Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Cemburu dan posesif


__ADS_3

Sebulan berlalu. Hubungan Angel dan Matthew makin lengket dan manis. Sikap jutek Matthew yang sebelumnya seperti kulkas dua pintu kini mencair dengan hadirnya Angel di sisinya. Sekarang dia tidak lagi pergi minum dan nongkrong di Club, atau tidur di apartemen, justru lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga, teman dan juga tentunya bersama sang ke kasih. Namun, perlahan sikap cemburu dan posesif juga Matthew mulai nampak. Seperti saat ini, sedari tadi di kantin Sekolah dia mendiamkan Angel dan mukanya nampak cemberut seperti seorang anak yang tidak dibelikan mobil Tayo.


"Kakak kenapa?"Tanya Angel heran


"Nggak tahu!"Jawab Matthew ketus sambil mengacak-acak makanan di piringnya sampai tertumpah


"Kak, kasihan makanannya, tumpah" ujar Angel yang makin heran dengan sikap Matthew


"Kakak sebenarnya kenapa? kalau aku ada salah, tolong dikasih tahu, karena aku pun tidak mengerti ada apa dengan kakak" ujar Ange lagi yang lebih mengarah bertanya karena jujur saja dia bingung dengan pria di depannya ini.


"Hai Angel. Boleh gabung?" tiba-tiba Mario teman sekelasnya datang ingin bergabung.


"Iy.."


"Nggak boleh" Ketus Matthew. Padahal tadi Angel mau mengizinkan.


"Pergi sana. Ngapain kamu mau gabung di sini. Ganggu saja" Lanjut Matthew dengan tampang galak. Mario jadi salah tingkah karena diperhatikan orang di kantin. dia pun memilih duduk di meja yang lain.


"Kenapa kak? Kan di sini masih muat" Jawab Angel polos. Ya ampun anak gadis ini tidak sadar kalau si Matthew sedang cemburu dan menjaga jarak aman dirinya dari pria yang sedang mendekatinya.


"Kenapa? kamu suka dekat-dekat sama dia?"


"bukan gitu kak, dia kan teman sekelas ku"


"Kamu tidak senang kita makan berdua sampai mau gabung sama dia?" tanya Matthew semakin kesal


"Tadi pagi juga ngapain ngobrol dan senyum-senyum sama dia? Ke perpustakaan jalan berdua, ke ruang guru juga berdua. Kamu suka sekali ya melakukan semuanya berdua dengan dia?" tanya Matthew lagi namun tampak seperti mengomel. Angel malah melongo seperti sedang mencerna perkataan Matthew. beberapa detik setelahnya Angel menyadari bahwa saat ini pacar tampannya dalam mode cemburu.


"Kakak cemburu" Bodonya Angel sudahlah tahu malah tanya.


"Tidak, lagi senang" Jawab Matthew dengan ketusnya.


"Kak, dia cuma teman sekelas, tadi itu kita memang di suruh guru untuk membawa buku ke perpustakaan dan ke ruang guru. Maaf ya kalau kakak cemburu" jelas Angel mencoba meredam amarah cemburu sangat pacar tampan.

__ADS_1


"Kalau kakak diam saja aku ke kelas saja ya" Sekarang malah Angel yang ngambek karena Matthew yang mendadak diam dan jutek.


"Ya sudah, aku ke kelas saja" Ujar Angel seraya berdiri Namun secepat kilat tangannya langsung ditarik Matthew hingga jatuh terduduk kembali di tempat semula.


"Kamu tu ya sayang, Sudah tahu aku cemburu pakai tanya. Terus bukannya menghibur malah mau pergi" akhirnya Matthew bersuara mengutarakan kekesalannya.


"Maaf ya kak, Aku nggak tahu harus ngapain tadi" Jawab Angel dengan menunduk. Dia merasa bingung dan bersalah. Melihat itu, Matthew tidak tega.


"Jangan di ulangi. Jangan dekat-dekat sama cowok lain, jangan senyum sama cowok lain, jangan ngobrol, jangan jalan berdua. Pokoknya nggak boleh!" tegas Matthew. Angel mendengar semuanya ingin protes, tapi lebih baik di iya kan saja dari pada Pacar tampannya ngambek lagi. Namun Mereka tidak menyadari bahwa apa yang sedang mereka bahas saat ini justru menimbulkan kecurigaan para siswa di kantin. Apa lagi di sana Ada Laras yang memilih duduk sendiri di meja lain. Semakin menimbulkan tanda tanya bagi mereka. Kenapa Matthew dan Laras menjauh, bukankah sepasang kekasih dan mereka pasangan terfavorite di sekolah. Sementara di meja sebelah Martin, Melvin, Noval dan Bestie tertawa. Ini pertama kalinya Matthew bersikap seperti anak kecil karena cemburu. Mereka duduk terpisah karena memang mejanya tidak muat untuk 6 orang dan sebenarnya Matthew mensyukuri itu.


Sepulang sekolah dan mengantar Angel, Matthew mampir ke Minimarket. Di sana dia bertemu dengan Laras. Respon gadis itu sangat tenang bahkan sama sekali tidak menyapa Matthew. Memang kelihatan Aneh kalau dibandingkan dengan sikap aslinya yang sangat agresif. Matthew tidak peduli. Dia hanya mengambil softdrink setelahnya membayar ke kasir dan kembali ke mobil. Laras mengepalkan tangan saat melihat Matthew mengabaikannya begitu saja. Dia semakin membenci Angel yang dianggapnya sebagai wanita perusak hubungan orang.


Malamnya saat makan Mama Vita memperhatikan putrinya yang makan dengan tenang.


"Nak, pelajaran di sekolah semua lancar, kan? tanya mama vita


"lancar ma" jawab Angel


"Syukurlah"


"boleh. Ingat, jangan sampai malam" tutur mama vita


"siap. Terima kasih ma" Balas Angel dengan bahagia.


Sementara di tempat lain, saat ini keluarga Matthew juga sedang makan malam. Dad Marcel sedari tadi memperhatikan Putranya makan dengan lahap. Dia menyadari juga belakangan putranya itu sering berada di rumah. Kadang dia bertanya-tanya, kok dadakan sekali anak bandelnya itu berubah. Apalagi melihat Matthew sambil makan malah tersenyum tidak jelas seperti orang sinting.


"Son, sepertinya kau sedang bahagia atau gila, kalau gila biar dad hubungi nomor rumah sakit jiwa" tanya Dad Marcel yang membuyarkan lamunan indah Matthew. Dia mendengus kesal lantaran dikatai gila oleh sang Dad.


"mommmm" rengek Matthew meminta bantuan mom Helena


"Hei, kau pria tua. Bisa-bisanya kau mengatai Anak tampanku gila. Mau tidur di luar, ha! ujar mom Helena membela putranya yang badan saja yang gede, tapi kelakuan kalau di rumah seperti bayi, selalu merengek.


"Ampun honey. Lagian lihat anakmu, lagi makan saja senyum tidak jelas. Kan takut saja tadi dia kesambet jin di sekolah " Balas Dad Marcel membela diri yang tidak mau kalau sampai tidur di laur. Bisa gawat burung perkututnya nanti kedinginan. mendengar perkataan Dad Marcel, Matthew dan Mom Helena menghela napas. Pria tua ini suka sekali membuat putra mereka jengkel.

__ADS_1


Pov Angel


ke esokan harinya....


Sore ini, sepulang sekolah aku bersiap menuju rumah Noval. Aku akan berangkat dengan menggunakan sepeda. rasanya sudah sangat lama aku tidak mengayuh kesayangnku itu setelah peristiwa yang Kualami beberapa bulan lalu.


satu hal yang membuat aku tidak menyangka, bahwa musibah yang ku alami kemarin justru merubah 💯% rencana yang kubuat dalam hidupku. Kalau sebelumnya aku hanya ingin belajar, belajar dan belajar, kini sekarang bukan cuma dunia itu yang aku lakoni tapi kisah asmaraku juga.


Yup, Kini hampir 2 bulan aku menjalin kasih dengan seorang pria tampan, idaman satu Galaksi, senior ku di sekolah Kak Matthew. Aku berusaha yang terbaik dalam menjalani kisah asmara masa remaja ini. Semuanya terasa begitu indah dan penuh kebahagiaan. Dia adalah bentuk cinta ku terhadap lelaki setelah mendiang papa. Mama adalah wanita paling luar biasa yang mendidik dan mengajarkan ku banyak hal, para sahabat ku juga seperti itu, namun kehadiran kak Matthew memberi warna yang berbeda yang belum ku rasakan selama ini. Lebih mencintai usaha dan keberanian dalam melawan rasa sakit dan takut itu adalah hal paling aku ingat yang dia motivasikan padaku saat aku tertimpa musibah kemarin.


sore ini nampak jalan tidak begitu ramai, saat ini aku dalam perjalanan menuju rumah Noval yang hanya memerlukan waktu 5 menit untuk tiba di kediamannya. Sesampainya di sana aku langsung disambut oleh Tante Anna dan om Exel, orang tua dari Noval yang sedang mengobrol di teras rumah. setelah memberikan titipan mama yaitu, Brownies kukus kesukaan tante Anna aku langsung berpamitan untuk ke lantai atas, tepatnya ke ruang belajar Noval. Di sana kedua sahabatku telah menunggu. Kami mengerjakan tugas kurang lebih sejam dan di iringi canda tawa. Aku sampai lupa untuk memeriksa handphone dan berkabar dengan kak Matthew. Akhirnya setelah tugas selesai kami menikmati cemilan yang di sajikan seorang ART. Saat tengah mengobrol dengan Kedua sahabatku, tiba-tiba telepon ku bergetar mungkin sudah sedari tadi karena saat aku ingin menjawab tiba-tiba panggilan terputus dan setelah aku cek berapa kagetnya aku saat melihat terdapat puluhan panggilan tak terjawab dari kak Matthew serta pesan masuk yang sudah hampir puluhan juga. Semua pesannya kurang lebih bertanya aku dimana, sedang apa, kenapa tidak di balas, Selebihnya pesan pesan yang berisi kemarahan dan kekesalan. Aduh, gimana ini. Aku hendak membalas pesannya, saat tiba-tiba sebuah panggilan masuk datang lagi, dan itu dari dia, kak Matthew, aku berpamitan pada kedua sahabat ku untuk menjawab telepon. Sebelum menjawab aku entah kenapa mengatur napas dan berdehem beberapa kali untuk menutupi kegugupan yang melanda perasaanku saat ini.


"Hal...."


"Dimana"


belum sempat aku menyapa dia lebih dahulu mencecar dengan bertanya akan posisiku sekarang. Dari suaranya aku tahu seperti sedang marah.


"Kak, maaf. Aku lupa mengabari. Aku sedang di rumah noval, Lagi ngerjain tugas sekolah. Maaf ya" jawabku dengan nada penuh sesal.


"Kak" aku memanggilnya lagi karena dia tidak menyahut.


"Ka.."


"Klik" saat ingin memanggilnyq lagi justru sambungan telepon kami terputus. Apakah dia marah. Aduh, bagaimana ini. Aku memutuskan untuk kembali meminta maaf lewat pesan pada aplikasi WhatsApp.


'Kak, maaf ya. Aku salah tadi lupa mengabari'


isi pesan yang aku kirim dengan menambahkan beberapa emot ikon yang mewakili rasa bersalah ku. Namun pesan yang aku kirim hanya centang satu. berarti bisa jadi dia sedang tidak aktif. apakah dia sengaja mematikan teleponnya atau ruang datanya yang dia matikan. entaj kenapa aku malah jadi sedih. Hingga pulang ke rumah, aku masih belum mendapat jawaban dari Kak Matthew. Dua jam dan tiga jam setelahnya pesanku masih dalam status belum terbaca dan malah masih centang satu.


Akhirnya aku menyerah. Biarlah esok di sekolah aku akan menjelasknnya lagi. rasanya mataku mulai berat dan mengangguk. saat hendak menutup mata untuk tidur hp tiba-tiba bergetar, aku sangat berharap itu adalah pesan dari kekasihku, namun nihil. Malah pesan yang masuk membuat dadaku sesak hingga air mata tidak mampu ku tahan.


isi pesan dengan nomor 08********23 adalah sebuah gambar pria dan wanita yang sedang berciuman. Aku tahu dengan jelas siapa yang ada dalam gambar tersebut. Kak Matthew dan Kak Laras. Sakit sekali rasanya melihat foto tersebut. Seperti sedang meraskan patah hati. aku merasa kesulitan bernapas. Hingga akhirnya aku tertidur dengan air mata yang masih mengalir.

__ADS_1


Kak Matthew marah hingga memilih melakukan itu dengan mantannya kak Laras atau mereka sebenarnya masih bersama?


__ADS_2