia ***** dan dia hisap dengan kuat. setelah berhenti sejenak, dia akan memulainya kembali. Ciuman yang sangat dalam dan penuh perasaan. Kata-kata sayang dan cinta membumbuhi ciuman keduanya.
Satu hari sebelum keberangkatan, Laras tiba-tiba menghubungi Angel dan mengatakan ingin bertemu dengan Gadis itu di kafe dekat sekolah. Dan kebetulan di hari yang sama dia sudah janjian untuk bertemu Matthew juga di tempat tersebut. Benar-benar suatu kebetulan pikir Angel. Dia menyetujui karena laras mengatakan ada sesuatu yang penting. Jam mereka bertemu tepat 30 menit sebelum jam janjian dengan Matthew.
Angel sampai 5 menit sebelum jam yang dijanjikan. Nampak di meja pojokan dekat jendela, Laras sudah duduk menunggunya. Dia pun ke sana dan duduk di hadapan Laras yang menyambut dengan tersenyum tipis.
"Aku langsung saja, karena waktu ku tidak banyak" Ujar laras dengan serius
"ada apa ya kak?" tanya Angel
"Ini tentang Matthew, saya harap kamu tidak syok mendengar ini. Hubungan kalian hanya permainan. Matthew tidak serius. Dia hanya menjadikan kamu pelarian dari amarahnya terhadap kesalahpahaman di antara kami berdua." Jelas laras yang dibumbuhi kebohongan.
"Kakak Jangan sembarangan kalau bercerita. Kakak marahkan karena kakak Matthew bersamaku sekarang" ujar Angel kesal mendengar penjelasan Laras. Laras memasang senyum remeh dan sinis.
"kamu ini percaya diri sekali. Dengar ini baik-baik. aku harap kamu nggak pingsan di sini" ujar Laras seraya menyodorkan handphone dan mulai memutarkan sebuah video. Dalam video itu meskipun di ambil sedikit jauh, Nampak jelas terlihat 3M sekawan sedang berbicara serius. Video itu sebenarnya diambil pleh Vivi saat mengikuti Martin ke Rooftop. justru dia malah dikejutkan dengan taruhan yqng dibuat 3M sekawan. jadi sejak awal vivi sudah mengetahui segalanya.
Laras menaikkan volume video hingga nampak jelas terdengar obrolan dalam video tersebut.
"Dari pada kalian saling rebutan gimana kalau kita taruhan, di antara kita bertiga siapa yang paling bisa menaklukkan dan memacari Rabit.. rabit ahhh entah siapalah sebutannya, berhak memiliki hadiah" ujar Melvin
"Gimana Matt, setuju nggak? Siapa yang menang berhak mendapat 2 miliar masing-masing dari mereka yang kalah, gimana setuju?" tawar Melvin lagi
"Kamu yakin dengan usulan kamu? aku minta satu syarat tambahan, kalau aku yang menang, kalian bantu aku lepas dari Laras, gimana?" ujar Matthew
"deal" kompak Melvin dan Martin
Jantung Angel berdegub kencang, kaget, lemas, kecewa, tidak menyangka, sakit dan tidak berdaya menjadi satu. Dia dijadikan bahan taruhan demi 2 miliar. Dia tidak mampu mengeluarkan kata-kata. hanya air mata yang deras mengungkapkan betapa hancurnya perasaan Angel saat ini.
"Aku harap kamu sadar diri. Kamu tidak lebih dari barang taruhan dan semua ini hanya permainan" Ejek Laras semakin membuat Angel tidak mampu menahan sakit hatinya. dia menangis tergugu. dia menutup mulutnya agar suara tangisan tidak terdengar orang. badannya bahkan sampai bergetar hebat akibat sesak yang dia rasakan di dada. Dia merasa dirinya sangat hina sekarang. Bagaimana bisa selama ini dia mempercayai laki-laki yang bahkan baiknya mengalahkan malaikat. Matthew sungguh sangat jahat. apa salahnya.
Dan disaat yang bersamaan, Matthew telah berdiri di belakang Laras dengan ekspresi datar dan mata yang memerah. Kedua tangannya terkepal erat.
Angel menatap Matthew dengan perasaan hancur dan sangat kecewa. Sementara laras, gadis itu sebenarnya kaget dengan kehadiran Matthew yang tiba-tiba. dia tidak tahu kalau sebenarnya Angel dan Matthew juga membuat janji untuk kencan di situ. namun sekarang semuanya hancur dan berantakan.
Melihat Matthew yang hanya diam dan tidak menjelaskan apapun. Hati Angel semakin hancur dan sakit. diam itu seolah membenarkan semua isi video yang dia lihat tadi. Dengan badan yang bergetar Angel berlari keluar dari Kafe tersebut dan menyetop taksi. Di dalam taksi itulah tangisan Angel pecah. Pengemudi tersebut sebenarnya bingung, namun melihat Angel yang sesegukan dia turut sedih. Mungkin gadis itu tengah mengalami situasi yang sangat sulit pikirnya.
__ADS_1
"Neng, kita mau kemana" tanya pengemudi setelah dia berkeliling tidak jelas selama 20 menit.
"perumahan indah, jalan anggrek pak" Jawab Angel dengan terbata-bata. Dia tidak akan pulang ke rumah dalam kondisi seperti ini. Dia akan bertemu Bestie.
Di rumah bestie, dia bahkan menangis sesegukan tanpa menjelaskan apapun yang membuat sahabatnya bingung.
"beb, kamu kenapa?" Tanya bestie bingung juga khawatir. Angel hanya menggeleng dan semakin menangis kencang. Akhirnya Bestie menunggu hingga sahabatnya itu tenang. Dia memeluk Angel dan mengelus punggungnya.
Sementara di kafe, Setelah kepergian Angel, Matthew dengan kasar menarik tangan Laras dengan kasar ke parkiran. Di sana dia mencengkeram dagu laras dengan kasar dan menatapnya penuh amarah.
"kamu sudah berani mencampuri kehidupan ku. Jangan salahkan aku akan menyebar video mesum kamu dengar banyak pria" Setelah mengucapkan ancamannya Matthew menghempaskan laras hingga terjatuh. Dia masuk ke mobil dan menyetir dengan kecepatan tinggi. tujuannya sekarang adalah ke rumah Angel. dia ingin menceritakan semuanya dengan jujur. Namun untuk perasaannya itu murni cinta dan sayang. tidak ada sandiwara. Mungkin kesalahan dia adalah mengiyakan taruhan itu sebelumnya dan dia sangat menyesalinya sekarang.
sesampainya di sana, dia tidak menemukan Angel, justru mama vita menanyakan keberadaan Angel padanya. Melihat dari raut Matthew yang kalut dan mata yang sembab, Wanita itu yakin sedang terjadi sesuatu.
di saat bersamaan, Bestie mengirim pesan ke mama vita untuk memberi tahu kalau Angel sedang di rumahnya, jadi tidak perlu khawatir dan mencarinya. mama vita menjadi lega.
"Sepertinya sedang terjadi sesuatu, nak, ada apa?" Tanya mama vita dengan lembut.
Matthew akhirnya memberenikan diri untuk menceritakan segalanya dengan jujur.
Mendengar penjelasan Matthew, mama vita menjadi kaget dan sangat kecewa tentunya dia sangat marah. bagaimana bisa putrinya menjadi barang taruhan. dia saja sesakit ini, apalagi tadi putrinya saat mendengar video tersebut. pasti lebih sakit dan hancur.
"Aku minta maaf ma. Aku mengaku salah. namun Untuk perasaanku itu murni dan tidak ada kebohongan. saat itu aku cemburu dan marah, ada lelaki lain yang menyukai Angel, hingga tanpa pikir panjang aku menyetujui taruhan gila itu. Maaf ma" Ujar Matthew dengan perasaan sangat bersalah. Apalagi dia melihat Mama vita sampai menangis mendengar penjelasannya.
"Kau sungguh membuat saya kecewa. mulai sekarang jangan temui Angel lagi. Jangan pernah menunjukan diri kamu dihadapannya " Tegas mama vita dengan perasaan marah dan kecewa.
"Maaf ma, mungkin permintaan maaf ini tidak akan mengubah apapun dari rasa sakit Angel dan mama."
mama vita membuang muka dan tidak mau melihat Matthew. rasa kecewanya sangat besar.
"Ma, aku mohon bantuan untuk nitip sesuatu ke Angel. Aku mohon mama memberikan ini untuknya. Mungkin setelah ini kita tidak akan bertemu lagi. Di sini juga aku sekalian pamit sama mama. Tolong bilang ke Angel aku sayang dia dengan tulus " Tutur Matthew dengan menahan suara tangisannnya. dia menyerahkan satu buah kotak berwarna merah muda ke mama vita. Sebenarnya kotak itu ingin dia berikan tadi kalau dia dan angel jadi kencan di kafe.
Karena mama vita tidak memberikan respon apapun. Matthew akhirnya pamit pulang. Di dalam mobil dia menangis dengan kencang sambil memukul stir mobil.
"arghhhhhhhh.. hiks.. hiks.. hiks sayang, aku sayang dan cinta sama kamu tulus. Ini bukan sandiwara atau taruhan. maafin aku sayang. maaf." Lirih Matthew sambil menatap foto Angel di ponselnya.
__ADS_1
semuanya sekarang menjadi hancur karena perbuatannya sendiri. tidak ada orang yang bisa dia salahkan selain dirinya sendiri.