Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Kencan Pertama


__ADS_3

Seminggu setelah Matthew dan Angel jadi sepasang kekasih, mereka sudah melewati beratnya Ujian tengah semester yang merontokan isi kepala. Bersyukurnya ujian sudah berakhir. Hari ini adalah Hari sabtu, Matthew akan mengajak Angel jalan-jalan atau kencan ala anak pacaran pada umumnya. Karena itu setelah pulang sekolah, dia mampir ke rumah Angel untuk meminta izin pada mama vita.


Saat ini, dia tengah duduk di teras depan rumah Angel sambil menikmati segelas jus mangga yang dibuat kekasih hatinya. mereka tengah menunggu mama vita yang sedang berberes di warung. Hari ini mama vita tidak akan berjualan sampai malam, karena dia akan sibuk membuat pesanan kue salah satu kantor yang akan melakukan Outbound di Hari minggu esok. Pesanan sebanyak 150 kotak. Dia nantinya akan di bantu oleh dia karyawannya.


"Nak, dari tadi" sapa mama vita yang mengalihkan perhatian sepasang kekasih yang tengah asik mengobrol.


"Belum kok tan" Jawab Matthew seraya menyalami tangan mama vita diikuti Angel.


"Sebentar ya, tante ke dalam dulu" ucap mama vita kemudian masuk ke dalam rumah untuk menaruh bahan-bahan hang dia bawa dari warung tadi. Di sana juga ada dua karyawannya bernama Lia dan Sana.


Beberapa sat setelahnya, mama vita muncul dengan membawa sepiring brownies yang diberikan oleh Kirana mama dati Bestie saat berkunjung ke warung tadi.


"Jadi, Ada keperluan apa nak?" Tanaya mama vita to the point


"Tan, sebentar malam saya rencananya mau mengajak Angel nonton dan makan di luar, apakah boleh?" Matthew sebenarnya gugup saat meminta izin, ini pertama kalinya dia bersikap sopan dengan meminta izin pada orang tua kekasih hanya untuk perihal kencan. Dengan Laras saja dulu, mereka main kabur begitu saja dan berbuat sesuka hati. Sepertinya mama vita perlu mencatat, Matthew sudah masuk daftar menantu idaman karena point utama yang dia tunjukan adalah sopan dan punya etika.


"mau keluar jam berapa?" tanya mama vita


"jam 5 sore ma, apakah boleh?" Kali ini Angel bersuara seakan membantu kekasihnya mendapatkan izin dari sang mama .


"Jangan pulang di larut malam. Ingat jaga batasan dan sebelum jam 10 sudah harus ada di rumah" tegas mama vita


"baik ma"


"baik tan" Jawab mereka kompak.


Jam sudah menunjukan pukul setengah empat sore, Angel masih terlelap di kasurnya. Mama vita masuk membangunkan putrinya yang entah mungkin begitu terkenal dengan tidurnya. Angel bangun dengan mata masih terpejam, setelahnya dia beranjak ke kamar mandi. Mama vita yang melihat itu, tersenyum tipis, dia tidak menyangka putri kecilnya kini tumbuh menjadi gadis cantik dan manis. Dia jadi rindu mendiang suaminya. Kalau saja suaminya masih hidup. Pasti Angel akan jauh merasa bahagia karena memiliki orang tua yang lengkap. Namun kuasa Tuhan tidak ada yang bisa menolak. Dia selalu berdoa sang suami mendoakan dan melindungi mereka dati jauh, khususnya Putri mereka Angela Abichail.


Karena ini adalah kencan pertama, Angel bingung sendiri memilih pakaian yang cocok untuk dikenakan. dia membongkar semua pakaian satu lemari dan mengacak-acak dengan terus mendesak. Dia mendadak merasa tidak ada baju bagus yang dia miliki.


"Gimana ini, masa tidak da yang cocok shi" Gumam Angel seraya mencoba mencocokan beberapa baju dengan badannya di depan cermin.

__ADS_1


"Pakai saja yang membuat kamu nyaman. Bukankah putri mama ini sudah cantik" Entah sejak kapan mama vita sudah berdiri di pintu sambil bersedekap. Dia gemas melihat putrinya kebingungan memilih outfit untuk kencan pertamanya. Dia jadi teringat masa mudanya dulu saat kencan denga suaminya, mirip sekali seperti putrinya saat ini.


"Eh mama. iya ma. Aku akan pakai yang ini saja. Putus Angel seraya menunjukan Rok vintage bermotif bunga dengan panjang di bawah lutut. untuk atasan dia akan menggunakan dalamnya tank top hitam dan luarnya jacket jeans. Mama vita mengangkat dua jempol sebagai tanda setuju.


"Mau mama bantu dandan dan merias atau semacamnya?" tanya mama vita dengan senyum yang tidak putus dari wajahnya


"tidak ma. Angel bisa sendiri. terima kasih ma" Angel menjawab dengan tersipu. Bersiap untuk kencan saja sampai seheboh ini. Akhirnya mama vita memilih untuk melanjutkan aktivitas bersama dua karyawannya di dapur yaitu menyiapkan pesanan.


Setelah bersiap, Angel menatap pantulan dirinya di cermin. Dia sendiri saja sampai terpesona melihat dirinya nampak berbeda setelah dipolesi bedak dan lipstik tipis. Ternyata jatuh cinta rasanya seperti ini. Semua terasa indah dan manis. Dia kemudian mengecek handphone ternyata Matthew mengirim pesan bahwa pria itu dalam perjalanan ke rumahnya. Perasaan Angel mendadak sangat gugup.


15 menit berlalu Matthew akhirnya tiba di depan rumah Angel. Sebelum keluar mobil dia kembali memperhatikan penampilannya melalui spion mobil.


"masih tampan, tetap tampan dan sangat tampan " Matthew memuji dirinya dengan begitu percaya diri dan memang begitulah kenyataannya dia tampan dan berkarisma. Setelah mengucapkan salam dan dipersilakan masuk, dia berjalan masuk. Di ruang tamu dia melihat Angel tengah duduk dan seketika tatapan mereka bertemu. Matthew terpesona dengan Kekasihnya sore ini, Angel sangat manis, cantik dan menggemaskan. Sama halnya dengan Angel dia terpesona dengan visual kekasihnya sore ini. Ada satu yang keduanya dan mama wihel sadari entah kenapa, kok jaket yang mereka pakai warnanya sama yaitu biru dongker. Seperti janjian saja.


Akhirnya mereka berpamitan kepada mama vita. Rencananya mereka akan menuju ke sebuah mall untuk menonton dan setelahnya akan makan malam.


"Sayang, kau cantik" Ucap Matthew membuka obrolan dalam mobil.


"Kakak juga tampan" akhirnya Angel memuji kelasihnya itu.


"Tentu saja, aku tahu itu" Jawab Matthew dengan tampang sombong. Angel melihat itu dan langsung cemberut dia jadi menyesal memuji pacarnya tadi, ternyata dia jadi sombong dengan ketampanannya.


"sudah jangan cemberut gitu. Nanti manisnya berkurang. Rayu Matthew melihat kekasihnya yang monyong lima centi.


"Kakak ini percaya diri sekali, hu, aku jadi nyesal muji kakak" ucap Angel yang masih cemberut.


"hehehe.. sayang, sebenarnya kakak grogi dipuji sama kamu, dari pada kakak malu lebih baik kakak sombong saja dengan tampang kakak yang memang tampan. Jawab Matthew sambil tertawa dan memang benar tadi dia sempat grogi dipuji Angel.


Sesampainya di mall, mereka langsung menuju tempat pembelian tiket. Kurang lebih mereka akan menunggu 30 menit sebelum filmnya dimulai. Mereka menghabiskan waktu menunggu dengan bercanda dan tangan yang terus menggandeng mesra.


"Yuk masuk. mau mulai tu" Ajak Matthew seraya menarik tangan Angel menuju bioskop. mereka akan menonton film komedi romantis sesuai pilihan Matthew karena Angel tidak tahu mau menonton film apa.

__ADS_1


Kebetulan mereka mendapat nomor kursi di tengah, jadi tidak terlalu dekat atau jauh untuk melihat tampilan film.


Saat Film diputar, Matthew tak melewatkan kesempatan untuk melepaskan tangan Angel. Dia selalu menggenggamnya, bahkan beberapa kali mengecup punggung tangan kekasihnya itu. Angel sebenarnya merasa risih, takut ada yang melihat mereka. Matthew yang memang dasarnya tidak tahu malu, dia mana peduli. Toh pikirnya, pasangan lain juga sedang bermesraan. Dan memang bena kanan, kiri, depan, dan belakang mereka sibuk dengan pasangan masing-masing. menjelang akhir film, terjadi sebuah adegan dimana dua pemain utamanya melakukan ciuman. Angel seketika kaget, dan membuang tatapannya ke arah lain, namun sialnya, dia malah melihat satu pasangan tengah berciuman selayaknya adegan dalam film bahkan tak kalah Hot dari film yang mereka nonton. Aduh dia kan jadi bingung entah mau menoleh ke arah mana, dia malu dan tidak tahu mau berbuat apa. Matthew yang menyadari kegugupan kekasihnya, segera memiringkan posisi gadisnya untuk menghadap padanya. Dia tahu kekasihnya ini masih polos. Pasangan kekasih di sekeliling mereka bahkan dengan terang tegangan bermesraan seperti yang ada dalam film. Akhirnya Matthew menarik Angel ke dalam pelukan dada bidangnya. Dia mengusap kepala Angel kemudian menunduk untuk melihat kekasihnya dan tersenyum lembut, dia melihat kekasihnya justru terlihat lucu sedang mendongak padanya dengan ekspresi yang entah apa. pokoknya sangat menggemaskan di mata Matthew. Dia tidak ingin ekspresi ini dilihat lelaki lain. pokoknya gadis ini dan segala hal yang ada dalam dirinya termasuk senyumnya adalah milik Matthew seorang.


Selesai menonton film, Matthew mengajak Angel ke sebuah restoran yang masih ada di dalam mall tersebut cuma terletak di lantai berbeda. Di sana Angel memesan Ramyeon karena dia memang penggemar makanan dari negeri ginseng, sementara Matthew memesan sop Iga. Untuk minuman, mereka sama-sama memesan Jus jeruk. Angel makan dengan lahap bahkan bibirnya sampai belopotan dengan kuah Ramyeon. Dia tipe orang yang tidak jaim kalau makan. Matthew terkekeh gemas melihat kekasihnya yang makan seperti terburu-buru.


"pelan-pelan sayang kita tidak sedang buru-buru. masih banyak waktu untuk pulang. Atau kamu sedang lapar? Maaf ya" Tanya Matthew dengan perasan lucu namun juga bersalah, dia mengira Angel kelaparan hingga makan dengan buru-buru.


"hihihi,, ini enak kak, aku sudah lama nggak makan Ramyeon. mama marah kalau sering makan mie. Dan aku tidak sedang lapar. Serius, ini terlalu enak" Jawab Angel dengan cengiran lucu karena mulutnya masih penuh makanan. Matthew membersihkan bibir Angel yang belopotan sambil menggeleng kepala. Lucu saja dia dengan pacarnya ini yang makan tidak perlu jaim. Perempuan lain saja bahkan Laras saat makan secara terang-terangan menjaga pola makan dan gaya makan yang dibuat anggun. Waktu sudah menunjukan pukul setengah 9 malam. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Jarak mall dan rumah Angel hanya sekitar 20 menit. Mungkin karena kekenyangan, selama perjalanan pulang Angel tertidur. Matthew mengelus kepala kekasihnya dengan sayang. Saat tiba di halaman rumah, Matthew membangunkan Angel.


"Sayang, bangun yuk. Sudah sampai di rumah. Sayang.." Sepertinya Angel lumayan nyenyak sehingga butuh waktu untuk membangunkannya. Kalau saja dibolehkan, mungkin Matthew sudah dari tadi mengangkat Angel ke dalam rumah tanpa harus mengganggu tidur gadis itu. Perlahan Angel mengerjakan mata namun sedetik setelahnya kembali menutu mata.


"Sayang" panggil Matthew lagi. Rupanya Angel tidak sadar saat ini dia ada dimana, dia tidur nyaman seperti sedang berada di kasurnya. mendengar panggilan Matthew barulah dia perlahan sadar dan menoleh ke Matthew yang kini wajahnya sangat dekat dengannya.


"Kak" Panggil Angel gugup


"Kenapa hem? nggak mau bangun?" tanya Matthew seraya mengelus kepala Angel dan merapikan poninya.


"Maaf kak aku ketiduran "


"tidak masalah, sekarang turun yuk, sudah ditunggu mama. Tapi sebelum turun boleh nggak kakak minta sesuatu?


"minta apa kak"


Matthew tidak menjawab tetapi menyodorkan pipinya seraya menunjuk di sana. Angel tahu maksudnya tapi dia malu. Dengan sedikit keberanian dia mengecup pipi Matthew.


Cup


Setelahnya Angel menunduk malu. Sementara Matthew perasaannya menghangat bahagia mendapat hadiah kecupan dari sang pacar. Dia menoleh dan mengangkat kepala Angel. Sebuah kecupan Hangat dia labuhkan di kening Angel.


"selamat malam sayang. Malam ini tidur yang nyenyak, oke. Mimpi indah. sleep tight Sweetheart. Terima kasih untuk kencan pertama yang luar biasa ini" Tutur Matthew.

__ADS_1


"sama-sama kak. Kakak juga tidur yang nyenyak ya, hati-hati di jalan pulang. Angel sayang banget sama kakak. mereka saling menatap dengan penuh sayang. sungguh manis sekali. Setelahnya mereka turun dari mobil. Matthew mengantar Angel hingga ke dalam rumah dan mengucapkan terima kasih kepada mama vita karena memperbolehkan mereka kencan malam ini. Setelah itu dia berpamitan pulang. Pulang yang dimaksud adalah ke rumahnya, karena di sana kedua sahabatnya tengah menunggu dan mengomel karena ditinggal kencan oleh Matthew. Satu point lagi yang dilihat oleh mama vita, Matthew tidak ingkar janji dan ingat serta tepat waktu. perlu dipertimbangkan tidak ya untuk dijadiin menantu di masa depan?


__ADS_2